Jan 132017
 

NEW DELHI – Ilmuwan India telah berhasil melakukan uji-tembak dari peluncur roket multi-barrel (MBRL) Pinaka II yang akan menggantikan MBRL SMERCH buatan Rusia.

Kementrian Pertahanan mengatakan bahwa Pinaka Berpemandu itu berhasil melakukan uji-tembak dari Kompleks Luncur III, ITR, Chandipur.

Rocket Pinaka Mark-II, merupakan evolusi dari Pinaka Mark-I dilengkapi dengan navigasi, panduan dan kontrol kit serta telah ditransformasikan ke dalam Pinaka Berpemandu.

Konversi ini telah meningkatkan jangkauan dan akurasi Pinaka. Pinaka digunakan sebagai senjata penghancur area yang dapat memusnahkan seluas 900 meter persegi dari jarak 65 km.

“Ini akan memberikan dorongan luar biasa bagi kemampuan Angkatan Bersenjata setelah masuk ke dalam produksi massal. Jadi kenapa kita khawatir pada teknologi yang direkayasa AS?”, kata Manohar Parrikar, Menteri Pertahanan India setelah menyaksikan secara langsung uji penembakan tersebut.

Secara bertahap MBRL Pinaka Mark-II akan menggantikan MBRL Smerch buatan Rusia.

Angkatan Darat India bermaksud untuk membentuk 22 Resimen Pinaka pada tahun 2026 termasuk 12 Resimen Pinaka Berpemandu. Setiap resimen akan terdiri dari 3 baterai dengan 6 peluncur Pinaka yang dipasang pada truk Tatra.

“Setelah keberhasilan pengembangan dan penggabungan sistem kendali bimbingan pada Pinaka Mark-II, sistem ini harus mampu menggantikan Multi-Barrel Rocket Launcher (MBRL) SMERCH Rusia”, kata Parrikar tahun lalu.

Angkatan Darat India saat ini memiliki 62 baterai SMERCH yang memberikan dukungan mematikan untuk infanteri dan tank dalam memulai serangan.

Sumber: Sputnik News

Pinaka adalah sebuah peluncur roket multi-barel yang diproduksi India dan dikembangkan oleh Organisasi Riset dan Pengembangan Pertahanan (DRDO) untuk Angkatan Darat India. Sistem ini memiliki jangkauan maksimum 40 km untuk Mark-I dan 65 km untuk Mark-II, dan dapat menembakkan salvo dari 12 roket HE (berdaya ledak tinggi) dalam 44 detik. Sistem ini dipasang pada truk Tatra untuk mobilitasnya. Pinaka terlihat digunakan Angkatan Darat India selama Perang Kargil, saat roket ini berhasil menetralkan posisi musuh yang berada di puncak gunung. Sejak saat itu Angkatan Darat India telah menggunakannya dalam jumlah besar.

Pada tahun 2014, sekitar 5.000 roket telah diproduksi setiap tahunnya, sedangkan varian canggih sedang dalam pengembangan dengan berbagai peningkatan dan akurasi.

Spesifikasi Umum:

  • Type: Artileri Roket (MLRS/MBRL)
  • Negara Asal: India
  • Perancang: DRDO
  • Dirancang: 1986
  • Produsen: Tata Power SED; Larsen & Toubro; Ordnance Factories Board
  • Harga Unit: US $ 580.000
  • Diproduksi: 1998 – sekarang
  • Varian: Pinaka Mark-I (7-42 km); Pinaka Mark-II (7-65 km)
  • Diameter Roket: 214 mm
  • Hulu Ledak: berat 100 kg dengan variasi peledak fragmentasi, pembakar, anti tank, anti personel
  • Berat Total: 276 kg
  • Tingkat Kesalahan: 1 – 2% dari jarak
  • Jumlah Barel: 12
  • Tembakan Rata-rata: 12 roket dalam 44 detik
  • Waktu reload: 4 menit
  • Kendaraan Pembawa: Truk Tatra, bermesin diesel, kecepatan 80 km/jam

JakartaGreater

Artikel Terkait :

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)