Jan 212017
 

Pada Simposium Nasional Asosiasi Angkatan Laut Permukaan (SNA) yang baru-baru ini diadakan di dekat Washington DC, Boeing telah menampilkan Harpoon ER-nya. Ini adalah varian terbaru dari rudal anti-kapal AGM-84 ternama yang dilengkapi dengan hulu ledak lebih mematikan (dan ringan), bahan bakar lebih banyak dan upgrade mesin turbojet untuk melipatgandakan jangkauan rudal.

Rudal Harpoon ER selama tes captive carry baru-baru ini bersama F/A-18F Super Hornet Angkatan Laut AS. (Foto: Boeing)

Navy Recognition menyebutkan bahwa sebuah draft Permintaan Proposal (RFP) untuk persyaratan senjata Frigate LCS over the horizon (OTH) telah dikeluarkan pada bulan Desember 2016, dengan RFP akhir yang diharapkan selesai pada akhir Januari 2017.

Para pesaing yang menjawab kebutuhan LCS OTH diantaranya Kongsberg (bekerja sama dengan Raytheon) dengan NSM , Lockheed Martin dengan LRASM dan Boeing dengan Harpoon ER. Setiap perusahaan menampilkan solusi rudal anti-kapal mereka di SNA tahun ini.

“Ini adalah satu-satunya rudal jelajah di persediaan AS yang memiliki kemampuan net-enabled saat ini”, Kata Laksamana (Purn.) Scott Jones, sales dan pemasaran global untuk Boeing Harpoon.

“Sebagai tanggapan kami, apa yang akan kami sediakan untuk Angkatan Laut adalah sebuah sistem yang tersedia, terjangkau, sangat mampu dan sangat mematikan. Apa yang akan didapatkan Angkatan Laut adalah kemampuan jangkauan dua kali lipat dengan biaya setengahnya. Dan dengan kemampuan senjata net-enabled, ia akan mendominasi pertempuran”, tambah Jones.

Video Harpoon ER di Surface Navy Association (SNA) 2017

“Konsep mematikan terdistribusi”, (salah satu tema simposium) diperkenalkan oleh Laksamana Madya Thomas Rowden, Komandan pasukan permukaan Angkatan Laut AS. Dapat disimpulkan dengan mengadopsi lebih banyak senjata pada kapal untuk “menipu musuh, menargetkan musuh, dan menghancurkan musuh”.

RGM-84N Harpoon ER (untuk extended range) hadir dengan hulu ledak lebih mematikan dan ringan, lebih banyak bahan bakar dan upgrade mesin turbojet untuk melipatgandakan jangkauan rudal dari 124 km menjadi 310 km jika dibandingkan dengan varian Blok 1C, dengan tetap mempertahankan daya tembak yang sama. Rudal ini juga dilengkapi dengan datalink yang memungkinkan untuk penargetan ulang dalam penerbangan.

Dilengkapi sebuah antena datalink dekat kerucut hidung rudal adalah satu-satunya perbedaan visual antara Harpoon Block 1C dan varian Harpoon ER.

JakartaGreater

  5 Responses to “Harpoon ER Dapat Mendominasi Pertempuran Berkat Kemampuan “Net-Enabled””

  1. wah… 300 km?

  2. R-Han sudah memiliki teknologi kendali tercanggih kah? Semoga negara kita bs mengejar segala ketertinggalan dan sejajar dengan negara2 maju militernya!

    • Selain R-han buatan pt pindad yg merupakan jenis roket berjarak tembak 15 km, Pt Sari bahari telah berhasil membuat peluru kendali / rudal berjarak tembak hingga 75 km dengan kecepatan 0.2 mach ( 200 Km/j ), yang rencananya akan ditingkatkan menjadi 0.5 mach ( 500 Km/j ), Merupakan Rudal kedua Setelah RX Berbagai varian buatan Lapan, asli 100 % buatan putra putri terbaik bangsa, & pada tahun 2018 indonesia ditargetkan memproduksi secara masal rudal C 705 berjarak tembak 150 km, yang merupakan akuisisi dari china, yang akan di produksi oleh PT. Dirgantara…
      Semoga rudal2 buatan indonesia semakin disegani & Rudal buatan lapan ( RX 750 ) Segera di uji coba dengan hulu ledak..

 Leave a Reply