Sep 282016
 

Setelah terjadinya kebocoran besar-besaran yang mengungkap kemampuan siluman dari kapal selam Scorpene padahal belum dilantik Angkatan Laut, India mungkin tidak jadi memesan kapal selam tambahan.

DCNS Perancis sebelumnya telah menawarkan kepada Angkatan Laut India tambahan tiga kapal selam, yang akan dibangun di Mazagon Docks Ltd. (MDL). Kebocoran yang terjadi baru-baru ini telah memaksa pemerintah India untuk membatasi jumlah kapal selamnya cukup enam saja.

“Jumlah kapal selam Scorpene di bawah P-75 akan tetap berjumlah enam untuk saat ini, karena adanya kekhawatiran yang diakibatkan oleh kebocoran”, menurut pejabat senior di Departemen Pertahanan India.

DCNS dikontrak oleh Angkatan Laut India untuk membantu mereka membangun enam kapal selam Scorpene, dengan tawaran transfer teknologi (ToT). Kapal selam pertama di antara kapal selam konvensional adalah INS Kalvari, yang sudah menjalani uji coba laut sejak bulan Mei 2016. INS Khanderi adalah kapal selam kedua dalam proyek ini, diharapkan akan diluncurkan ke laut pada akhir tahun 2016.

Untuk mengatasi kokosongan armada kapal selam India, pemerintah memiliki Program Proyek-75 India (P-75I) sebagai dipertimbangkan. Hal ini juga akan melihat pembuat kapal asing untuk bekerjasama dengan galangan kapal India untuk membangun kapal tersebut di India.

Proyek ini akan dilengkapi ToT yang ditawarkan Scorpene DCNS, tetapi kemungkinan India akan memilih pembuat kapal lainnya. Diantaranya adalah Rusia menawarkan Amur, Jepang menawarkan Soryu, Jerman menawarkan HDW Tipe 214 dan Spanyol menawarkan Navantia S-80.

Beberapa ahli Angkatan Laut India sebelumnya menjelaskan bahwa dokumen yang bocor tentang kapal selam Scorpene Angkatan Laut India terlalu “generik” dan banyak fitur pada kapal selam yang berubah dari waktu ke waktu, selama perbaikan. Mereka juga mencatat bahwa bila kapal selam ini dibangun di India, mereka dapat optimalkan sesuai kebutuhan, menurut laporan itu.

Sumber: Defence News

Vegassus © JakartaGreater.com

Peminat manga, anime, gadget, sains & teknologi, sosial-politik dan militer
Link medsos ada dibawah
– Facebook
– Google Plus
– Twitter

Artikel Terkait :

  20 Responses to “India Tidak Jadi Pesan Scorpene Tambahan?”

  1. India ga habis2 duitnya..

    • Penduduk India 4x lebih banyak daripada India dan Tanahnya sudah dipadati oleh Manusia jadi udah / tidak mengurusi pembangunan daerah terpencil / pemerataan penduduk lagi,,, jadi uangnya bisa di buat pembelian Senjata biar kalau diserang negara lain bisa bertahan / membalas….

      Kalau Indonesia mah masih banyak diurus seperti Pembangunan Daerah Perbatasan yang notabene membutuhkan dana lebih daripada daerah Jawa, Pemerataan Penduduk, Infrastruktur Daerah-daerah, dan Masih banyak lagi… Yang Penting Indonesia Rakyatnya Bersatu itu aja udah membuat Takut Pemerintah Asing Untuk Menyerang Indonesia.

    • GDP india hampir 150% lebih banyak dari kita, SDA melimpah tidak diikuti dengan tenaga kerja yang baik dan mumpuni belum lagi korupsi berjamaah yg sering dilakukan tempoe doeloe mungkin jadi penyebab knp GDP kita kecil, untuk ukuran lebar Indonesia 16 besar GDP’s world itu sebuah “kegagalan”

  2. Masalah nya dimana?

  3. Yah bagus deh buat Indonesia, kalo sudah gak ada yang mau beli, berarti Indonesia bisa beli TOT dengan harga murah plus ngeteng dong, Kesempatan beli ini harus di ambil segera trus di upgrade deh dengan peralatan sonar dan cms dari pihak lain… he he he

  4. Kalo Indonesia belum punya rencana apapun…buat borong senjata strategis…cukup mengandalkan kpl slm tua dan super Tukiman..

  5. Sodara2 cantik mana “Scorpene”, apa “Rosmah”
    Monggo di jawab..

  6. Kasih Indonesia aja kalo India gak mau

  7. setelah kena hack kemaren jadi tersebar dan tercemar rahasianya scorpene gara gara kena rasuah malon jadi tak bisa tenggelam,,india takut hal yang serupa terjadi pada mereka ihhihihiihihihi

  8. Indiol ..KS kena geol…

  9. gimana kerjasama pal dn perancis

  10. Setelah data KS Scorepene di hack, sudah pasti India terlalu beresiko menambah jumlah KSnya dengan pihak Prancis.
    Terlebih lagi India sedang dalam situasi panas dengan China dan Pakistan yang dimana negara tetanggnya tersebut juga sedang berlomba memperbanyak alutistanya.
    Indonesia seharusnya membeli data KS Scorepene ini untuk pengembangan KS kita kedepan.
    Setidaknya data tersebut sama halnya dengan TOT KS Scorepene tanpa harus membeli KSnya ke Prancis.

  11. PERBANDINGAN KAPAL SELAM SCROREPENE INDIA DENGAN MALAYSIA :

    Merujuk informasi dari nti.org (29/7/2013) danthediplomat.com (16/7/2013), disebutkan dengan jelas bahwa dua unit Scorpene Malaysia, KD Tunku Abdul Rahman dan KD Tun Razak tidak dilengkapi dengan teknologi AIP (Air Independent Propulsion). Ini artinya varian Scorpene yang digunakan adalah jenis CM-2000 alias basic. Seandainya Scorpene Malaysia dibekali AIP, maka endurance waktu penyelaman bisa meningkat 4 sampai 5 kali.

    Tersandung Skandal Korupsi
    Lepas dari soal kecanggihan sang kapal selam, kehadiran Scorpene juga sempat menimbulkan polemik atas skandal korupsi di Malaysia. Skandal ini melibatkan mantan penasihat Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. Kasus ini terkait dengan pembelian kapal selam jenis Scorpene oleh Malaysia dari pihak Prancis. Diduga, pembuat kapal selam tersebut, DCNS, membayar komisi sebesara 114 juta euro atau sekira Rp1,35 triliun (Rp11.849 per euro) kepada perusahaan yang diduga memiliki kaitan dengan Abdul Razak Baginda.

  12. kesempatan buat tot untuk pt.pal…ayoo merapaat prancis ke pt.pal..,hhiii

  13. indon mau ngemis ke paris jer kah kah kah kah

  14. malon negara gagal… kasian…kasian…

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)