Mar 162017
 

Georgia kemungkinan akan menggantikan 12 unit armada jet tempur Su-25 dengan drone tempur setelah Rusia menolak untuk memberikan suku cadang pesawat tempur tersebut seperti dilansir oleh Defense World.

Armada Su-25KM “Scorpion” Georgia akan diganti dengan drone tempur.

Georgia membeli armada pesawat tempur Sukhoi Su-25 tersebut sebelum terjadinya perang tahun 2008 dengan Rusia. Rusia menyerbu tetangga di sebelah selatan Georgia dengan menyerang pertahanan pasukan separatis di Selatan Ossetia.

Kedua negara telah memutuskan semua hubungan diplomatik saat itu dan hingga kini belum membuka kembali hubungan mereka, meskipun perdagangan untuk beberapa komoditas telah dimulai kembali.

Komoditan, sudah pasti tidak termasuk persenjataan, mengingat bagaimana musuh seperti Georgia akan menggunakan persenjataan tersebut untuk melawan Rusia, menurut Eurasia Net awal bulan ini mengutip pernyataan Brigjen Vladimir Chichibaia.

Hanya satu dari 12 unit jet tempur Su-25 yang layak terbang baru-baru ini karena pemasok suku cadang yaitu Rusia telah menolak untuk memberikan suku cadang kepada Georgia.

Rusia dan Georgia menggunakan jet tempur Sukhoi Su-25 dalam konflik yang terjadi pada tahun 2008 lalu, dengan keduanya mengklaim saling menghancurkan beberapa Su-25.

“Keputusan untuk beralih dari pesawat tempur menjadi drone tempur merupakan sebuah pengakuan bahwa arsenal Georgia tidak akan memiliki peluang untuk konfrontasi lebih lanjut dengan Rusia”, kata Brigadir Jenderal Vladimir Chichibaia.

  8 Responses to “Georgia Akan Gantikan Armada Jet Tempur Sukhoi Su-25 dengan Drone Tempur”

  1. Good morning..

  2. Pesawt jadul.

  3. Makanya Indonesia juga harus berhati-hati menjual persenjataan ke Singapura, Australia, papua Nugini, apalagi Malingsial, siapa tahu jadi senjata makan tuan….

  4. indonesia kapan nyusul

  5. Beli aja murah gan, up grade lagi

  6. Kok gak beli pesawat ke anggota NATO aja, kan Georgia sekarang merapat ke Uni Eropa!

  7. georgia yg menyerang separatis di ossetia selatan
    rusai datang membantu separatis

 Leave a Reply