Dec 302016
 

Kantor imigrasi Madiun, Jawa timur mendapat laporan tentang keberadaan warga negara asing asal Cina yang diduga kuat sebagai tenaga kerja di sebuah proyek bangunan milik sebuah BUMN.

Petugas Imigrasi Madiun, langsung bergegas mengamankan 2 WNA yang bersangkutan dari sebuah hotel di kota Madiun. Dalam sebuah penangkapan dari empat warga negara cina diamankan dua orang yang diketahui mememiliki ijin tinggal terbatas.

Dalam pengakuannya, kedua warga negara Cina tersebut mengaku bekerja di salah satu proyek milik PT Industri Kereta Api atau PT. inka.

Kepala Imigrasi Madiun, Sigit mengatakan kepada Jakartagreater pasca penangkapan itu, pihaknya langsung melakukan proses pemulangan atau deportasi kepada kedua warga negara Cina tersebut dengan diberangkatkan ke Jakarta.

“jadi pada saat penangkapan itu, kami amankan empat WNA asal China. Dari dua WNA hanya dua yang menggunakan visa turis dan yang dua lagi menggunakan visa ijin tinggal terbatas, “papar Sigit, kepala imigrasi madiun, Kamis (29/12/2016).

Sementara itu pihak PT Inka Madiun, melalui Humas, Cholik membantah adanya warga negara Cina yang dipekerjakan di salah satu proyek bangunan milik PT Inka.

Menurut Cholik, keberadaan kedua orang WNA asal Cina tersebut dibenarkan bekerja sebagai konsultan konstruksi gedung di sebuah proyek yang ditangani oleh anak perusahaan PT Inka.

Sedangkan proses perekrutan atau kedatangan dua warga negara Cina tersebut pihak PT Inka mengaku tidak mengetahui dan sepenuhnya tanggung jawab pihak ketiga pemenang tender proyek gedung pembuangan limbah milik PT Inka.

“Dapat kami jelaskan, keberadaan empat WNA yang saat ini di amankan pihak imigrasi adalah pengadaan dari konsultan proyek, bukan atas PT Inka Madiun,” tegas Cholik meluruskan.

Artikel Terkait :

  21 Responses to “Imigrasi Madiun Deportasi 2 WNA asal China yang Menyalahi Ijin Visa”

  1. wah hati2 berkedok bekerja di NKRI,para WNA asal cina,mungkin agen PLA yg mnyamar.

  2. China maning….dasar china gemblong.

  3. yang jadi pertanyaan kl hanya untuk membangun gedung kenapa harus pakai tenaga kerja dari cina baik yg ada kitas maupun yg ilegal,, di negri kita sendiri beserak serak dan sangat mumpuni…

    • JAKARTA – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) mendapat kucuran kredit dari bank ekspor-impor China, China Exim Bank, sebesar USD615 juta.

      Kucuran dana itu, terdiri dari sekira USD284,2 juta untuk pembangunan PLTU 1 Banten, Suralaya berkapasitas 1×625 megawatt (MW) dan USD330,82 juta untuk PLTU 2 Jatim, Paiton berkapasitas 1×660 MW.

      Penandatanganan dilakukan di Grahasawala, Komplek Gedung Departemen Keuangan, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu (30/1/2008).

      “Kucuran kredit ini untuk mendukung program pemerintah dengan proyek 10 ribu MW,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani.

      Pinjaman yang dengan tenor 15 tahun itu memiliki bunga standar Libor. Sebelumnya, rombongan direksi China Exim Bank telah bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ketua Umum Kadin Indonesia, di Istana Wapres, siang tadi. Pertemuan tersebut membahas pinjaman dana dan komitmen China Exim China.

      jembatan suramadu yg bangun jg cina, “yang jadi pertanyaan kl hanya untuk membangun gedung kenapa harus pakai tenaga kerja dari cina baik yg ada kitas maupun yg ilegal”

      http://finance.detik.com/ekonomi-bisnis/3194876/menyambangi-perusahaan-pembuat-jembatan-suramadu-di-beijing

      ni merupakan jembatan terpanjang d Asia yang pernah dibuat CCCC.

      “Proyek Jembatan Suramadu adalah yang terpanjang di Indonesia dan juga di Asia,” ucap Meng.

      Selain Jembatan Suramadu, CCCC juga telah membangun berbagai proyek infrastruktur di negara lain.

      bung tau gak sejarh yg bangun jembatan layang di malaysia itu perusahaan kontraktor negara dan pekerjanya jg Indonesia. jd menurut saya jika ada investasi luar kesini uda otomatis kontraktor dan tenaga kerjanya dr si investor tsb.

  4. Di malang 143 WNA asal Tiongkok diamankan tanpa memiliki dokumen yg sah.

  5. kok ga ada ya cewek china dari suku hui yg datang dimari?
    biar nanti sya sembunyikan di kamar saya
    wkwkwkwk
    oh jalan panjang menuju KUA

  6. ini komen yg saya suka bung dr link anda
    —————–
    Netral Banget Jumat, 30 Desember 2016 | 13:32
    ketar ketir bgt sih sm china, cina, tiongkok, dll? heran gw kalo amoy tapi doyan dan semangat bgt

  7. jpnn network..” bupati gersik pening akan banyaknya pekerja cina ilegal termasuk dalam pekerjaan buruh sekalipun”

    • tangkep saja yg illegal. habis minta tebusan nanti serahkan ke pihak imigrasi biar diurus sama kedubes cino agar bs lngsung di deportasi ke negara asalnya. pak bupati ngurus umkm, promosi wisata daerah, sama memperbaiki infrastruktur jalan pedesaan saja cukup biar ekonomi lancar. WNA biar diurus petugas yg berwenang.

  8. jpnn network..” bupati gersik pening akan banyaknya pekerja cina ilegal termasuk dalam pekerjaan buruh sekalipun”…stronggggg

  9. ya gak papa kan…..nanti kalau penduduk mainland sudah banyak….tinggal usir pribumi di ekspor ke afrika…..lihat aja natuna…awalnya nelayan,dibelakangnya cina cost guard…..terus lama2 masuk daratan natuna…terus yg ilegal dikasih ktp…terus menguasai jabatan politik….dan indonesia game over

  10. aneh consultan saja impor, emang indonesia ngaa ada ya

  11. MAAAAKAAAAN TUUUUUH CAAANGKUUUL……..APAAA BERAAAS PLAAASTIIK DOOOYAAAN JUGAA…….ERA SEKARAAANG SUUUKAAA DOOYAAAN CHINAAA……MAAAKAAAAN THUUUU CHIIINAAA?!!!!

  12. biar adil secara letak geografis taiwan dan cina seperti halnya indonesia dan malaysia

    negara lebih besar dan lebih kecil

    sudah pasti jelas kan siapa yang paling banyak jadi ilegal di taiwan

    http://taiwaninfo.nat.gov.tw/fp.asp?xItem=20258&CtNode=103

  13. Mana si ubed, kok gak nongol ?
    Agen katrok cybernya PLA.

  14. Chino maning..Chino maning..
    Chino maling..Chino maling..
    Bersihkan daerah kalian masing masing dari makluk ilegal..
    Bikin onar saja..

  15. Katanya gajinya lebih gede 3X lipat, kenapa mereka sampe harus kerja di sini??.
    Kalo orang Cina cari kerja ke sini semua, penganggur lokal makin banyak. Rebutan lapangan pekerjaan sama WNA. Kalah koneksi. Kasihan generasi kita berikutnya.