Sep 272016
 

Sebuah perusahaan teknologi militer ternama asal Cina telah mengejutkan fisikawan di seluruh dunia pekan lalu, ketika mengumumkan telah mengembangkan bentuk baru dari radar yang mampu mendeteksi pesawat siluman dari jarak 100 km jauhnya.

Terobosan ini bergantung pada fenomena siluman yang dikenal dengan keterlibatan kuantum, yang dijuluki Albert Einstein sebagai “aksi menakutkan di kejauhan”.

China Electronics Technology Group Corporation (CETC), salah satu dari “Top 10” kelompok industri militer yang dikendalikan langsung oleh pemerintah pusat, mengatakan pada hari Minggu, 18 September 2016, bahwa sistem radar foton baru telah mendeteksi target pada jarak 100 km jauhnya dalam sebuah uji lapangan baru-baru ini.

Radar itu memiliki “jarak potensial” lima kali lebih jauh dari prototipe yang dikembangkan bersama-sama oleh para peneliti dari Kanada, Jerman, Inggris dan Amerika Serikat tahun lalu.

Badan Proyek Riset Pertahanan Canggih Amerika (DARPA) dikabarkan telah mendanai penelitian serupa dan pemasok peralatan militer seperti Lockheed Martin juga sedang mengembangkan sistem radar kuantum untuk tujuan pertempuran, namun kemajuan proyek-proyek militer tersebut masih belum diketahui.

Fourth F-35 Lightning II arrives at Nellis Air Force Base

Sebuah pesawat tempur siluman Angkatan Udara AS, F-35A Lightning II di Nellis Air Force Base, Nevada pada bulan April 2013. (Foto: Reuters)

Dalam pernyataan yang dimuat di situsnya pada hari Minggu, CETC menulis “Sistem radar quantum foton tunggal pertama buatan China memiliki nilai aplikasi militer penting karena menggunakan foton untuk mengidentifikasi benda-benda yang tak terlihat pada sistem radar konvensional”.

Seorang fisikawan dari Nanjing University, Prof. Ma Xiaosong, yang telah melakukan studi radar kuantum mengatakan bahwa dia belum melihat hal seperti ini dalam laporan terbuka.

china-early-warning-radar-truck

Truk radar peringatan dini dalam sebuah parade di Beijing pada September 2015 menandai ulang tahun ke-70 kemenangan atas Jepang. (Foto: Xinhua)

“Jangkauan efektif radar yang dilaporkan oleh komunitas riset internasional masih di bawah 100 km”, kata Prof. Ma Xiaosong

Seorang peneliti radar militer dari sebuah universitas yang ada di barat laut China mengatakan jangkauan sebenarnya dari radar baru tersebut [bisa] jauh lebih besar daripada yang diumumkan oleh CETC.

“Angka yang tertera dalam dokumen yang diumumkan biasanya adalah versi terendah dari kemampuan sesungguhnya”, katanya. Pengumuman oleh CETC tersebut telah menjadi viral dalam komunitas penelitian radar.

 

Vegassus ยฉ JakartaGreater.com

Peminat manga, anime, gadget, sains & teknologi, sosial-politik dan militer
Link medsos ada dibawah
– Facebook
– Google Plus
– Twitter

  33 Responses to “Era Pesawat Siluman Telah Tamat?”

  1. Bajigur nih China ๐Ÿ˜›

    • serem bingit. yuk menciptakan radar dan senjata antidot sendiri kayak cina sebelum membeli pesawat dan kapal harga selingit membelit, china memang top. paten klo soal tekhnologi.

    • Haahahaha.. akhirnya balik ke basic dog fight juga, Hiddup SU-35!!!

  2. KEREN MADE IN CINA,, CEPET BENER PERKEMBANGANYA..

  3. China dapat mengembangkan radarnya di karenakan mereka mendapatkan bangkai pesawat siluman yang si tembak jatuh.
    Mereka (China) melakukan kelinci percobaan / riset dengan pesawat tersebut untuk membuat pesawat siluman dan radar anti pesawat siluman yang memakai ilmu fisika (kuantum)
    Jika negara lain masih berkutat dengan radar diteksi panas infra merah untuk melacak pesawat siluman, China sudah dapat mengimbangi USA dalam radar mangement yang terbaru ini.
    Hanya saja masih harus ada pembuktian di lapangan dan medan pertempuran untuk mengetahui pasti seberapa hebatkah radar ini dapat menditeksi pesawat gen 5 negara musuh.

    Will see…

  4. yg jadi pertanyaan radar quantum ini radar pasif atau aktif ??

    klo sdh terdeteksi apa bisa di kunci ( lock ) utk di tembak oleh SAM..

    klo terdeteksi nya di jarak 100km pesawat siluman malah sdh mendeteksi target darat dijarak yg lebih jauh.. bahkan bisa melepaskan bomb stealth anti radar di jarak 150 km..

    • 100 km itu jarak yg dilaporkan secara resmi ๐Ÿ˜€ umumnya laporan resmi bukan menyebutkan kemampuan sesungguhnya ๐Ÿ˜€ resmi biasanya untuk versi ekspor ๐Ÿ˜€

  5. ada satu pesawat komersil yang diubah oleh negara malon menjadi sebuah pesawat siluman paling canggih sedunia yang tidak dapat ditemukan oleh orang seluruh dunia hingga selamanya

    malon memang jaguh

  6. su 35 manuver siluman akan tetap tangguh!

  7. @andri cahyadi : Aktif atau pasif masih belum pasti dan mengenai range China mengklaim sudah lebih jauh dari USA, setidaknya mereka tetap melakukan riset untuk jangkauannya.
    Akan tetapi semua kembali kepada yang berhasrat, apakah ingin menggunakan product China atau dari negara yang lainnya.

    • Iya blm diketahui spec nya..
      Masalah nya klo radar pasif tdk bisa menuntun rudal utk intercept,
      dan hanya 2D.. Tidak mengetahui ketinggian nya juga..

      Klo di intercept sama pespur dlm jarak 100km rasa nya akan telat.. Mengingat kecepatan pesawat siluman musuh dan waktu yg dibutuhkan utk take off utk mengintercept..

      Blm lagi gelombang radio frekuensi pespur F 22 bisa berubah2 dgn cepat.. Yg bisa mengecoh radar pasif.. Ditambah jammer dari pesawat ketika sdh terdeteksi musuh..

  8. mang gelo ni menlen…

  9. @Andri cahyadi : Oleh karena itu pesawat F22 tidak di jual bebas untuk negara lain, mungkin ada kelebihan yang tidak ingin diketahui negara lain termasuk para negara yang loyal mendukung kebijakan USA.
    Mungkin ceu Carin dapat membujuk mamarika untuk menjual F22 nya hanya untuk Indonesia.
    Penjelasan berikutnya mengenai mamarika dapat di jelaskan oleh ceu Carin dan untuk made in China biasanya di wakili oleh mbah bowo.
    Hanya saja mbah bowo mungkin berhalangan datang yang dikarenakan beliau sedang membagikan nasi bungkus dengan strmpel calon Jendral, ehh salah cagub – cawagub ibu tiri kita, maaf salah lagi, cagub – cawagub ibu kota kita…

    Peace… ๐Ÿ˜€

  10. Produk cina ..kwalitas.y..?????????????

  11. Mudahkah ongkos untuk dibuat miniaturisasi agar bisa di install ke pespur . .?

  12. belajarlah walaupun ke negeri china.

  13. Hanya macan kertas. Belom botol pulpen.

  14. @gatel otak lu yg 2000 x dibelakang otak orang sudan,,,geblek ni orang

  15. @gatel

    orang bodohlah yg sering neriakin orang lain bodoh, yah karena kebodohanya!!!!!!

  16. Pesawat Gak siluman gak masalah..yg penting kecepatannya diatas kecepatan rudal..

  17. penemuan yg bakal mngubah landscape efektifitas gen 5 kedepan…

  18. produk cina diragukan…

  19. china bisa…
    Indonesia harus bisa….
    saya bantu doa aja ๐Ÿ™‚

  20. Proxy war china…biar f22 tetap dipangkalan

  21. Kalo bangsa kita cuma sibuk Di putaran pilgub…..toek kotok lah politikus kita…aPA lagi suntan santun preet..ADA diuit yh gk bakal santun..integritas yg Di utamakan!

    China beruntung cuma satu partai saja yg berkuasa. JD gk ADA berlarut larut drama sinetron..mereka JD fokus ama kemajuan teknologi!sedangkan kita hanya fokus pd kursiยก!!!!!!!!!!!!

  22. gak beda jauh kw nya.juga

  23. CETC hanya bisa membuat mock up tanpa dapat mengaplikasikannya secara real time.

    Memang hal ini merupakan technological advances. Hanya Masih ada beberapa requisite technological procedure sebelum China benar benar dapat memakai Quantum radar.

    Punya quantum radar adalah satu hal. Mengaplikasikannya terhadap musuh adalah hal lain.
    Hehehe…. ๐Ÿ™‚

  24. kagak moncer, delay delay delay.

  25. Radar kuantum adalah jenis radar aktif, cr krj nya kayak pukat harimau utk menangkap ikan, sulit sekali pesawat gen 5 apalagi gen 4 sembunyi dr deteksi radar kuantum, ini merupakan lompatan teknologi deteksi pswt siluman, klo dikombinasikan dg radar pasif n IRST, semakin sempurna utk mendeteksi pswt siluman, sayang nya radar kuantum ms tahap penelitian, n jangkauan deteksinya ms diragukan

  26. Radar Quantum adalah radar aktif yang memang ditujukan untuk mendeteksi pesawat siluman (stealth). Secara teori memang dapat meminimalisasi kemampuan stealth. Didalam praktek untuk menuju ke taraf penelitian selanjutnya hanya ada 1 flaw (kejelekan) dari jenis radar ini.
    Kekurangannya adalah sifat radar itu sendiri, RADAR AKTIF.

    Bagaimanapun adalah satu hal memiliki kemampuan teropong pesawat siluman, tetapi suatu hal yang lain lagi jika akan memulai proses tembak (firing solution). Artinya ente bisa to detect stealth, terus nembaknya gimana dong? Kan belum ada kemampuan?
    Lagipula yang diteropong memangnya diam saja tanpa membalas? Jadi kesimpulannya lain di teori lain di aplikasinya medan perang.

    Tabik,

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)