Dec 042016
 

akusisi-frigat

(EDISI 1: Kekuatan di kawasan)

Beredar kabar adanya tender pengadaan kapal perang dari Kementerian Pertahanan di awal tahun 2017 ini. Tender dimaksud untuk pengadaan kapal perang dengan panjang 80 meter dan frigat pengganti Van Speijk Class yang akan dipensiunkan. Beberapa produsen mulai menawarkan produknya. Ada yang secara terbuka, bahkan langsung memamerkan produknya dan ada pula yang memboyong petinggi dephan untuk melihat langsung hingga ke fasilitas produksinya. Dalam artikel pertama dari dua artikel ini marilah kita coba menelaah dan membandingkan dari sisi kemampuan operasional kapal dengan imbangan frigat negara tetangga.

Yang pertama, marilah kita melihat flagship dari negara tetangga.

  1. Formidable Class (Singapura)
  2. Anzak Class (Australia)
  3. Gowind (Malaysia)

 

Type Formidable Class Anzac Class Gowind Class
Produsen DCNS Perancis Design: Blohm+Voss

Pengerjaan: Tenix Defense System Australia

DCNS Perancis

Boustead Naval Shipyard, Malaysia

Berat 3.200 ton 3.600 ton 3.100 ton
Panjang 114,8m 118 m 111 m
Lebar 16,3m 14,8 m 16 m
Mesin 4x ISM V1708 diesel Kombinasi diesel dan turbin gas

2xMTU 12VTB83 (17,2 MW) dan 1 GE LM2700-30 turbin gas (22,5 MW).

Kombinasi disel dan turbin gas
Kecepatan Max 27 knot 27 knot 28 knot
Jelajah 4.200 nm (7.780 km) 6.000 nm (11.000 km) 5.000 nm (9.300 km)
Sensor dan processing system Radar Pencari:

Thales Heracles Passive Electronically Scaned Aray (menampilkan gambar 3D dengan jangkauan memantau pesawat 200 km, rudal 60 km dan 20 km rudal laut. Mampu melacak hingga 500 target permukaan dan udara).

 

Radar:

Raytheon SPS-49 radar penjejak udara jarak jauh.

Celsius Tech 9LV 453 combat management system

Ceros 200 radar penjejak udara dan permukaan.

Kelvin Hughes Sharp Eye radar L-band.

Cossor AIMS Mark XII identifikasi teman atau lawan.

Radar Pencari:

Thales SMART-S Mk2

Radar Pengontrol tembakan:

Thales Sting EO Mk2.

Radar Pengontrol tembakan:

Celsius Tech 9LV 453

CEA Technologies I/J Band untuk rudal Sea Sparrow.

Radar Pengontrol tembakan:

Rheinmetall TMEO Mk2 electro optic & TMX/EO Mk2`

 

 

Radar Navigasi:

Tema Electronic Scanter 2001

Radar Navigasi:

Sharp Eye Radar

Sonar:

EDO Model 980 active low frequency towed sonar (ALOFTS)

Sonar:

Thomson Sintra Spherion hull mounted sonar.

Petrel Mine and Obstacle (Thales).

Sonar:

Thales CAPTAS-2

Pertempuran Elektronik dan Pengecoh (Decoy) Decoy:

Sagem Defense Security NGDS  2 forward dan 1 aft.

Decoy:

Thales Defense Sceptre A untuk radar anti rudal.

Decoy system SLQ-25A torpedo`

BAE System Nulka Anti misille.

Decoy:

Thales Vigile ESM.

Wallop/Esterline Super Barricade System.

 

Leonardo Finmecanica Morpheus anti torpedo suite dengan 2 buah peluncur WASS C310
Persenjataan
Anti Kapal Permukaan 8xRGM -84C Harpoon SSM, tersedia ruang hingga 24 misil (jangkauan hingga 120 km, kecepatan maximum mach 0,9, mengangkut peledak 221 kg)

 

8 Harpoon Block 2 ASM dengan panduan GPS 8 Naval Strike Missile SSM
Pertahanan Udara 4xsilver A50 8-cell VLS untuk MBDA Aster 15/30 (Aster 15 jangkauan hingga 30 km dan kecepatan hingga mach 3. Aster 30 jangkauan 100-120 km, kecepatan maximum mach 4,5) 32 ESSM Sea Sparrow SAM jangkauan 14,5 km 16 Sylver VLS dengan VL Mica.
Anti KapalSelam 2xB515 tiga tabung torpedo Eurotorp A244/S Mod (jangkauan 13,5 km, kecepatan 30-39 knot, hulu ledak 42 kg, kedalaman 10-800 m). 2×3 tabung torpedo untuk mk46 aktif/pasif torpedo dengan jangkauan 11 km diupgrade dengan Eurotorp MU 90 dengan berat 300 kg dan jangkauan 10 km. 2×3 torpedo
Kanon Oto Melara 76mm Super Rapid Gun (jangkauan hingga 16 km, kecepatan tembak 120 peluru per menit).

4x CIS 50MG 12,7 mm (kecepatan tembak 600 peluru per menit).

2x 25mm Mk38 Mod2 Typhoon Weapon Station (jangkauan 2,5 km kecepatan tembak 180 peluru per menit).

BAE System mk45 mod 2 gun 127 mm jangkauan 20 km dengan 20 putaran per menit. 1 Bofors 57 mm.

2 MSI DS30M 30 mm.

Kapasitas dek dan hangar 1 helikopter S-70B Seahawk

1 scan eagle UAV.

1 helikopter S-70B-2 Seahawk atau Kaman SH-2GS dengan rudal Maverick UAV dan helicopter ringan seberat 10 ton.

Catatan:

  1. Formidable Class

Dibangun berdasarkan La Fayette Class dengan ukuran lebih kecil. Formidable Class diyakini sebagai kapal perang paling canggih di kawasan hingga saat ini. Selain persenjataannya lengkap, juga memiliki fitur siluman. Singapura mengoperasikan 6 kapal Formidable Class.

  1. Anzac Class

Beberapa kali melakukan modernisasi untuk meningkatkan kapabilitasnya. Diantara 8 kapal yang dimiliki Australia, memiliki kemampuan yang berbeda-beda yang mungkin bertujuan untuk memberi spesifikasi pada kapal tersebut. Tahun 2010, Anzac Class dilakukan up grade system komando dan control menggunakan SAAB 9LV Mk3E dan Sagem Vampir infra red search and track IRST untuk deteksi pesawat dan rudal. Anzac Class mengganti  radar dan kendali tembakan anti rudaldari SAAB Sea Giraffe dengan CEA Tech CEAFAR 3D E/F band.

Belum ada data pada penulis, tentang sistem pertempuran elektronik yang digunakan oleh Anzac Class.

  1. Gowind Class

Frigat Gowind Class Malaysia, dibangun dari korvet Gowind Class yang diperbesar dan diklaim sebagai stealth frigat. Saat ini, Malaysia memiliki 2 fregat dari Inggris, namun sudah berusia tua. Sehingga penulis memilih untuk tidak memperhitungkannya supaya lebih fair melihat kekuatan di kawasan.

Gowind sendiri belum masuk ke jajaran TLDM. Informasi hingga saat ini, Malaysia masih dalam status memesan 6 buah kapal ini dengan harga @466 juta USD. Selain itu, TLDM juga memesan 4 kapal LMS (Litoral Mission Ship) dari China.

Potensi ancaman kekuatan laut tentu harus memperhitungkan agresivitas China di LCS dan kemungkinan gesekan antara China dan USA. Kedua negara, dari sisi alutsista laut tidak mungkin kita imbangi dalam periode dekat. Sehingga penulis tidak memasukkan flagshipnya yaitu kelas Destroyer sebagai kajian. Yang menarik, USA tidak mengembangkan lagi fregat dan menggantinya dengan kapal yang lebih kecil dengan perlengkapan yang lebih bagus serta mengembangkan destroyer Zumwald Class.

Tentu tidak mudah menentukan kekuatan masing-masing kapal. Selain aspek kerahasiaan persenjataan juga modernisasi yang dilakukan terus-menerus terhadap masing-masing kapal tidak mudah diketahui. Namun dari tiga kekuatan kawasan di atas, menurut penulis,  Formidable masih yang terbaik. Keseimbangan persenjataan untuk anti-serangan udara (pesawat dan rudal lawan), anti-kapal perang, anti kapal selam dan pertempuran elektronik cukup mumpuni.Radar dan system rudal yang dipakaipun memiliki jangkauan yang jauh.

Bagaimana menurut Anda ? Mari kita diskusikan di forum ini.

 

Penulis : Pak Dhe

(Dikutip dari berbagai sumber)

Artikel Terkait :

  164 Responses to “Frigat Apa yang Akan Diakusisi TNI AL ?”

  1. Saya pilih produck asli Indonesia apapun dan bagaimanapun kemampuanya. Blum bs buat yg gahar… ambil yg sudi ngsih TOT dan buat sebnyk2 nya di mari.

    • badalah… balik maning

      • @dek hana

        Ayu-ayu jebul ngapak….xixixixixi

        • kabeh podo ngipi entok DZP dadi air defence, lek belanda ae gelem ngedoli DZP, tapi emange amerika gelem nguweki ESSM karo SM2, dadine maleh air defence frigate ompong :D… luwong iver huidfild tapi radar APAR’e diganti SELEX ES MFRA, ben iso gotong aster 15 karo 30, wes dadi air defence frigate iku, sipkan….

        • Ora ngapak ora kepenak…

        • @colibri

          Kata bung PKB lho…saya sih niruin aja: “Yen ra penak yo mudun, xixixi”

      • 80 meter mah korvet kali yah bukan frigate, boleh lah yaa buyanM pake kalibr…

      • Artikel cap opo iki…………….
        Maksudnya OPV ta ? itu bukan pengganti Van Speijk, Pengganti Van Spijk itu ya PKR 105
        Kalu OPV itu ngak ganti siapa siapa

        TNI-AL justru kepingin Real Frigat 6.000 ton keatas, seperti Iver Huitfeldt-class frigate

        • Terimaksih Bung, kritiknya.
          Info yang beredar, ada dua tipe yang akan ditenderkan yaitu kelas 80 m untuk korvet masa depan dan frigat pengganti van speijk. PKR 105/Sigma tergolong light frigate. Pendapat saya, akuisisi fregat/light destroyer akan dijadikan lompatan untuk kemandirian kapal perang kelas berat. Untuk instal rudal, PT PAL sudah punya pengalaman instal P-800 Oniks di KRI OWA. Mudah-mudahan TOT rudal, radar yang moncer akan mengikuti, sehingga makin maju kemandirian alutsista kita.

        • Tambahan lagi Bung Rocket,
          Tentu arah pengembangan pertahanan tidak akan dibabar jelas oleh negara. Bagi kita yang suka informasi tentang militer, hanya bisa merangkai clue-clue yang ada. Kemungkinan benar dan salah sama besarnya. Mari kita ciptakan diskusi yang membangun.

    • S

    • USA buat senjata untuk kepentingan negaranya, amerika gak ada kapal selam diesel, isreal terpaksa beli kapal selam pada germen

      Mampukah kamu beli destroyer ‘hanya negara super kaya mampu beli rudai amerika tomahawk Dan rudai rusia 3m14 kaliba

      Singapore Dan isreal diangap Negara kaya pun gak mampu beli tomahawk

      Kemampuan destroyer
      1)mampu melancarkan serangan laut ke darat dalam ribuan km
      2)Mampu mempertahankan kapal dari serangan udara
      3)Mampu mempertahankan dari serangan kapal selam
      4)mampu melancarkan tegat ke kapal laut

      Us gak perlukan kapal fregat kerana daratan amerika luas, hanya negara memiliki daratan luas diharuskan milik kapal destroyer

      Negara Indonesia gak sesuai milik kapal destroyer kerana Indonesia hanya negara kepulauan ‘ indonsia negara terdiri dari banyak pulau kecil

  2. yang jelas harus lebih canggih dan lebih kuat…

    • DZP class tentu jauh lebih baik dari formidable class, jadi kita harus punya 6 unit DZP class untuk “menghancurkan” dominasi formidable class

    • Kalo mw lebih unggul jelas indonesia hrs memilih kapal yg lebih hebat dari tiga negara itu tapi itulah indonesia paling yg dibeli yg sekelas tdk lebih alasannya tdk enak dgn tetangga kalo kita terlalu kuat 😀 ,padahal kangguru dan si upil dln waktu dekat kedatangan f-35 mutan jumlahnya tdk ketengan blm lagi kasel australi yg berkemampuan nuklir. Masih mw bilang gk enakan sama tetangga ????? Atau ada modus anggaran nganggur yg cancel belanja di belokan ????…

  3. GOWIND SUDAHKAH DIBELI SAMA MALAY?

  4. DZP aja sekalian

  5. yg jd keunggulan formadible class menurut gw dr segi radar yg lengkap,persenjataan, dan daya tampung helikopter di banding 2 kapal yg lain, tp apakah singapura dapat menerapkan di situasi sesungguhnya itu patut di perhitungkan.

  6. untuk perang, memang senjata yg diusung yang menjadi pedoman,,
    jumlah, kecepatan, daya ledak, jangkauan, kemudahan pengoperasian dan waktu reaksi serta ketepatan pada sasaran senjata menjadi pokok.

    berikutnya baru radar baik jangkauan dan kemampuan membaca posisi lawan…
    menurut saya sementara Formidable Class yg terbaik dikawasan

    • De zeven provincien(DZP) class sangat mampu untuk mengalahkan formidable class, Spek dan kemampuannya hampir menang dari segala sisi, mungkin cuma daya jelajah yg kalah, itupun cuma beda beberapa ratus kilometer.

      • @jfs

        Soalnya dikawasan gak ada yang punya DZP oom….

      • iya bung Jfs..
        selain DZP masih ada beberapa yang lain menurut saya, agar menjadi terbaik di kawasan.
        intinya pada senjata yg di usung…
        lebih banyak jumlah yg bisa dibawa, kecepatan rudal, daya ledak, jangkauan, kemudahan pengoperasian dan waktu reaksi serta ketepatan pada sasaran senjata. baik anti permukaan, anti udara, dan anti kapal selam.

        beberapa kandidat menurut saya;
        Admiral Gorshkov class russia
        Sachsen class germany
        De Zeven Provincien class Netherlands
        Iver Huitfeldt class denmark
        Alvaro de Bazan class spain

        seandainya membawa kombinasi brahmos, s400/s500, torpedo Shkval 533 mm dengan varian senjata bertahan yang juga terbaik,, ngeri

  7. menurut saya yang logis itu diantara belanda(damen), korea selatan(daewoo) dan denmark .saya pribadi lebih suka fregat dari belanda (de zeven provincien..entahlah ane lupa namanya,)

  8. Cukup beli 3 unit sachsen class dan 3 unit DZP class untuk dijadikan heavy air defense dan untuk strike fleet, dan 5 unit Gorshkov class untuk patroli rutin Dan dijadikan support fleet, cukup lah untuk menjadi yg terbaik di kawasan

    • Terlalu banyak varian justru lebih repot. Lebih baik 1 jenis varian multirole saja, lebih mudah dan murah untuk maintenis, sistem, senjata, termasuk kompetensi ABK.

      • Yaudah beli aja 6 unit DZP class, plus t.o.t, 3 unit diproduksi di belanda dan 3 unit sisanya diproduksi di Indonesia,

      • cukup 1 varian emang mudah buat mainteknis, cuman masalahnya kalau terjadi perang cukup mudah juga buat negara asal alusista membaca kekuatan kita

      • @Sigma Lover
        Disini TNI bukan brbicara varian aja bung,, kalo mau nurutin nawacita presiden sbgai poros maritim.. tetapi yg mempunyai efek deteren yg lebih besar.. dgn adanya iver huitfeldt masih realistis dgn budget yg dimiliki pemerintah..

        Minimal 2 iver dgn armament lengkap utk ditempatkan dibarat dan timur pd mef 2 ini sudah cukup memberi efek gentar dikawasan..

  9. bangun mas bangun.. jangan ngimpi

  10. Mereka ada 20 frigat andalan..boleh dikatakan destroyer versi mereka..banyak juga ya??…lha dikita??..menurut saya cukup 15 light frigate 105, 6 frigate sekelas grigorivich,3 destroyer sekelas KDX 3..sebagai pelindung udara..

    • 9 korvet wajib setara nakhoda ragam class..sudah sangat bagus…6 korvet setara Buyan M..apa mungkin kita dapat rudal jelajah (Tomahawk)dari barat??..kecil sekali kemungkinannya,misal jika terjadi penyerangan dikita dari timur..kita yg di barat paling cepet datangnya hanya RUDAL JELAJAH,begitu sebaliknya kalo diserang dari sisi barat,itu kesampingkan dulu rudal2 kita pelindung pantai kita..jadi terjadi penghadangan dilautan..kenapa 9 korvet setara nakhoda ragam class,fungsinya untuk melindungi 6 korvet pembawa rudal jelajah..disini saya anggap saja kita kekurangan uang untuk beli kapal canggih…maka solusinya dibagi 2..3 korvet setara nakhoda ragam clasa+2 korvet Buyan M,..itu kalo dijadiin satu setara destroyer…ini menurut saya…beda lagi kalo kita punya frigate sekelas grogorivich dan gurkhov..si frigate bisa jadi pensalvo rudal jelajah dan pelindung udara,karena yg besar pasti dibelakang yg kecil2 formasinya…karena kita bisa beli KDX 3(seumpama)nah disini tugas masing2 bisa konsentrasi penuh sesuai kemampuannya..

      • Saya tambahin…jadi tidak perlu yang mahal dan bermerk..yg penting fungsinya sama dan mematikan…ibarat orang belom punya mobil..yah kemana sementara pakai motor dulu..suami boncengan anak 1,istri boncengan anak 1…PAS!!..

        • Ner Bro…, tapi Linggis ga akan kasih lagi tuh NR Class, saya sih setuju Buyan Class 12 Unit. mantap pada ketakutan deh di jamin.

  11. kalau sama sigma gimana

    • Hmmm….gimana ya, kelihatannya si baek-baek aja bang

      • persenjataannya apa saja kira kira

        • Ya standar frigate-lah bung…. 😆

          • Sigma jadi kurang Gahar karena senjatanya minim… rudal air deffence aja cuma 12 banyakan Nahkoda Ragam Class 16 silo. trus rudal anti ship nya juga sederhana dan minim hanya 4. CIWS nya yg gahar cuma Oerlikon sisanya Dennel Gun, mustinya tambah lagi oerlikon di blakang + Mistral 2 (Sadral). Rudal anti Shipnya kasih C 803 (350km) atau C 805 (500km). unitnya 8 minimal dah gahar deh SIGMA kita. Menjelma menjadi Super Sigma oye…

    • Kabar saya baik-baik aja bang. Abang nyariin saya?

      Xixixi

    • jadi inget temen namanya sigma

    • Sigma 10514 minim di pertahanan udara aja sih bung.. sama agak terbatas buat ngangkut pinsilnya,, soalnya diantara 3 frigate tetangga sigma yg paling mini..xixixixii

      Kalo mau ngangkut senjata lebih banyak ya harus di melarin tuh sigma ganti jd 11516 or 12918..

      • @welleeeh

        Sigmanya siapa tu yang mo dimelarin?

        Gak sesederhana itu bro….ada rahasianya

        • @Uling putih

          Masih bisa ditiup sampe 129 meter kok bung, sigma seri kalo liat brosur lama damen..

          Tp kalo ane emang lebih setuju ditiupnya sampe 11516 aja tuh sigma sama PAL.. abis itu loncat ke tonase yg lebih gede diatas 5000ton.. makanya iver wajib di akusisi..

        • @welleeeh

          Bagi dong brosurnya….linknya maksute, xixixi

  12. Untuk menggantikan VAN SPEIJK atau Parchim ANTI KS .? Kalau ukurannya 80 mter artinya untuk menggantikan Parchim yang 72,5 meter.

  13. msh keren buatan pt. pal bro sayang rudal2 nya nggk dipublis alias goib kwkwkwkwk

  14. msh keren buatan pt. pal bro sayang rudal2 nya nggk dipublis alias goib kwkwkwkwk.

  15. kenapa engga destroyer sekalian!!!
    ooh lupa duit siopo

  16. Saya mau ngawurisasi saja :

    Fregat itu tidak harus dilawan dengan fregat juga.

    Untuk melawan fregat paling canggih :
    1. Kita harus tahu apa saja senjatanya.
    2. Lalu kita bikin sibuk dia.
    3. Fregat dengan sistem anti serangan udara harus bisa dihabiskan amunisi dan rudal SAM nya dengan drone yang murah meriah tapi banyak.
    4. Sesudah amunisi serangan udaranya habis, Fregat dengan sistem anti kapal permukaan harus diserang dengan helikopter atau pespur dengan senjata rudal anti kapal.
    5. Fregat dengan sistem anti kapal selam juga harus dikeroyok dengan drone kapal selam biar senjata anti kapal selamnya habis.
    6. Kalau dia sudah payah baru dihabisi dengan torpedo dari kapal selam.

    Lha KCR bagaimana perannya ?

    KCR itu bukan untuk melawan fregat tetapi untuk melawan LHD, LST, kapal2 logistik.

    Itulah sistem ngawurisasi saya.

    • ide bagus drone kecil bawa bom, mayan pasukan drone bundir.

    • MANTAP BUNG TN

      kalau ngawurisasi saya itu frigate dilawan pasukan dari selatan, pasukan nyai Ratu kidul

      xixixixixixi….

      ditulisan Bung TN kayak bukan Bung TN soalnya ga da
      xixixixixiiii

      • Bung tukangngitung
        Kalau saya sih masih berpedoman kalau cara menghancurkan kapal permukaan tercanggih adalah dengan menggunakan kapal selam paling silent, Yaitu Kilo class, atau pake kapal selam mini yg beratnya 500an ton dengan kemampuan super silent dan stealth

      • Sory lupa

        Xixixixixi

    • Mau deketin…bossnya juga susah broo..harus hajar..anak buahnya dulu..Hahahaha(kalo belom melarikan diri bosnya)..ikut ngawurisasi juga..hahaha…salam sehat selalu untuk semua..

    • Tes

    • Buat lawan drone, cukup pake CIWS, butuh berapa drone buat lawan CIWS yang jumlah amunisinya ribuan? Taruhlah kita punya ratusan-ribuan drone super murah hingga bisa membuat CIWS kewalahan, masih ada rudal anti pesawat/rudal.. Di posisi ini aja kita udah kalah efisien, karena harga seratus amunisi CIWS lebih murah dibanding harga satu unit drone termurah sekalipun..

  17. Saya pilih ini :

    Jingzhou adalah fregat Type 054 A yang ke 21 yang dimiliki Angkatan Laut China. Type 054 A adalah fregat yang dilengkapi persenjataan canggih buatan dalam negeri. Fregat pertama seri ini mulai bergabung ke Angkatan Laut China pada tahun 2007.

    Fregat Type 054 A dilengkapi peluncur rudal sistem VLS (Vertical Launch System) untuk rudal permukaan ke udara HQ-16, 8 x rudal anti kapal YJ-83 (C-803 untuk versi ekspor), meriam utama H/PJ-26 kaliber 76 mm, dua senjata pertahanan jarak dekat (CIWS) H/PJ-12 kaliber 30 mm ( Type 730 untuk versi ekspor) 2x triple peluncur torpedo YU-7 dan peluncur roket anti kapal selam untuk perang anti kapal selam.

  18. Borong

  19. berdayakan galangan lokal. “Anda percaya, Kami Bisa!”

  20. Remember kata neng cintia, jangan cuma lihat kapalnya. Yg penting rudalnya.
    Fregat buatan barat dan eropa kebanyakan pakai rudal USA. Baik itu SM-2, ESSM, harpoon. Secara pribadi sih saya suka dengan ESSM, rudal tipe quadpack (1 cell vls bisa menampung 4 rudal) namun mempunyai kemampuan dengan jarak diatas 50KM. Tapi saya juga trauma dengan embargonya, dan tidak yakin juga mereka mau memberikan ke kita.

  21. ayo pak cepet di borong lcs mulai panas ini donald trump mulai menunjukkan antagonize nya ke china dgn smakin dekat ke taiwan yg membuat china berang
    dan ingin mengembalika pabrik2 produksi komoditas kembali ke amerika dgn keluar dari tpp barusan juga mereka show of force dgn latihan pnembakan misil balistik
    dan juga jngn lupa serahkan bin ke militer biar ga cepet loyo lantaran lobi2 asing dan aseng dan shilling mereka di media online

  22. Insyaallah beli yg dr Denmark dg bobot skitar 6.300san ton, yg katanya klo jd diakuisisi mrpkan yg tercanggih di kawasan….namanya saya lupa…”Iver …”

  23. pkr sigma aja dimelarkan panjangnya menjadi 118 meter, utk urusan senjata harus betul2 full armament..kl bisa rudal2 yg diinstal nantinya perpaduan buatan rusia dan blok barat, buat segahar mgkn..
    untuk antisipasi situasi kawasan yg tdk menentu, bolehlah diakuisisi secara cepat iver class dan fregat2 asal rusia sambil menunggu pengembangan pkr sigma

  24. Untuk kpl perang sekelas frigat Seharusnya pemerintah lebih memperiotaskan produksi dalam negeri,perbanyak sigma 10514.ada nilai lebih dan kebanggaan yg kita rasakan bila produksi dlm negri lebih di percaya untuk menjadi penjaga negri ini

    • 80 meter,? Ah yang bener… kok pendek amat sih,, kalau aku sih pilih iver huitfeltd, tapi rdiganti ama diganti ama yakhont dan SAM nya aster 30

    • saya setuju bang.. light frigate sigma kita g kalah hebat koq dari 3 frigate diatas.
      apalagi RI sudah mampu menyerap teknologi sigma bisa jadi loncatan toh menuju destoyer.

      • Untuk kelas 100 an meter sudah bagus dengan Diponegoro Class. Korvet ASW TNI AL sudah punya 3 biji Bung Tomo Class dari Inggris. Kalau Sigma perlu banyak pengembangan dan tentu butuh waktu lama untuk setara Formidable. Lompatannya, akuisisi real frigat/light destroyer, sekaligus dapat TOT.

        • wah pak dhe ripley komen ane ya.. trims pak dhe.. pencerahan sekali.
          klo gitu sudah tepat dong RI lirik Iver Huitfeldt yg lebih jelas skema tot nya, sementara sprtinya akan suram jika dpt tot lg utk real frigat damen yg 144m.

          sukses slalu pak dhe, ditunggu artikel yg mencerahkan utk selanjutnya.

        • wah gimana toh…diponegoro klass kok kelas 100 meteran…?

          yang kelas 100 meteran itu PKR 10514 (105 m)..kelas RE martadinata

  25. .

    • Kalau kita sudah Punya Ligth Frigate sekarang malah ke Real Frigate……….hmmmmm bagaimana kalau LPD MAKASSAR CLASS nanti akan menjadi MAKASSAR COTO CLASS ituuu Leebiiiiih Mantaaap (y) (y) (y)

  26. kalian itu jamaah ngimpi iyah kah???kembali aja ke dunia real….ngimpi ini itu jangan harap terlaksana….emang punya duit????beli aja poster fregat dan kalender fregat daripada akan….akan…akan dan akan….percuma label fregat senjata ala kadarnya….masih mending perahu layar tapi ada rudal nuklir….daripada nama gede destroyer tapi cuma di kasih pistol air

  27. senjata pkr sigma aja lelet fit but no with…terbukti ciws masih dicarikan dananya…rudal juga belum….ngapain cari kapal lain????sigma itu bisa sampe 150 meter….tapi belum tentu juga mampu beliin asesoris senjatanya…..namanya fregat itu ya harus full senjata bukan label doang

    • omongan anda ini kok membengingkan….senjata pkr sigma lelte….tetapi anda bilang rudal juga belum.

      belum ada senjatanya…karena masih dalam tahap sea trial, ujui coba laut… di buat juga baru selesai kemarin.

      belajar dulu ngomong yg bener baru kasih komentar.

  28. 12 unit iver huetfeldt di tambah 24 unit pkr sigma baru mantep

  29. lebih baik lebih mandiri dg PKR buatan PT. PAL, pilihan armament nya yg musti dihitung spy punya kemampuan setara real frigate, PKR msh punya space buat Aster15/30, rudal jelajah setara kalibr/slammer/

    • Betul, dan saya berharap pt.pal bisa mengembangkan pkr sigma dengan berat 4500ton, semoga bisa tercapai dalam waktu 5-10 tahun kedepan

      • kalo utk hull/body … kita yakin PAL bisa langsung buat utk tonase 3000-5000 ton, yg bikin lama biasanya desain arsitektur utk pilihan armament, radar kendali & engine.
        salam bung Jfs

  30. lebih baik lebih mandiri dg PKR buatan PT. PAL, pilihan armament nya yg musti dihitung dan dipilih spy punya kemampuan setara real frigate, PKR msh punya space buat Aster15/30, rudal anti kapal + rudal jelajah setara kalibr/slammer/cammer/RBS, rudal/torpedo AKS …
    develop PKR lebih mudah & cepat, ilmu bangun kapal sdh dikuasai tinggal nambah kemampuan install armament & radar kendalinya … so buat apa beli impor frigate build up ???

  31. Sigma aja di perpanjang dan senjata serta radarnya dipermutakhir sehingga sekelas Fregat bahkan sekelas Destroyer..@support kemandirian alutsista..

  32. Kapal yg akan digantikan adalah Van Speijk Class buatan Belanda, jadi penggantinya semoga buatan Meneer yg pernah jajah negara kita jg. Sebagai kelanjutan dr program Light Frigate Sigma 10514. Semoga harapan saya ini yg diwujudkan DepHan. 🙂

  33. Iki ngomong opo??. Ko alutsista negara lain dibahas, trus intinya kita beli frigat jenis apa?? Mencla mencle ga karuan, klo niat beli lsg posting jenis apa yg dibeli, klo ga ga usah banding2kan dgn negara,lain…repot bgt!!! Segala kapal org diurusin…bosen…

    • oalah dol..dol..
      mencla mence keq burung perkutut koe..
      hargai pendapat org lain napa?
      koe sendiri bisa g bikin artikel sprti diatas biar kami kepretin koe seperti komentar koe.. baru nyahok..!!

  34. kayanya destro jepang yg mau di kridit, fregate bs jadi destro bilamana senjata dan rudalnya di perbanyak,

  35. Fregat? Bukannya cuma tambah pkr? Berita dari mana nih asal heboh aja

    • @war lord

      Mbok biar aja to mas…buat pelampiasan sukhoi-35 dan kilo yang gak ketahuan juntrungannya, xixixixixi

  36. @pakde

    Pakde, formidable cuma pake rudal Aster-15 aja…nah kalo Anzac class radarnya sudah semakin lengkap dg tambahan radar aesa baru buatan lokal CEAFAR (s-band) dan CEAMount (x-band) plus sudah diinstal rudal essm

    • Salam Bung Uling
      Anzac Class memang beberapa kali di upgrade. Mulai dari mesin diesel, combat sistem, radar dan persenjataan. Juni 2004 Sea Sparrow diganti dengan Envolved Sea Sparrow Missile (ESSM) sehingga meningkatkan kapasitas dari 8 menjadi 32 misil. Desember 2004 Project SEA1348 Phase 3A untuk menambah kapasitas luncur Harpoon Block II ASM. Desember 2003, program Anzac Class anti-ship missile defences (ASMD) menggunakan CEA Technologies CEAMOUNT APAR untuk ESSM. Program ASMD dilakukan hingga 2012 untuk seluruh kapal.
      Formidable, konfigurasi awalnya memang 4 modul A43 VLS untuk 32 misil Aster 15. Namun perkembangannya, dari 4 modul VLS, 2 modul diinstal Sylver A43 VLS untuk Aster 15 dan dua modul lainnya diinstal Sylver A50 VLS untuk Aster 30 (Navalanalyses).
      Salam sehat selalu Bung…

  37. Frigat? Dapat lisensi Sigma 10514 20biji baru bikin 2biji, lanjutkan sampai lengkap 20biji dng oprek daleman pakai Yakhon dan Kaliber, lebih cepat bikinnya krn sdh ada yang jadi.kalau kurang panjang bisa pakai teknik mak erot, dari 105m bisa tambah satu modul 10m jadi 115, lumayan bisa buat tempat kaliber. xixixi.

  38. Frigate Iver Huitfledt aja wis dibungkus…. yg bener2 mau kasih tot

    • Betul yg ada dimakan dulu sambil belajar buat rudal sam, rudal anti kapal..

    • Dgn rencana pemerintah mengakusisi 2 iver huitfeldt + 2 PKR 10514 udah tepat utk MEF2 .. pengembangan sigma class 11516 & pengembangan iver huitfeldt dimasukin ke anggaran MEF3..

  39. FRIGAT INDONESIA
    – Jangkauan harus melebihi Anzac Class diatas 11.000 km (jarak Terjauh dikawasan)
    – Dilengkapi Naval Strike Missile seperti punya Malaysia atau yang lebih jauh. (ASW terbaik)
    – Secanggih fitur Formidabel Singapura (ASuw dan AAW terbaik)
    – Berjumlah minimal 6 (jumlah terbanyak dikawasan)

  40. Frigate iver class 4 unit..
    PKR sigma 8 unit..
    Kilo class 12 unit..

    Duite wes cair n tak titipno nang kanjeng dimas…!

  41. Semoga barang China ga masuk seleksi,

  42. Saran buat DepHan, kalo mau ganti Parchim class pilih punya Rusia aja.
    Ga ngantri + rudal ngeri2
    contohnya Fregat Gepard.

  43. friget pesenan malon apa sudah selesai panjernya ????

  44. Senang amat gado gado sih? Kalo mau buat lagi Sigma class aja baik corvette maupun frigate…

  45. Open tender buat frigate…buat gantiin pensiun nya van speijk class…tp yg Ada vam speijk nya diupgrade…
    Open tender untuk frigate…untuk panjanh 100n dn bobot 2500-3000n bisa Di wakilin Ama pkr
    Jadi open tender untuk frigate?atau opv?atau ligth destro?
    Hehehe

  46. Basic platform kapal yg penting sudah dikuasai tinggal mau diinstal apa senjata yg spt apa. .rudal seperti apa…
    Jika mau lisensi…Mau jenis apapun yg penting siapa yg kasi TOT lebih banyak, senjata yg lebih lengkap dan banyak…

    Strategi peperangan selain menggunakan kapal harus ada suportnya yaitu…Rudal anti kapal basis darat wajib diperbanyak..itu penting..

  47. Maunya pilih sigma,tapi sepertinya tni al dan dephan sedang mencari teknologi tambahan untuk menyempurnakan pkr sigma kita menjadi real fregat atau naik kelas ke destroyer

  48. Yang terbaik beli dari rusia,keok itu barang porno

  49. Yang paling masuk akal ya Iver Huitfeldt sama DZP, TOT sudah didepan mata….. tinggal capluk beres, buat kemandirian alutsista Indonesia ke depan.

    Kalo boleh mlenceng dikit, ane lebih suka kalo Indonesia akuisisi KCR Buyan class 50 units…… yah itung2 nostalgila Komar class era 60-an….. xixi….

  50. Setahu gue utk MEF 2 2015-2019 ngak ada pesanan utk frigate baru.
    Kalo jadi utk frigate baru ..itu udah mungkin buat 2020 MEF3 selanjutnya.

  51. DZP dan perbanyak Sigma

  52. Untuk pengembangan Fregat kan sudah ada cetak birunya, setelah sukses membangun 2 biji, seharusnya segera cutting untuk2 biji lg atau langsung cutting steel utk Kelas Real Fegat 125/17.5 mtr, bobot kira-kira di 3500-4000ton, jangkauan di 6000 NM,,mampu mengangkut helli 15 ton, mampu diinstal Rudal SAM sekelas Harpoon,Exocet, Yakhont…lbh baik dibuat di PT PAL tentu masih kerja sama TOT dengan DSNS Belanda,,bagaimanapun DSNS juga sudah masyhur dalam design & pembangunan Fregat dan tekhnologinya tidak kalah dengan perusahaan lain baik dari Perancis, Jerman, Inggris, Denmark, Rusia,,tergantug konfigurasi yang diinginkan RI dan optimlaisasi dana yang ada…semogaterealisir Real Fregat 125/17,5mtr 3800 ton & dibuat di PT. PAL

    • @Itto
      Jangan 125/17,5 lah bung.. itu kapal jadinya bantet banget..xixixixixi

      Idealnya panjang kapal 115m – 130m itu lebarnya 16m..

  53. Mmm… untuk flatform Indonesia suka eropa, yang sudah menggunakan teknologi modular dalam membangunnya, untuk urusan pensil ya timur, seperti kaprang tua yang diinstall yakhon. Bukan begitu? 😀

  54. punya kapal perang sekelas real frigate aja udah cukuplah untuk saat ini…yang penting punya niat dan kemampuan untuk menjadikan kapal itu bener2 real frigate…bukan sekedar bongsor badan ama gede bobot doang…

  55. Ayo borong frigat dari denmark kemaren 2000 unit ! Boroooong hahahaha

  56. Apapun kapalnya yg penting radar 500 NM Rudal 500km dan sonar yang tangguh

  57. Indonesia iver az dr denmark

  58. admiral gorskov kombinasi shivalik class paling cocok buat tni al. mantap dan full gahar…

  59. Kalo saya lebih milih akuisisi iver huitfledt dengan 20 biji plus ToT dan 6 destroyer KDX plus ToT juga dari korea ini akan jadi batu loncatan bila di akuisisi

  60. Klo menurut sy hanya 2 sj yg harus d pertimbangkan yaitu:
    01. Iver class
    02.de zeven provence

    Dengan persejataan buatan rusia itu sudah gahar apa lg radar buatan saab ato rheyteon us

  61. kalo singapura sudah mau masuk ke real fregat karena ada ASTER 30, sedangkan australia dan malaysia masih dalam kategori light fregat atau sekelas PKR.

  62. kenapa kita masih harus melihat kawasan? dan kenapa kita tidak memiliki wawasan lebih luas…..jgn kita membeli apa yang sudah dimiliki tetangga kita, mari kita membeli yang berbeda, lebih gahar, lebih mumpuni tetapi harga sama. seperti contoh Vietnam, mereka tidak pernah melihat apa yang tetangga punya tetapi mereka berpikir apa yang aku perlu. maka dari itu aku lebih memilih RUSIA karena harga beda tipis tetapi senjata lebih menjanjikan…..

  63. Pertamax !!!

  64. YANG PENTING BELI KAPALNYA GAK KOSONGAN!!!!!!JANGAN WUJUD DOANG TAPI GAK ADA ISINYA..

    dan di tindak oknum oknum yg seperti TEDY

  65. Aku kok lebih suka frigate nya Denmark ya ..
    Atau Gepard Class …
    Tidak mau yang lain….
    USA tidak usah ikut tender …

  66. Formidable Class merupakan frigate tercanggih diasean untuk sementara waktu,class sigma tni al kebanyakan korvet dan ligth frigate,sedangkan gowind no komen,sedangkan anzac class sepertinya mau diganti dengan frigate baru(katanya berjumlah kurang lebih 8-9)

    frigate sigma bole juga sebenar bobotnya kurang gahar kalo real frigate,kalo buatan prancis,belanda atau denmark bolelah diakussi(soal tot tergantung dr pihak produsen hehehehe)

    salam damai selalu met siang:)

  67. Program korvet 80 meter itu sudah diganti Light Fregat PKR 10514.

    PKR adalah Perusak Kawal Rudal (Escort Missile Destroyer) artinya untuk mengawal destroyer.

    Light Fregat = korvet.

    Jadi korvet yang mengawal destroyer.

    Itulah sebabnya korvet Parchim, Sigma dan Light fregat Bung Tomo Class masuk dalam satuan kapal eskorta (kapal pengawal). PKR Sigma 10514 juga akan masuk satuan kapal eskorta.

    Adapun pengadaan untuk 2015-2019 untuk striker force prediksi saya :

    1 unit PKR Sigma 10514 (unit ketiga).
    12 unit KCR 60 dari pinjaman dalam negeri sebesar 3 Trilyun rupiah.
    2 unit OPV (itu yang katanya 80 meteran).
    4 unit Fregat Iver.

    Tahu dari mana 4 unit Iver ?

    Tahunya dari pinjaman luar negeri USD 780 juta. Pembelian kredit harus ada uang mukanya. Jika kreditnya (pinjaman) 60% maka :

    780 ÷ 60% = 13
    Jika 1% nya adalah usd 13 juta maka 100% nya adalah USD 1300 juta.

    Sedang uang mukanya adalah 40 x 1% = 40 × 13 = 520

    Jadi uang mukanya USD 520 juta.

    Dari USD 1300 juta sedang 1 unit Iver harganya USD 325 juta maka :

    1300 ÷ 325 = 4

    Jadi prediksi saya 4 unit Iver yang dibeli pada periode pemerintahan ini.

    Sedang kapal selam ?

    Dari pinjaman luar negeri USD 1600 juta.
    Jika kreditnya 1600 adalah 2/3 dari total keseluruhan kapal selam yg dibeli maka pastilah :

    1600 ÷ 2/3 = 1600 × 3 / 2 = 4800 / 2 = 2400

    Jadi nilai seluruh kapal selam yg dibeli adalah USD 2400 juta.

    Jika 1 unit kapal selam adalah USD 400 juta per unit maka :

    2400 ÷ 400 = 6

    Prediksi saya bakal ada pengadaan 6 unit kapal selam baru (tidak termasuk changbogo ketiga yg dijahit di Surabaya, dan juga tidak termasuk midget lokal) pada periode pemerintahan ini.

    Sedang midget lokal akan menurut defense studies akan dibangun 1 unit pada 2017-2019 dengan biaya paling banyak 300 milyar rupiah.

    Sehingga pada periode pemerintahan ini prediksi yg dibeli adalah :

    1 unit PKR
    2 unit OPV
    4 unit Fregat Iver
    12 unit KCR 60
    6 unit kapal selam entah dari merk apa.
    1 unit midget lokal.

    • wow.. 4 unit iver bang?

      jadi jika keterangan bang TN diatas tentu ada gap pada real frigat RI jika PKR 10514 telah digolongkan sbgi korvet, untuk itu akan diisi oleh 4 unit Iver Huitfeldt (real frigat) sebagai pengawal destroyer nantinya (semoga)? sementara untuk kelas KRI Bung Tomo-357, KRI Jhon Lie-358 dan KRI Usman Harun-359 apakah sejajar dengan frigat rasa destroyer sekelas PKR 10514 atau korvet rasa figat?

      sepertinya akan lama RI memiliki destroyer jika saat ini masih sebatas melirik real frigat sperti Iver Huitfeldt.. hem…

      • Iya bung Nyinyir, saya lindungi. Nti di edisi 2, sahwat bung edodol akan telampiaskan….

      • KRI 357-359 adalah korvet spesifikasinya deteksi dan anti kapal selam Bung. Gantiin adinda Parchim…

        • pak dhe pak dokter ya tau pak dokter pak dhe juga? #koq sy jd bingung !@34%^&*
          Hahahaha…

          • btw trims atas pencerahannya bang..eh pak..
            soale ane pribadi bingung konsep dan doktrin TNI AL atas penggolongan ship war apakah korvet rasa frigat atau frigat rasa destroyer, jangan2 corvet rasa destroyer sdh diinstall.
            semoga ya..

  68. rusia ga ikut tender??

  69. Admiral Gorshkov dong…

  70. Saran ane pribadi nih gan, Target akuisisi paling realistis jika emang ingin TOT dan T & K untuk realisasi jangka menengah panjang Destroyer KDX III class : 6 biji iver huitfledt class : 25 biji PKR 105 : 20 biji buyan M : 24 biji amur 1950/950 : 12 biji bahkan sampai target essential force proyeksi 2024 – 2030

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)