Jan 132017
 

Hasil render komputer dari Proyektil Ringan Exo-Atmosfer (LEAP). (Foto: Raytheon)

Belgia berencana untuk memberikan kemampuan Pertahanan Rudal Balistik (BMD) untuk frigate masa depan. Informasi itu terungkap pada bulan Desember 2016 oleh media online Belanda Marineschepen, sumber yang terhubung dengan baik pada topik pertahanan Angkatan Laut Belanda dan Belgia.

Dihubungi oleh Army Recognition pada bulan Desember, juru bicara Angkatan Laut Belgia menegaskan bahwa pemerintah memiliki niat seperti itu, tapi keputusan (untuk memberikan frigate masa depan kemampuan BMD) akan diputuskan secara politik.

Juru bicara itu menunjuk ke sebuah dokumen resmi dari “Chamber of Representatives” Belgia pada bulan Juli 2016 di mana topik BMD itu disebutkan untuk pertama kalinya.

Render komputer menunjukkan desain awal pengganti kapal M-Class. (Foto: Dutch Defence Materiel Organisation)

Dalam laporan ini dari Pertemuan NATO di Warsawa, pada halaman 6, dokumen menyebutkan:

Belgia mengambil jatah dari biaya umum untuk program Pertahanan Rudal Balistik. Untuk masa depan, lebih banyak perhatian harus difokuskan pada sistem ini, yang semakin terlihat sebagai elemen ketiga dari kebijakan pencegahan dan pertahanan Aliansi (NATO, redaksi).

Dalam kerangka Visi Strategis 2030 untuk pertahanan Belgia, frigate baru akan dapat melibatkan rudal balistik exo-atmosfer dan mungkin karena itu, sesuai, juga berpartisipasi untuk sistem Pertahanan Rudal Balistik.

Seperti dilaporkan, Belgia dan Belanda menandatangani MoU pada tanggal 1 Desember tahun lalu untuk menggantikan frigate mereka saat ini dengan frigate kelas baru. Namun, posisi Belanda pada kemampuan BMD belum diketahui dan proyek frigate baru (yang Belanda memiliki) masih dalam tahap awal pengembangan.

Contoh intersep BMD yang sukses dengan SM-3 Blok IB pada bulan Juni 2012

Angkatan Laut Jerman mengumumkan pada bulan Desember bahwa 3 frigate F124 kelas Sachsen akan ditingkatkan dengan radar baru untuk bergabung dengan sistem BMD NATO. Kapal ini akan berfungsi sebagai sensor berbasis laut namun secara eksklusif.

Sebaliknya, dokumen parlemen Belgia menyebutkan sebagai efektor: “frigate baru akan mampu melawan rudal balistik exo-atmosfer”. Kemampuan tersebut akan menjadi keunikan bagi angkatan laut Eropa.

Satu-satunya sistem rudal yang saat ini mampu melawan target exo-atmosfer adalah Standard Missile 3 (SM-3) RIM-161 buatan Raytheon yang saat ini dioperasikan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat dan Angkatan Laut Bela Diri Jepang. Berkat Proyektil Ringan Exo-atmosfernya (LEAP) dapat menghancurkan rudal balistik baik di dalam ataupun di luar atmosfer bumi. Italia dan Perancis juga bekerja pada varian BMD dari rudal Aster 30, yaitu Aster 30 Blok 1NT, tetapi masih dalam tahap awal pengembangan. Kekuatan pemrosesan sangat penting untuk kemampuan seperti itu dan faktor ini (sensor radar dan sistem tempur) cenderung memiliki dampak yang baik dalam hal desain kapal.

Pada akhirnya, efektor dan sensor akan mencapai kemampuan BMD yang jauh dari terjangkau. Ini masih harus dilihat apakah pemerintah Belgia akan mendukung angkatan laut dengan serius dam mampu mendanai proyek ambisius tersebut.

Sumber: Navy Recognition

JakartaGreater

Peminat manga, anime, gadget, sains & teknologi, sosial-politik dan militer
Link medsos ada dibawah
– Facebook
– Google Plus
– Twitter

  3 Responses to “Frigate Masa Depan AL Belgia Akan Miliki Kemampuan Pertahanan Rudal Balistik”

  1. maaf lagi bingung,

    1. Di PC ini berita tidak update, kelihatanya gue di blacklist
    2. Kelihatanya kalau mau komen harus daftar/login, ini kok tidak (pasti komenya tidak muncul di Perangkat lain
    3. Disini cuma ada komenku, ada apa ?????

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)