Feb 262017
 

Tank Leopard 2RI (photo : Pen Kostrad)

Polling JakartaGreater dengan pertanyaan : “Kalau terjadi perang Anda ingin menjadi Pasukan ?”, telah mendapatkan jawaban yang beragam sekaligus mengejutkan. Sebagian voter memilih infanteri. Pilihan ini berarti mereka siap menjadi pasukan garis depan dalam pertempuran, mudah dimobilisasi dengan mengusung persenjataan yang mudah dibawa.

Hal ini juga menunjukkan para pemilih merupakan bagian dari bangsa petarung, yang siap bertempur di garis depan, untuk mempertahankan negara dan menghalau agresor.

Apa jadinya, jika pilihan pertama polling ditempati oleh posisi : Dapur/Logistik.

Dapur Logistik memainkan peranan penting dalam peperangan, tapi proporsinya tidak boleh melebihi jumlah orang yang berperang di garis depan. Kalau sebagian besar mau di dapur/logistik, terus siapa yang perang di garis depan ?.

Jadi komposisi hasil polling di atas sudah cukup mantap.

Ternyata banyak pembaca yang menginginkan menjadi pilot pesawat tempur atau bomber. Artinya mereka siap berkenalan dan mengenali teknologi canggih yang ada di dalam fighter atau bomber.

Selama urusan dapur dan logistik lancar, maka inisiatif peperangan akan tetap ada di tangan. Begitu pula dengan Komponen Cadangan. Banyak yang bersedia menjadi komponen cadangan yang siap digerakkan, jika terjadi perang.

Satu yang mengejutkan, sedikit sekali yang memilih menjadi satuan Kapal Perang, padahal Indonesia adalah negara kepulauan. Mungkin kita bisa mengulasnya di sini.

Sebagai catatan, hasil polling ini bukanlah cerminan sikap bangsa Indonesia, melainkan pilihan yang dijatuhkan oleh sekitar seribu pembaca JakartaGreater.com

Hasil polling ini juga bisa ditafsirkan berbeda-beda oleh setiap pembaca. Bagaimana dengan pendapat Anda ?.

Artikel Terkait :

  65 Responses to “Hasil Polling Kalau Terjadi Perang”

  1. Aku sukanya bagian Dapur. Biar gak susah cari makan…hehehe
    Monggo yg mau Pertamax….

    • Berarti bung jadi pasukan badokan (tukang makan) ya!ha3.canda. Klu saya pilih Infantri karena bs face to face dgn musuh walau susah sekali ikut poling.

      • Face to face.? Yg bener.? coba ikut latihan dopper dulu dng TNI pake peluru tajam. Berani gak.? entar baru dengar suara letusan senjata langsung beser…keser…keser….hehehe

        Saya jd ingat perang di Bosnia dulu sekitar th 1990 an. Banyak sukarelawan kita yg mendaftar ingin ikut berjuang membela kaum muslim Bosnia. Sampe di sono cuma dikasih senjata alakadarnya sepucuk pistol bareta dng hanya dijatah peluru 3 butir bahkan ada yg cuma dikasih panah dan busur serta ada yg dikasih cuma geranat doank. Harap maklum pada saat itu Bosnia di blokir oleh Kroasia dan Serbia sehingga senjatapun terbatas.
        Yg tadinya semangat jihadnya tinggi sekali waktu ditanah air, ternyata begitu diperang sungguhan nyalinya ciut bahkan banyak yg depresi.

        Soo….perang itu gak enak dan menyakitkan kawan. Yg enak, nongrong di warung kopi Mbah Bowo sambil minum kopi dan makan gorengan trus kaki diangkat sebelah…..itulah nikmatnya hidup.

        • ha ha ha ha,,, realistis..
          dalam perang sesungguhnya makanan salah satu yg membuat bisa menang atau kalah…

          dalam regu atau peleton,, makanan bisa membuat akhirnya mereka menang atau kalah,, seringkali kekurangan makanan adalah awal mulanya kekalahan..

          seringkali makanan adalah awal mula chaos dalam masyrakat yg dilanda perang…
          seringkali makanan bisa dijadikan propaganda oleh pejuang maupun penjajah….

          bagi saya yg tak bisa ikut polling,,, saya hanya bisa berkata,,,,
          saya siap jadi panglima pasukan sukarela wilayah… wkwkwkwk

          • kayak pertempuran suyang tahun 757pada masa dinasti china tang bung.
            dimana pasukan pemberontak yan dibawah pimpinan an lushan mengepung pasukan loyalis dinasti tang dikota suyang dan pasukan dinasti tang sendiri terkepung serta kekurangan bahan makanan sehingga memakan penduduk kota suyang sendiri dgn korban antara 20000-30000 orang.
            https://en.wikipedia.org/wiki/Battle_of_Suiyang

          • Thanks inponya bung Anu….. terus terang ane baru tau kejadian itu ada dan nyata, nuhun.

          • di perang dunia 2 juga ada bung
            pengepungan kota Leningrad antar uni soviet dan nazi jeran

        • Bang ruskye . Nama nya udh perang , gak perlu latihan2 doper ala2 TNI .. infantri dlm keadaan darurat militer bs di percepat pembentukan nya , inti nya fisik sehat ,bs menggunakan senjata dgn baik , dpt berkerja dlm team saat perang , terakhir TIDAK PENGECUT ,, soalnya ini bela negara bang ruskye bukan bela agama yg pakai jilid2 .

          Salam kenal bg

          • Menurut anda, tinggi mana derajatnya berdasarkan ajaran agama anda.?
            Bela Negara
            atau
            Bela Agama…? Hayooo….mana yg lebih tinggi derajatnya.?

          • Bagi saya, derajat bela negara lebih tinggi, karna tentunya untuk membela seluruh umat bangsa di Indonesia beserta segala SDA di dalamnya, lalu bela agama? Misalnya kalo agama dihina, siapa yg rugi? Yg ngehina ato yg dihina? Bukankah kita percaya bahwa dunia akhirat benar2 ada? Jadi jika bela agama hanya karna dihina, maka saya akan mengatakan : “Derajat bela negara jauh lebih tinggi”
            Tapi… itu hanya menurut saya pribadi loh,

    • sy tugas di pesawat …
      sbg sesama warjag … gak pake antrian makan ya …
      kudu prioritas pertama … menu wajib 4 sehat 5 sempurna

    • ada istilah pasukan berani mati tp takut kelaparan ternyata ada posisi yg pas yaitu dapur perang 😀

    • https://youtu.be/VpogV2QOD5Y
      Bung tolong ulas video tersebut, simulasi peperangan australia vs indonesia

  2. Pilihanku gak ada bung admin, aku pilih gerilyawan aj.

  3. saya suka infanteri karena langsung berhadapan dgn musuh,, klo panjang umur bisa bertahan sampai merdeka perang,, klo pendek umur tertembak sebagai pahlawan perang.. yg penting niat ikhlas utk negara, bangsa dan agama, Insya Allah syahid..

  4. aneh yah berarti masi banyak yg gak paham sm pertahanan negara kt, masi ngikutin gaya perang dulu dan pengarauh PD2 di eropa, geografis negara kt banyak perairan kok di di infanteri, logikanya mestinya penuh di fighter dan kapal perang dl, kl udara dan laut uda dikuasain darat cm nunggu waktu utk direbut, omong2 gw gak bisa ngikut poling gak tau knp nih bingung gak bisa milih2.

  5. Infanteri kontak lsg dgn musuh, suatu ke banggaan jika bs menembak musuh tepat di kepalanya….dan jika dibekali berbagai macam jenis bela diri, kita bs langsung praktekkan ke musuh dan tanpa ragu2 …

  6. Knpa gua milih dapur/logistik… Karena gua sangat berpengalaman di bidang dapur… 2 thun kerja di restorant… Hehe

  7. Saya milih fighter/bomber karena perannya cukup penting. Selain itu dengan kecanggihan dan skill, dia bertarung duluan di udara sebelum pasukan lain bergerak. Kl menjadi bomber menjadi satu kebanggaan juga karena bisa meluluh lantakan musuh yang mencoba menyerang NKRI. Walaupun itu semua dalam angan-angan. Hihihi.

  8. bukannya pasukan yg berkualitas adalah pasukan hasil sukarela dibandingkan pasukan hasil wajib militer?

    yg saya pertanyakan dari polling diatas kenapa gak ada pasukan cyber?
    utk menghalau dan meluruskan disinformasi yg ditebar musuh

    • Ini gua se7… Kalo bisa sekalian putar2 satelit lawan kyk bung jim.. haha

    • Component Cadangan itulah yang seharusnya sebagai Pasukan Cyber……, jadi ngga harus maju ke garda depan…..cukup depan komputer….dengan segala macam tool hack…hehhe

  9. Jadi tentara bayaran saja…… maju tak gentar membela yg bayar….. 😆

  10. Infantri, komponen cadangan, dan logistik coba saya bahas,,
    team ini masuk pada pelatihan singkat…
    artinya sukarelawan bisa dilatih singkat atau tanpa pelatihan sama sekali…
    Infantri perlu dilatih tentang senjata, baik prosedur, perawatan, maupun keamanannya.
    komponen cadangan sebagai sukarelawan lokal yg menjaga wilayahnya, melakukan pengamanan wilayah, membantu mengatur masyarakat agar tidak chaos…
    logistik mempersiapkan cadangan senjata, peluru, pakaian, makanan minuman dan lain sebagainya… seringkali team ini harus maju sampai belakang garis depan untuk membawa logistik…

    fighter dan bomber tentu saja dilakukan seleksi jika diambil dari sukarelawan…
    diambil dari orang2 yg sudah bisa menerbangkan pesawat… karena mahalnya pesawat,,, seleksi akan sangat ketat bagi pilot…. sedangkan bagi awak bomber tentu saja adalah orang2 yg sudah mengerti dan paham tentang perhitungan wilayah, pembacaan peta, navigasi, dan sistem avionik…. saya tak mungkin ikut polling ini… karena saya tak bisa menerbangkan pesawat..

    artilery dan kavaleri…
    menjadi team ini,, memerlukan pelatihan serius,,, bagi driver tentu dilakukan tes… karena manuver kendaraan jelas beda,, tapi bisa dipelajari sukarelawan… untuk pelatihan tembak kavalery jenis tank bisa dipelajari,,, penembak pastinya diseleksi dari orang cerdas,, karena memerlukan perhitungan…. sudut, elevasi, pemetaan, kecepatan angin, kelembaman,, dll bisa dipelajari.. bagi warjagers sepertinya akan banyak dibutuhkan disini,, karena cerdas2 dan penuh perhitungan…

    untuk awak kapal perang bisa dimasukkan sukarelawan karena banyaknya jenis pekerjaan disana… tapi satu hal yg pasti,, alangkah baiknya bisa berenang… minimal mengambang tanpa pelampung…

    • ini kalau skenarionya perang simetris kan bung?

      • yoiii…
        kasusnya seperti saat rusia diserang nazi jerman,,
        ataupun kebanyakan negara eropa ketika diserang nazi..

        • lebih kompleks bung termasuk pemindahan industri2 alutsista dari jangkauan pesawat pembom.
          dulu soviet memindahkannya ke timur kalo kita semuanya masih di jawa

          • Tinggal geser pake LST, simpel khan bung……. 😆

          • itu kan peruntukan untuk perang simetris saja..
            pada kenyataannya merupakan paduan semuanya…
            proses perjuangan kemerdekaanpun merupakan paduan…

            perang singkat malvinas ataupun indochina pun para ahli tidak bisa mengkategorikannya dalam perang simetris,,,,

            kategori ini hanya untuk klasifikasi pembelajaran..
            diera ini perang antar negara tidak mungkin terjadi,, yg ada perang antara kelompok negara dengan negara..
            selalu saja ada negara lain yg mencapuri perang negara 1 lawan 1… ituuu

    • Mengambang tanpa pelampung ??…… jadi kepikiran kapal selam tetangga sebelah…… xixi….. (sambil garuk2 kepala)

  11. Dari hasil poling diatas :
    Ada yg mau jd pasukan Infanteri,
    Ada yg mau jd pasukan Fighter/Bomber,
    Ada yg mau jd pasukan Kavaleri,
    Ada yg mau jd pasukan Komponen cadangan,
    Ada yg mau jd pasukan Kapal Perang,
    Ada jg yg mau jd bagian Dapur / Logistik,
    Mereka semua sdh pada siap perang, akan tetapi kok blom ada yang nyuruh Perang melawan musuh.? Kalo gitu biar saya saja jadi ” Yang Nyuruh Perang melawan musuh” …..xixixixi

    • ??!!…….

      Musuhnya siapa bung, ormas intoleran ??……. rugi perang sesama anak bangsa.

    • Jgn ditanya saya takut apa gak masalaha Dopler bung! Saya lahir dan besar dari keluarga pejuang dan TNI, kakek saya ahli persenjataan yg bs bikin bom,peluru, mortir dan senjata dan ahli mesin2 perang. Sehingga zaman kemerdekaan jd incaran belanda sehingga selalu mengungsi membawa keluarga jg pasukannya! Membuat bengkel senjata ditengah hutan. Klu perang terjadi Infantrilah harapan terakhir, karena bila musuh sudah mendarat berati kapal perang dan Pespur sudah kurang efektif!

  12. Kalau saya pilih jd pasukan cadangan saja….kapanpun siaap bosss..

  13. Sadar akan alutsista kali bung kenapa byk yg milih infanteri.
    Karena kita sadar bahwa jika perang secara frontal maka yg punya alutsista lebih gahar bisa di pastikan kemenangannya.
    Infanteri mudah di mobile kemanapun dan kapanpun.
    Buktinya amrik ato rusia yg punya AU & AD super canggih belum bisa rontokin infantri nya ISIS.
    Ini jg sama dengan kita…jika terjadi perang maka saya yakin dari 250jt penduduk nya paling tidak 100jt siap berperang berlarut larut.
    1000 kekalahan yg di alami tidak akan terasa dengan 1 kemenangan berarti yakni hengkang nya sang agresor.
    Makanya taktik perang frontal terhadap kita tidak akan dilakukan oleh empu nya freeport ato OKB (Orang Kuat Baru).
    Taktik devide et empera lbh gampang buat hancurin kita.
    Itulah kelemahan dr sikap kita yg “berani mati”

    • mental yg msih suka terjerembab kubangan konspirasi dg kecenderungan suka mengambil kesimpulan dan merasa benar sendiri malah lebih mudah devide et emperan toko nya.

      gerakan angkatan perang ratu adil tahun 1950an

      • Ya…ya…ya….. merasa paling benar, merasa paling suci dan rumor-nya punya hak memegang kunci Surga….. xixi…

      • Smua karna jabatan bung.
        Segala cara halal untuk di lakukan.
        Yg jadi korban ya bangsa sendiri.
        Kebebasan berpendapat itu sangat sangat boleh.
        Tetapi bukan berarti harus memaksakan pendapat nya ke orang lain.

        Mungkin benar bahwa sekarang demokrasinya mulai kebablasan.
        ??

        • cukup membuang bagian liberalnya
          perlu waktu cukup lama bung buat menempa bangsa
          masih lebih baik jika ditarik ulur sejarah bangsa kita sendiri yg suka bunuh membunuh sesama saudaranya sendiri dlm perebutan tahta

  14. hadeuuuhh baru sadar neh … itu polling bisa punya maksud lain.

    yg pilih fighter bomber tugasnya dorong pswt ke hanggar + ngelap + cuci body & semir ban.
    yg pilih kavaleri tugasnya dorong tank kalo mogok + manasin mesin + gotong jerigen bbm.
    yg pilih kaprang tugasnya ya nge dayung kalo kapalnya mogok
    yg pilih infantri … paling disuruh gotong peti amunisi, gotong mortir, narik meriem 155mm.
    yg di logistic & dapur tugasnya ngangkat beras … xixixixi just kidding

    • Kenapa banyak yang milih jadi Infantri ?
      Jawaban sebenarnya karena pesawat kita kalau canggih dengan negara lain .Coba kalau kita punya banyak pespur canggih pasti banyak mau jadi piot pespur .Demikian juga siapa yang mau jadi pelaut di atas kapal yang kurang lengkap senjatanya ,apalagi sistem pertahanan kapal seadanya . Bila kapal tempur kita ” fullgears” kayak punya amrik pasti juga berebut mau jadi pelaut .

      Kalau jadi tentara darat , rakyat Indonesia punya kearifan lokal yang mimpuni ,banyak yang bisa menghilang ,kebal ,bisa piundah tempat dalam sekejab dan sebagainya ….Kalau perang darat Amerika pun buikan apa-apa jika perang di Indonesia .

  15. Saya pasti bagian dapurlah, selain gak takut kekurangn makan pngalaman saya di dapur bertaun taun

  16. Dlm coling ,, eehh salah dlm volling saya memilih pasukan infantri . ALASAN nya :
    1 . Bisa face to face dgn musuh,
    2. Dlm hati saya , saya kagum dgn senjata snaiper , klu bs saya jadi snaiper d garis depan .
    3. Dpt bermanfaat secara langsung bg negara.
    4. Sekian .. wkwkwkwkwk

    • iya bung,, peluang face to face kayaknya cuma sniper,,
      infantri biasa dengan senapan serbu akan hanya melihat arah datangnya peluru kemudian menembak ke arah sana..

      siapkan diri,, masuk perbakin bung!
      tanggalkan atribut ormas dan kepartaian.. kalo gak, gak akan bisa masuk perbakin.
      huu raaaa…..

    • Kenapa saya milih infantri?
      1. Karna saya gk bisa nerbangin pesawat, gk bisa make artilery, gk bisa mengoperasikan kaprang
      2.karna saya pengen jadi pasukan infantri
      Beres

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)