Aug 132016
 

NEW DELHI – Perusahaan pertahanan asal Swedia, SAAB telah menawarkan untuk mendirikan unit produksi di India dalam upaya kolaborasi dengan Hindustan Aeronautics Limited (HAL)  untuk pengembangan bersama pesawat tempur Tejas MK1A

Upaya mati-matian SAAB untuk berkolaborasi dengan perusahaan Aeronautika India dalam pengembangan pesawat tempur dalam negeri yang diproduksi Tejas MK1A telah gagal mendapatkan dukungan dari pemerintah India.

Manohar Parrikar, Menteri Pertahanan India mengatakan, “Tidak ada pertimbangan untuk kolaborasi dengan Produsen Pesawat Eropa dalam pengembangan Tejas Mark 1A”.

Bulan lalu, kepala SAAB India, Jan Widerström mengatakan bahwa perusahaan itu dalam pembicaraan dengan Hindustan Aeronautics Ltd (HAL) untuk mengembangkan Tejas MK1A. SAAB menawarkan untuk menyiapkan jalur produksi di India di bawah skema “Made In India” dan memasok radar AESA terbaru untuk HAL untuk Tejas MK1A.

DCNS Perancis Gagal Tawarkan Teknologi AIPS Ke India

Namun, pemerintah India tidak terlalu tertarik untuk menerima proposal ini ke depannya karena Organisasi Pengembangan Riset Pertahanan (DRDO) telah mengembangkan radar AESA sendiri dengan biaya sebesar 67 juta dolar AS. Proyek ini telah disetujui oleh pemerintah pada Januari 2012 dan kemungkinan akan selesai Mei 2019, karena terjadi penundaan 3 tahun.

Tejas MK1A adalah pesawat generasi 4,5 yang pemerintah katakan, tidak akan mengarah pada pengembangan pesawat generasi kelima. Manohar Parrikar mengatakan di Parlemen, “Ada program yang terpisah antara Hindustan Aeronautics Limited (HAL) dari sisi India dan Rosboronexport dari pihak Rusia untuk Desain dan Pengembangan (D&D) dari Pesawat Tempur Generasi Kelima (FGFA – Fifth Generation Fighter Aircraft)”.

India membangun Pesawat Tempur Ringan (LCA – Light Combat Aircraft) pertamanya – skuadron Tejas pada 1 Juli 2016 dengan dua unit Pesawat Tempur Ringan – Konfigurasi Operasional Awal (IOC – Initial Operational Configuration) seri produksi awal. Selanjutnya 18 unit lagi IOC direncanakan hadir pada 2018 – 2019. Ini akan diikuti oleh 20 unit pesawat lagi dengan Konfigurasi Operasional Akhir (FOC – Final Operational Configuration) yang direncanakan hadir pada tahun 2019.

Sumber: Sputniknews

(Vegassus/JakartaGreater)

Artikel Terkait :

  25 Responses to “India Tolak Tawaran SAAB Untuk Kembangkan Tejas MK1A”

  1. Sepi

  2. gagal maning son .

  3. Ini pesawat sudah pengembangannya super lama juga cost biayanya yg tinggi padahal pesawat Tejas ‘hanya’ pesawat tempur light sekelas T50 Golden Eagle (Korsel)..masih meding J17 Pakistan..

  4. Coba tawarin ke nkri pasti dilirik..

  5. Paling india ngembanginnya pake mesin bajaj.. Haghaghaghag…

  6. Tejas, terima jadi sajalah
    Pasti super manuver juga nih, jago joged2 indihe di langit

  7. Bagi india teknologi yang sudah ada maupun dalam pengembangan walau ada investasi 100% tak berarti apa apa.ini perlu di tiru INDONESIA agar meminta TOT itu berkesinambungan demi di kuasai satu inti alutsista,bukan hanya sebagian!!!!!!!

  8. Tawarkan ke Indonesia saja

  9. anjrit bikin radar sendiri……lah negara ini sibuk ribut kursi DKI1, persetan politik…………

  10. Semangatnya perlu dicontoh “made in tempatan”. Walaupun lambat & ngeluarin biaya gede. Biar lambat asal selamat mumpung blom pecah WW 3.

    Kalo salah mohon maaf maklum blom sarapan ama ngupi.

  11. Emang India ga ada matinya..

  12. Sementara para pejabat nkri sibuk memperkaya diri dan rebutan kursi.. Bgitu dan bgitu seterusnya, smntara Negara darurat dibiarkan saja.. Pdhl Harta yg ditumpuk tumpuk percumah kl di bombardir musuh, percumah kl dijajah bangsa lain.. Makanya perkuat militer dgn serius..

    • Keknya kementrian pertahanan lebih tau apa yang dibutuhkan negara bang dan saya yakin masih sangat banyak pejabat berposisi kuat dipemerintahan yang nasionalismenya seperti abang, walaupun kerja mereka tidak sempurna paling tidak mayoritas masyarakat indonesia sudah punya dan mampu membeli gajetnya masing2, mampu beli motor, mampu beli beras, mampu beli nasi padang, mampu beli rokok apalagi hanya sekedar membeli kondom.. pfffffttttt…

  13. nah loh..india aja riset aesa 67 juta dolar..indonesia kpan riset sendiri…tpi buat apa riset mending danany buat subsidi solar sm listrik..hmnn kpn jadi negara besarnya klo gini terus….

    • ni orang ribut masalah listrik terus…kayak nggk ikut pakai listrik aja…subsidi akan sangat bermanfaat jika tepat sasaran…yg jd masalah subsidi yg tidak tepat sasaran…alangkah baiknya drpd mencabut subsidi mending diperbaiki sistim ny agar subsidi bisa menyentuh orang2 yg benar2 membutuhkan…sebelum pemerintah belum bisa menyediakan listrik murah maka sebaiknya subsidi harus tetap ada…

  14. Mereka merancang Tejas sebagai penganti Mig 21 yang sangat berjasa bagi India dan karena sudah mulai tua maka dirancang pesawat untuk mengantikannya yaitu Tejas .Tapi setelah siap ternyata tidak lagi bisa menjawab tantangan dari tehnologi yang berkembang pesat .Dalam penantian panjang karena berbagai kendala terus menghadang dan perkembangannya tehnologi juga makin maju sehingga saat pesawat ini di lahir sudah tidak sesuai lagi dengan kebutuhan India.Adalah wajar saat ini Tejas seperti anak yang dulu sangat di inginkan tapi sekarang seperti tidak diharapkan kelahirannya.

  15. Mending merapat ke Rusia aja loh., Tejas krjasama sama negara barat di Kibulin mlulu.. Kyak KFX Korsel Ke Amrik.. Kebukti shukro 30 mki-nya berhasilkan.. Ini FGFA..

  16. Gagal maning, gagal maning…
    Kepriye iki son?? Hhi”

    • Pesawat sing arane Tejas iku generasine 4.5 son… Aesa wis duwe dewe.. ngerti ora son…?

      #Mabok Tuyul

      • Lha iyo kuwi son maksudku… Hhi”
        Padahal saab nawarne GaN AESA, tp tetep ae son sing gowo tetep gripen.
        Njajal seng gowo GaN iku Su30, rafale, EF200, opo F15 pasti gelem nuku son..
        India iku jaluke seng apik2 son, lagian India nduwe Israel son, gak bingung dek’e son.. Hhi”

  17. Mantap India… mampu kembangkan radar AESA sendiri dengan biaya sama seperti harga sebuah Su-30++. Wahh…. pemerintah mesti sediakan anggaran buat kembangin radar AESA juga nih…

  18. SAAB dan DCNS ditolak di India… Bagaimana dengan Indonesia niha???

  19. Tiap hari pencitraan..ahok..ahok. dan ahok..

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)