Jun 092013
 

F-16C block 25 serial number 84-1281 yang akan dihibahkan ke Indonesia. Photo diambil 9 April 2008 di Eielson AFB, saat misi Red Flag-Alaska  [Photo by Karl Drage]

F-16C block 25 serial number 84-1281 yang akan dihibahkan ke Indonesia. Photo diambil 9 April 2008 di Eielson AFB, saat misi Red Flag-Alaska [Photo by Karl Drage]

8 dari 24 pesawat F-16 C (single seater) block 25 hibah Amerika Serikat akan tiba di Indonesia pada tahun 2014. Pesawat tersebut sedang di-upgrade di depo pemeliharaan pesawat tempur Angkatan Udara Amerika, 309th Maintenance Wing di Hill Airforce Base, Utah. Pemerintah memilih 24  F-16 eks Air National Guard daripada membeli 6 pesawat baru, dengan alasan untuk menutupi jumlah minimum pesawat yang dibutuhkan. 16 pesawat itu, akan mengisi satu skuadron (16 pesawat) F-16 di Pekanbaru dan 8 sisanya di Madiun bersama F-16 A/B block 15 OCU TNI AU.

Penambahan 1 skuadron tempur di Pekanbaru sesuai dengan rencana strategis (Renstra I) periode 2005-2014. TNI AU akan menambah lagi 3 skuadron pesawat tempur pada Renstra II (2015-2024) hingga memiliki 11 skuadron tempur di tahun 2024. Yang menjadi pertanyaan, seperti apa sebenarnya kualitas pesawat F-16 eks Air National Guard ini dan berapa lama life time-nya ?.

USAF
Angkatan Udara Amerika Serikat, US Air Force (USAF) terbagi ke dalam tiga kategori: Air Force (AF), Air Force Reserve (AFRES) dan Air National Guard (ANG).

US Air Force adalah pasukan reguler: Air Force Global Strike Command, US Central Command, US Southern Command, US Joint Forces Command, US Northern Command, US Strategic Command; serta US Air Forces in Europe-USAFE dan Pacific Air Forces-PACAF.

Adapun Air Force Reserve-AFRES adalah Komponen Cadangan. Sedangkan Air National Guard merupakan Milisi yang dipersenjatai.

Keberadaan Air National Guard tidak terlepas dari sejarah National Guard yang panjang sekali. Awalnya mereka adalah milisi yang disewa para tuan tanah, untuk berjaga dan menghadapi pasukan Indian. Kini, tugas pokok National Guard adalah unit pertahanan dalam negeri yang struktur dan komando mereka terpisah dari tentara reguler.

Emblem Texas Air National Guard (photo: USAF)

Emblem Texas Air National Guard (photo: USAF)

Air National Guard berada di bawah kendali Gubernur negara bagian, namun sewaktu waktu bisa dimobilisasi oleh Presiden atau Kongres. Salah satu bentuk mobilisasi National Guard oleh Presiden AS, adalah pasca terjadi-nya serangan WTC 11 September 2011.

National Guard sedikit relevan dengan keberadaan Resimen Mahasiswa atau Menwa di Indonesia. Mereka memiliki kemampuan dasar militer namun strukturnya di luar TNI. Bedanya, National Guard dipersenjatai.

Dalam hal tertentu ada anggota National Guard ada juga yang terlibat perang Irak dan Afghanistan. Hal itu terjadi setelah status mereka di BKO ke Air Force Reserve atau Air Force.

3 F-16 Air National Guard: New Mexico, Colorado dan Montana, terbang di atas Kota Kunsan Korea Selatan, 9 September 2006 (U.S. Air Force photo by Tech. Sgt. Jeffrey Allen)

3 F-16 Air National Guard: New Mexico, Colorado dan Montana, terbang di atas Kota Kunsan Korea Selatan, 9 September 2006 (U.S. Air Force photo by Tech. Sgt. Jeffrey Allen)

Anggota Air National Guard (ANG) umumnya bekerja paruh waktu karena mereka juga warga sipil yang memiliki pekerjaan tetap. Kondisi itu  cocok dengan ANG yang berada di bawah kendali Gubernur Negara Bagian.

Adapun Air Force Reserve (AFRES) berada di bawah kendali Presiden. Mereka adalah komponen cadangan  untuk membantu tugas  Air Force. AFRES lebih mobil dan banyak terlibat dalam berbagai medan operasi USAF, dengan peran sebagai pasukan pendukung, bukan pasukan pemukul. Namun setelah periode tertentu (2 tahun), mereka kembali menjadi warga sipil. Keberadaan ANG dan AFRES sekaligus perekat hubungan militer dengan warga sipil.

Air National Guard
Pada tahun 1982 ketika masih terlibat perang dingin dengan Uni Soviet, Pemerintah AS memutuskan mempersenjatai Air National Guard dengan pesawat tempur yang lebih canggih agar memiliki tanggung jawab yang lebih. Tugas Air National Guard juga ikut meningkat dan bertanggung jawab terhadap pertahanan udara negara AS yang sebelumnya menjadi tanggung jawab USAF Air Defense Command.

Dengan pengalihan tanggung jawab ini, berbagai pesawat interceptor dipindahkan dari USAF Air Defense Command ke Air National Guard. Konsekuensi lanjutan pun muncul. Pesawat F-16 yang dimiliki Air National Guard harus memiliki kemampuan serang yang bagus, seperti menembakkan BVR missile Sparrow. Untuk mendapatkan kemampuan itu, maka 271 airframe pesawat F-16A/B dimodifikasi menjadi F-16 A/B ADF Block 15 di Ogden Air Logistics Center, Utah.

Modifikasi utama adalah upgrading radar AN/APG-66 agar bisa mendeteksi target kecil dan mampu menjejak lawan di Beyond Visual Range, agar pesawat memiliki kemampuan menembakkan rudal jarak menengah AIM-7 Sparrow BVR missiles.Tugas utama Air National Guard saat itu, menjaga wilayah utara AS dari serangan bomber dan peluru kendali jarak jauh Uni Soviet. Pada akhirnya modifikasi F-16 ADF berkembang meliputi: Spotlight, yang dipasang di samping hidung pesawat untuk membantu identifikasi penyusup saat penerbangan malam,  advanced IFF, high frequency, single side-band radio, improved ECCM, penyediaan GPS dan datalink rudal AIM-120 AMRAAM.

F-16 ADF block 15 dapat membawa 6 rudal AIM-7 Sparrow atau  AIM-9 Sidewinder, mampu membawa AIM-120 AMRAAM serta canon internal 20-mm.

F-16B (double seater) dilengkapi rudal Sidewinder dan Sparrow  saat melakukan ujicoba program ADF [Photo by Paul Boliou]

F-16B (double seater) dilengkapi rudal Sidewinder dan Sparrow saat melakukan ujicoba program ADF [Photo by Paul Boliou]

Pesawat F-16A/B block 15 ADF, diberikan kepada ANG pada tahun 1989 dan programnya terus dilanjutkan hingga tahun 1991. Pihak pertama yang mendapatkan pesawat F-16A/B block 15 ADF adalah Skuadron 114th Tactical Fighter Training, Oregon Air National Guard. Disusul kemudian Skuadron 194th Fighter Interceptor California ANG.

Pada awal tahun 1990-an lebih dari 800 pesawat tempur F-16A/B/C/D dioperasikan oleh berbagai skuadron ANG. Saat itu ANG memiliki 43 Skuadron pesawat F-16 yang melekat ke negara bagian masing-masing. Negara bagian New York memiliki Skuadron 136 FS “New York’s Finest”, Wisconsin memiliki skuadron 176 FS “Badgers”, Arizona skuadron 148 FS “Kicking Ass” dan banyak lagi.

Regenerasi
Pesawat F-16 Air National Guard semakin bervariatif, setelah mendapatkan lungsuran pesawat Block 25 dan 30 dari satuan reguler, seperti US Air Forces in Europe-USAFE, Pacific Air Forces-PACAF dan satuan lainnya. Pengalihan terjadi karena pasukan reguler telah mendapatkan F-16 baru, Block 40/42 dan 50/52. Dengan demikian bisa dikatakan sebagian besar pesawat Air National Guard telah malang melintang di medan perang dan masuk usia senja.

Air National Guard memiliki 43 skuadron F-16, dengan tugas berbeda beda: air defense, training/testing, air defense-attack, attack dan multiroll.

Umumnya, skuadron air defence memakai F-16A/B block 15 ADF, skuadron training  menggunakan block 25, skuadron attack/multirole menggunakan Block 30/32 – 40/42 dan 50/52.

4  F-16C Block 30 South Dakota ANG melintasi pegunungan Rushmore  [LMTAS photo]

4 F-16C Block 30 South Dakota ANG melintasi pegunungan Rushmore [LMTAS photo]

Seiring berakhirnya perang dingin di pertengahan 1990, USAF menghentikan tugas fighter interceptor untuk ANG. Hal ini menyebabkan sekitar setengah dari 43 skuadron F-16, ditutup atau diganti dengan pesawat jenis lain, seperti: C-130 Hercules, Tanker udara Boeing KC-135 Stratotanker; Pesawat evakuasi medis militer C-21A,  Pesawat A-10 Thunderbolt II, Pesawat F-15C/D, Unmanned aerial vehicle MQ-9, Lancer Long-Range Strategic Bomber B-1B serta Pesawat F-22A.

Perubahan ini sekaligus memperlebar tugas Air National Guard diiringi peningkatan kualitas pesawat mereka.

Dengan kebijakan itu, seluruh pesawat F-16 A/B ADF block 15 dipensiunkan. Demikian pula dengan sebagian besar F-16 Block 20/25 dan 30/32. Sebagian pesawat itu dijual atau dipinjamkan ke negara lain, sebagian lagi yang sudah tua disimpan di tempat menyimpanan AMARC, Arizona.

F-16A block 15 dari 198th Fighting Squadron  terparkir di  AMARC October 1995  [AviaMagazine photo by Frits Jongerman]

F-16A block 15 dari 198th Fighting Squadron terparkir di AMARC October 1995 [AviaMagazine photo by Frits Jongerman]

F-16A block 15 dari Skuadron 425th yang sempat disewakan untuk training pilot Singapura di Luke Air Force Base, sebelum akhirnya pensiun dan disimpan di  AMARC 1 Februari 1996. [Photo by Phillip Kovaric]

F-16A block 15 dari Skuadron 425th yang sempat disewakan untuk training pilot Singapura di Luke Air Force Base, sebelum akhirnya pensiun dan disimpan di AMARC 1 Februari 1996. [Photo by Phillip Kovaric]

F-16 Frontline

Sebagai perbandingan, F-16  Pacific Air Forces-PACAF yang dianggap frontline unit (Hawai, Korea Selatan dan Jepang) mengusung Block 40/42 and Block 50/52. Begitu pula dengan skuadron yang berpangkalan di Eropa-USAFE, mengusung versi terakhir dari block 40/42 dan 50/52.

Pesawat F-16 Block 40/42 dan 50/52, dilengkapi: AGM-88 HARM dan GBU-31 JDAM, Theater Airborne Reconnaissance System, serta CCIP (Common Configuration Implementation Program).

Program CCIP untuk armada F-16 USAF Block 40/42/50/52 di Eropa. Konfigurasi CCIP meliputi sistem: Modular Mission Computer, Color Multifunction Display Set, Common Data Entry Electronics Unit, Electronic Horizontal Situation Indicator, Joint Helmet Mounted Cueing System (JHMCS), Link 16 Multifunction Information Distribution System (MIDS) and Low Volume Terminal with TACAN. Sistem meningkatkan secara tajam fleksibilitas F-16 AS di Eropa.

Sekitar 4500 pesawat sipil dan militer non-aktif, disimpan di Aerospace Maintenance and Regeneration Group (AMARG), di  Davis-Monthan Air Force Base, Arizona dengan nilai diperkirakan 35 Miliar USD

Sekitar 4500 pesawat sipil dan militer non-aktif, disimpan di Aerospace Maintenance and Regeneration Group (AMARG), di Davis-Monthan Air Force Base, Arizona dengan nilai diperkirakan 35 Miliar USD

Penimbunan Pesawat di AMARC Arizona (photo by Dave Anderson)

Penimbunan Pesawat di AMARC Arizona (photo by Dave Anderson)

Penimbunan Pesawat di AMARC Arizona, (photo by Dave Anderson)

Penimbunan Pesawat di AMARC Arizona, (photo by Dave Anderson)

Pesawat F-16 di AMARC Arizona, Maret 2008 (photo by Ronnie Carpenter)

Pesawat F-16 di AMARC Arizona, Maret 2008 (photo by Ronnie Carpenter)

F-16C Block 25
Adapun block 25 adalah generasi pertama F-16C/D yang ditandai radar baru APG-68 menggantikan APG-66, serta beberapa jenis senjata. Pesawat ini diproduksi 209 unit untuk versi C (single seater) dan 35 versi D (double seater). Unit terakhir yang diproduksi adalah seri 85-1516 yang roll-out November 1986. Dari total 344 unit pesawat, 68 diantaranya masih aktif dan tersebar di skuadron ANG/AFRES sebagai pesawat latih.

Pesawat yang akan dihibahkan ke Indonesia, antara lain F-16C Block 25D serial number: 84281. Pesawat ini pertama kali diserahkan dari pabriknya ke USAF Tactical Fighter Squadron 33, bulan Januari 1986. Awal tahun 1991 pesawat ini ikut operasi Desert Storm di Irak.

Usai operasi Desert Strom, F-16C block 25 s/n 84-1281 ini, sebentar dipindahkan ke Skuadron 113 Tactical Fighter, September 1991. Tujuh bulan kemudian  April 1992, pesawat itu dialihkan ke Skuadron 112 Ohio Air National Guard.

Setelah dua tahun, pesawat ini dilepas dari Ohio Air National Guard (April 1994), untuk ditampung oSkuadron 62 LF, Arizona karena Skuadron 112 Ohio AGN telah menerima pesawat lebih baru, F-16C/D block 42.

Terakhir 5 Agustus 2009, pesawat F-16C block 25 s/n 84-1281 di-non-aktif-kan dan disimpan di USAF AMARC (Aerospace Maintenance and Regeneration Center), Tucson, Arizona.

F16C Block 25 s/n 84-1281 saat masih berada di Skuadron 62nd FS [Frank Ertl collection]

F16C Block 25 s/n 84-1281 saat masih berada di Skuadron 62nd FS [Frank Ertl collection]

F-16C block 32 yang akan dihibahkan ke Indonesia saat masih bergabung dengan Skuadron 113th TFS parkir di pangkalannya Terre Haute IAP, Oktober 1991 [Photo by Gary Chambers]

F-16C block 25 yang akan dihibahkan ke Indonesia saat masih bergabung dengan Skuadron 113th TFS parkir di pangkalannya Terre Haute IAP, Oktober 1991 [Photo by Gary Chambers]

Kini pesawat F-16C Block 25 s/n 84-1281 sedang diupgrade/refurbish di Hill Air Force Base, Utah, untuk dikirim ke Indonesia tahun 2014.

Indonesia mengeluarkan 700 juta USD, untuk meningkatkan performa 24 F-16 Block 25, termasuk upgrade: Radar, Electronic Warfare, Fire Control (EEFC), Awareness Data Link, Enhance Position Location Reporting Systems (EPLRS), Sniper/Litening dan sebagainya.

Dengan sisa +1500 jam terbang, usia pesawat hibah F-16C bLock 25, kira-kira 5 tahun lagi dengan masa terbang 20 jam/bulan. Jika upgrade/refurbish meliputi air-frame, maka life time pesawat bisa lebih lama. (JKGR).

  38 Responses to “F-16 Hibah Air National Guard”

  1. 4500 pesawat parkir di satu tempat..!!……. WOOUWWW……!!!

    Untung parkirnya di amerika, kalo di indonesia, dalam 1 bulan kandas tuh pesawat-pesawat tak berbekas lagi….(dikiloin sama tukang botot)

  2. Sungguh tragis……700 juta USD, dapat barang bekas…..dengan uang segitu seharusnya bisa membeli 1 skuadron kecil atau 12 pesawat heavy fighter sekelas sukhoi….sayang, nasi sdh menjadi bubur.

    • memang tragis bro… ya itulah indonesia dan dengan alasan untuk menutupi jumlah minimum pesawat yang dibutuhkan harus mengorbankan kualitas…

      tapi kalau dipikir2 (dengan alasan untuk menutupi jumlah minimum pesawat yang dibutuhkan) masuk akal juga dapat 3 skuadron dengan harga $700 juta tapi ya itu jam terbang +1500 jam… dibandingkan dengan sukhoi dengan harga $700 juta cuma dapat 12 pesawat tapi jam terbang lebih lama

      oh ya, jam terbang sukhoi berapa jam?

      • Pesawat Rusia itu hebat-hebat namun lemah dengan masalah umur pesawat dan maintenance.
        contohnya : umur mesinnya pun jauh dibawah pesawat US, makanya kemarin TNI-AU juga beli 4 buah mesin cadangan.
        juga bahan bakar yang lebih boros dari buatan barat, semisal F-15 Eagle.
        total sekali terbang (+maintenance) sekitar 500.000.000 / Jam !!! Woooow
        Kesimpulannya : BELI MURAH tapi MAHAL MAINTENANCE, DLL

        • Gimana kabarnya mr meleckteck sudah gak repot lagi yaa sekarang,

          Kalau masalah mesin pesawat sukhoi pemerintah beli 12 unit malahan
          Kalau untuk mengganti 4 unit sukhoi pembelian jaman bu mega hanya perlu 8 unit sedangkan 4 unit engine itu untuk apa (nah lhoo)

          Kalau untuk mengganti mesin sukhoi jaman bu mega mungkin sukhoi batch pertama belum dilengkapi mesin yg menggunakan teknologi TVC, Thrust Vectoring Control, yang memungkinkan semburan mesin jet diarahkan ke atas-bawah.seperti engine type Turbofan Saturn L’yulka AL-31F yg ber-afterburner dapat memberikan daya dorong sampai 142 kilonewton, pada kecepatan 2.5 mach. (pada varian-varian selanjutnya ditingkatkan menjadi AL-31FM, lalu yang terakhir AL-37FU ).

          Kalau bukan masalah itu berarti ada Hal lain yang ngeri ngeri sedap bung meleckteck
          hehehehe salam

          • kali aja ada rencana pemerintah untuk membuat pesawat tempur nasional yang mengunakan mesin sukro :). kalo benar-benar terjadi memang ngeri ngeri sedap…..

        • Masih repot, repot ngurus istri ke-2, he…he…

          Su-27SKM dan Su-30MK2 masih bermesin yang lama mas, menurut saya yang pakai knalpot gituan hanya seri Su-35, bahkan milik malingsia juga sama yang lama, cuma ditambah canard aja. (kalau saya ngak lupa ?)

          dulu saya juga tanya ke orang sana, mereka mengatakan untuk nganti mesin yang mau di overhaul berat (cepet amat ?, padahal belum sampai 10 tahun, F-16A/B TNI aja belum…).

          dan menurut saya knalpot gituan malah bikin susah kru, dan harus nganti knalpot setiap 100 jam terbang, muaaahal lagi, konon per knalpot Rp. 1 milyar. padahal fungsinya hanya sedikit lebih lincah saja.

          Sukhoi itu sudah lincah khok, meski tanpa canard dan TVS, TTS, SDSB…., buktinya dengan patukan kobra-nya yang tidak semua pesawat terbaru bisa.

          • Nggak ada canardnya kok bang (cmiiw, dulu waktu masih uji prototype sempet ada canard tapi di final design udah ilang), sama ama su-27 kita (beda tipis di bahan airframe dan dimensi, katanya umurnya jadi lebih lama). Yg paling mencolok di kemampuan mesin dan radarnya. Ntu mesin TBO-nya lebih tinggi dari su-27 (1000-an jam klo ga salah) plus tenaga yg lebih besar dari pendahulunya. Yg paling bikin ngiler ya radarnya, konon mampu mengendus target sebesar 3m persegi dari jarak 400KM!! dan mampu tracking 30 air target. Cocok banget neh barang buat nandingin F-35 tetangga.. Tapi ya tetep namanya sukro, ” Sekali Terbang Alpard Melayang”..

          • SU 30 MKM produk anak perushaan sukhoi dari IRkut corp
            sistem avionicsnya (HUD, NAVFLIR, LDP Damocles, MAWS, LWS, BARS NIIP N011M PESA radar, EW system dan OLS) yang dipilih dari pengeluar terbaik dalam kelasnya dari Perancis, Afrika Selatan dan Russia sendiri
            Radar N011M PESA adalah sistem yang serba baru direka khas untuk melengkapi pesawat2 generasi 4++ sistem PESA (Passive Electronically scanned array) nya hampir menyamai sistem AESA..kekurangan utama sistem ini ialah beratnya yang melampau 680kg.
            dan MKM banyak masalah dlm sparepartnya dan readinesnya rendah.Juga kurang lincah (keberatan)
            Yang terbaik masih dipegang SU 30 MKI milik india.

            SU 30 MKM memang sedikit lebih canggih dari SU 30 MK2 kita tetapi belum tentu dengan SU 30 MK2++ yg baru datang kemarin.

            SU 30 MKM adalah pesawat yg dirancang untuk Multi rool fighter sedangkan ,Sedangkan SU 27 SKM kita berjenis Air Superiority fighter.
            secara teknisnya pesawat fighter multy role BILA berhadapan dengan pespur jenis air superiority fighter maka multi-role AKAN dibuly diudara dan jadi bulan bulanan dan mainan sasaran tembak pespur jenis air superiority fighter.
            JUga faktor jperbedaan kualitas joki kita dan joki malaysi Man behined the gun.

            Malaysia tidak mempunyai pesawat berjenis Air Superiority Fighter, flanker mkm ,mig 29,dan hornetnya semua berjenis multirool MRCA.cmiw

          • Sukhoinya Malaysia udah pake thrust vector control/TVC

            Tuh sekarang mereka tingkatkan kesiapannya.

            http://defense-studies.blogspot.com/2013/06/malaysia-invests-in-sukhoi-fighter.html

    • Yah gak seperti itu juga. Yang pertama ya pemerintah/TNI mau mendekat dekat ke AS. Mungkin trauma kena sanksi / embargo melulu. Sisanya ya nyari pesawat tempur dan supaya tidak dianggap rusia sentris. Jadi mahal dikit gak papalah

    • bener mr.arif barang bekas dibeli dibohongi amrik aj tuh……udah groundited di amriknya

  3. Pemimpin kita terlalu lemah, serba gk enak sama tetangga…..contoh waktu mau beli KS kilo, australi, jepang melakukan keberatan kpd pemerintah kita, dan akhirnya tau sendirilah. dengan membeli F16 bekas pakai, berarti kita patuh dan taat sama grand design Usa, bahwa militer dan alutsista kita harus tetap di bawah negara persemakmuran……tragis…tragis banget. Negara sebesar ini, dan wilayahnya sebesar eropa, untuk alutsistanya masih kalah di banding singapret….

  4. Karena sudah terjadi yaa SUDAHLAH
    Kita hanya bisa bahas bagaimana F 16 blok 32++ ini bisa mengangkat air power kita.
    Sekilas Tentang F-16
    Kolonel John Boyd pencipta F-16 saat mengembangkan teori tentang PERAWATAN ENERGY pada pertempuran pesawat tempur,yang bergantung pada pesawat yang besar untuk bisa melakukan manuver udara yang LEBIH BAIK.
    Sayap yang lebih besar akan menghasilkan gesekan yang lebih besar saat terbang, dan biasanya menghasilkan jarak jangkau yang lebih sedikit dan kecepatan maksimum yang lebih kecil.
    Boyd beranggapan pengorbanan jarak dan kecepatan perlu untuk menghasilkan pesawat yang bisa bermanuver dengan baik. Pada saat yang sama pengembangan F-111 menemui banyak masalah yang mengakibatkan pembatalannya dan muncullah desain baru F-14 Tomcat.

    Dorongan Boyd tentang pentingnya pesawat lincah dan gagalnya program F-111,dan muncullah pesawat rusia Mig 25 yang kemampuannya dibesar besarkan.Membuat angkatan udara US memulai perancangan pesawat mereka sendiri yang akhirnya menghasilkan pesawat F-15 Eagle
    Pada saat pengembangan F15 berevolusi menjadi besar dan berat seperti pesawat F-111 membuat Boyd Frustasi dan ia meyakinkan beberapa petinggi angkatan udara lain bahwa F-15 membutuhkan dukungan dari pesawat tempur yang lebih ringan
    Maka lahirlah pesawat F-16 ini.

    Teori Energy–maneuverability John Boyd adalah membahas aircraft performance.yang berguna dalam menggambarkan Kinerja sebuah pesawat (terutama F15 dan F16) sebagai the total of kinetic and potential energies atau aircraft specific energy.
    ini berkaitan dengan the thrust,(daya dorong) weight,(berat) drag, wing area(daerah sayap) dan karakteristik penerbangan lainnya dari pesawat kedalam quantitative model.
    Hal ini memungkinkan combat capabilities (kemampuan tempur) untuk diprediksi dan diperbandingkan..
    Kalau mau njlimet kita bisa membandingkan kretria diatas pesawat F18 australia dan f16 kita..
    dan kenapa f16 berani doghfight dengan f18
    Dan atas dasar teory ini menjadikan F16 menjadi pespur paling sukses di dunia ini..

    F-16 diciptakan oleh General Dynamics sebagai pesawat tempur ringan (air superiority fighter) dengan kemampuan olah gerak udara yang bagus dan juga mempunyai kemampuan kedua sebagai pesawat tempur serang darat. (Multi-Role) F-16 bisa terbang dengan kecepatan max sampai mach 2.0

    Mungkin ini yang jadi pertimbangan Petinggi TNI AU DULU memilih pesawat tempur F16 dalam arsenal kita.Menemani F-5 Tiger yang juga berjenis air superiority fighter dan interceptor yang lebih dulu dimiliki oleh TNI AU saat itu.
    Kenapa Indonesia beli banyak F16,(Menerima HIBAH).. karena selain butuh cepet dapatnya, harga murah, biaya operasional murah ,sudah terbiasa dengan logistik dan perawatannya dan ada satu lagi yaitu..TNI punya SIMULATOR F16 tercanggih di asia.
    Kalau sekarang kita akan mempunyai sekitar 40 an unit memang dirasa masih kurang karena dijaman Pak Harto dulu targetnya kita memiliki sampai 64 pesawat f-16.

    Air power kita sekarang didukung oleh berbagai jenis pespur dengan kode TS (tempur Sergap,TT (Tempur Taktis) dan TL (Tempur Latih) diantaranya :

    1.Air superiority HEAVY fighter diwakili oleh Armada Sukhoi kita dengan jenis Su-27 SKM dan Multi Rool Heavy Fighter Su-30MK2 dan su-30 MK2++ (4 unit yang baru datang) dengan kode TS
    Kemampuan Flanker family yg ganas sudah tidak perlu diragukan lagi untuk mengawal Ruang Udara Indonesia yang luas ini.
    KEDEPAN diharapkan penambahan skuadron sukhoi dari jenis Su- 35 BM yang kemampuannya benar benar sebagai Air superiority HEAVY fighter yang menakutkan .pesawat ini fersi peningktanan berbasisi SU-27

    2,Skuadron F-16,Falcon,F-5 E Tiger sebagai Air superiority MEDIUM fighter dan interceptor dan kemampuan serang darat.(Multi-role) dengan kode TS.
    Bila nanti sudah datang semua F-16 hibah maka kemampuan kita dalam melakukan work horse patroli dan intercept pesawat penyusup bisa meningkat dan menghemat anggaran .karena ska sukhoi bisa benar benar difungsikan sebagai Heavy fighter saja tidak perlu dikeluarkan untuk sebagai interceptor yang tentunya biaya pengoperasiannya lebih mahal.
    Kedepan diharapkan F-5 perannya bisa digeser dibuat patroli untuk daerah indonesia timur yang minim kegiatan patroli sedangkan untuk ska di IWJ bisa digantikan oleh pesawat Rafaele yg lebih mumpuni Dan penggantian F-16 nantinya sambil menunggu proyek produksi IFX kelar.

    3.Skuadron HS HAwk Mk 109/209 dan Hawk Mk 53,juga T/A 50 Golden eagle (yg mau datang) menjadi ring ketiga pespur kitasebagai light weight multirole combat dan jet trainer aircraft.dengan kode TT kecuali MK 53 yang memakai kode TL
    Sementara ini fungsi dari Hawk MK 109/209 ditaruh di perbatasan diajdikan work horse dan interceptor yang pastinya daya deterennya kurang dikarenakan Hs hawk adalah pesawat berkecepatan subsonic.
    Bila nantinya penyusup menggunakan pesawat tempur berkecepatan supersonic misalkan penyusupnya hanya memakai F-5 tiger saja yg berkecepatan supersonic maka hawk akan kedodoran untuk mengejarnya,diperlukan teknik tersendiri untuk mengejarnya,.Sementara proyeksinya 1 ska F-16 hibah ditaruh di lanud RN pekanbaru untuk menemani ska Hawk yg kedodoran itu.
    Kedepan:
    Ska Hs hawk di lanud supandio dan lanud RN diganti dengan pesawat yang lebih bagus pilihannya bisa memakai Rafaele yg mempunyai kemampuan Omny role.sedangkan Hawk 109/209 digeser untuk menjadi pesawat latih di ska pendidikan (Mestinya gak usah beli TA/50 dana anggarannya bisa dibelikan pespur multirole baru dan hawk bisa digeser untuk menjadi peran TA 50 tsb.. lebih hemat)

    4.Skuadron Super Tucano digunakan sebagai pesawat tempur COIN dan kemampuan serangan darat, dengan kode TT sebagai pesawat tempur anti gerilya dan bantuan tembakan dari udara.

    Maaf kalau salah hanya ulasan tukang warnet saja yang awam saja.
    Dan rekan rekan di WARJAG bisa membahas kemampuan F-16 block 32 ++ itu bagaimana deterennya dengan ancaman pespur tetangga.

  5. Betul bung satrio, meski kedepanya dalam MEF tahap II, SU 35 BM harus dan wajib masuk list belanja TNI AU, minimal 1 skuadron , kenapa krn tetangga bentar lagi punya F35, setidaknya dari segi teknologinya gk terlalu tertinggal jauh……

  6. catatan aja nih buat agan Satrio diatas kalo HAWK 53 tinggal 2 unit en dah mau di scrap. kalo F 5 tinggal nunggu ACC dari KASAU buat di grounded tinggal itung itungan tahun 2016 ato paling lama 2020 mo dimuseumkan

    • makasih catatanya
      F-5 E dengan diupgrade terakhir masa pakainya diperpanjang sampai 2020 cmiiw..perannya digeser aja tuk memperkuat wilayah timur..
      Hawk mk 53 yang tinggal 2 unit itu perannya bisa digantiin sama Hawk Mk 109 yang berkusi tandem.

      Untuk mengganti f-5,,yang perannya sebagai pesawat interceptor paling memadai yaa Rafaele
      Juga untuk mengganti Hawk MK 109 dan 209 yang ada di border town itu diganti rafaele juga.
      Kabarnya dassault tertarik mau ikut ngembangin IFX yang lagi stagnan,,dengan TOT engine snecma dan avioniknya bila kita mau membeli rafaele minim 4 ska.Dan Indonesia bisa memanfaatkan offset atas deal pembelian Lion air dan airbuss.
      IFX possibility nya memakai mesin yaa rafaele pertimbangan ekonomis dan politisnya lebih save
      Kalau memakai mesin dari US sudah pasti rawan embargo walau pakistan nawari juga sih kerjasama pengembangan IFX
      Bila memakai mesin nya sukhoi kok terlalu full power dan pertimbangan ekonomis.engine sukro terkenal boros dan lifetimenya singkat (Nurut mr melecteck )

      Bila kita membeli 4 ska rafael asumsinya bisa menggantikan 1 ska hawk yang ada dilanud RN dan 2 ska dilanud supandio,(yang idealnya mempunyai 2 ska pespur sekarang masih ada 1 ska) ,sedangkan 1 ska nya bisa ditaruh di lanud IWJ menggantikan ska f-5 tiger.

      Possibility yang masih dipertimbangkan adalah pembelian 2 ska typhoon .kalau cuma 2 ska yaa 1 ditaruh di IWJ gantiin f-5 tiger dan 1 ska ditaruh di supandio.menemani hawk 109/209

      • kalo pendapat aku bos Satrio ,F 5 lebih baik gak usah digeser kalo digeser ya jangan terlalu ketimur ,bisa ke Kupang selain wilayah timur yang ekstrim juga rawan isu isu HAM, mending nambah Su -27/30,kalo hawk 53 dah ada penggantinya yaitu T/A-50 dari Korsel.soal pilihan antara Rafale ato Typhoon mending pake rafale pengembangan teknologinya lebih mudah en kemampuan patrolinya lebih yahud (dibuktikan di Libya, typhoon gak ada apa2nya) . ,kecepatan typhoon emang lebih oke tapi untuk upgrade kemampuan dan teknologinya lebih ribet (tiap varian beda airframe).typhoon juga lebih rawan embargo,(ingat kelakuan pemerintahan mama Eli saat operasi Aceh) kalo Perancis lebih lunak soal ini.Paradigma TNI AU harus diubah bukan mengganti pesawat tapi menambah dan melengkapi skadron yang ada

        • Kalau sekedar untuk patroli, intercept, aku pikir gak pa-pa, ke Irian juga gak masalah asal tidak untuk nembakin OPM. Jangan sampai pesawat-pesawat itu memuntahkan amunisi di Papua karena rawan politisasi HAM.

  7. Brarti di MEF tahap II harus segera di pikirkan pengganti F5 E/F, jangan sampai nunggu tahun 2020 , terlalu lama. Setidaknya tahun 2016 harus sudah ada pengganti F5 E/F dan harus sdh siap beroperasi.

  8. Ada baiknya Indonesia menganut tiga sistem skadron tempur ,
    Skadron tempur berat,bisa menggunakan keluarga besar Flanker,seperti Su.27/30 ato Su.35S, paling tidak 4 skadron (3 skadron Su 27/30 en 1skadron Su 35S ).
    Skadron tempur ringan bisa dari keluarga F 16 minimal 6 skadron
    Skadron tempur menengah/medium bisa dari keluarga Rafale ato nunggu IFX jadi.paling tidak 5 Skadron
    Untuk Skadron serang darat masih bisa menggunakan Hawk 100/200 ato bisa ditambah dengan Yak 130 karena punya daya gotong senjata yang mumpuni en kecepatan subsonic.untuk T/A 50 Golden Eagle harus ditambah jumlahnya dan ditingkatkan kemampuannya.ini cuman harapan orang awam sih yang tiap hari dicekoki oleh Bokap tentang cerita kehebatan TNI dijaman Soekarno,

  9. Klo saya nggak yakin F-16 (bhsnya hibah) itu nanti tinggal mempunyai sisa umur 1500 jam terbang, pasti itu jauh jauh hari sudah dipikirkan oleh pemerintah khususnya TNI AU sebagai usernya, apalagi cuma dipakai 5 tahun, saya rasa nggak mungkin, pastilah udah di upgrade untuk dapat menjadi pesawat peronda sekitar 15 – 20 th, dengan renc penenpatan 1 skadron di pekanbaru, sisa 8 pesawat melengkapi di iswahyudi.
    Pernyataan KSAU soal pertimbangan memilih F16 hibah:
    http://koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/78701, 19 desember 2011
    Pernyataan sekjen kemhan tgl 15 agustus 2012 soal usia pakai pesawat F16 hibah sekitar 15-20 th :
    http://nasional.sindonews.com/read/2012/08/15/14/665965/as-bakal-tambah-hibah-f-16

    Saya rasa pertimbangan yg masuk akal dengan luasnya wilayah NKRI, dengan ancaman 10 th kedepan.
    Yg penting semua pesawat baik F16, Sukoi, super tucano dll harus lengkap pensilnya yang setara dengan punya tetangga (seperti singapura, vietnam, malaysia dan australia) dengan jumlah yg cukup (klo bilang byk nanti dibilang takabur hi hi hi hi hi )
    Yang kedua semua wilayah NKRI harus sudah tercover dengan target radar jumlah minimal 32, jgn sampai bolong2.
    Rencana pengadaan pesawat intai yg berbadan besar sesuai permintaan TNI AU cepat terlaksana lengkap dengan / bisa membawa rudal/terpedo sendiri, dan dengan jumlah yg cukup untuk mencover wilayah NKRI.
    Rencana pengadaan rudal pertahanan jarak sedang menurut info 4 satbak dan 18 baterei penangkis serangan udara jarak sedang (program komando pertahanan udara nasional pada ulang tahun ke 51 yg disampaikan oleh Marsda TNI FBH Soelistyo) harus cepat diresalisasikan. Info itu ada di berita majalah angkasa.
    Udah gitu aja commentnya , maaf klo terlalu banyak, lain kali ditambah lagi hi hi hi

  10. Mungkin bagi agan2 yang perlu tambahan informasi seputar hibah F-16 bekas dari AS dan pengganti F-5 (itupun kalau belum pernah mampir, kalau sudah ya sebagai pengingatan saja) bisa membaca di :

    http://analisismiliter.com/artikel/part/24/Pesawat_Hibah_F-16_Benarkah_Setara_Block_52
    http://analisismiliter.com/artikel/part/52/Kandidat_Pengganti_F-5_TNI_AU
    http://analisismiliter.com/artikel/part/54/Opini_Awam_Alternatif_Lain_Pengganti_F-5_TNI_AU

    lumayan memperkaya asupan info & analisa (no promotion no relation, just share)..

    • maaf bung Hry, apa yg jadi admin di analisismiliter.com itu anda ?? makasih

      • he..he..jelas BUKAN gan Gue..lha wong saya hanya salah satu pembacanya saja kok. Maqom saya belum (gak akan) nyampe kesitu.. Maksud saya merefer kesana adalah hanya untuk share saja..siapa tahu bermanfaat untuk mempertajam pemahaman dan mengayakan bacaan alternatif kita diforum ini..meski saya yakin banyak juga yang sudah mampir dan membaca analisa admin tersebut..

  11. setahu aku masa pakai F 16 hibah itu sekitar 20 tahunan (sumber dari majalah Angkasa dlm wawancara dengan salah satu Pati TNI AU – tp daku lupa namanya) .dikatakan masa pakai F 16 hibah itu masih sekitar 20 tahun dengan ditambah upgrade en penguatan airframe kira2 bisa menjadi 25 tahunan.kalo dipikir umur F 16 OCU kita kan lebih tua dari yang hibah selisih 10 tahun lebih jadi agak muskil kalo masa pakai F16 hibah itu cuman 5 tahun. diartikel lain aku baca ada hibah F 16A/B block 15 ada berita lanjutan nggak soal yang satu ini

    • Pemakaian 5 tahun itu dengan asumsi terbang 20 jam/ bulan. Kalau terbang 10 jam/ bulan..ya lifetimenya jadi 10 tahun. Tapi apakah mungkin pesawat itu nanti terbang hanya 10 jam/ bulan ?

      Konon dikucurkannya 700 juta USD utk penguatan airframe biar life time lebih lama. Kita lihatlah nanti.

      F-16 A/B block 15 sudah tidak digunakan lagi oleh AS.

    • 20 tahun klo nggak dipakai terbang, dimasukin hanggar ditutup terpal. Yang penting itungan jam terbangnya gan. Mesin dan jeroan diganti tapi tetep namanya frame ada batas usianya, dan itu ngitung dari jam terbang bukan dari tahunnya. Diatas kan ada ulasan sejarah dari F-16 yg dihibahkan ke kita, dengan konsep workhorse masuk akal nggak mau dipake 20-25 tahun lagi gan.. Ane sih nggak masalah mau ambil hibah ini, dana cekak kebutuhan mendesak mau gimana lagi. Untuk stopgap okelah ambil nih barang, habis ini nungguin kfx jadi (jadinya mo taun kapan ya? klo gagal ya mbuh lah..)

      • Diprediksikan 2025 sudah diganti dengan IFX yang sudah diproduksi oleh Industri pertahanan dalam negeri.
        Jadi diperkirakan bila datangnya 2014-2015 yaa hanya dipakai maksimal 10 Tahun,.
        Prioritas Kuantitas kan sudah dijelasin bagaimana bila dalam waktu dekat kita gebuk gebukan dengan negara tetangga ??
        Apa hanya ngandelin beli baru block 52 yg cuma dapat 6 biji.??
        Sedangkan kekuatan singapura dengan medium fighternya F16 block 52 saja mereka mempunyai 60 unit lebih..
        Kalau F16 hibah block 32 ++ kita tidak kalah jauh dengan block 52 nya singapore,,bahkan berani diadu dengan F 15 SGnya
        Gak percaya??? coba dianalasa speck ke 3 pesawat tersebut

        • pemerintah akan bangun infrastuktur pembuatan kapal selam dan pesawat tempur (lanjutan program IFX keliatannya),dalam 2 sampai 3 tahun bisa digunakan,tinggal DPR mau dukung nggak, mudah mudahan si TB gak banyak komplain,hehehehe…..

        • Moga2 aja bener bang, KFX bisa produksi di 2025, dan semoga pasca 2014 nggak ada perubahan kebijakan. Harapan ane sih Korea nggak pake ide macam2 lagi, spt maksa jadi Gen-5 dan harus multi role, takutnya kayak F-35 yg maksain banget pesawat medium dijejali kebanyakan tuntutan jadinya malah pesawat nanggung. Udah gitu bengkak waktu bengkak biaya dan punya masalah disana sini. Menurut ane Gen 4++ aja sudah cukup dan sangat masuk akal disisi ekonomis dan teknologi. Nanti klo belum puas kan bisa dikembangkan lagi baik bersama2 maupun masing2 tergantung keinginan. F-16 aja bisa ampe block 60 dari pertamanya masih culun, intinya dibuat sesuai rencana untuk kemudian bisa dikembangkan lagi..

          • iya bos ,soalnya itu F 35 juga super bermasalah ,kalo IFX dibuat macam F 35 malah runyam nanti, yang penting dibuat dulu pengembangannya bisa sambil jalan menurut kebutuhan

          • sudah jangan banyakk cerita buat aja dulu pespur diatas F16 dengan teknologi stealth karena semua radar,sensor dan engine itu buatan luar bukan kita yg bikin tp klo baju pespur kita bs bikin jd baju rasa RI daleman gado”

  12. Yup, saya rasa keputusan menerima hibah 24 F-16 (+ 6 buat sucad) sudah cukup tepat. Setidaknya, dlm jangka pendek, kuantitas harus kita kejar dulu, mengingat luasnya wilayah udara yg harus dijaga. Adapun tawaran hibah batch 2 dari USA (10 unit F-16 C/D Block 25) juga layak dipertimbangkan. Kalau perlu, lengkapi Batch 2 hibah F-16 C/D dari 10 jadi 14 – 16 unit, untuk menuju 3 skuadron F-16. Dan saya rasa, kemenhan akan mengambil tawaran hibah batch 2 itu, untuk mengganti F-5 kita yang udah tuwir. (sekedar angan2, kayaknya lebih pas kalo skadron 14 di IWJ digeser ke Kupang, yach ? Biar gak terkesan menumpuk fighter squadron di IWJ)
    Cuman yg jadi pertanyaan, kapan rencana MLU F-16 A/B eksisting kita di IWJ direalisasikan ? Kabarnya BAE yha, yg mau “servis” falcon di IWJ ? Ada kah sesepuh di sini yang tau “info” nya ?

  13. Air National Guard organizations are organized and federally recognized in each of the fifty U.S. states, the commonwealth of Puerto Rico , the territories of Guam and the U.S. Virgin Islands , and the District of Columbia of the United States. Each state, the District of Columbia and the commonwealth of Puerto Rico each have a minimum of one ANG flying unit with either assigned aircraft or aircraft shared with a unit of the active duty Air Force under an “Associate” arrangement. The ANG of the territories of Guam and the Virgin Islands have no aircraft assigned and perform ground support functions. Air National Guard activities may be located on active duty air force bases, air reserve bases, naval air stations/joint reserve bases, or air national guard bases and stations which are either independent military facilities or collocated as tenants on civilian-controlled joint civil-military airports.

  14. Kalo 100% Hibah..baru itu tepat….
    ini seh wacana ya, Jika bermain catur, ya mendingan perbanyak keluarga Flanker, As tau ada sisa waktu kontrak reeport, tentu hibah akan menjadi pengobat sogok kepada NKRI, bisa jadi yg lebih cakepan dari HIBAH skrg….syukur2 100% hibahnya. Soekarno pernah nuker 1 orang Pope, Iran apalagi pernah ngadalin AS, lha kita kapan balik ngadalin..?

 Leave a Reply

(wajib isi)

(wajib isi)

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>