Feb 012017
 

Sebuah frigat kelas Al Madinah milik Angkatan Laut Arab Saudi telah diserang oleh milisi Houthi kemarin saat berpatroli di sebelah barat lepas pantai Yaman di Laut Merah. (Navy Recognition, Selasa)

Milisi Houthi merilis sebuah video dengan resolusi rendah yang disertai pernyataan yang menyebut serangan dilengkapi rudal, namun pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi mengkonfirmasi bahwa Frigat itu diserang oleh tiga kapal bunuh diri.

Frigat kelas Al Madinah Angkatan Laut Kerajaan Saudi setelah serangan (gambar atas). (Foto: Twitter @JosephHDempsey)

Sebuah video menunjukkan bahwa Frigat ditabrak pada bagian buritan, mengakibatkan ledakan dan kebakaran. Awak kapal mampu memadamkan api namun dua anggota awak kapal tewas dalam serangan itu sementara tiga lainnya mengalami luka-luka.

“Kapal Saudi telah melanjutkan tugas patroli di wilayah operasi, sedangkan angkatan udara dan kapal pasukan koalisi ‘terus mengejar kapal yang melarikan diri”, menurut pernyataan itu.

“Perintah dari koalisi menegaskan bahwa kelanjutan penggunaan milisi Houthi di pelabuhan Hodeida sebagai dasar bagi teroris untuk melakukan operasi adalah pengembangan serius yang akan mempengaruhi navigasi internasional dan aliran bantuan kemanusiaan serta medis ke pelabuhan bagi warga Yaman”, tambah pernyataan itu.

Ada 4 unit  frigat kelas Al Madinah yang dimiliki armada Angkatan Laut Kerajaan Saudi. Mereka milik Armada Barat (Laut Merah). Frigat tersebut dibangun di Perancis pada pertengahan tahun 1980-an, memiliki bobot 2.610 ton, dilengkapi dengan 8 rudal anti-kapal Otomat, satu peluncur rudal permukaan-ke-udara Crotale yang terdiri dari 8 rudal, dilengkapi meriam utama 100 mm, dan dua meriam 40 mm, 4 tabung torpedo, dek helikopter dan hanggar untuk menampung helikopter AS565 Dauphin.

Ini bukanlah serangan pertama terhadap kapal permukaan di wilayah tersebut. Pada awal Oktober tahun lalu, Angkatan Laut Uni Emirat Arab yang mengoperasikan HSV-2 Swift diserang rudal anti-kapal C-802, sehingga menonaktifkan kapal catamaran tersebut.

Beberapa hari kemudian, kapal Angkatan Laut Amerika Serikat USS Mason (DDG-87) dan USS Nitze (DDG-94) berada di bawah serangan rudal anti-kapal pada tanggal 9 dan 12 Oktober. Penggunaan rudal Raytheon SM-2 dan rudal ESSM secara salvo mampu mementahkan serangan rudal anti-kapal dalam kedua kasus tersebut. Angkatan Laut AS kemudian melakukan serangan balasan menggunakan rudal jelajah pada tanggal 13 Oktober.

JakartaGreater

Peminat manga, anime, gadget, sains & teknologi, sosial-politik dan militer
Link medsos ada dibawah
– Facebook
– Google Plus
– Twitter

  8 Responses to “Frigat Arab Saudi Rusak Oleh Serangan Milisi Houthi di Yaman”

  1. pertamax

  2. cuman menghasilkan kerusakan akibat hantaman C802 produksi China .Kita punya banyak kapal yang di lengkapi C-802 .Butuh banyak rudal C-802 jika ingin menenggelamkan kapal lawan .

  3. Sejenis fregat bisa diserang misi kapal bunuh diri. Trs awak fregat tsb apa pada tidur semua sampe gak tau ada ancaman dr kapal yg mendekat,itu padahal sama kapalnya loo..

  4. Bisa gak ya bila 100 kcr melawan 10 frigate? 😛 pasti seru liatnya… ada asap dimana-mana… apalagi harga 10 fregate vs harga 100 kcr.. hehehehe

  5. hm…

  6. kalo d tabrak kapal kok g kelihtan kapal yg nabrak….

    • kamera videonya resolusi rendah, mungkin samsung galaxy mini atau dibawahnya :p hahaha… jd gambarnya kabur

      atau mungkin pake hp china dan blom android 😀 masih java

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)