Sep 022016
 

Selama latihan militer, sebuah divisi rudal dari Angkatan Udara China menembakkan rudal permukaan-ke-udara generasi ke-3 yang dikembangkan sendiri oleh China dan mampu mengenai pesawat pengintai ultra tinggi U-2 Amerika, menurut pernyataan Kolonel Shen Jinke pada tanggal 28 Agustus 2016, juru bicara Angkatan Udara – Tentara Pembebasan Rakyat China(PLA).

Pertahanan udara dan kemampuan anti-rudal adalah bagian penting dari kemampuan strategis Angkatan Udara. Berkomitmen untuk membela keamanan nasional dan menjamin perdamaian dan pembangunan, Angkatan Udara PLA, mengikuti persyaratan strategis “membangun kemampuan ruang udara dan melakukan kedua operasi ofensif dan defensif”, akan berusaha untuk mengalihkan fokus dari pertahanan udara teritorial menjadi pertahanan dan menyerang, dan membangun struktur kekuatan pertahanan udara yang dapat memenuhi persyaratan operasi yang terinformasi.

Angkatan Udara PLA akan meningkatkan kemampuan peringatan strategis dini, serangan udara, pertahanan udara dan rudal, penanggulangan informasi, operasi udara, proyeksi strategis dan dukungan yang komprehensif.

Sistem pertahanan udara modern China mencakup sistem pertahanan rudal permukaan-ke-udara HQ-9 TEL (Transporter Erector Launcher), HQ-12 dan HQ-6.

Sistem ertahanan rudal permukaan-ke-udara HQ-9 ditampilkan dalam parade militer untuk perayaan V-Day adalah rudal pertahanan udara jarak menengah dan jarak jauh yang difokuskan untuk menjatuhkan berbagai jenis pesawat dengan ketinggian maksimum.

Sistem rudal permukaan-ke-udara HQ-12 adalah rudal sistem pertahanan udara ketinggian medium hingga ketinggian maksimum yang dirancang secara independen oleh China. Sedangkan sistem rudal pertahanan udara HQ-6 adalah generasi baru terminal peralatan senjata pertahanan udara yang dilengkapi dengan rudal presisi tinggi yang mampu menghadang rudal ataupun pesawat musuh, karena dilengkapi laju pembakaran tinggi dari senjata anti-pesawat.

Sistem pertahanan rudal permukaan-ke-udara HQ-9 TEL (Transporter Erector Launcher)

Sistem pertahanan rudal permukaan-ke-udara HQ-6

Sumber: Army Recon

Artikel Terkait :

  16 Responses to “Generasi Ke-3 Rudal Permukaan-ke-Udara China Siap Memasuki Layanan Bersama PLA”

  1. Test

  2. Kapan nkri punya rudal jarak jauh… Skrg msh berkutat sj dirudal mini murahan yg dipanggul

  3. Jauh sekali dg negara kita..kalah telak..

  4. Selamat pagi rekan2 warjag. Selamat beraktivitas. Semoga keberuntungan selalu menyertai kita. Saatnya mulai kerja.
    Ayo…kerja…kerja…kerja
    Salam damai Tax Amnesty. 🙂

  5. Komen ku kok ilang.? Weeeleehhh…. 🙁

  6. utk mslh harga diri & kemandirian bangsa, China boleh di’jd’kan contoh…

    Negara KW ( kata’x yg suka komen” negative ) ini slalu ber’usaha tnp mengenal lelah….

    Ciaaa’Yoooooo……

  7. wih dah generasi 3 aja

  8. Kurang gahar meski sampai generasi ke 10, jika dibandingkan dgn punya russia, ini tdk ada apa2nya alias ga gahar sama sekali…rudal hanud terbaik saat ini adalah s300 atau antley 2000, s400 triumph dan s500 sky monster…jika indonesia jd pilih hq 16 atau sky dragon utk rudal hanud jadak sedang, itu pembelian yg salah besar bahkan trkesan trlalu dipaksakan dan mungkin jg ada blantik dr pembelian tsb spt pembelian su 35 yg ada blantiknya…

  9. Patut di pertimbangkan untuk di beli tni..?

    • Memang perlu pembenahan dalam pengadaan alutsista … meskipun kurang gahar, jika itu bisa menjadi lompatan teknologi yang signifikan buat bangsa ini melalui TOT, kenapa tidak?

  10. bah kalo kita hnya punya oerlikon swiss utk jarak pendek….gk usa mimpilah beli s300 apalagi s400 triumph,punya hq china ini aja uda sgt bagus buat kita

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)