Dec 182016
 


Boris Satovsky mengatakan bahwa berkat kemajuan teknologi, saat ini sedang diproduksi sebuah jenis senjata yang benar-benar baru, termasuk yang didasarkan pada manuver unsur-unsur hipersonik.

“Berkat karakteristik teknis yang luar biasa, sistem tersebut akan dapat menembus hampir setiap sistem pertahanan rudal yang ada saat ini, sehingga memastikan paritas strategis militer global dalam 30 hingga 40 tahun ke depan”, kata Boris Satovsky.

Menurut laporan media, tahun ini Rusia telah 2 kali melakukan uji glider hipersonik yang dimaksudkan untuk menggantikan hulu ledak tradisional dengan rudal balistik antarbenua generasi baru, termasuk diantaranya rudal ICBM Sarmat.

Dalam sebuah wawancara dengan RIA, pakar militer Boris Litovkin mengatakan bahwa setelah memasuki atmosfer, kendaraan ultra-manuver hipersonik akan mampu mengalihkan sasaran selama penerbangan sehingga membuat mereka akan sangat sulit untuk dicegat.

Pesawat hipersonik dapat meluncur lebih dari 5 kali kecepatan suara, atau 330 meter per detik.

Lembaga Pendanaan Riset Masa Depan didirikan pada 2012 untuk mensponsori penelitian dan pengembangan ilmiah berisiko tinggi untuk studi pertahanan yang dapat memberikan terobosan dalam teknologi pertahanan Rusia.

Lembaga tersebut saat ini sedang mengerjakan lebih dari 50 proyek glider balistik dengan kemampuan manuver hipersonik di lebih dari 40 laboratorium di universitas-universitas terkemuka Rusia, serta lembaga penelitian ilmiah dan perusahaan pertahanan.

Sumber: Sputniknews

Artikel Terkait :

  8 Responses to “Glider Hipersonik Rusia Bakal Melaju Dengan Kecepatan 5 Mach”

  1. wow

  2. 30 – 40 th kedepan mugkin sistem pertahanan akn lbh d dominasi dgn real gun atau jg dgn laser weapon, ap iy senjata ini bnr2 bs sangat sulit di jatuhkn…

  3. Sistem rudal pertahanan udara cuma bisa mlongo gak bisa ngejar krn saking cepetnya.

  4. “Pesawat hipersonik dapat meluncur lebih dari 5 kali kecepatan suara, atau 330 meter per detik”

    330 meter/detik itu mach 1 kan om?

  5. gak akan kepakai tuh senjata..keburu djajal keluar.semua teknologi kembali kejaman batu

  6. Luar biasa… sepertinya dalam hal mengecoh radar selain kecepatanya juga cara kerjanya… ditembakkan ke luar atmosfir dulu lalu kembali masuk atmosfir jatuh vertikal ke sasaran yang dituju…jadi arahnya memang tidak terbaca oleh radar

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)