Sep 262016
 

India saat ini sedang ditawari cetak biru (blueprint) pesawat tempur canggih oleh sebuah perusahaan kedirgantaraan dunia, sebuah langkah yang tak pernah terpikirkan bahkan satu dekade lalu, setelah New Delhi menyiapkan pesanan miliaran dolar untuk Angkatan Udara.

Armada jet tempur militer India sangat membutuhkan upgrade, sehingga analis berpendapat bahwa hal itu memacu New Delhi untuk memesan jet tempur senilai lebih dari US $10 miliar tahun depan. Berharap pada keunggulan, dan didukung oleh undang-undang baru yang memungkinkan perusahaan pertahanan lokal memiliki 100% teknologi asing.

Pembuat jet tempur seperti Lockheed Martin Corp., Boeing Co dan Saab AB segera bergegas dengan menawarkan untuk menyiapkan lini produksi mereka di India.

Upaya untuk memberikan India akses yang belum pernah terjadi sebelumnya tentang bagaimana jet tempur, hal ini menunjukkan peran penting India bagi negara Barat sebagai akibat meningkatnya kekuatan China.

Sekitar satu dekade yang lalu, India berusaha keras untuk membangun jet tempur sendiri, setelah AS dan Jepang memberlakukan sanksi akibat tes nuklir pada tahun 1998, yang melanggar hukum nonproliferasi AS dan memicu ketegangan dengan Pakistan. Perusahaan AS dilarang memberikan teknologi yang dibutuhkan India.

Hubungan antara India dan AS telah kembali membail sejak memiliki kesamaan tujuan yang berhubungan dengan militer China. India telah mengajukan penawaran kepada AS untuk membeli perlengkapan militer mulai dari helikopter Apache, mengangkut pesawat personil dan artileri, menjadikan Amerika Serikat sebagai mitra dagang pertahanan terbesar kedua setelah Rusia.

“Kebangkitan China telah merubah keseimbangan”, kata Pushan Das. Ahli industri memperkirakan India membutuhkan lebih dari 300 unit jet tempur baru dalam 15 tahun ke depan.

Bisa jadi ini hanya butuh waktu sebentar saja sebelum palu dipukul. Penawar yang sukses juga akan menghadapi tantangan untuk menyiapkan sistem pabrikasi jet tempur dari awal. Sebelumnya upaya tersebut telah gagal.

Sebuah kesepakatan pada tahun 2012 dimana Dassault Aviation SA Perancis yang berencana membangun jet tempur Rafale di India telah gagal tahun lalu karena perselisihan, dan digantikan dengan rencana yang lebih kecil untuk mengimpor 36 unit jet tempur saja. Rencana itu akhirnya disetujui oleh pemerintah India, dan kesepakatan telah ditandatangani pada hari Jumat, 23 September 2016.

Sukhoi PAK-FA T-50  Code 052 2

T-50 PAK-FA (Sukhoi)

Demikian pula, upaya untuk bekerjasama mengembangkan pesawat tempur generasi berikutnya PAK FA dengan Sukhoi Rusia terhenti karena sengketa biaya, sementara program jet generasi ketiga dalam negeri yang bertujuan untuk memberikan 120 unit jet tempur ringan telah mundur dari jadwal.

Program-program tersebut mengandalkan perusahaan negara Hindustan Aeronautics untuk rancang bangun jet tempur ringan. Pakar pertahanan mengatakan bahwa perusahaan kekurangan insinyir terampil dimana para insinyur terbaik tersebar pada proyek-proyek lain, termasuk proyek jet tempur Rusia, jet tua Perancis, membangun helikopter dan drone.

Tidak sabar dengan penundaan, India mengeluarkan undang-undang investasi asing dan aturan pengadaan pertahanan untuk memulai industri jet-tempur yang dikelola swasta sebagai bagian perjuangan Angkatan Udara untuk menjaga armada tempur yang mengalami penuaan, termasuk jet tempur MiG-21 yang dibeli di tahun 1960-an.

Sejak itu, produsen Lockheed dan Boeing dari Amerika Serikat, serta Saab Swedia, telah mengusulkan untuk membangun jet tempur dengan mitra India. AS belum menjual jet tempur ke India sebelumnya, sebab Angkatan Udara India lebih memilih produsen Eropa dan Rusia.

Royal Thai Air Force F-16 MLU at RAAF Base Darwin. Pitch Black 2016

Jet Tempur F-16 (Lockheed Martin)

Lockheed juga telah mengusulkan memindahkan lini produksi jet tempur F-16 yang ada di Fort Worth, Texas, ke India, dan melatih lebih dari 5.000 teknisi dan ahli setempat. Tawaran itu juga sangat penting untuk memperkuat kerja sama militer antara AS dan India, menurut Abhay Paranjape, Direktur Lockheed untuk pengembangan bisnis di India.

“Jika anda ingin berjuang bersama-sama, anda perlu berlatih bersama-sama, dan untuk melakukan itu anda perlu menerbangkan jenis pesawat yang sama”, kata Paranjape. Pejabat industri AS mengatakan biaya produksi per unit bisa turun sebanyak 20% jika di produksi di India, hal ini berpotensi mendorong penjualan di luar India.

Namun, dibutuhkan sekitar empat tahun bagi Lockheed untuk mentransfer lini produksi F-16 Fort Worth, yang dijadwalkan untuk segera ditutup ketika sisa pesanan untuk upgrade jet tempur F-16 telah diselesaikan.

Sebuah perjanjian pembagian logistik yang ditandatangani bulan lalu, adalah yang pertama dari tiga perjanjian antara AS-India yang memungkinkan transfer teknologi militer lebih besar dari AS, berpotensi memperkuat tawaran Lockheed dan Boeing untuk menjual jet tempur di India.

F-18-Super-Hornet

Jet Tempur F/A-18 Hornet (Boeng Co.)

Presiden Boeing India Pratyush Kumar mengatakan hal itu bertujuan untuk membantu India membangun jet tempur F/A-18 dan mengembangkan jet tempur lain dalam jangka panjang.

Saab berencanan untuk membangun pabrik kedua di Swedia untuk memproduksi jet tempur Gripen E, melatih para teknisi India di sana, dan kemudian memindahkan pabrik tersebut ke India. Saab berharap akan mendapatkan keuntungan dengan menawarkan cetak biru (blueprint) untuk sistem radar canggih Gripen itu, kata Jan Widerstrom, Kepala Saab India.

Gripen NG

Jet Tempur Gripen NG (Saab AB)

Saab dan para pemasoknya bisa membantu melatih 20.000 teknisi lokal di tahun-tahun mendatang jika tawaran mereka disetujui, dan membangun 100 – 200 unit jet tempur Angkatan Udara di Swedia maupun di India. Dan India dapat mengekspor jet tempur tersebut ke negara lain seperti Thailand dan Malaysia, kata Widerstrom.

“Kami menawarkan untuk mempersiapkan kemampuan kedirgantaraan di India selama 100 tahun ke depan”, tambahnya lagi.

© JakartaGreater.com

Peminat manga, anime, gadget, sains & teknologi, sosial-politik dan militer
Link medsos ada dibawah
– Facebook
– Google Plus
– Twitter

  18 Responses to “India Dipinang Produsen Jet Tempur Asing”

  1. india lgi yg mau borong..

  2. pertamax

  3. kduax jdnya

  4. kok bisa ya india memborong itu..?
    tapi anehnya dari dulu ngeborong trus TOT tapi tejas tetep aja gak bisa berharga, seharga pespur lainya….
    #bangsa primitif tetaplah prumitif#

  5. Yang disasar mungkin pesawat kelas medium..untuk pesawat kelas ringan sdh ada Tejas..pesawat kelas berat (heavy fighter) sedang dikembangkan PAK PA bersama Rusia..yg bikin bingung kenapa kemarin beli pesawat Rafale y..selain mahal jg bkn mrk yg menawarkan blue print pesawatnya..kenapa ga Gripen aja yg jelas2 sdh melatih ahli2 India dan menawarkan blue printnya..emang India ajib dach kalau soal belanja alutsista..

  6. Rafale dibeli krn bs membawa senjata nuklir, utk kesetaraan keseimbangan dg china….

  7. India lagi India lagi yg borong… Nkri hanya bisa nganga sajah

  8. ngangak bokep mu yo toh mas.. dana besar RI untuk projek KFX dan IFX (5+)

  9. cm bisa mlongoh liat India dpt blueprint, mungkin RI menyasar kelas pesawat komersil dulu aja… demi ketahanan ekonomi.. ksian rakyat kelaparan klo hrus nyaingin India borong2

    • Blue print gen 4 gak ada gunanya … mending buat sendiri gen 5 KFX/IX …. gak perlu 10 Milyar $ cukup 2-3 Milyar $ sudah dpt 50-80 unit.

  10. India bisa borong ini itu semua karena RI juga, liat tuh semua sinetron india yg gak jelas diputer di tipi nasional kita, yg anehnya laku aja lagi…heran…hihi..

  11. India sibuk dgn kekuatan alutsista militernya sedangkan rakyatnya masih banyak yang miskin ketimbang indonesia. Terlalu paranoidnya sma tiongkok

  12. Penyelamatan lini produksi F16 V..yg kemungkinan kedepannya kurang laku..gak ada yg superior..semuanya kelas medium..sebagus2nya hornet masih kalah sama sukhoinya india sendiri…kemungkinan jatuhnya ke gripen..untuk penyelamatan tejas…ini pendapat saya..semoga program IFX kita berjalan lancar dan memuaskan…AAMIIN!!..

  13. mantabb ni india …. gak pikir panjang ngeluarin duit buat yang namanya kemandirian . semua alutsista strategis sedikit lagi dh bisa di produksi sendiri “Make In India…. .
    semoga indonesia bisa mengikuti ..

  14. he he sangat mungkin India kapan ni Indonesia jadi Mungkin >KFX itukan mayoritas korsel ini blue printnya lho bro 100% bisa lokal. ini mindahin pabrik lho bukan sebagian2an h

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)