Sep 202013
 
Maket Bandara Kertajati Majalengka, Pengganti Bandara Husein Sastranegara, Bandung

Maket Bandara Kertajati Majalengka, Pengganti Bandara Husein Sastranegara, Bandung

Manajemen PT Angkasa Pura II berencana membangun bandara baru di Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, sebagai pengganti Bandara Husein Sastranegara, Bandung. Direktur Pengembangan Banda Udara & Teknologi PT Angkasa Pura II Salahudin Rafi menyatakan, master plan bandara baru telah selesai dan pembangunannya sudah disepakati oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. “Tinggal penandatanganan saling kesepahaman (MoU), antara PT Angkasa Pura II dengan Pemprov Jawa Barat,” ungkapnya.

Kerja sama dengan Pemrov Jawa Barat ini akan mengadopsi model pembangunan Bandara Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara,yang merupakan pengganti Bandara Polonia, Medan. “Dalam Undang-Undang No. 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, pengelolaan dan pembangunan bandara, mesti ada tender. Tetapi karena bandara di Kertajati, Majalengka, merupakan bandara pengganti, maka tidak perlu tender,” tegasnya. Bandara baru itu akan mengadopsi model Bandara Jeddah.

Layout Bandara Internasional Kertajati, Majalengka, Jawa Barat

Layout Bandara Internasional Kertajati, Majalengka, Jawa Barat

Sejumlah pengguna jasa Bandara Husein Sastranegara berharap pembangunan bandara baru bisa dipercepat mengingat terlalu sumpeknya Bandara Husein Sastranegara. “Masuk bandara begitu padat, keluar bandara juga padat. Parkir kendaraan susah banget,” tutur Faturahman, pengusaha yang sering bolak-balik Bandung – Kuala Lumpur untuk urusan bisnis.

Kondisi penumpang di Bandara Husein Sastranegara saat ini memang telah mengkhawatirkan, over capacity. Daya tampung tidak sebanding dengan pertumbuhan penumpang. Pada tahun 2012, pertumbuhan penumpang meningkat hampir 100 persen menjadi 1,8 juta penumpang/tahun. Peningkatan ini akibat pergerakan pesawat pada 2012, tumbuh 70 persen.

Untuk mengatasi keadaan darurat ini, Manajemen PT Angkasa Pura II berencana merenovasi Husein Sastranegara dengan segera membangun terminal dan apron yang baru. Budget disediakan sebesar rp 162 miliar, agar Bandara Husein Sastranegara, mampu menampung 3 juta penumpang/tahun, sambil menunggu bandara baru di Majalengka.

Renovasi bandara Husein Sastranegara direncanakan mulai bulan November 2013. Terminal akan diperluas menjadi 6.100 meter persegi dengan kapasitas penumpang 4.111 penumpang per hari. (beritatrans.com).

  7 Responses to “Bandara Kertajati Pengganti Husein Sastranegara”

  1. kayaknya akan ada penggusuran tanah nich.hehehe
    di bandara sasneg. Terlalu sempit.. Karena pesawat pt di juga di situ seperti cn-235 belom lg psawat transport..
    Kalau mau di lebarin juga gak ungkin di bndara sasneg. Karena sudah di apit oleh perkapungan dan rumah para anggota TNI au yg mengelililngi SAsNeg..berbeda dengan juanda yg luas.. Dr segi parkiran bandaranya sendiri,apalagi setelah di renovasi dan enjadi kelas A…

  2. cobalahh bangun bandara baru di luar pulau jawa…di daerah timur indonesia kek…suram bget kita yg di wilayah sini….

  3. Saya sih gak setuju kalo bandara Husein di ganti oleh bandara Kertajati,Saya memberi saran kalau bandara Husein aja yang di renov.Kan bandung ibukota Jabar kok bandara nya di majalengka ?

  4. Tidak masalah, seperti Bandara Sukarno Hataa Cengkareng, diakui sbg bandara Jakarta (sbg ibu kota negara) begitu juga bandara lainnya di LN seperti Bandara Putra Jaya disebut bandara lualalumpur padahal putra jaya 90 KM dari kualalumpur, Bandara Suwarnabhumi Bangkok, padahal Suwarnabhumi adanya di Chonburi (maaf kalau salah tulisan).

    Begitu juga nanti kalau Kertajati namanya Bandara Kertajati Bandung atau namanya tetap Bandara Husein Sastranegara Kertajati Bandung (disebut Ibu Kotanya), Bandara Nusawiru Pangandaran, padahal Bnadara Nusawiru adanya di Kecamatan Cijulang (27 KM dari Pangandaran).

    Kita dukung Bandara Kertajati. Nanti sepanjang jalan dari Airport s/d Bandung akan menjadi Jalur yg ramai dan hidup meskipun jaraknya 90 KM lebih dari Bandung. Jalur Bandung, Kertajati Cirebon semakin ramai. Amiin

  5. Sangat sangat tidak setuju dengan pemindahan airport ke Majalengka, kalau memang husein airport dianggap tidak layak, pemindahannya ya jangan jauh jauh dari Bandung, hal ini akan berimbas penumpang tidak bepergian ke Bandung, atau malah turun di bandara alternatif lainnya kalau ada, hal ini juga berimbas pada kepariwisataan kota Bandung, juga sangat meresahkan warga Bandung sendiri, baik sektor perekonomian, kepariwisataan, dll. Perlu dikaji ulang tentang rencana ini, masak mau tujuan leisure saja ke kota Bandung harus menempuh sekitar 100 km meskipun tersedia akses jalan tol dan kereta. Jadikanlah Bandung Bermartabat, masak kota bermartabat tapi nggak punya airport, malah airport husein mau dijadikan airport khusus jet pribadi untuk kalangan super milyarder, yang pinter donggg,,,, jangan punya otak udang… Apalagi otak KONTOLLL

 Leave a Reply

(wajib isi)

(wajib isi)

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>