Sep 172016
 

NEW DELHI – Lebih dari satu dekade setelah India memutuskan untuk membeli jajaran pesawat tempur baru, akhirnya sekarang resmi. Pada tanggal 23 September 2016, India akan menandatangani kontrak sejumlah 36 Pesawat Tempur Rafale dengan Perancis dengan nilai sebesar €7,87 miliar.

Bersamaan dengan 36 pesawat tempur, India juga akan mendapatkan suku cadang dan persenjataan, termasuk rudal Meteor, yang dianggap sebagai salah satu rudal paling canggih di dunia.

Dari €7,87 miliar, sekitar 50 persen akan tercakup dalam offset, yang berarti Perancis akan menginvestasikan kembali sejumlah tersebut di India atau sumber peralatan dari India yang setara dengan nilai tersebut.

Menteri Pertahanan Prancis Jean-Yves Le Drian akan berada di India untuk penandatanganan kesepakatan ini.

Perjanjian Inter-Governmental antara India dan Perancis memungkinkan untuk memesan pesawat tempur Rafale dengan kenaikan biaya 10 persen. Pemerintah mengklaim bahwa mereka telah membeli dengan harga sekitar €600 juta lebih rendah dari permintaan awal.

Kesepakatan itu tidak dapat ditandatangani pada Januari 2016 ketika Presiden Prancis Francois Hollande datang sebagai Tamu Kehormatan untuk HUT Republik India karena berharap harga yang lebih baik.

Negosiasi pada 26 Januari 2016 berlangsung sampai pukul 02:00 dini hari, namun kesepakatan harga tetap tidak bisa tercapai. Akhirnya India dan Perancis sepakat untuk menandatangani kesepakatan umum tanpa menyebut harga.

Bagi Angkatan Udara India, kesepakatan terasa pahit-manis. Di satu sisi, mereka akan mendapat 2 skuadron tempur tercanggih, tapi di sisi lain jumlah tersebut jauh dari mencukupi kebutuhkan armada tempurnya (yang setidaknya membutuhkan 126 jet tempur).

India membutuhkan setidaknya 42 skuadron tempur sementara kekuatan yang ada hanya 32 skuadron. Armada tempur tersebut akan mengalami penurunan lebih lanjut oleh karena sekitar 10 skuadron pesawat tempur MiG-21 akan segera memasuki masa pensiun.

Pesawat tempur baru akan mulai memasuki layanan pada tahun 2019.

Sumber: Defense Aerospace

Artikel Terkait :

  19 Responses to “India Segera Tandatangani Kesepakatan Rafale Senilai €7.87 Miliar”

  1. Tanda tangan teruuusss..

    • Negara lain kalo beli pespur jumlahnya “berapa squadron”.
      Negara lainnya lagi kalo beli “berapa biji”.

      • Numpang ngakak…..

      • Indonesia masih banyak yang harus di pikir mengenai pembangunan di daerah terpencil dan pedalaman,,, sedangkan india negaranya sudah terlalu padat untuk dibangun… Semoga aja dana militer tahun depan bisa naik seiring kenaikan Pajak karena Task Ameshty…

        Menambah Pespur dari JAS 39E Gripen aja 2 skuadron dan Kerjasama pembuatan Missile di Indonesia agar bisa mandiri (ITIS-T, MBDA Meteor, RBS-15F ER) Hidup Indonesia !!!

  2. Nkri hanya bs menahan kesedihan…

  3. Kasian pemerintah nkri tak ada duit buat beli pespur canggih krna anggaran hbs dmkn tikus.. Ayo kita patungan 100 ribuan buat beli pespur. .100.000×100 juta orang kan lmyn bs beli rafale

  4. Delondong Israel punya 200 Bom Nuklir yg kekuatannya 25 ribu kali lipat dari Bom Nuklir yg di jatuhkan ASU di 2 tempat di jepang tahun 1945. Berarti ASU punya lebih dari 2000 atau 10 lebih kalilipat dari punyanya si Delondong Israel. Tapi kenapa Korut apalagi Iran yg hanya punya sekitar 5 Bom Nuklir lebih yg rata2 baru tahap uji coba alias ngreyen di tentang habis2an???
    Berarti klo seandainya Indonesia mencoba membuat 1 Bom Nuklir maka Alutsista yg di beli SiBoYo dan yg lainnya dari ASU seperti 24-1=23 F-16 Dempulan ASU, 9-1=8 C-130 Hercules Rongsokan, 16-1=15 T-50 Golden Eagle turunan ASU dan 10 LVT-7A1 Tank Amfibi bekas sampah Korsel akan diremot tentara ASU buat menyerang fasilitas Nuklir RI.

  5. India strong,, Indonesia strok anggaran’a kena defisit teruss…

  6. 50% dana pembelian wajib di investasikan di india atau wajib beli peralatan dari india untuk digunakan pada pesawat rafale? wah… sama dengan kandungan lokal 50% dong ya 😀 hebat india…

  7. indonesia duit ada tinggal kerja..kerja..kerja..

    • Jokowers asu. Asal bunyi aja mana ada duit lagi. Dah dihabisin cungkring dan kroninya. Sampai dana zakat dan haji aja mau di pakai dia “katanya” untuk pembangunan.

  8. indonesia segera tanda tangani kesepapakatan untuk pembelian super tukino……

    dan akan tanda tangani kesepakatan untuk SU-35….tapi hanya dalam mimpi……wkwkwkwk

  9. @mabok sukhoi Betul betul…. TNI mahh boleh punya nya Tukino doang mana boleh TNI megang T-90MS, Ivar Huitfeldt, Amur, Lada, Gripen, Su-35, KA-52. Karena takutnya nanti TNI jadi “Dimanjakan” oleh alutsista alutsista canggih nan gahar. Kan perang cuma butuh semangat sama prajurit se banyak banyak nya… Kalo masalah senjata mana boleh punya bagus bagus…. ampun dehh wkwkwkwk. Peace ane canda doang hehehe

  10. pdhal katanya merdekanya hampir bareng ya??dan pdhal katanya lagi indonesia itu negara besar,,,negara kaya raya,,,,apa yg salah dgn negara kita ini????ahkk bhong ahhh kl indonesia itu negara kaya,,itu kan katanya,,buktinya aja kl belanja bertele2,,ngeteng lagi,udah gtu sukanya brang bekas yg udah gak dipake,alias mangkrak,,mana ada negara besar dan kaya hoby nya gitu?????kwkwkwwkkww lucu lucu negara ku,jd jl sbagian rakyat pesimis ya emang fakta nya yg membuat miris

  11. duite akeh

  12. duite akeh emen

  13. Yaa msh batas wajar” aja India pilih Rafael ( kalo jd lho )….

    Selm ini khan desas-desus’x Rafael bisa utk keperluan muat rudal nuklir….

    Kebtlan India juga sdh mampu & emang punya nuklir, sm hal’x China & Pakistan musuh yg potential dr dulu sampai yg akan datang…

  14. Kalo india atau bahkan negara2 se Asean beli alutsistanya lewat G to G,sdg indonesia sejak jaman orba pake broker. Makanya mari kita dukung pemerintah utk mengkebiri broker2 dan oknum2 pencari uang komisi dari hasil rampokan uang rakyat utk TNI. Kalo broker dan oknum pencari komisi dah musnah,dijamin apa yg ditulis bung tukang ngitung.phd (mari berhitung xxx) bisa terwujud dg nyata gak goib lagi.

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)