Aug 122016
 

PARIS – Akhir-akhir ini Prancis berada di bawah ancaman terorisme. Partai Pergerakan Demokrat (MoDem) menawarkan program pelatihan wajib selama enam bulan, dimana orang-orang muda akan diajarkan aturan pertolongan pertama, metode pengawasan dan keamanan. Frederique Lefebvre, Wakil Republik, dan Jenderal Jean-Claude Allard berbicara kepada Sputnik tentang masalah ini.

Prancis menghadapi masalah keamanan yang sangat penting. Baru-baru ini, beberapa serangan massal teroris telah terjadi di negeri ini, setelah François Bayrou, perwakilan MoDem dan Walikota Pau, ingin memperkenalkan pelatihan wajib militer bagi kaum muda dengan tujuan melindungi Prancis dengan lebih efektif di masa depan.

“Kita memiliki tentara profesional terlatih yang dapat bertindak dilapangan sejak ancaman terorisme meningkat. Tapi kita masih belum bisa menahan teroris. Itulah mengapa saya percaya bahwa perdebatan tentang apakah perlu untuk memperkenalkan wajib militer selama enam bulan adalah hal positif”, kata Frederique Lefebvre pada Sputnik.

Frederique Lefebvre adalah pendukung sistem yang disebut “ACT”. Logika sistem tersebut adalah bahwa pendidikan sekolah menengah adalah diwajibkan dan berakhir pada usia 16, yang mana harus diikuti dengan dinas militer mulai dari usia 18 tahun.

“Saya ingin mempersiapkan para pemuda untuk membangun masa depan bersama. Untuk alasan ini, saya percaya bahwa setelah tamat sekolah menengah setiap remaja harus mengambil pendidikan tinggi atau mengikuti pelatihan wajib militer”, menurut wakil dari Partai Republik.

Jenderal Jean-Claude Allard, Peneliti Senior dari International and Strategic Relations University (IRIS), percaya bahwa pelatihan militer harus dilakukan di sekolah. Seperti ungkapkan Allard, pertanyaan sesungguhnya adalah “Apa dan bagaimana mengubah serta memperbaiki sistem pendidikan Perancis”.

“Adalah hal mustahil untuk mengembalikan apa yang hilang pada masa remaja. Anda bahkan tidak bisa membandingkan 13 tahun di sekolah dengan dua tahun dinas militer. Itu adalah ketika remaja benar-benar belajar apa arti solidaritas nasional”, jelas Jenderal Jean-Claude Allard pada Sputnik.

Kemudian Jenderal Jean-Claude Allard melanjutkan bahwa ketika Anda harus berurusan dengan teroris, yang bertindak di antara kerumunan, atau dengan individu yang dicurigai akan melakukan tindakan teror, Anda akan memerlukan polisi terlatih, polisi militer, dan pasukan khusus yang mengetahui bagaimana memastikan keselamatan warga negara.

“Tidak mungkin para remaja ini dapat melakukan itu semua hanya dalam waktu enam bulan”, kata Jenderal Jean-Claude Allard.

Sumber: Sputniknews

(Vegassus/JakartaGreater)

Peminat manga, anime, gadget, sains & teknologi, sosial-politik dan militer
Link medsos ada dibawah
– Facebook
– Google Plus
– Twitter

Artikel Terkait :

  5 Responses to “Hadapi Ancaman Teroris, Perancis Usulkan Wajib Militer”

  1. test pertamax

  2. prancis niru indonesia dengan BELA NEGARA nya
    ha ha ha
    kaliiiii

  3. Seharusnya sejak masih usia dini itu harus……………
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    Minum Susu ibu maksutnya…xixixi

    minum kopi dulu campur sianida biar pikran damai selalu…

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)