Feb 192017
 

Kelvin Hughes terus menikmati sukses besar dalam ekspor sistem maritim ke Malaysia. Kelvin Hughes dikontrak oleh Boustead Naval Shipyard melalui perwakilan mereka di Malaysia, D’Aquarian Services Sdn. Bhd. untuk memasok sepasang radar Doppler SharpEye™ I-Band (X-Band) dan E/F-Band (S-Band) untuk setiap kapal baru jenis Second Generation Patrol Vessel (SGPV) Angkatan Laut Malaysia.

Kapal itu juga dikenal sebagai Kapal Tempur Pesisir (LCS – Littoral Combat Ship). Enam kapal baru ini diambil dari desain kapal siluman dengan bobot 3.100 ton. Set radar pertama telah dikirim pada bulan Juli 2016 bersamaan dengan sistem Shore Integration Facility (SIF) yang memungkinkan integrasi manajemen tempur dan sistem lain untuk dikembangkan lebih lanjut dan diuji di darat sebelum dipasang pada kapal.

Model skala dari Kapal Patroli Generasi Baru.Army Recognition)

Malaysian Maritime Enforcement Agency (MMEA) telah memesan sebanyak enam unit kapal patroli pantai baru dari Destini Shipbuilding (melalui Asra Murni Sdn. Bhd.). Kapal ini dirancang untuk berbagai operasi termasuk pengawasan maritim dan pemadam kebakaran.

Kapal ini akan dilengkapi dengan radar navigasi layar lebar terbaru Kelvin Hughes Kelvin Hughes bersama dengan radar tipe 12kW X-Band baru dan radar SharpEye™ S-Band.

Perlengkapan untuk dua kapal pertama telah dikirimkan awal tahun ini dan diperkirakan bahwa kapal-kapal tersebut akan ditugaskan pada paruh pertama tahun 2017, sementara sistem yang tersisa akan dikirim pada paruh kedua 2017.

Kelvin Hughes baru-baru ini juga telah menyediakan Electronic Chart Display and Information Systems (ECDIS) untuk Kapal Patroli Cepat Malaysia.

Navy Recognition

Bagikan Artikel :

  21 Responses to “Fregat Gowind Malaysia Gunakan Radar SharpEye™”

  1. Wah malon hebat..

    • Hebat apanya bisa hanya beli .Bandingkan dengan Indonesia yang sudah bisa membuat peralatan electronik seperti ini .Bahkan lebih canggih produksi infoglobal dan sudah di passang di beberapa KRI.

      • Malon emang hebat,…tp hebat ngabisin pisang setandan…xixxiix…tak bise bikin kapal, beli je….ish ish ish malon tak de wang buat bikin …hahaha!!

      • Bikin apanya? elektronik semua beli. Hampir semua peralatan elektronik kapal kita beli dari luar, bungkusnya doang diberi nama “PT LEN”
        Sayang kenyataan tidak seindah angan-angan, gak perlu overproud

        • Maaf om hade,banyak baca ya om…CMS Mandhala buatan PT LEN sudah di pakai beberapa KRI

          • @johan

            Om hade ada benarnya…

            Display standar militer belum diproduksi didalam negri…mungkin jumlah permintaan&itung2an bisnisnya belum ketemu.

            Tapi setidaknya LEN sdh menguasai programingnya &punya pengalaman mengintegrasikan berbagai jenis sensor&persenjataan

  2. sesudah part rudal harpon sekarang sharpeye.

  3. sesudah sharpeye selanjutnya svu-200 😀

  4. Tentu kita jauh lebih baik karena sudah mampu membuat kapal sendiri beserta beberapa perangkat elektroniknya! Toh di Malaysia jg Ilmuwannya orang Indonesia jg!

  5. tatapan mata setajam silet wkwkwk

  6. Wong gendeng

  7. Cem mana malay nak bine gowind,Boustedpun tak de steel cutting facility pakcik,first cuttingpun dilakukan di holland,yg bine gowind tuh limbungan DCNS di paris,jgn banyak bual pakcik,malu kite kalo hanya bisa bual dan koar2 selalu

  8. mungkin dia terlalu banyak makan pisang.

  9. Nginpi tuh orang di malon mana ada galangan kapal yg mampu buat kapal sekelas fregat kapal kecil aja masih beli

  10. PKR Sigma juga gak dibuat di Spanyul, seingat gw di BelAnda. 2 Modul di Belanda untuk PKR REM dan 1 modul untuk PKR GNR. Sisanya dibuat di PT.PAL

    maaf kalau salah. nubi yang sering AMNESIA

    • ShinnE @ namanya jg proses TOT bung sebagian modul dikerjakan di belanda,sebagian lg di indonesia…kl PT PAL gk punya steel cutting mana bisa SIGMA dan kapal SSV pinoy bisa dibuat bung

  11. wow in aja biar seneng wkwk

 Leave a Reply