Sep 302016
 

Pemerintah India kembali meluncurkan tender global untuk standar senapan serbu generasi baru guna menggantikan Sistem Senjata Genggam buatan dalam negeri India (INSAS) yaitu senapan serbu kaliber 5.56 mm. Tender ini sangat menjanjikan sebagai mega-proyek bagi Angkatan Darat India dimana pada batch awal memerlukan 65.000 pucuk senapan dan akan diikuti oleh 1,2 juta pucuk senapan lagi yang diproduksi di India di bawah lisensi.

Program multi-miliar dolar berikut setelah tender sebelumnya gagal diluncurkan pada bulan November 2011 yang akhirnya dibatalkan pada Mei-Juni 2015 setelah Angkatan Darat India mengklaim bahwa tidak ada penawar yang bisa memenuhi persyaratan kualitatif tender tersebut.

Masalah fundamentalnya adalah persyaratan yang terlalu ambisius dimana senapan harus memiliki barel yang dapat dipertukarkan, dengan laras utama 5.56×45 mm untuk melayani misi perang konvensional sementara barel sekunder 7.62×39 mm akan dimanfaatkan dalam aksi kontra-terorisme.

Untuk kebutuhan kali ini adalah senapan serbu 7,62×51 mm yang juga dapat dilengkapi dengan peluncur granat 40 mm dengan barel yang diproduksi secara lokal oleh perusahaan artileri di Trichy. Permintaan Informasi (RFI – Request For Information) yang dikeluarkan oleh Departemen Pertahanan India pada hari Selasa, 27 September 2016 meminta bahwa senapan serbu tersebut haruslah canggih dalam hal desain dan metalurgi serta parameter kinerja harus sesuai dengan harapan bahwa senjata baru akan tetap mampu secara teknis dan relevan untuk 25-30 tahun ke depan.

Permintaan Proposal (RFP – Request For Proposals) untuk penawaran komersial formal akan diterbitkan pada bulan April 2017.

 

Vegassus © JakartaGreater.com

Peminat manga, anime, gadget, sains & teknologi, sosial-politik dan militer
Link medsos ada dibawah
– Facebook
– Google Plus
– Twitter

  29 Responses to “India Butuh 1,2 Juta Pucuk Senapan Serbu Generasi Baru”

  1. Pindad…silahkan di follow up tuh ya……

  2. Wihhh… Pertamax…

  3. Tuan Takur belanja terus… kaya nya duitnya ditaro dibunker hehe

  4. Pindad jangan tergiur tender ini ya.

    Nanti akan dipres habis-habisan oleh India. Udah gitu mereka akan ngemplang nggak bayar.

    Lebih baik produksi untuk kebutuhan bangsa sendiri terlebih dulu, ingat RI butuh bukan hanya 1,2 juta pucuk melainkan butuh 100 juta pucuk senapan serbu untuk pasukan hasil didikan bela negara.

    Bangsa manapun akan ketakutan jika ada 100 juta orang militan yang sudah dilatih cara menggunakan dan dipersenjatai senapan serbu !

    Bom nuklir dan rudal balistik tidak akan mampu menghabisi 100 juta orang ini !

    Marinir Armada Pasific juga akan ciut nyalinya jika harus berhadapan dengan 100 juta orang !

    Prajurit komando negara asing manapun akan gentar jika harus berhadapan dengan 100 juta orang ini !

    • Betul bung TNP, karena yang pasti pesanan yang di buat oleh vendor cuma 65.000 senapan saja, sementara 1,2 juta senapan dibuat oleh mereka di India dan ini jelas cuma mendatangkan lapangan kerja buat India saja…

  5. Indonesia lagi indihe lg yg borong..kapan NKRI borong Alutsista..terutama pespur baru..

  6. melihat kondisi sekarang antara india dan paki di garis perbatasan dekat Kashmir saling tukar peluru dan arteleri sudah mencapai batas kesabaran masing2 pihak2,sejak diserang dimarkas garnisun militer india menewaskan 18tentara dan 4milisi kemungkinan didukung paki(moga2 jgn sampai memicu perang besar2an diasia selatan)

    perang konvesional akan memicu perang selanjutnya lebih ganas dan menghancurkan

    salam damai selalu met siang

  7. sepertinya akan ujuk senjata bneran di perbatasan nih..

  8. Syarat “senapan harus memiliki barel yang dapat dipertukarkan” yailah akal bulus india. ini bukan 1,2 jt senjata tapi 2,4 jt senjata dengan harga 1,2 jt mana ad produsen mau diskon 50 %. Geleng2 deh

    • Harga kal 5.56mm pengen dapet barang 7.62mm sama peluncur granat 40mm.. mending ga usah ikut tender dah pindad..
      Daripd rugi banyak..

  9. Sok turpak sama brahmosnya sama ssv2/3 dijamin monver tuan takur udh btol pulpen noh punya pindad di asam jg.. mutualisme lah…

    Sekedar saran…

  10. licik nih India, sebaiknya pindad berhati-hati dan jangan mau ikut tender,bisa-bisa nanti terkena jebakan batman…. wkwkwk

  11. india mulai kebingungan pak istan dah siap dgn ss2 nya hakhakhakhak(apusiae)

  12. itu kok ada orang mirip orang Indonesia di pasukan india ya?? apa mungkin keturunan indonesia?? nomer 3 dari kanan

  13. aca aca aca aca sambil geleng2 kepala
    hakhakhakhak

  14. pakdhe brengos@
    itu namanya mukidi padheeee

  15. Test

  16. itu kok ada yg muka indonesia banget ya..hehehe

  17. kok bawa-bawa Senapan Serbu 7,62 X 51 mm. Emang ada penawaran PINDAD ke India untuk Senapan Serbu (SS) nya? SS seri apa nih? Indihe kebanyakan mintanya tapi harga maunya murah. Besok2 minta senapan 7,62 yang jarak efektifnya 10 km. Bisa2 beli senapan sama jin-jinnya buat dorong pelor-nya. Aca aca mere mere ketumbah jahe kunyit lada lengkuas

  18. Bung Tukang Ngitung, PhD. kalau ane si tetap setuju yg pegang senjata api adalah aparat yg berhak,tni,polri kalau untuk alasan bela negara 100 jt rakyat indonesia di persenjatai.. ini pas tgl 30 sep bung.. masa mau ada angkatan kelima lagi. program kecintaan berbangsa dan bela negara masih banyak kok caranya.. kebayang ga kl orang tawuran antar kampung bukan lg pakai panah,batu atau petasan..

    • Sabar bro sebenarx sdh ada Dikampus2 kita *wnm* baretx pasha,mrk udah terdaftar dan terlatih dasar menembak,ada sumpahx jg,bahkan diantara mrk itu semangat patriotx ndk kalah sm TNI, itu cuma ide lama,tp udah terdata mendekati belasan /puluhan/ratusan itu rahasia.Panglima ngk asal ngomong hehehe

  19. Mw menang bnyk nih India.

  20. jangan sekali-kali rakyat dipersenjatai, mental tawuran bangsa ini nggak tahu kapan datangnya adat satu ini sangat membahayakan kondisi yang sudah aman spt skg, aneh bangsaku ini bangsa yang katanya ramah tamah, sopan, dan menjunjung tinggi nilai2 kekeluargaan mungkin istilah itu untuk generasi terakhir sampai tahun 80 an, ke arah sini miris lihatnya antar kampung saja saling bunuh entah karena pengangguran yang tinggi atau memang sebenarnya temperamen bangsa saya yang gampang meledak karena stress atau memang aparat sekarang yang tidak punya wibawa, yang jelas kalau Indonesia berperang dan diduduki musuh kans nya fifty -fifty sebagian nasional patriotis sebagian mungkin oportunis sebenarnya kita ini kekhawatiran saya (semoga tidak) persatuan semu antar penganut partai saja sudah seperti lihat musuh apalagi antar partai sangat jauh dari azas2 Pancasila yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan persatuan.
    Teori jutaan rakyat dipersenjatai buat memerangi musuh mungkin perlu ditelaah lebih dalam khawatirnya malah musuh yang sudah masuk malah dibantu sekelompok masyarakat bersenjata yang oportunis….sangat mengerikan….semoga tidaklah

  21. saatnya pindad harus memasarkan produknya, kesempatan besar ini

  22. Pindad ikut tender juga kah? Sapa tau menang dan senjatanya laku 1,2 unit. Lumayan kan?

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)