Jul 102016
 

Gripen NG merupakan penyempurnaan dari seri Gripen sebelumnya. Pesawat Gripen NG rencananya bakal masuk proses produksi tahun 2018 dengan total produksi 96 unit, dimana 60 unit untuk ( AU Swedia ) dan 36 Unit ( AU Brasil ) dan masih ada kemungkinan untuk bertambah mengingat Saab saat ini juga sedang menawarkan pesawatnya ke Indonesia, India dan malaysia.

Perusahaan pertahanan dan keamanan Saab melansirkan Gripen NG, pesawat tempur generasi terbaru. Mempunyai kapabilitas lebih dari versi Gripen sebelumnya, Gripen NG memiliki peningkatan secara signifikan pada sistem avionic. Kemampuan untuk membawa lebih banyak senjata dan meningkatkan performa jangkauannya, dimungkinkan dengan mesin yang lebih bertenaga dan kemampuan membawa lebih banyak bahan bakar. Gripen NG dilengkapi dengan sensor canggih dan terintegrasi dengan radar Active Electronically Scanned Array ( AESA ), Infra-Red Search and Track ( IRST ), perangkat Electronic Warfare ( EW ), dan teknologi datalink. Yang saat digabungkan dapat memberikan pilot dan pasukan yang bekerjasama memberikan informasi yang tepat setiap saat.

Dengan adanya perubahan dari seri belumnya membuat Gripen semakin superior walau hanya sekelas Medium Fighter. Jika kita melihat dari sisi yang berbeda mengenai Gripen NG dengan segala keunggulannya bisa menjadi modal yang baik untuk menambah pengetahuan ilmuwan kita di bidang pesawat tempur. Dan bukan hal tidak mungkin bisa menyamai atau bisa lebih dari korea selatan. Keunggulan yang ada didalam gripen bisa dimanfaatkan untuk diterapkan di IFX yang sedang kita bangun. Berikut keunggulan yang ada di Gripen NG yang bisa diterapkan di pesawat IFX.

FUEL-TANK
Adanya perubahan tangki bahan bakar dan tambahan External fuel-tanks yang membuat jangkauan Gripen NG lebih jauh sehingga membuat bobotnya pun bertambah dari seri sebelumnya. Untuk External Fuel-Tank Gripen NG menggunakan Drop Tank, tidak seperti Typhoon atau F-16 Viper yang lebih memilih menggunakan Conformal Fuel Tank ( CFT ). Kelebihan Drop Tank adalah ketika tangki sudah tidak memiliki fungsi atau kosong, drop tank bisa di lepas diatas udara untuk mengurangi beban dan meningkatkan performa serta manuver pesawat tempur, dimana untuk CFT hanya bisa dilepas didarat. Dengan adanya 2×450 galon + 1x drop tank 300 galon membuat daya jangkau Gripen NG hingga 2.485 mi ( 4.000 km ) dan combat Radius 1500 Km.

Sistem internal tank pesawat Gripen

Sistem internal tank pesawat Gripen

COCKPIT GRIPEN NG

Cockpit Gripen NG

Cockpit Gripen NG

Cockpit Info Global untuk IFX

Cockpit Info Global untuk IFX

Gripen NG memiliki cockpit digital dengan 3 Display multi-fungsional yang besar ( MFD ) termasuk beberapa layar 3D. Cockpit juga dilengkapi Hands-On-Throttle-And Stick ( HOTAS ) yang memberikan nilai lebih untuk pilot. Cockpit berlayar 3D dalam 1 layar menjadi standar untuk pesawat Gen-5 seperti F-35, J-20 dan Pak fa, yang dapat memudahkan visual pilot menerima informasi dalam 1 layar. Info Global sebagai perusahaan lokal yang sudah berpengalaman dalam pembuatan cockpit pesawat pernah menampilkan Prototipe Cockpit pesawat IFX, mengenai kemampuan dan detail Cockpit ini pihak Info Global belom bisa bicara banyak dan masih butuh penyempurnaan. Di sisi lain PT LEN bisa menjadi pilihan untuk menerima Transfer Teknologi hasil dari kerjasama dengan Saab. Dengan adanya TOT dari Gripen bisa membantu Info Global / PT LEN untuk memenuhi komponen lokal yang ada di IFX.

PERSENJATAAN GRIPEN NG
Adanya 10 Hard point ( 3 under Fuse lage + 4underwing + 2 Wingtip for SRAAMs + 1 ECM / Targeting POD ) di Gripen NG dan Variasi rudal yang mampu dibawa sesuai kebutuhan user menjadi salah satu kelebihan Gripen NG. Gripen NG mampu membawa rudal udara ke udara IRIS-T Missile dan rudal Meteor untuk pertempuran jarak jauh. Pesawat ini juga memilki fleksibilitas untuk dilengkapi rudal Sidewinder dan A-darter.

Rudal Meteor: Range 100-300 km, kecepatan 4Match.

Rudal Meteor: Range 100-300 km, kecepatan 4Match.

Gripen E juga dapat diintegrasikan dengan sejumlah senjata udara-ke – permukaan termasuk Mk82 , Mk83 dan Mk84 bom , bom dipandu laser seperti GBU – 12 , GBU – 16 dan GBU – 10 , dan bom canggih seperti GBU -49 dan GBU – 39 . rudal udara-ke – permukaan seperti RBS15F ER , TAURUS Taurus KEPD 350 , AGM – 65 Maverick , dan MBDA dual -mode Brimstone ( DMB ).

Rudal Taurus KEPD 350: Range 500 km, Speed 0.8-0.95 Mach

Rudal Taurus KEPD 350: Range 500 km, Speed 0.8-0.95 Mach

Banyaknya variasi rudal yang dibawa menjadi kelebihan tersendiri buat Gripen NG. Dengan banyaknya pilihan bisa membantu User untuk menggunakan rudal sesuai kebutuhan. Ditambah lagi dengan adannya peningkatan kemampuan untuk membawa rudal meteor menjadikan Gripen NG mampu melumpuhkan musuhnya dari jarak jauh. Sejauh ini belom ada pernyataan resmi dari Korsel mengenai persenjataan dan rudal apa saja yang bisa dibawa oleh IFX terutama untuk kemampuan BVR. Sulitnya persetujuan dari pihak AS untuk Indonesia mendapakan rudal AIM-120 AMRAAM, rudal meteor yang jauh lebih superior bisa menjadi alternatif dan menjadi faktor pembeda jika nantinya KFX hanya menggunakan AIM-120 AMRAAM. Dengan adanya Gripen NG menjadikan media transisi TNI untuk bisa terbiasa jika IFX menggunakan rudal meteor.

RADAR, SENSOR DAN KOMUNIKASI
Gripen NG sudah menggunakan radar AESA Selex ES-05 Raven hasil kerjasama saab dengan Selex ES yang dipasang di hidung pesawat. Selex ES ikut berpartisipasi dengan Gripen NG pada tahun 2009 untuk membantu SAAB mengembangkan Radar Raven ES AESA. Hal ini diikuti dengan pemilihan sensor Skyward-G IRST dan IFF System pada tahun 2010. Dengan Radar Selex ES-05 Raven yang mampu berputar 360 derajat memberikan kelebihan radar ini untuk menyediakan bidang sudut pandang hingga 100 derajat, dimana radar AESA umumnya merupakan jenis Fix-Radar yang mempunyai sudut pandangterbatas hanya 60 derajat.

Skyward-G IRST secara diam-diam mampu mendeteksi ancaman pada jarak melampaui visual, tanpa tergantung pada emisi aktif ( Radar ) yang bisa mengetahui posisi pesawat musuh secara intens. Dengan IRST, sebuah gripen dapat mendeteksi dan melacak target musuh, termasuk pesawat terbang, kapal angkatan laut dan kendaraan darat.

Radar AESA SELEX ES -05 Raven dan Skyward-G IRTS Sensor

Radar AESA SELEX ES -05 Raven dan Skyward-G IRTS Sensor

Rafael’s Litening III Laser designation POD ( LDP ) terpasang di Gripen NG untuk menyerang target darat menggunakan bom berpandu laser. LDP juga terintegrasi dengan Forward Looking Infrared (FLIR) sensor dan Charge-Coupled-Device ( CCD ) Camera.

BRITECLOUD JAMMER
Untuk memberikan perlindungan yang maksimal, Gripen NG menggunakan Brite Cloud Jammer. BriteCloud adalah Jammer mandiri Digital Radio Frequency Memory ( DRFM ) yang dirancang untuk melindungi jet tempur dari ancaman kompleks seperti rudal RF-berpandu dan Fire Control Radar. Sebagai perangkat off-board Jamming, BriteCloud menghindari Home-on-Jam dan memungkinkan menempatkan jarak yang signifikan antara BriteCloud dengan Pesawat setelah meluncur, sehingga meminimalisir resiko rudal yang dilepaskan musuh meledak dekat dengan pesawat.

BriteCloud Jammer

BriteCloud Jammer

NETWORK CENTRIC WARFARE
Inti dari Network Centric Warfare adalah penggunaan dan penyebaran informasi untuk memperoleh keunggulan di medan perang. Pada perkembangannya beberapa negara maju sudah menerapkan sistem ini untuk meningkatkan efektivitas pencapaian misi dalam mengambil keputusan dan tindakan dengan cepat. Sudah waktunya indonesia menerapkan sistem Network Centric Warfare untuk mempermudah pengamanan dan yang efesien dalam melindungi NKRI. Dengan adanya Network Centric Warfare, mempermudah TNI memberikan sistem informasi yang terintegrasi untuk kesadaran situasional yang luar biasa, Real time ketersedian informasi untuk semua unit yang terhubung dan efesien karena sistem baru dapat ditambahkan dengan mudah secara online ke jaringan.

Royal Thai Air Force Network Centric Based on Saab ( Example )

Royal Thai Air Force Network Centric Based on Saab ( Example )

Untuk membuktikan kemampuan Network Centric Warfare berjalan dengan baik, harus dilengkapi dengan komunikasi data yang canggih, dual data link , satelit militer dan link video on -board sensor , di kombinasi dengan HMD / NVG , sehingga memberikan kemampuan untuk mendeteksi dan menghancurkan berbagai target , bahkan di malam hari atau dalam kondisi cuaca buruk. Indonesia sedang dalam tahap pengadaan untuk satelit militer tahun 2019. Adanya kerjasama dengan Saab dapat membantu indonesia untuk mewujudkan sistem pertempuran perang modern yang ter up date sesuai perkembangan jaman. Pembelian Gripen NG mau tidak mau membuat Indonesia harus menerapkan Network Centric Warfare untuk memaksimalkan peran Gripen NG dan membantu melindungi baik di darat, udara maupun laut Indonesia secara efesien.

MESIN
Gripen NG menggunakan mesin GE F414-GE-39E yang dikembangkan kembali oleh Saab yang memiliki daya Thrust 22.000 lb ( 98 KN ), 14.000 lb ( 64 KN ) tanpa afterburner dan memiliki kecepatan Maksimum hingga 2.130 km/jam ( 2 Mach ). Hasil pengembangan mesin GE F414 oleh Saab memungkinkan terbang dengan kecepatan supersonik tanpa menggunakan afterburner, sehingga menghemat lebih banyak bahan bakar dan memungkinkan untuk tinggal lebih lama di udara.

Mesin untuk pesawat tempur Gipen

Mesin untuk pesawat tempur Gipen

Mesin GE- F414 yang digunakan Gripen NG merupakan varian mesin yang sama yang akan di gunakan oleh IFX. Dengan adanya kesamaan varian mesin lebih memudahkan indonesia dalam perawatan dan dengan pengalamannya Saab dalam mengembangkan mesin pesawat bisa membantu indonesia untuk mengembangkan mesin pesawat tempur yang sesuai dengan karakteristik geografi Indonesia.

Karena bobotnya yang kecil banyak orang yang meragukan Gripen NG, tanpa disadari dibalik bobotnya itu ternyata tersimpan banyak teknologi mumpuni yang dapat menggetarkan lawan. Bobotnya yang kecil juga membantu RCS nya terlihat lebih kecil pada saat terlihat di radar. Saab mencoba memaksimalkan kemampuan Gripen di seri terbarunya untuk menutupi kekurangan dari seri sebelumnya. Gripen NG memang bukan pesawat Heavy Fighter, tetapi dari peningkatan kemampuan terbarunya sebagai pesawat multirole masih bisa diandalkan di medan pertempuran dan bisa menjadi tandem pesawat Heavy Fighter. Isu kemampuan Gripen C/D Thailand yang mampu mengalahkan SU-27 China bisa menjadi perhitungan. Walaupun masih diragukan kebenarannya, setidaknya sejauh ini belom ada sanggahan dari pihak China. Kemampuannya mampu dioperasikan dilandasan yang pendek, penambahan radar AESA berkemampuan BVR, perbaikan sistem Avionk, sistem komunikasi yang dapat diintegrasikan, sistem operasional dan perawatan yang lebih efesien terutama untuk patroli udara, ditambah dengan paket AWACS sebagai kepanjangan mata Gripen NG, menjadikan Gripen NG pesawat yang diperhitungkan. Dengan segala keunggulannya, Gripen NG cocok untuk mengcover wilayah barat Indonesia. Terutama di LCS yang mulai memanas, dimana Indonesia membutuhkan pesawat tempurnya untuk lebih banyak patroli udara untuk menjaga kedaulatannya.

Pilihan Indonesia terhadap Gripen NG bukanlah untuk menggantikan pesawat heavy fighter yang dimiliki indonesia, tetapi sebagai penunjang kemandirian Alutsista dalam negeri dan media transisi SDM Indonesia dalam pengetahuannya di bidang pesawat tempur. Dimana Indonesia sedang membangun pesawat tempur IFX Gen 4,5 hasil kerjasama dengan Korea Selatan. Untuk pesawat Heavy Fighter sendiri pemerintah sudah memilih ketertarikannya untuk mengakusisi Sukhoi SU-35. Karena Indonesia membutuhkan efek penggetar dikawasan untuk mengimbangi peta kekuatan tetangga-tetangganya yang sedang meng up grade alutsistanya. Dalam isu pembelian SU-35 Menhan Indonesia pernah menyatakan akan membeli pesawat selain SU-35 dengan F-16 Viper sebagai tambahan untuk menambah skuadron F-16 dan sempat santer pula mengenai pembelian pengganti Hawk yang sudah mulai tua akan digantikan dengan FA-50 Korsel. Sebagai pesawat tambahan skuadron baru atau pengganti Hawk, Gripen NG dengan kemampuan barunya adalah pilihan tepat ditambah dengan adanya Transfer-of-Technology ( TOT ) dibanding F-16 Viper dan FA-50 Korsel .

Oleh : AL

NOTE :
*) Saya bukan Sales Gripen, saya sama halnya dengan teman-teman disini sebagai pecinta militer Indonesia yang peduli dengan kemandirian masa depan Militer Indonesia.
**) Silahkan teman-teman meberikan sanggahan atau berdebat dengan santun jika ada yang kurang atau salah dengan artikel ini, dan artikel ini dibuat bukan untuk dibandingkan dengan Sukhoi Su-35. Tapi untuk menanggapi isu pembelian pesawat baru selain SU-35. Karena pemerintah sudah tepat menentukan pilhannya dengan memilih SU-35 untuk pesawat Heavy fighter.

  154 Responses to “Gripen NG Demi Kemandirian Pesawat Tempur Dalam Negeri”

  1. Bungkus, pake nambah ilmu

    • Andai saja uang kita banyak
      Su35 dan Gripen
      Kita bisa beli Su35 utk pesawat Heavy fighter & efek gentar & gripen untuk kemandirian.

      Bicara soal TOT apakah kalo kita beli pesawat hrus TOT pesawatnya, mungkinkah bisa yg lain, misal minta ajarin buat tank, ato rudal gitu.??

    • Promosiiiiiiiiii

    • Su-35 kemungkinan akan batal
      beberapa komponen penting tidak diperbolehkan dimiliki Indonesia
      Ada desakan China agar Indonesia dapat KW-2 dengan menghilangkan beberapa komponen

      • @indonesia raya

        Contohnya komponen apa yang dihilangkan bung….?

        Tapi jangan bilang kursi lontar lho…nanti ada yang bersorak kegirangan

      • Sotoy.. Memangnya antara kita sm China sudah resmi bermusuhan, kl musuhan knp masih punya hubungan diplomatik dan hubungan dagang dgn volume perdagangan bermilyar-milyar dollar? Trs Rusia memangnya mau didikte sm China soal kualitas alutsista yg dijualnya, apa Rusia mau ngambil resiko di-complain sm customernya cm demi China?

        Kl gitu doang sy juga bs ngomong: beli Gripen jg ada kemungkinan akan ada beberapa komponen penting tidak diperbolehkan dimiliki Indonesia atas desakan Amerika agar Indonesia dapat KW-2 dengan menghilangkan beberapa komponen :p

    • Gripen mau nggatiin siapa?
      Heavy Figter udah pasti diisi keluarga Shukoi
      Midle Diisi Oleh Keluarga F16 untuk mengisi sebelum KFX selesai
      Light akan diisi oleh T50/FA 50 yang berfungsi juga untuk melatih pilot baru

      pemilihan berdasarkan juga karena faktor politik dan untuk menyederhanakan faktor logistik

    • Bung AL,
      Benang merah artikel Bung adalah “TOT Gripen support untuk IFX” . Ini agak dilluar PAKEM sales Gripen selama ini yaitu BINASAKAN IFX untuk Gripen.

      Jika memang NIAT anda untuk mendukung IFX, apakah perlu kita harus TOT Gripen? Kenapa kita tidak fokus saja TOT langsung ke teknologi-teknologi pendukung IFX yang secara partial cukup banyak pilihan di luar SAAB dan murah jika dihitung per bagian, bukan Satu Utuh TOT Gripen?

      Satu lagi KATA KUNCI kenapa kita tetap memilih IFX dengan opsi Avionic dan Data Link sendiri (kata Dirut PT DI) , adalah kemampuan IFX untuk nantinya “ngobrol” dengan Sukhoi dan tentunya posibility memasang rudal standard NATO dan Rusia.
      Dengan kemampuan kita develop sendiri sistem avionic dan data link sendiri ini, maka NCW inclusive produk Nasional sudah di depan mata.
      Kemampuan kita menggabungkan datalink barat-timur itulah satu-satunya “DETEREN” kita yang sebenarnya.

      Dengan NCW produk SAAB maka kita menjadi “telanjang” di mata NATO.

      Anda bilang di salah satu Komen bahwa PT DI TOT CFT Typon karena merasa IFX tidak sesuai speck dengan wilayah indonesia yang Luas ?? hmmmm ….. bagaimana mungkin double engine bisa lebih inferior dibanding single engine (Gripen) ? Bukannya pemilihan double engine KFX/IFX adalah berkat masukan dan permintaan Indonesia karena faktor geografis dibandingkan Korea yang sebenarnya lebih memilih single Engine ?

      • Uraian yg pas bung Senopati
        Fabulous

      • komen yang menyegarkan @bung SP

      • @Bung Senopati panungkas
        Saya memang bukan sales gripen,, saya cuma coba mengambil sisi positif dari penawaran gripen karena mulai adanya statement utk penambahan f-16 dan FA-50.. yang menurut saya pembelian yg mubazir.. dimana kedua pesawat ini merupakan single engine dan tidak memberikan kontribusi yg berarti buat kemandiriian bangsa ini..

        Kalo bung@SP melihat kasus brasil sampai deal dgn gripen,, semuanya berawal dari keinginan brasil mengembangkan F-X2 fighternya.. didalam perjanjian, saab bakal membantu mengembangkan pesawat trsebut dgn memberikan TOT kpd brasil.. hal yg sama coba ditawarkan saab ke india utk mengembangkan Tejas..dengan adanya penawaran gripen, setidaknya pengetahuan yg kita dapat bisa memberikan kontribusi lebih terhadap KFX yg dlm prosesnya akan ada banyak hal2 yg bakal menjegal proyek ambisius ini.. proyek kfx sempat tertunda karena perubahan politik di korsel dan beberapa ilmuwan kita sempat dipulangkan.. lantas kita harus menunggu? Membuang-buang waktu begitu saja? Perjalanan IFX kita msh panjang bung, lebih baik kita isi ilmuwan kita dgn pengetahuan yg bermanfaat dibanding harus menunggu.. saya pun ga akan setuju mengakusisi gripen kalo ga bisa memberikan apa2 buat kemajuan bangsa ini.. efek buat pt DI pun lini produksinya semakin sibuk.. sambil mengisi kekosongan IFX,, kita sudah mempersiapkan SDM kita pas pesawat IFX datang.. setidaknya kita sudah jauh lebih maju kalo proyek IFX ini molor,, PT DI pun masih bisa menyambungkan nafasnya dgn adanya Gripen NG..

        Bung@SP, dalam proyek IFX blok 1 kita belom bisa bicara banyak.. spek yg ada di ifx blok 1 lebih kpd apa yg korea mau.. sisi positifnya kita bisa belajar design, aerodinamis hingga proses pesawat tempur menjadi sebuah prototipe.. di IFX blok 2 indonesia baru bisa mengembangkan pespurnya.. bagaimana kita mau bereksperimen,, sementara barang yg kita buat eksperimen dlm hal ini avionik & datalink yg bung maksud belom ada wujudnya.. disisi lain kemungkinan besar jg bakal banyak pertentangan dari pihak korea jika kita bereksperimen di ifx blok 1 yg hanya bakal menghambat proyek ini.. saya lebih setuju biarkan proyek IFX tetap berjalan, sambil kita bereksperimen agar sukhoi dan pespur barat yg kita punya bisa berkomunikasi melalui bantuan Saab dgn Gripen NG.. sambil kita menyiapkan platform utk ifx blok 2.. toh ga ada ruginya bung, selain pesawat kita bertambah Gripen NG pun bisa menjadi kuda hitam disaat trjadi caos dgn tetangga, yg selama ini banyak orng meremehkan kemampuannya..

    • Bung AL,
      Bagaimana bisa anda begitu OPTIMIS jika IFX gagal/delay dan disisi lain begitu optimis GRIPEN lancar car?
      Yg bikin IFX gagal yaaa kayak gripen ini, ditengah jalan menggerogtoi sdm dan financial kita.
      Ingat gripen baru sertifikasi tahun 2018 dan mulai produksi 2019 utk swedia, brasil dan skandinavia. Jatah kita jika join paling juga 2023an + persiapan infrastrukturnya 2 tahun jadinya 2025 baru klihatan hasilnya.
      Swedia akan memulai big project bukan hanya utk dia saja, tetapi mirror produksi /TOT utk 2 sd 3 negara yg berbeda, sungguh luar biasa SDM SAAB disana?
      IFX akan fokus antar 2 negara korsel dan Indonesia, tahun 2019 diharapkan prototype akan selesai, jikapun delay dan testing 4 tahun (sama dengan gripen NG) kita akan mulai produksi 2023an.
      Infrastruktur ifx saat ini sudah dicicil di PT DI (hangar perakitan dan metalurgi/titaniuim).
      Jadi sekali lagi saya bilang dan nasionalisme saat ini yang bicara :
      1. Kita pilih gripen 2025 dengan totally kita adopt NCW dan datalink barat, artinya sukhoi kita bakal useles.
      2.kita pilih ifx 2023 dengan posibility data link ke sukhoi dan standard rudal barat dan timur dan NCW nasional yg aman n secure?
      IFX 2 posible to stealth karena konsep internal weapon bay sdh dirancang dari awal.
      Gripen dengan tambahan drop tank yg Setahu saya akan sangat menambah RCS dan mengurangi pay load.

      Lain kali akan kita bandingkan aple to aple spektek ifx sehingga kita tidak akan kalah sebelum bertanding.

      • kesimpulannya menurut saya, bung AL lebih menyoroti pengadaan F16 Viper dan FA50 untuk diganti dengan Grippen NG, dan bung SP lebih fokus ke Datalink antara IFX—Sukhoi dan pespur Barat…
        apabila Grippen yang terpilih, bukan Viper dan FA50, maka waktu pengadaannya akan lebih molor lagi mengingat antrian yang disebutkan di atas, lihat bukti pengadaan FA50 Pinoy dan T50i TNI semua tidak perlu waktu lama, klo Viper saya masih sangsi sih melihat pengadaan Apache dan F16 ‘doyok’ TNI…
        saya pribadi berkesimpulan pengadaan Viper dan Grippen NG mungkin bisa diadu lagi, mengingat masa pengadaan membutuhkan waktu yang tidak sebentar, sedangkan FA50 wajib tetap harus diteken karena Hawk kita sudah usang, pengadaannya lebih cepat dari viper maupun grippen, selain itu airframe Hawk sudah mulai Osteoporosis..

        #belajarKomen

        • • Untuk HEAVY FIGHTER pengganti F5 TIGER II :
          SU-35 pilihan terbaik.
          • Untuk MEDIUM FIGHTER pengganti HAWK 109/209 :
          FA-50 pilihan yg tepat jika inti dari artikel anda ini membahas proyek prestisius IFX.

          Catatan :
          Sy setuju dgn bung SP :
          IFX 2 posible to stealth karena konsep internal weapon bay sdh dirancang dari awal.
          (Gripen dgn tambahan DROP TANK yg akan sangat menambah RCS & mengurangi PAY LOAD.

      • Bung SP
        Saya tidak bilang proyek ini gagal, tp kalo kemungkinan Delay ya.. tolong jng disalah artikan.. karena yg saya tulis justru agar proyek IFX tetap berjalan, saya ga peduli kalo seandainya KFX gagal..

        Gripen NG mulai produksi thn 2018.. makanya dari tahun 2015 SDM brasil sudah di kirim ke swedia utk menyerap TOT agar 2018 sudah bisa bisa digenjot utk proses produksi Gripen NG.. sedangkan protipe IFX paling cepat 2021( kalo ga delay) dan butuh beberapa prototipe utk penyempurnan hingga thn 2026.. bahkan bisa jd thn 2032 baru produksi.. butuh waktu 15-20thn bung paling cepat utk membuat pesawat tempur..itu kabar tahun brp bung 2019 prototipe jadi?

        http://pesawattempur.com/read/79/Tahun_2021_Indonesia_Terima_Prototipe_Pesawat_Tempur_KFXIFX

        Kalo jd akusisi Kemungkinan tahun 2019/2020 pesanan indonesia sudah di produksi paling cepet.. butuh waktu 2-3 tahun untuk menyerap TOT,, kemungkinan tahun 2022/2023 indonesia sudah bisa produksi Gripen NG di dalam negeri.. bung SP,, kan udah ada TOT.. ngapain banyak2 swedia naro SDMnya di setiap negara?? Justru yg saya bingung dgn pernyataan bung SP mengenai menggerogoti SDM?? Dgn 6 unit pespur. Gripen produksi di PT DI anda bilang menggerogoti? Padahal menambah jam terbang dan line produksi PT DI.. berarti F-16 dan FA-50 pun anda bilang menggerogoti financial.. kalo dalam artiannya seperti itu mending ga usah beli pesawat tempur bung..

        Bentuknya yg kecil dibanding peawat lain membuat RCS gripen pun menjadi kecil.. bentuk drop tank yg menyerupai rudal tidak trlalu banyak pengaruh trhadap RCS.. utk kelebihan drop tank udah saya jelasin di artikel..

        Tidak perlu dibandingkan bung, karena beda konteks.. saya membuat artikel ini bukan utk membandingkan gripen dgn IFX,, tp untuk mendukung IFX..

      • @senopati pakpungkas

        Sejak kapan pt.di menangani bidang metalurgi/titanium?

  2. Hokyaaa

  3. ambil semua, termasuk yang ini pak,

  4. yang sukak Sukhoi TOT, coba dong bawa sini web-site resmi-nya supaya bisa diadu apple to apple.

    • Gripen E 3D animation, http://www.youtube.com/watch?v=txxMuBwmCIU
      The revolutionary inside of the Gripen E fighter

      _____
      (360 Video) Saab Unveils the New Gripen E, http://www.youtube.com/watch?v=lX9pr7eoJMg
      To get the best experience from the 360 videos, you need the latest version of Chrome or Firefox on your computer. On mobile devices, use the latest version of the YouTube app for Android or iOS to get the Virtual Reality option.

      The moment when we unveiled our next generation fighter, Gripen E. Enjoy in 360 video

      ____
      True Collaboration – Episode 4: Technology transfer, http://www.youtube.com/watch?v=qZ8Lx28wf1U

      The acquisition of 36 Gripen NG to equip the Brazilian Air Force includes extensive technology transfer to Brazil. Over 350 Brazilian specialists will be trained in Sweden for periods of up to 2 years before returning to Brazil to use their new knowledge and skills. This series tells the story of five of these pioneers. The hearts and minds behind the Brazilian Gripen.

      Episode 4: Technology transfer
      Get to know the impressions of our Brazilian pioneers about how Saab’s history and experience are essential to the process of technology transfer and its importance for the Brazilian aeronautics industry.

      ____
      ESTL Countermeasures Pod, http://www.youtube.com/watch?v=-pw6ONziyJg
      Missile countermeasures are a prerequisite for defeating incoming threats. Saab offers the ESTL, a timely and cost effective pod to add advanced countermeasure dispensing as well as state-of-the-art Missile Approach Warning (MAW) capability to fixed wing platforms with an interface for AIM-9 or AIM-120. ESTL is thus a highly effective countermeasures self protection pod for use on any fixed wing aircraft.

  5. Panjang yah ulasannya, tp rugi, ga bakal dilirik sm indonesia..sia2 aja jelasin panjang lebar!!,

  6. Good.. Indonesia perlu gripen u/ mengganti hawk series

  7. ini baru oke,jngan beli FA 50 /viper ndan,mending gripen aja buat nambah ilmu bikin pespur meski baru sekelas medium fighter nnti kan bisa di kombinasi si ifx nya,misal mau pakai 2 mesin,teknologi jammer dari rusia,persenjataan lebih banyak dll

  8. Setuju.. Lebih pilih gripen ng drpd fa-50 untuk pengganti hawk 100/200..
    Tp….
    Menurut petinggi au mereka tidak akan menambah pespur jenis baru.. Mereka akan menambah dari jenis yg sdh ada, sukhoi-f16-fa50/ta50..
    Hmmmmm….

  9. urusan su 35 aja belum kelar…………….

  10. “….Adanya kerjasama dengan Saab dapat membantu indonesia untuk mewujudkan sistem pertempuran perang modern yang ter up date sesuai perkembangan jaman. Pembelian Gripen NG mau tidak mau membuat Indonesia harus menerapkan Network Centric Warfare untuk memaksimalkan peran Gripen NG dan membantu melindungi baik di darat, udara maupun laut Indonesia secara efesien…”
    Betulkah sdh Ada kerjasama saab dng tni dlm bangun satelit militer?Dan apa maksud Dr statement pembelian gripen NG?sdh beli ato apabila membeli?(walau kemungkinan beli versi d/e daleman NG)

  11. IFX joss banget,,,,,

  12. Lebih siip Rafale

  13. Beli 1000 unit kumplit beserta senjata dan cadangan mesinnya.. Bayar cash ditempat!!

  14. Boro boro beli gripen ng.. Su 35 yg sejak jaman baheula diinginkan saja belum jelas juntrungannya.. Namanya jg Indonesia untuknurusan Negara pasti laaaaamaaaa paaanjaaaang prosesnya.. Cba urusan dapur secepat kilat beres..

  15. Jangan pikir panjang.. Beli sama pabriknya

  16. Setuju

  17. Excel2ent artikelnya bung admin tksh…pencerahan buat warjagers,so gak sukhoi minded terusss,yg ini(NG) ok koq dlm segala aspek! btw hari gini siapa sih yg mo perang?

    • @beni_es .Kalau mau damai ya harus siap perang bung.. Seperti pepatah” sedia payung sebelum hujan” masa mau negara damai wilayah utuh enggak kuatin militer.. Apa nunggu diserang dulu baru borong senjata? Sama aja nunggu kehujanan baru pakai payung

  18. kalo sebagai pesawat tempur utama intercept dan pemburu pesawat lawan tetep SU35, untuk pesawat tempur pendukung untuk penghancur kekuatan darat dan tempur ringan setelah kekuatan utama udara lawan di hancurkan saya tetep memilih FA-50, sudah cukup, bisa dibeli banyak, dan cukup untuk melumpuhkan drone ataupun helicopter lawan

  19. yang mau beli griphen itu lho siapa?????duite sopo???gak ada duit kok ngimpi ini itu

  20. Mendingan buat reverensi penganti hawk aja deh nie pesawat kalau mereka mau tot kenapa enggak diambil? Dari pada pesawat yang mau di incer tni itu enggak di kasih tot hayo itung” nambah ilmu bikin pesawat dari negara lain. Kalau bisa sih persenjataanya

  21. wah ternyata peswat cina rakitan semua, kmpnen su sebagian dtang dr israel, eropo juga

  22. Bukankah prototype pertama IFX akan mengudara pada 2020???Rasanya akan mubazir jika akuisisi dilakukan oleh pemerintah terhadap GRIPEN…Coba bayangkan jika pesanan swedia dan Brazil baru selesai 2018,trus kalo kita pesan,kapan selesainya???Sebaiknya kita bersabar menunggu sampai IFX benar2 mengudara,dan lagian untuk mengisi kekosongan medium fighter saya rasa Elbot masih mampu menutupi…cmiiw

    • @toraja

      Itu juga kalo gak delay atau tiba2 dijegal paman sam….

    • Protonya IFX saja belum ada, sudah dibilang mubasir, tarolah tetap terbang tahun 2020 tapi kan belum tentu langsung bisa operasional masih perlu pengujian beberapa tahun mungkin sampai 10 tahun stelah 2020 itu saja sudah termasuk lancar jaya itu.
      Kalau ambil Gripen NG pada 2019 itu sudah pas waktunya sebelum IFX operasioanl.

    • Thn 2021 kalo ga molor prototipe IFX jadi.. membuat pesawat tempur bukan hal yg gampang dan membutuhkan waktu yg lama.. untuk negara yg lebih maju dalam membuat pesawat tempur aja membutuhkan waktu 15-20 tahun.. India yang mempunyai budget besar dan ilmuwan yg lebih pengalaman di banding indonesia dan korsel sudah 30 tahun baru jadi sebatas prototipe masih jauh dari sempurna.. dgn adanya kerjasama 2 negara kemungkinan untuk tertunda sangat besar.. karena kondisi politik 2 negara yg dpt berubah2 dan berpengaruh sangat besar,, ditambah kondisi 2 negara dikawasan sedang memanas.. dgn adanya kerjasama diharapkan membantu ilmuwan indonesia menyerap hasil TOT dan mempercepat program IFX..

      Brasil di berikan beberapa item untuk mengerjakan Gripen NG,, apabila brasil bisa menyerap hasil TOT Gripen NG dgn cepat diharapkan mampu mempercepat proses produksi Gripen NG.. Hal yg sama jika ilmuwan Indonesia mampu menyerap TOT Gripen akan berpengaruh dgn proses produksi..

      • tot bukan bukan sekedar baca selesei.. semua tergantung sdm nya.. saya rasa sdm korea dan indonesia lebih baik dr india.. tetap fokus jgn terpecah pecah yg ahirnya gak jadi semua.. dan TNI saya rasa lebih tau itu.. kuasai dulu dasarnya.. indonesia sudah jalan yg tepat.. jgn sampai terlena ini itu malah gak jd semua ..
        masalah hasil tergantung sdm nya.. sy percaya korea dr pada india.. produk korea selalu istimewa gak tanggung2 spt produk india.. semua produk korea yg terbaik di kelasnya.. dan indonesia tau itu.. dan sama sekali gak salah kerja sama dg korea.. biarkan ifx jd dulu.. baru nanti bicara lebih.. jgn jg percaya 100% penjual.. brasil bukan membuat spt korea.. tp merakit spt pt DI.. dan yg pasti anggaran belanja tni bukan hanya untuk pesawat.. kapal laut kapal selam mbt dll jg butuh dana..
        setuju indonesia ambil fa50 dr korea.. uangnya bs masuk buat dana ifx kfx.. jd indonesia bs lebih fokus dan memberi kepercayaan lebih pd korea akan kerjasama pesawatnya.. jd bisa sama2 jalan.. kepercayaan adalah modal awal kerjasama.. dan itu yg di harapkan dr korea.. dan korea pun beli produk pt.DI supaya uangnya tetap berputar tdk keluar.. untuk pemerintah kalian sudah benar dan lanjutkan.. produk bagus semua bisa beli tp kemampuan dan kepercayaan bagus tdk bisa di beli..

        • Ini komen yg bagus… setuju sekali

        • Bagus kloning nick name David Gombak
          Dan siapapun anda Terima kasih uraian anda bagus

        • Bung david gombak
          Yang bilang TOT cuma sekedar baca selesai siapa?? Itu anda sendiri loh yg ngomong..
          Bukan saya meremehkan ilmuwan indonesia, tp memang pd kenyataannya india sudah lebih maju dlm hal pesawat tempur.. kalo pesawat komersil mungkin iya.. yang bilang ga fokus siapa bung? Justru ini utk membantu program IFX.. indonesia bukan anak emas AS seperti korea, saya mencoba memberikan alternatif disaat nanti terjadi kebuntuan.. bukan sudah trjadi kebuntuan baru mencari alertnatif,, apalagi birokrasi di indonesia bertele2 disaat menentukan pilihan..
          Lantas ifx memang kita ga merakit? Maaf bung, saya makin kesini melihatnya di program kfx kita dipandang tidak lebih dari pembeli.. keterlibatan kita sangat sedikit.. semuanya yg menentukan spek kfx korsel.. kita kaya cuma sebagai penonton di program kfx..
          Anggaran program kfx sudah ada.. TA-50 sbgai syarat TOT pun sudah dipenuhi.. ini kok tiba2 minta dibeli lagi??

          Setiap anggaran sudah ada posnya masing2 bung, coba anda cek lg anggaran MEF 2.. untuk tank, kapal tempur, kapal selam yg seperti anda sebutkan sudah ada..

  23. Se7…. Fa-50 12 biji, gripen ng 16 biji, f-16 viper 12 biji, su-35 8 biji+ t50-_pak fa 8 biji

  24. suruh indon society make constribute paling tak ya 500IDRx 200bilion people…great!dapatlah itu dana rumpit nak beli grifen biar cuma kit.saya hanya beri solusi.please jangan bergaduh.

  25. kalau para warjeger ingin berdebat ttg perbandingan SU-35 & Saab Gripen NG gabung sj ke forum analisismiliter.com krn di sana byk fanboy gripen

  26. Bung AL takut dibully sukhoi-lover…hihihihihi

    • Bukan takut bung@mabok sukhoi.. tp buat ngebatasin biar komentarnya ga ngalor ngidul.. ga cuma komen sukhoi strong,, tp bisa berpikir logis.. artikel ini saya buat juga sesuai judulnya untuk kemandirin bangsa ini.. setelah ada isu f-16 dan FA-50, menurut saya hal yg sia2 kalo jd akusisi 2 jenis pesawat ini..

      • sia sia dr mananya…
        alutsista lebih rumit dr politik kalau anda tau..
        itu pengambil kebijakan sudah menilai baik buruknya.. bahkan lebih dr yang anda tau..

    • sukhoi lover itu pencinta krupuk yah…..
      ho ho ho

  27. Borong.. Demi kmanditrian dan kekuatan udara nkri

  28. @bravo, koe ngomong opooooo….

  29. Beli burung bul bul aj..kasih batu biar musuh kl macam2 dijatuhin batu sm burung bul bul

    • wahahahaha…..putus harapan sangat indon satu nih…baiklah indonku! you wash my car ya n then i give u money oke….but before it wash my ass…wahahahaha….ups…saya lupa kita kan harus respecful ….

      • ngomong yang sopan lu,,,dapid gombak atau dapid goblok.

      • @david gombak, anda ini memang dungu, yang namanya beli persenjataan ya tidak perlu dipublikasikan, indonesia ini harus dan sudah ada pembelian dan rencana pembelian lagi sampai pembuatan persenjataan yang baru dan modern termasuk pesawat tempur karena kalau diberitakan akan banyak negara yag berusaha menjegal karena mereka menganggap indonesia adalah ancaman negara negara itu yaitu malaysia, singapura, australia dan negara lainnya, mereka tahu indonesia mempunyai tentara yang kuat kalau pesawat tempur indonesia juga kuat maka bisa dibayangkan semakin besar ancaman kepada mereka, pelemahan terhadap indonesia sudah terjadi sejak jaman presiden soekarno, kalo indonesia lemah maka mereka dengan mudah akan mengambil alih pulau di indonesia yang banyak karena mereka berdekatan dengan indoesia padahal indonesia sendiri tidak ada niat untuk menyerang mereka hanya defensive, tapi jangan coba coba menyerang indonesia atau mengambil alih wilayah indonesia lagi karena dulu dan sekarang peralatan tempur kami jauh lebih maju dan kuat, taktik yang dipakai negara kami berbeda dengan negara lain yang selalu pamer kekuatan, disamping itu indonesia banyak pulau untuk bisa menyusun kekuatan kembali, jika dalam keadaan darurat berapapun dana untuk beli alat tempur pasti akan ada dan sekarang adalah darurat, jangan pernah menyamakan indonesia dulu dan sekarang, indonesia dulu hanya berjalan kalau sekarang indonesia berlari mengejar ketinggalan, ada negara lain dulu kecil tapi sekarang kuat dan disegani anda bisa belajar dari itu

      • Jilat pantat emakmu lon ntar ane kasih ente kongkek pantat kambing !!…

        😀 😀 😀

      • @DAVID GOMBAK, wish u’ll die soon! go to hell! Kehidupan lu ga guna di dunia, hanya mjd provokator kacangan! Indonesia-Malaysia tdk akan bergaduh krn provokator bau tai ky lu!

      • Monyet lu!!!!

  30. Halah indonesia RA DUE DUET… NEGARA WAYANG APA YANG DIHARAPIN.. su 35 aja MBULET kayak KENTUT…

  31. ternyata Mesin GE- F414 yang digunakan Gripen NG merupakan varian mesin yang sama yang akan di gunakan oleh IFX, mau nggak pihak ASU memberikan T.o.T mesin GE dlm wujud pabrikx di indonesia dan T.o.T persenjataan Gripen NG buat IFX

    • GE sudah mau untuk TOT mesin dan pabriknya,, cuma bukan di Indonesia tp di Korsel.. karena indonesia ga punya pengaruh yg trlalu besar dlm program KFX.. untuk mesin dari segi perawatan aja yg mempermudah indonesia..

      Saab dlm penawarannya bisa memberikan TOT 85%, yg di dlmnya bisa berbentuk produk lain.. salah satunya Rudal.. Ga menutup kemungkinan saab bakal membantu mengembangkan mesin F-414 yg bakal di pakai IFX.. atau bisa jadi pengembangan bersama untuk pesawat double engine, dimana saab masih berkutat di single engine.. selama ada trust & believe semuanya bisa trjadi.. sama halnya ketika indonesia harus memborong produk2 korsel utk TOT kasel dan program IFX..

      • @ AL
        selama ada trust & believe semuanya bisa trjadi.. ?
        TOT 85%..?? dan 15 % nya adalah teknologi kunci…(sama jg kfx dgn usa)
        ini mah sama juga dengan dodolllllll
        hari gini….masih percaya..??

        ho ho ho

        • @Lisa
          Ya kalo anda berpikir pendek bakal dodol kaya anda.. semua bisa dinegosiasikan..

          • ia pak…seperti anda juga yg berpikir pendek sekali..
            sama seperti anak 2 tk penggemar militer yg hanya bisa teriak 2 kemandirian pesawat tempur..?tampa mikir dana ,keperluannya,..strateginya…dll ,dan hanya bisa menghabiskan uang rakyat..!! KEMANDIRIAN ALUT SISTA ITU BAGUS SEKALI..!!
            tp tlg kita belajar dr tk dulu..baru sd,smp,sma,perguruan tinggi..
            ini jangan langsung ke sma dulu …xixixi,..
            lahh yg dulu 2 kemana..? indonesia bisa buat sayap ,dan ekor pesawat f 16 bahkan untuk di export..??
            jangan hanya MODUS untuk sesuatau yg di balut dengan SEMANGAT MEMBUAT PESPUR SENDIRI..,..
            lah ngomong aku ngaco…..maaf bang..lg error

            ho ho ho

          • @Lisa
            Justru itu, saya bingung knp ada anak TK kaya anda bisa masuk forum ini.. karena disini bukan forum anak TK.. karena anak TK seperti anda ga akan bisa baca dan paham isi artikel di atas..

            Makin ketawan otak anda pendek,, kalo semua rakyat indonesia mikirnya kaya anda.. yang ada indonesia ga punya alat pertahanan buat ngelindungin kedaulatannya.. untuk masalah dana dibaca lg artikel dana mef 2.. disitu bisa dilihat budgetnya.. masih cukup dgn penawaran baru yg dikasih saab.. masalah keperluan udah dijelasin bahkan di judulnya udah trtulis besar pun anda ga bisa nyerna isi artikel diatas.. selama rakyat hanya bersikap optimis, dan ga pernah berpikir positif kaya anda.. bangsa ini ga akan pernah maju.. bangsa ini perlu pemimpin yg berani out of the box,, yg berani melawan kebiasaan buruk yg telah menina bobokan rakyatnya..

          • @ AL

            anda benar benar oon…kan di atas kn aku sudah bilang aku lagi ngaco dan lg eror…ehhh di tanggapin….
            kasihan….deh km..
            sdh km diem aja jgn protes apalgi di tanggapi…

            ho ho ho
            peace

  32. Sudah tak jamin 100% indonesia kalau gak terlibat perang gak bakal beli pesput nd alutsista yg ngeri2… ra wong duitnya masih bisa dibuat karaokean kok.. hahahhayg penting heppy…

  33. Wes wes…ojo do ribot ko di tukokne siji siji ro jokowi “uangnya kan sudah ada tingal kerja kerja “

  34. @AL

    Melihat penawaran Gripen, sebenarnya apa yang akan kita peroleh dr proyek IFX?

    Bukankah tingkat kemandirian yang ditawarkan gripen jauh lebih besar dr IFX dg biaya yang lebih terjangkau dan basis pesawat yang lebih mature dibanding ifx?

    IFX memiliki kandungan 21 komponen kunci dr USA dg source code yang dipegang oleh usa…korsel mungkin diberi akses terbatas thd source tsb, sdgkan kita kemungkinannya kecil atau bahkan tidak sma sekali. Diluar ke 21 komponen kunci tsb, kfx/ifx menggunakan 4 komponen kunci dr sumber yang lain…jadi apa bedanya ifx dengan gripen ng?

    Mengenai kandungan tkdn, apa yang kita sumbangan pd proyek ifx…setidaknya korsel mensuplai canopy, landing gear, ban, bahkan korsel bekerja sama dg thales utk mensuplai radar aesa dg teknologi thales. korsel sebelumnya jg telah memegang lisensi mesin GE F-404 utk T-50?

    Bukankah semua ini semakin membuat jarak yang makin jauh antara kita dan korsel dlm proyek ini, sementara pd saat yang sama ketergantungan kita pd USA semakin besar?

    • Klo memang ada duitnya iya gripen mungkin pilihan yang bagus juga untuk di akuisisi sebagai tambahan selain shukoi dan f16, namun jika di proyeksikan untuk mengganti keluarga shukoi sebagai heavy figter atau f16 sebagai medium figther susah kelihatannya, mengingat faktor politis dan penyerdahanaan logistik jadi pertimbangan. Mengganti FA50 ? ngga mungkin karena krn FA 50 di proyeksikan hanya untuk ligt figter aja untuk latihan dan patroli .. jadi ngga perlu mahal

      • Gripen NG bisa sebagai skuadron baru dibanding harus menambah f-16.. F-16 hasil hibah jg belom datang semua dan kualitasnya masih di ragukan setelah trjadi kecelakaan.. Di dalam Gripen NG masih ada pengaruh AS didalemnya, tp ga sebanyak F-16 kalo memang faktor politik jd alasan.. Justru perlahan-lahan kita bisa keluar dari pengaruh AS..

        Kalo masalah faktor penyederhanaan dgn adanya mesin Gripen NG yg sama dgn IFX, justru sudah jauh lebih sederhana secara logistik dan perawatan.. untuk masalah pesawat latih yg ada sekarang udah cukup, kalo tidak puas dgn speknya cukup di upgrade speknya seperti FA-50 yg cost nya jauh lebih murah.. indonesia masih membutuhkan banyak pesawat untuk mengcover wilayahnya..

    • Bung@mabok sukhoi
      Yg perlu di garis bawahi, Penawaran Gripen NG masih jauh lebih baik dibanding F-16 dan FA-50.. Pengaruhnya trhadap IFX jelas bung,, ilmuwan kita masih sangat minim mengenai pesawat tempur dan sejauh ini msh trgantung sama korsel.. setidaknya dgn adanya TOT gripen menambah wawasan ilmuwan kita dan bisa berpengaruh lebih banyak dlm program IFX..

      Kandungan TKDN kemungkinan sangat kecil dan hampir semua di garap korsel.. Indonesia hanya sebatas merakit, tp setidaknya tahu proses pembuatan pesawat dari awal hingga akhir IFX/KFX.. dgn investasi hingga 80% jelas pengaruh semua di tangan korsel, pengaruh indonesia dlm memberikan pemikiran dlm program KFX ini pun kecil.. semuanya disesuaikan dgn kondisi Korsel.. kalo bung MS msh inget knp PT DI butuh TOT utk CFT, karena ilmuwan indonesia sadar IFX yg dibuat tidak sesuai dgn kondisi geografi Indonesia yg luas.. Indonesia baru diberikan kebebasan utk mengembangkan pesawatnya di IFX blok 2..

      Disaat indonesia mengembangkan pesawat tempurnya, indonesia harus menyiapkan platform yg kuat.. dgn adanya Gripen bisa membantu untuk memberikan banyak pilihan sebagai platform utk mengembangkan IFX dan ga meminimalisir ketergantung dg produk AS.. sejauh ini pun kita belom tau banyak utk spek dan kemampuan IFX yg di publish,, jd ga ada salahnya kita menyiapkan dasarnya melalui TOT Gripen yg kita jg belom tau kapan program IFX ini bisa di produksi.. kita ambil 1 contoh, untuk cockpit kita sudah ada info global sbg perusahaan lokal yg sudah pengalaman dibidangnya.. dimana kita bisa minta pembuatan cockpit Gripen NG diserahkan ke info global/PT LEN.. yang nantinya bisa di aplikasikan di IFX..

      Pada kenyataannya Gripen NG bukan cuma kasih TOT, tp mau berbagi utk mengembangkan bersama,, seperti yg dilakuin afrika selatan dalam pembuatan Cobra Helmet Mounted Display (HMD) yg dipakai Gripen NG.. SAAB butuh tempat untuk memainkan pengaruhnya di ASIA, dimana di Afrika sudah ada Afsel, di Amerika sudah ada brasil.. knp ga di thailand/malaysia? SAAB melihat Thailand dan Malaysia belom cukup berpengalaman di bidang kedirgantaraan dan pengaruhnya ga trlalu besar di Asia dibanding Indonesia dan India..

  35. Comment:

    sedikit agak jenuh juga berargument jet tempur.

    ada tawaran baik dari barat yang pro timur keluar kata sajen”antek asing, embargo dan barang rongsok”.
    ada tawaran baik dari timur yang pro barat keluar kata sajen”downgrade, boros dan barang rongsok”.

    iya kalau ada tawaran yang baik tapi ada yang lebih baik lagi kenapa gk di dukung aja toh buat kemajuan juga. dari pada terus – terusan jadi konsumen terus di manjakan kecanggihan gk ada nilai tambah malah jadi candu.

  36. N219 apa khabarnya ya.. Maaf OOT
    Gak sabar lihat kemajuan bangsa Indonesia

  37. #Karena bobotnya yang kecil banyak orang yang meragukan Gripen NG, tanpa disadari dibalik bobotnya itu ternyata tersimpan banyak teknologi mumpuni yang dapat menggetarkan lawan. Bobotnya yang kecil juga membantu RCS nya terlihat lebih kecil pada saat terlihat di radar.#

    SANGAT SETUJU SEKALI ,..TIDAK SEPERTI SU 35 YANG BESAR TAPI ISINYA KRUPUK DGN BODY TRIPLEX DI LAPISI KALENG…..
    ha ha ha

  38. tolong yg ounya pengaruh di birokrasi, sebaiknya Gripen NG ditaruh di barat utk mengimbangi su 30 SKM & hornet malay. terlalu mubazir kalau sekedar menghadapi malay kita pakai pespur kelas premium apalagi yg gen 4.5 rugi… rugi…

  39. mending klu ada dana setiap jenis pespur kita punya, ambil tot nya dan kita pelajari kelemahan dan kelebihanya pak.. belajar itu memang mahal pak..

  40. Katanya saab menawarkan 16 gripen c/d senilai $ 1,14 milyar. 6 diantaranya dirakit di indonesia.

    Merakit dari 0-100%, kan entar jadi tau perangkat² dan bagian dari pespur. . kalau sudah bisa merakit pasti bisa ambil orderan kan

    • @ AL
      perlu penjelasan yang di maksud “kemandirian alut sista” itu seperti apa…
      jangan bilang perakitan di bilang produksi…
      nah kata 2 itu racun” bangsa indonesia”
      sudah seharusnya PEMERINTAH JUJUR DAN TERBUKA…
      apa yg di sebut merakit dan kemandirian alut sista..dan juga kriteria pesawat/kapal bisa di sebut buatan indonesia…
      ha ha ha

      • Kalo ini saya setuju..tot lebih diperjelas definisi…nya…kalo bukan fundamental bagus sih bagus tapi gak ada gunanya buat masa depan…cuma beli beli beli ujungnya…

        Apalagi cuma buat image keberhasilan pemerintah doank…ppppaaaaadddddahaaaalll cuma ngrakit….ilmunya jauh dibawah membuat….

  41. sama aja ,mesin gripen juga buatan amrik!!!

    • kalau indonseia mandiri dalam alutsista….mesin,baut,oli, dll itu bisa di buat di indonesia dengan bahan baku dari indonesia juga…,gimana bikin chip ic nyah yah..??
      ha ha ha

  42. Tenang saja bung AL,

    Saya yakin Gripen bakal diakuisisi RI 32-36 unit untuk penambahan skuadron.

    F16 viper juga untuk penambahan skuadron.

    FA-50 sudah dibeli sebagai ganti Hawk sebab Hawk akan diserahkan ke TNI AL.

    Sedang IFX ? Saya yakin akan sesudah 2024.

    Kekuatan AU awal 2015 (resmi) :
    24 Hawk 109/ 209 (2 skuadron)
    16 T-50i (1 skuadron)
    40 F16 MLU dan C/D (2 skuadron)
    16 Su27/30 (1 skuadron)
    9 F5E/F Tiger II (1 skuadron)
    12 Super Tucano (1 skuadron)

    Total 8 skuadron

    Kekuatan AU 2019 (resmi)
    FA-50 (2 skuadron)
    T-50i (1 skuadron)
    F16 MLU dan C/D (2 skuadron)
    Su27/30 (1 skuadron)
    Su35 (1 skuadron)
    Super Tucano (1 skuadron)

    Total 8 skuadron

    Kekuatan AU 2024 (prediksi resmi)
    FA-50 (2 skuadron)
    T50i (1 skuadron)
    F16 MLU dan C/D (2 skuadron)
    F16 viper (2 skuadron)
    Gripen (2 skuadron)
    Su27/30 (1 skuadron)
    Su35 (1 skuadron)
    Super Tucano (1 skuadron)

    Total 12 skuadron

    Selain di atas di tahun 2024 ada tambahan (unpublished bin ghoib)

    Su35 (2 skuadron)
    European double engine (2 skuadron)

    Tahun 2029

    F16 MLU dan C/D (2 skuadron) akan jadi cadangan

    FA-50 (2 skuadron)
    T50i (1 skuadron)
    F16 viper (2 skuadron)
    Gripen (2 skuadron)
    IFX (2 skuadron)
    European Double Engine (4 skuadron)
    Sukhoi series (4 skuadron)
    Other jet trainer (2 skuadron)
    Super Tucano (1 skuadron)

    Total 22 skuadron

    Tahun 2034

    Korean series (3 skuadron)
    IFX (5 skuadron)
    F16v (2 skuadron)
    European double engine (6 skuadron)
    Sukhoi series (9 skuadron)
    Other jet trainer (2 skuadron)
    Super Tucano (1 skuadron)

    Total 28 skuadron.

    • nah.. sudah di publis semua tuh, kurang apa lagi?
      tak perlu meragukan kemampuan ahli strategi RI, cukup support dan doa agar sgera trealisasi.
      mandiri perlu dan pertahanan utama perlu, jadi fans boy gripen, sukhoi tak perlu risau bak mabok kecubung.
      sekali dayung dua tiga pulau terlampaui.

    • Bung Tukang Ngitung kyknya pernah bahas soal pespur, apa aja yang mau di akuisisi

      Lupa serinya, Kalau ga salah ada di Mari Kita berhitung seri 10 apa dikomentar ya? Lupa…

      Jadi intinya satu flight 4 pesawat itu campuran 1 heavy fighter + 3 medium fighter kalau ga salah lupa

      Soal Gripen atau Typhoon atau rafael (intinya pesawat eropa) udah ada bocoran halusmya kalau ga salah di seri hoax yg dibarbar bung hadna di warung sebelah di seri hoax 6 apa 5 gtu

      Dibilang udah ada, pas ngehalau asu di perbatasan ama filipin klo ga salah

      Itu masih tebak2 buah manggis type pesawatnya cuma cluenya pesawat eropa, malahan disana dibarbar SU34 yg udah stand by di mari

      Hehehehe

      Ah… Tapi itu hoax katanya…

      Cuma ikut2an analisa, ama itung2an…

      Intinya satu yang mesti dinget, negara kita negara besar, dengan sumber daya alam yang sangat kaya

      Inget kata bung yayan di komentar di mari

      “Indonesia terkenal Mr/Ms cash, ga pernah ngutang, cash dengan off budget, yang bikin gempar lawan”

      Komentarnya kayak gtu terusan komentarnya “entah mau bangga atau malu, rasanya campur aduk”

      “OFF BUDGET” bikin ngeri-ngeri sedap…

  43. Yang ane herankan dalam pemilihan FA-50 kemarin kok alasannya untuk mendukung kerjasama K-FX,, lah perlu dukungan apa lagi? kan udah deal. Masa perlu pelicin lagi?
    Ya menurut ane lebih baik pilih Gripen-NG lah asal dapet ToT banyak, itu lebih menjanjikan untuk pengembangan I-FX generasi selanjutnya.
    Ingat!! I-FX itu bukan tujuan akhir, kita masih punya program L-FX yang dirancang lebih canggih dari IFX. Makanya mumpung ada tawaran ToT yang menggiurkan, serap ilmu sebanyak-banyaknya…!!!

    • kenapa harus gripen…??

      • karena dibanding lain2 f16 elbot,su35 maupun rafale memakan biaya operasional khususnya bbm lebih boros(operasional)hehhehehe

        kalo gripen ng sepertinya berat paling diatas 2020 keatas(bukannya itu ada program ifx/kfx??)nah kalo akusisi untuk menganti boleh 1skadron 16 atau 24 buah untuk sebagai patroli maupun sergap,tapi kalo mau cepat sebelum 2020 seperti gripen c dan d lebih cepat diakusisi.

        salam damai selalu met siang:)

  44. Comment:

    bang @al
    mensikapi tot sebenarnya luas juga pemahamanya. dalam pembelian f16 dahulu di era soeharto di berikan tot juga iya berupa offset membuat beberapa komponen f16. untuk f16 viper ada beberapa argument dari sebagaian analis di forum luar dan dalam yaitu tot jdam dan memberi hak juga untuk di jual. iya sebenarnya tot juga harus bisa di pakai buat dagang lagi.

    • @Bung darul
      Saat ini dari segi industri pertahanan bangsa ini udah lebih maju dibanding negara lain dikawasan,, terutama di bidang kedirgantaraan.. sudah banyak perusahaan inhan yg merintis untuk membuat produk pertahanan yg belom trsentuh oleh pemerintah.. kalo pemerintah peduli bakal banyak perusahaan lokal yg di jadikan sub kontraktor utk menerima TOT yg diberikan.. mengenai komponen apa aja yg dibuat nanti bakal trjawab di artikel lanjutan.. soalnya trlalu banyak yg dibahas kalo dibedah satu2.. di artikel ini ada beberapa yg saya tulis yg bisa dijadikan TOT..

      Untuk masalah purna jual udah pasti bisa.. Saab berani memberikan TOT karena melihat kesiapan dari industri pertahanan negara tersebut dan dari pengaruh negara trsebut di kawasan,, yg jelas2 bisa membantu menjual produknya dikawasan.. dimana indonesia jg sedang membuat program pesawat IFX.. makanya Saab ngotot kasih TOT dlm paket penjualannya ke Indonesia dan India.. padahal ada thailand yg sudah lebih dahulu mengakusisi gripen.. tp knp ga dpt TOT yg maksimal? Karena thailand dianggap belom siap secara infrastruktur menerima hasil TOT dr Gripen..

  45. Comment:..

  46. Kalau tot 100 persen bolehlah……

    • angka 100% itu mustahil bung, utk saat ini atau paling tdk sampe satu dekade kedepan. utk sebuah negri industri kita belum menguasai manufaktur, energi, kimia, logam, elektrik dan teknologi metalurgi, bahkan sumber daya logam yg melimpah pun msh dikuasai asing, belum lg defisit energi listrik yg jd sarana utama sebuah industri (imo)

  47. Setuju bung!!! Lebih baik ini bung dripada fa-50 #goodbarangnya

  48. Tidak ada kata terlambat utk Gripen bila keukeuh pengen ikut program kemandirian pespur IFX …hanya sekarang handicap nya ada di kerjasama Indonesia + Korsel, akan sangat berat buat Indonesia utk menjalankan sekaligus 2 program pembuatan pespur secara bersamaan.

    Kunci nya ada di pihak Gripen utk mendobrak masuk program IFX dg seabreg offering ToT … dan harus jelas teknis pelaksanaan nya, jgn sampai hanya tertulis diatas kertas.

    Walau waktu nya mepet … silahkan Gripen masuk IFX, biar pun ane bukan fans pespur Gripen dan bukan pula fans pespur Korea Selatan … tapi ane lebih suka jalan kan kerjasama dg pabrikan yg jelas sdh produksi pespur, dg Gripen dg masa persiapan 1 thn diharap kan akan start produksi di thn kedua.

  49. Setuju beli pesawat ini…
    Tapi uangnya dari mana?

  50. Tak sengaja nemuin ini
    (ingat kejadian jatuhnya pesawat Hercules di medan kemarin, ketika diperiksa,ternyata propeler mesinnya berada dalam propeler kondisi feather).
    http://www.aripsusanto.com/p/mesin-pesawat.html

    • @firaun bangkit

      Tiap ada kerusakan pd mesin propeler yang mengakibatkan mati mesin, sesuai prosedurnya maka baling2 di featherkan/dikunci spy tidak terus berputar shg mengganggu aerodinamika pesawat

  51. Comment:

    @carin

    pabrik chip ic kebanyakan manufactur asing kurang dukungan juga di era 80 untuk membuka perusahaan berplat merah. untuk industri chip ic indonesia masih kalah sama malaysia. iya kalau gak ada chip ic gk bakal bisa berfungsi juga neng jet tempurnya. di kata buat mobil kulit jeruk.

  52. @ DAVID GOMBAK:
    #1. Dari pada sewa, lebih baik beli. Tidak
    seperti Malon yang di tawari sewa sama
    Gripen sama Saab. DISGUSTING…
    #2 .Walaupun uangnya sedikit tapi
    penyalurannya tepat. Tidak seperti
    Malon, uang hibah dan pinjaman justru
    di habiskan oleh PM Najib n friends.
    Ingat skandal 1 MdB yang
    menggemparkan???Yang membuat
    Malon hampir bangkrut. SADNESS…

  53. Kalau bisa jalankan 2-2nya, bagus.
    Kalau harus memilih salah satu antara Gripen vs IFX, ya pilih lanjutkan IFX saja laa…
    SAAB kan berani tawarkan TOT Gripen karna takut nantinya IFX gen x akan menjadi pesaing berat Gripen (SAAB).
    Jelas thoo?

  54. @tukang ngitung phd.. Amin moga trwujud

  55. Mantap ni kalo sampe gripen ng.. Diakusisi tni au.. Lbh hbt lg kl sampe kumplit dgn rudal meteorbdannrudal taurusnya… Ngeri ngeri sedaap..

  56. Gak usah beli macem2, sebar s300 tiap propinsi 3 batalyon

  57. Vote buat Gripen NG dari pada FA-50, cukup T-50 saja sbg jet latih advance. Tidak harus punya light fighter FA-50, sama2 single engine spt Gripen NG & opr costnya mungkin tidak jauh beda. Gripen lbh unggul performa & senjata nya dibanding FA-50. Kita msh punya Tucano utk opr serang ringan/darat (COIN). Gripen NG adl Multirole, bisa serang darat, maritim dan air fighter.

  58. tambah 1 skuadron pun ga papa kok. wkwkwk

  59. Emang ente siapa…???

  60. Sbnarnya kalo mau jujur, gripen ng lbh superior drpd f 16 atopun fa 50,cnth Untk mesin udah diupgrade ma saab, shingga pespur bisa terbang dlm kecepatan 2 mach tanpa afterburner, coverage radar aesa lbh jauh dri fa50 atopun f16, dri segi penjejak panas /irst jg , fa50 ma f16 kyknya blm trinstal ni sensor, blm lg rudal bvr nya! Kalo kita bisa beli semua tanpa ada batasan (kyk kasus rudal bvr buat f16,yg slalu aja kalah ma milik tetangga sekitar) sy kira bnyk manfaatnya drpd mudaratnya akuisisi ni pespur! 1 lg, dngn penambahan kmampuan terbaru gripen, kbrnya kmampuan trbngnya udah bisa mengcover separoh wilayah NKRI! Gripen ng (kbrnya) jg sudah bisa dkrim 1 thn setelah perjanjian pembelian ditandatangani! Apabila Indonesia bisa menyerap 30 – 50 % aja ( dlm artian bisa bikin dri bhn mentah ampe bahan jdi,scara mandiri, itu sdh satu lompatan yg luar biasa koq) so. Gripen ng adalah light pespur, ato malah bisa dikata pespur medium dngn kmampuan yg MAKSI! Mudahnya penanganan (1 skuadron cukup ditangani dngn 1 herkules buat ngangkut sparepart dan crew prwatan , dan pembiayaan operasional perjamnya (bbm) adalah nilai plus, jg untk kmampuan take off n landing dilandasan yg pendek /jalan raya! Merupakan nilai plus2 nya jg! Salam 🙂

  61. kalau rumor di forum2 militer sih rencana pembelian Gripen adalah untuk skuadron baru KOHANUDNAS…bukan untuk gantiin rencana pembelian SU-35…F-16 ttp dipertahankan sampai IFX datang dan tak menutup kemungkinan nambah VIPER…sedangkan FA-50 diproyeksikan untuk gantiin HAWK/FA-50 pesawat utama dan HAWK sebagai cadangan mengingat umurnya yg masih lumayan muda…
    kalau rencana KOHANUDNAS memang akan benar dilanjutkan berarti pembelian Gripen untuk KOHANUDNAS juga harus lengkap dengan mata telinganya…

  62. Gripen seperti mirage, kfir, Mig 21….persis banget….gak jauh beda. Hanya beda di avionik……sejauh mata memandang memang demikian adanya…..tapi lebih baik drpd fa 50 dan bae Hawk 109. Masihhhh mau digoreng lagi kah….

  63. SU 35 utk pertempuran sesungguhnya atau daya gentar atau utk mengimbangi F35 ausi dan singo. Gtipen NG untuk patroli atau intersep atau pertempuran terbatas.
    Jadi kalo ada 1 skuadron Gripen NG di Riau saat 2 unit F15 singo terbang dan masuk wil Indonesia lepasin aja 3 Gripen NG buat nyegat plus 1 SU 35 buat jaga2 jika memang harus perang beneran.

 Leave a Reply