Jan 262017
 

Menteri Pertahanan Malaysia Datuk Seri Hishammuddin Tun Hussein akan memastikan tingkat kesiapan tempur Angkatan Udara Malaysia (TUDM) dan Angkatan Laut Malaysia (TLDM) dalam kondisi maksimal sebelum tahun 2020.

Dengan kemampuan dan kesiapan tempur yang tinggi diharapkan militer Malaysia dapat menghadapi segala ancaman yang bisa membahayakan keamanan Negara.

Untuk memenuhi segala peralatan tempur yang diinginkan dan dibutuhkan kedua Angkatan, Menhan Malaysia menyatakan akan memberi perhatian khusus. Hal tersebut dinyatakan Datuk Seri Hishammuddin Tun Hussein saat meresmikan Retreat Hala Tuju Kementerian Pertahanan.

Diantaranya adalah rencana pengadaan pesawat tempur medium multi-peran (MRCA) baru untuk menggantikan MiG-29N, apakah Eurofighter Typhoon atau pun Dassault Rafale akan diputuskan sebelum tahun 2020.

Langkah serupa juga akan dilakukan pada pengadaan Maritim Patrol Aircraft (MPA) generasi baru serta kapal Multi-role Support Ship (MRSS) untuk Angkatan Laut Diraja Malaysia (TLDM). Salah satu pilihan potensial kapal MRSS adalah kapal LPD dari PT PAL Surabaya, Indonesia.

TUDM membutuhkan setidaknya satu skuadron (18 buah) pesawat tempur MRCA baru dan empat buah pesawat patroli maritim (MPA) generasi terbaru, sementara TLDM membutuhkan setidaknya tiga kapal MRSS modern untuk menjamin kedaulatan negara.

Bahkan meski menghadapi kendala ekonomi negara yang dalam kondisi tidak menentu, Hishammudin tetap bersikeras akuisisi alutsista harus tetap dilakukan. “Bukan lagi soal optimis tapi kita perlu lakukan, namun kita juga sadar pembelian aset militer banyak dipengaruhi faktor keuangan negara,” jelasnya.

JakartaGreater (foto : Pinterest)

  19 Responses to “Hishammuddin Optimis Militer Malaysia Perkasa Sebelum 2020”

  1. Negara paling Jaguh Dunia Akherat.. Tak de lawan..

  2. wah….malon akan beli rafalle kalo ga typhoon….
    perkasa coy….
    hehehehe
    indonesia mah pada di batalin semua…karena terbentur kandungan lokal..hehehe

  3. Kalo nak perkasa itu pakcik hishammudin bile nak beli jet pejuang baru taklah tunggu masa 20 tahun kah kah kah…kalo nak perkasa itu pakcik taklah pakai senjata rongsokan hibah jepun dan australia kah kah kah….bile nak perkasa tu pakcik mestilah pake senjata buatan tempatan bukan beli senjata dari luar dan di kasi stiker buatan tempatan kah kah kah

  4. Oh bagus itu…

    18 unit double engine ?

    Tahun 2019 baru diputuskan ya ?

    Wah nunggu RI tahun 2019 mau beli apa ya ?

    Padahal yg mau dibeli RI banyak tuh sebab sebelum 2024 semua unit yg dipesan tahun 2019 harus sudah diterima semua.
    Single enginenya saja mungkin antara 68 – 112 unit, belum yang double engine…

    Dari mana RI dapat duit ? Ya ngutang dulu, saat pesawat selesai diterima baru dibayar ke yg mau minjamin duit.

    Xixixixi

  5. Test..

  6. Junior itupun kalau tidak ada kendala yang mengganggu pembuatan pesawat kfx ifx yang pasti untuk saat ini Tni Au butuh pesawat pengganti f5 dan hercules yg dibeli eranya pak soeharto.

  7. Auuuuuu

  8. kok udah gk berani geser geser patok lagi??? udah gk berani caplok pulau klaim mengklaim lagi??? ayoo donk katanya perkasa. nunggu di tahun 2020 kelamaan.

  9. besok sepanjang perbatasan kalimantan mau di bikin jalan dan rel kereta api buat ngangkut batubara, kerjasama Indonesia- Rusia. gimana mau geser patok? lha wong mau di bikin rel kereta.

  10. Kalo koar2 trs, tabok aja, neg kecil yg resek.!

  11. Ampun jgn di tabok bung…si malon udah jdi pisang di pojokan bung..xixixi

 Leave a Reply