Aug 052016
 

Pada hari Selasa, 12 Juli 2016, Shin Hyun-Woo, CEO Grup Bisnis Pertahanan dan Aerospace Hanwa Techwin menandatangani perjanjian kolaborasi teknis dengan Jean M. Lydon-Rodgers, CEO Sistem Operasi Militer GE Aviation, untuk memproduksi bagian mesin yang akan digunakan pada pesawat tempur Korean Fighter Experimental (KF-X).

Berdasarkan perjanjian tersebut, Hanwa Techwin akan memimpin integrasi dan pemasangan mesin pada KF-X serta perakitan lokal dari mesin tersebut dan pembuatan bagian-bagian kunci lainnya. Hanwa Techwin juga akan mendukung uji penerbangan selama pengembangan sistem mesin dan membangun sistem pendukung militer yang komprehensif untuk operasi jet tempur.

CEO Hanwa Techwin Shin Hyun-Woo (kanan) dan CEO Sistem Operasi Militer GE Aviation Jean M. Lydon-Rodgers (kiri), berjabat tangan pada ajang Famborough International Airshow di Inggris

CEO Hanwa Techwin Shin Hyun-Woo (kanan) dan CEO Sistem Operasi Militer GE Aviation Jean M. Lydon-Rodgers (kiri), berjabat tangan pada ajang Famborough International Airshow di Inggris

Proyek KF-X yang dipimpin oleh Hanwa Techwin adalah proyek pertahanan terbesar sejak berdirinya Angkatan Udara Republik Korea (ROKAF).

Program pengembangan sistem KF-X dijadwalkan akan selesai pada tahun 2026. Tonggak pertama adalah menyelesaikan Ulasan Desain Awal (PDR – Preliminary Design Review) pada tahun 2018 diikuti dengan Ulasan Desain Kritikal (CDR – Critical Design Review) pada tahun 2019. Dilanjutkan peluncuran purwarupa pertama pada tahun 2021, tonggak akhir akan ditandai dengan penerbangan awal pada tahun 2022.

Sebelumnya pada bulan Mei 2016, GE dipilih untuk memasok mesin KF-X dengan mesin tipe F414-GE-400. Mesin dengan daya dorong 21.500 pound akan digunakan sebagai mesin ganda pesawat tempur KF-X, akan berfungsi sebagai jet tempur andalan dari ROKAF.

“Pembuatan mesin KF-X akan menstabilkan sistem produksi lokal dan pasokan suku cadang, dan akan membuka jalan untuk mengurangi biaya operasi sekaligus meningkatkan kesiapan tempur ROKAF”, kata perwakilan Hanwha Techwin. Lebih lanjut ia menambahkan, “sarana dan prasarana manufaktur lokal akan ditingkatkan melalui proyek KF-X untuk terus membantu meningkatkan penguatan dan bahkan mengekspor pesawat gugus depan ROKAF ini.”

Bagikan Artikel:

  81 Responses to “Hanwa Techwin & GE Sepakati Pembuatan Mesin F414 Untuk KF-X”

  1. semoga cepat jadi KF-X nya

  2. lbh baik pabrik mesin jetx di indonesia tp mustahil

    • @tukang tebak , enggak ada yang mustahil cuman butuh waktu aja . kalau negara lain bisa buat kenapa kita enggak? optimis aja jalani langkah demi langkah , ingat enggak ada yang instan kalau masalah ilmu

  3. Comment:RI dapat TOT mesinnya ga yah

    • Meskipun pendanaan Kfx Ifx 80% korea 20% indo, tp urusan teknologi dan pengetahuan tentang pembuatan pespur termasuk perakitan dalam skema ToT kita dapat 100%. Jd, kelak kita akan bisa buat desain dan pespur sendiri, meskipun untuk mesin kita tetap akan bekerja sama fgn prusahaan lain, karena untuk pespur, biasanya 1 perusahaan tetap akan bekerja sama dgb perusahaan lain, mustahil 1 perusahaan memproduksi seluruh komponen pesawat, contohnya boeing. Sekedar info, sayap2 dibeberapa pesawat andalan keluaran boeing, adalah produksi pt Di.

  4. Kok malah ngurusin monyet lain

  5. Lama jadinya, mending beli viper or gripen NG aja dah

  6. Keren banget korsel.

    Tot dan produksi mesin bersama akan menjadikan kfx 100% produk Korsel.

    Sementara utk ifx, kita hanya akan jadi perakit saja. Tp walau demikian ane ttp bangga.

    Ayo dong lapan, pt di! belajarlah buat mesin kendaraan sendiri, agar lapangan pekerjaan makin banyak!

    • @syeikh

      Haaaah…100% produk korsel? yang benar saja…

      • ha ha ha

        • Perakit saja ??? 100% produk korsel ? Apa anda tahun pt Di jg dpt bagian membuat sirip2 dan sayap di Kfx Ifx ?? Meskipun pendanaan Kfx Ifx 80% korea 20% indo, tp urusan teknologi dan pengetahuan tentang pembuatan pespur termasuk perakitan dalam skema ToT kita dapat 100%. Jd, kelak kita akan bisa buat desain dan pespur sendiri, meskipun untuk mesin kita tetap akan bekerja sama dgn prusahaan lain, karena untuk pespur, biasanya 1 perusahaan tetap akan bekerja sama dgb perusahaan lain, MUSTAHIL 1 perusahaan memproduksi seluruh komponen pesawat, contohnya boeing. Sekedar info, sayap2 dibeberapa pesawat andalan keluaran boeing, adalah produksi pt Di.

          • Perakit saja ??? 100% produk korsel ? Anda bisa pastikan ? Atau anda juga ikut ttd kontrak ?? Sekedar info biar anda tambah bangga, Pt Di dpt bagian membuat body, sirip2 dan sayap di Kfx Ifx (eksterior). Meskipun pendanaan Kfx Ifx 80% korea 20% indo, tp urusan teknologi dan pengetahuan tentang pembuatan pespur termasuk perakitan dalam skema ToT kita dapat 100%. Jd, kelak kita akan bisa buat desain dan pespur sendiri, meskipun untuk mesin kita tetap akan bekerja sama dgn prusahaan lain, karena untuk pespur, biasanya 1 perusahaan tetap akan bekerja sama dgn perusahaan lain, MUSTAHIL 1 perusahaan memproduksi seluruh komponen pesawat, contohnya boeing. Sekedar info, sayap2 dibeberapa pesawat andalan keluaran boeing, adalah produksi pt Di.
            Reply

    • Yang namanya tot ya seperti korea ma asu..join production. Indo mah cukup learning by seeing.

  7. indonesia dapat TOT KFX 95% , cuma beberapa bagian inti aja yg gk di TOT ke indonesia, indonesia cuma nyumbang 20% dari total biaya pengembangan KFX , kalau di kasih TOT 95% udah bagus banget lah, harus bersyukur, kan kita juga rencananya beli Pespur dari Rusia siapa tau TOT 5% yang gk di kasih oleh korsel bisa dapat dari Rusia. .

    • TOT 95 % itu yg mana aja ??
      apakah juga produce component ??
      I thing not, imposible..
      produce component not include the contract..with indonesian..

      So Dont triger happy anymore..
      Hiksss..

      • Untuk komponen inti (jeroan pesawat) saya rasa bukan jatah indo, karena kita memang belum bisa, dan untuk itulah kita kerja sama dgn korsel. ToT 100% bung. Pendanaan memang kita hanya menyokong 20%, tp untuk pengetahuan teknologi, perakitan, dll kita dpt full 100% karena tujuan projek ini memang untuk membuat ilmuan2 dirgantara kita BISA dan PAHAM bagaimana dan cara buat pespur. Untuk eksterior,indonesia sekarang dan selanjutnya akan dpt bagian membuat sirip2, body, dan sayap (eksterior). Untuk radar dll (interior) korsel bekerja sama dgn perusahan lain baik lokal maupun internasional. Untuk desain Kfx Ifx, korsel dan indo yg buat. FYI, Mustahil ada perusahaan pespur yg produksi seluruh komponennya sendiri. Contohnya, beberapa pesawat komersil maupun angkut militer dari boeing, untuk sayap adalah produksi Pt DI.

        • Okay bung,
          Terus apa bedanya dengan penawaran grippen dari swedia, kalo cuma buat sama sama diajari bisa buat, kalo produce malah sipersilahkan untuk riset.komponennya..jadi gripen unggul donk ??
          Apa yang lebih unggul dari proyek kfx ifx ya ??
          Comparasinya dimana aku gak mudeng..

          • Proyek IFX KFx disetujui jauh sebelum gripen menawarkan pespur terbarunya untuk menggantikan F5. Dan kita tidak mungkin menghentikan proyek dgn korsel ini karena sudah dibuat MoUnya bung. Gripen tidak menawarkan skema ToT bung, setahu saya Gripen hanya menawarkan akan merakit 6 atau beberapa pespur pesanan indo di indonesia, dan mungkin jg mendirikan pabrik di indo dan kita bisa ikut merakit (hanya merakit). Anda mengatakan “kalau mau produce malah dipersilahkan untuk riset komponenya”. Bung, riset akan memakan waktu dan biaya yg besar, sedangkan dgn korsel karena jelas ada skema ToT 100% dan telah ada MoUnya, kita tidak akan riset lagi, namun akan langsung terjun kedalam proses Pembuatan dan Pengembangan dan disitulah kita dapat menyingkat waktu daripada kita harus riset sendiru dari nol. Kalau Gripen, jelas kita hanya dapat begian merakit dan kita tetap tidak akan tau bagaimana caranya membuat pespur dan kita tdk dapat pengetahuan serta tidak akan dpt share teknologi jika kita akan bikin pespur sendiri. pihak Saab saya rasa tidak akan mengajari kita karena memang tdk ada skema ToT baik level B to B atau G to G. Beda yg lain ada dikelas pesawatnya bung. Apakah gripen jg menggunakan komponen komposit dibodynya ? Kalau KFX IFX menggunakan komponen ini, meskipun beberapa persenjataannya ada yg tetap digantung diluar body pesawat, maka dari itu pesawat ini ada di gen 4,5. Menurut pendapat MenHan, kita mulai dgn gen 4,5, karena jika langsung loncat ke gen 5, pasti ada yg mau menjegal. Menurut dirut Pt Di, proyek pespur gen 4,5 ini nantinya akan membuat indonesia busa bikin pesawat dgn teknologi yg terbarukan, untuk masuk ke gen 5, nantinya tinggal diadakan riset atau kerja sama lanjutan. Bagitu setahu saya bung. Salam

        • Oughh fine thank sharenya..

          • @john

            Jaman sekarang bodi pesawat terbuat dr bahan komposit biar makin ringan, makin ekonomis…jangankan pespur, pesawat komersial jg begitu

  8. waow kalu TOT yg d kasih cuma perakitan itu cuma 1%.. yg namanya TOT itu termasuk pembuatan koponen2 pendukung..

    • ToT 100% bung. Pendanaan memang kita hanya menyokong 20%, tp untuk pengetahuan teknologi, perakitan, dll kita dpt full 100% karena tujuan projek ini memang untuk membuat ilmuan2 dirgantara kita BISA dan PAHAM bagaimana dan cara buat pespur. Untuk eksterior,indonesia sekarang dan selanjutnya akan dpt bagian membuat sirip2, body, dan sayap (eksterior). Untuk radar dll (interior) korsel bekerja sama dgn perusahan lain baik lokal maupun internasional. Untuk desain Kfx Ifx, korsel dan indo yg buat. FYI, Mustahil ada perusahaan pespur yg produksi seluruh komponennya sendiri. Contohnya, beberapa pesawat komersil maupun angkut militer dari boeing, untuk sayap adalah produksi Pt DI.

  9. Comment:tetep aja kerjasama dgn perusahaan US general elektrik. ada msalah embargo…apa bisa insinyur indonesia bikin mesin IFX dan pespurnya. jika di kasih dana 30 trilyun buat riset?…daripada dana 30 trilyun pke subsidi listrik…..

  10. seengganya tau proses bikin pespur, setelah punya bisa perbaikan beberapa bagian secara mandiri.
    kalau dah punya dana tinggal riset bikin pespur sendiri.

  11. harus diakui posisi ri disini emg msih lemah, kita cuma menyumbang 20%dari program ini, cuma 1,8 miliar dolar, dana yg kecil untuk sebuah proyek melahirkan jet tempur, kosel aja harus menyediakan belasan milyar dolar buat jet tempur ini, blom lg harus membeli puluhan jet tempur f35 demi kelangsungan progam ini, tapi seengganya kita punya sedikit ilmu tntang pembuatan jet ini, kelak ri akan melahirkan sendiri jet tempur buatan dalam negri nantinya

  12. Defense Acquisition Program Administration (DAPA).

    Aerospace Hanwa Techwin

    22 nya jos…..

  13. tetep semangat sayang.. hihihi

  14. ngomong2 ni Korea ko kek jalan sendiri di proyek ini,seenggaknya nanya kek ke kita butuh pesawat yg macam gimana cocok g dgn kebutuhan kita dll ini boro2 padahal kita ud nyumbang 20%

    • situ aja yang ga tau prosesnya dari awal sampai akhir, itu yang mau pake 2 mesin siapa coba?

      • maksud gw ada g tuh delegasi korea dateng kesini atau ke PT.DI diskusi bareng2 spek yg diinginkan indonesia dari ni pesawat apa aja? g ada kan tuh pesawat speknya 100% di tentuin korea terus buat apa kita nyumbang 20% kalau gitu kalau speknya 100% korea yg nentuin belum tentu cocok buat kita

        • Proyek ini dipusatkan dikorsel bung lexy, dan sudah ada ratusan ilmuan dirgantara kita disana yg pasti jg mereka tau spek pesawat seperti apa yg cocok dgn kontur wilayah Indo. Penentuan hasil diskusi kedua negara. Buktinya, Dulu sebelum selesai tahap 1, ada perdebatan antara mesin seperti apa yg mau digunakan (tunggal atau dobel), jenis body atau sayap apa yg akan digunakan misal kalau pakai saysp delta mau yg tipe bagaana, dll diluar yg saya ketahui karena perakitan pesawat bukan keilmuan saya. Menurut saya gak perlu pihak korsel ke indonesia terkait pespur apa yg dinginkan, karena ratusan ilmuan kita sudah disana bung, dan mereka tahu betul kebutuhan dan kondisi grografi indo. Korsel tdk jalan sendiri bung, keseriusan korsel ini dibuktikan dgn penandatanganan fase ke 2 kfx ifx (pembuatan prototipe) yg ditanda tangani di indonesia. Ingat bung, MoU itu bersifat sangat mengikat, apalagi ini tentang kerjasama bilateral bidang infustri pertahanan. Gak mungkin korea secarakonyol “memganak tirikan” kehadiran team indo. Salam

          • Betul. Awalnya memang akan pake mesin tunggal. Namun berhubung luasnya wilayah Indonesia maka ilmuwan kita ngotot harus pake mesin ganda. Dan kemudian diputuskan mesin ganda.

          • numpang tertawa….lucu

            ha ha ha

  15. Mungkin riset dengan rusia untuk buat komponen hypersonic aircraft…loncat lebih tinggi sekalian kelasnya..

    Upps…I dont think so..

  16. kenapa selalu hanya kfx? kenapa tidak kfx ifx?

  17. Kalo bikin super tukino bisa gak yaa indonesia..

  18. projek paspur KFX n IFX satu jln tp beda spesifikasi masbro krn IFX natiny akn memakai tangki tambahan yg lebih besar agar jarak tempuhny lebih jauh n pastiny sofwerny brbeda dngn korea.

  19. Sekedar info biar kita tambah bangga dan Gak ada lagi orang2 Dangkal yg pesimis dgn negrinya sendiri dan ASBUN., Pt Di di proyek ini dpt bagian membuat body, sirip2, ekor dan penguat ekor, serta sayap di Kfx Ifx (eksterior). Meskipun pendanaan Kfx Ifx 80% korea 20% indo, tp urusan teknologi dan pengetahuan tentang pembuatan pespur termasuk perakitan dalam skema ToT kita dapat 100%. Jd, kelak kita akan bisa buat desain dan pespur sendiri, meskipun untuk mesin kita tetap akan bekerja sama dgn prusahaan lain, karena untuk pespur, biasanya 1 perusahaan tetap akan bekerja sama dgn perusahaan lain baik nasional maupun internasional. MUSTAHIL 1 perusahaan memproduksi seluruh komponen pesawat, contohnya boeing. Sekedar info, sayap2 dibeberapa pesawat andalan keluaran boeing, adalah produksi pt Di.

  20. Untuk senjatanya gimana?

    • Senjata kfx ifx tidak akan jauh beda dgn senjata pespur amerika, f 16, f 18, f 35, bahkan f 22. Rudal2 f 16 bisa dimuat di ifx bung. Mungkin kedepan, semoga untuk senjata, ifx nantinya jg bisa dimuati rudal2 sukhoi, agar lebih variatif. Nah, ini dia keahlian teknisi dan ilmuan kita. Begitu tau dasar cara pembuatannya, pasti akan dioprek/dimodif habis habisan. Bukan hal yg mustahil, jika nantinya ifx jg cocok dan bisa dimuati Krypton, R 73, R 77, dll seperti yg ada disukhoi kita.

      • @john

        Kumat ngawure….pesawat pake komponen kunci dari as kok mau dioprek seenak wudel?!!!

        Emang iijinin sama empunya teknologi?

        Mau pasang datalink 16 di F-16 aja harus ijin ke pentagon pakde…achhhhhhh

      • Bung jon salam hangat dari saya. Lama g’ bersua, nongol2 bawa oleh oleh dan clue yg begitu wah btw yg ASBUN….. hehehe .semoga anda sekluarga di berikan kesehatan..

      • betul bung jon…
        yang penting ilmunya kita dapat dulu…
        soal modif, kemampuan Indonesia tidak diragukan…

  21. Tnpa korsel seharusnya RI bisa buat pespur sendiri…Indonesia punya bpk BJ. HABIBIE dkk,mustahil bila tk sanggup bikin pespur canggih

  22. astaghfirullah…. mosok kerjasama dengan kafir?
    lebih baik kita bekerjasama dengan arab saudi (negara suci) yg sudah sangat maju industri pesawat tempur dan teknologi silumannya.

  23. rakit pesawat komersil sama tempur beda mas pesawat kormersil unsur g force kurang di perhatikan tapi kalau pesawat tempur g force sangat detail bukan tidak percaya pt di, tapi kita kurang atau hampir tidak pernah punya pengalaman tentang itu
    itu baru baru body blm hal2 lain2nya dalam unsur pesawat tempur kita masih ketinggalan 50 tahun dalam urusan ini
    mungkin dalam soal kfx kita mirip singapure dalam hal f35 nyumbang dana tapi sedikit tot cuma dapat pesawat dgn harga agak miring

    • Ini faktanya bung, indo diproyek ini memang dpt bagian membuat eksterior kfx ifx. Sayap, ekor, penguat ekor, dan sirip. Saya bukan asbun, Dirut Pt Di bung yg bilang disebuah media masa bukan media online. Saya rasa beda dgn f 35 bung, karena f 35 itu bukan kerja sama bilateral, namun banyak negara yg ikut. Dan f 35 saya rasa jg tetep dibuat di amerika, dan negara yg ikut andil tdk dapat 100% pengetahuan dan share teknologinya bung. F 35 menurut saya jg cuma strategi politik As dan As jg saya lihat tidak 100% membantu proyek ini, terbukti pesawatnya sangat jauh dibanding f 22 yg dibuat As memang untuk mereka sendiri. Beda dengan kfx ifx ini. Kita dpt share teknologi dan pengetahuaannya, hanggar pembuatan ifx jg sudah dibuat, meskipun untuk mesin, kita tetap harus kerja sama dgn negara lain. Mesin pespur itu sangat rumit bung, bahkan korsel saja yg dpt bagian komponen inti (daleman pesawat) jg harus kerja sama dgn perusahaan nasinal maupun internasional, padahal mereka udah bisa buat mesin mobil dan mesin panser sendiri.

      • Kalau posisi kita di proyek kfx ifx sama dgn proyek F 35, saya mau tanya. Apakah negara yg terlibat projek f 35 sekarang sudah bisa bikin atau minimal mendesai pesawat sendiri bung ?? Ini jelas hanya strategi politik usa, kenapa saya bilang begitu ?? Gampang saja, ligat saja dikualitas pesawatnya.

        • Kala f 35 sama dgn proyek ifx, Apakah diaustralia jg sudah dibikin hanggar perakita pespur f 35 bung ?? F 35 sudah jadi lo. Hal ini jelas beda dgn ifx, karena meskipun ifx kfx blm selesai purwarupanya, Pt Di sudah membangun hanggar pembuatannya. Salam . darisino sudah clear bung, jika indo akan dpt 100% share teknologi dan perakitan, meskipun untuk mesin dan radar, kira tetap harus kerja sama dgn pihak lain lagi bung.. Tp setidaknya kita sudah tau dan paham bagaimana cara atau alur pembuatan pespur

          • Moga proyek ini cuma tahap awal ya menuju proyek advance selanjutnya..produce weapon, mesin, dan elektroniknya..
            Syaratnya politic dan ekonomi harus stabil positif..

          • @sego jagung.. Aminnn.. Ekonomi dan politik nasional harus kuat dan stabil ditambah politik atau posisi tawar indo di dunia jg harus kokoh. Proyek ini memang pijakan untuk melompat ke step yg lebih tinggi. Yg butuh perjuangan memang mesin bung. Kalau senjata dan elektronika, insyaallah bisa di riset di Pt Pindad, Lapan, Pt Len (untuk elektronika) dan perusahaan2 lain yg sudah memiliki produk2 andalan. Amin..

  24. Saya mendorong Engineers ITB, ITS dan Universitas yg lain mulai membuat study engine pesawat tempur dan pesawat ruang angkasa, harus ada lompatan yg jauh… Linear, tapi saya harapkan logaritmit…Salam Indonesia Rsya

  25. Tot tu ya seperti korea ma asu. Join production. Kalo indo cukup learning by seeing.

  26. Direktur Utama PT DI Budi Santoso (DES 2015) :

    “semua design ada orang INDONESIA, kita ikut design SEMUA KOMPONEN PESAWAT, kita bikin prototype ke-5, (prototype) 1,2,3,4 (dibuat) di sana (Korea Selatan)”

    7 JAN 2016 :

    “nanti setelah itu mereka kembali ke sini (INDONESIA), kemudian kita bisa APLIKASIKAN sendiri di BANDUNG, karena pekerja kita DIBERI PELUANG UNTUK MENDUDUKI POSISI KERJA DI BAGIAN APA PUN, jadi kita bisa tahu 100%”

    cuma sotoy mode on … kikikikikih …

    • nah loh….di bagian apapun…??

      # DIBERI PELUANG UNTUK MENDUDUKI POSISI KERJA DI BAGIAN APA PUN,#

      kalau mereka SEMUA pada mau menduduki posisi ..PRESDIR/DIREKTUR gimana nih..?

      ha ha ha
      dasar soto ayam

    • bung @megakarti bukanya Kemhan kemarin dah bilang klo IFX/KFX dah sampe prototipe ke 6 dikorsel sono, coba chek di web Kemhan

  27. Marilah kita bersatu padu, memperkuat NKRI, untuk meraih cita-cita INDONESIA RAYA, menjadi sumber kedamaian dunia…RACHMAT BAGI ALAM yg diridhoi Allah Yang Maha Kuasa. Aamiin

  28. Amin semoga cepet jadi

  29. 22 juta rumah tangga pengguna daya 900 watt. andai saja naik 50 rbu/bulan ( 4 bungkus rokok) ga memberatkanlah. ane jga pengguna 900 watt….22 juta kali 50.000 = 1,1 trilyun/ blan kali 12=13,2 trilyun/ tahun…memberatkankah?…subsidi kaya narkoba. enak tapi tidak ada kemandirian bangsa. karena mengabaikan riset….semua negara maju. anggaran risetnya besar…

    • Dasar kapitalis cap tikus lho, bilangin rakyat miskin penerima subsidi seperti pecandu narkoba. Negara ini harus hadir untuk semua golongan rakyatnya. PLN itu kerja cuma bisa menaikin harga listrik tapi tidak bisa melakukan efisiensi dan terobosan baru dalam meningkatkan kapasistas daya listriknya. Cuma mau enaknya aja, laporan selalu merugi mulu, tapi tarifnya selalu dinaikin. sorry…OOT dikit.

  30. Ifx pake mesin kubota aja.. Pasti lbh iritt.. Radiatornya bisa pake aer sawah..

  31. Mesin jet untuk pespur jauh lebih kompleks daripada jenis motor bakar yg lain. Apalagi kalo mikirin emisi agar stealth, tvc, efisiensi . . dll.

  32. para beruk malon makin stroke dan iri baca artikel ini….call doctor,ada beruk yg sudah terkapar akibat stroke !!!!!!….hah hah hah

 Leave a Reply