Sep 022016
 

NEW DELHI – Kementrian Pertahanan India (MoD) telah menunda pembelian dua pesawat intelijen, pengawasan, akuisisi target dan pengintai (ISTAR) dari Raytheon, Amerika Serikat, karena perselisihan internal antara Angkatan Udara India (IAF) dan Organisasi Pengembangan Riset Pertahanan (DRDO) di mana keduanya memaksa harus menjadi evaluator teknis, menurut sebuah sumber di Kementerian Pertahanan.

Biaya untuk pengadaan dua pesawat itu adalah sekitar US $ 1 miliar, dengan pembayaran terstruktur sesuai program Penjualan Militer Asing (FMS).

“Menurut pemikiran kami [Kementrian Pertahanan] adalah bahwa dua lembaga – DRDO dan IAF – harus dapat memilah masalah dan kemudian kita lanjutkan untuk membeli dua pesawat ISTAR tersebut”, kata sumber itu.

Lembaga yang akhirnya ditunjuk akan bertanggung jawab untuk memutuskan mana perangkat lunak dan peralatan lainnya yang akan digunakan dan bagaimana cara untuk mendapatkan itu.

“DRDO tentu ingin bekerja pada proyek-proyek terkait. Pemblokiran setiap akuisisi yang penting pada kemampuan perang melawan anti-nasional secara terang-terangan”, kata pensiunan IAF Marsekal Muthumanikam Matheswaran. “DRDO memahami hal ini, dan saya tidak berpikir mereka akan melakukan hal tersebut. Menurut saya ini hanyalah kasus kesalahpahaman di mana DRDO hanya berusaha untuk memanfaatkan teknologi. Dan Bahwa mereka dapat dan harus melakukannya pula, melalui offset atau rute [AS – Inisiatif Perdagangan dan Teknologi Pertahananan India]. ”

Seorang pejabat senior IAF mengatakan Angkatan Udara harus memiliki otoritas memilih karena mereka yang akan mengoperasikan kedua pesawat ISTAR tersebut.. Pejabat itu menyatakan bahwa DRDO tidak memiliki kemampuan teknis ataupun keahlian yang dibutuhkan untuk mengevaluasi pesawat.

Sementara para ilmuwan DRDO tidak bersedia untuk memberikan komentar.

Para pejabat IAF dan analis setuju pembelian ISTAR terlalu penting untuk ditunda.

“Kemampuan ISTAR sangat penting dalam lingkungan operasional dan teknologi jaringan saat ini”, kata Matheswaran. “Mengingat, skenario perang jaringan dan kemampuan musuh kita, IAF tentu sangat membutuhkan kemampuan ISTAR.”

Pesawat ISTAR diharapkan akan dilengkapi dengan radar AESA dan mampu memindai lebih dari 30.000 kilometer dalam satu menit, menganalisis data dalam 10 sampai 15 menit untuk mengidentifikasi target.

Menjelaskan kerja ISTAR, Matheswaran mengatakan: “Ini adalah pusat platform udara yang memiliki komunikasi dan sensor tercanggih, bersama dengan kemampuan analisis canggih untuk mencapai kemampuan pentargetan secara real-time di medan perang dan lingkungan operasional. Ini juga terhubung dengan sensor lain di dalam jaringan, seperti kendaraan udara nirawak, untuk membangun gambaran umum pentargetan yang efektif. Informasi ini dikirimkan kepada komandan di darat untuk pengambilan keputusan yang efektif”.

Setelah pesawat ISTAR diakuisisi, mereka akan diintegrasikan dengan sistem komando dan kontrol udara dalam negeri milik IAF (IACCS).

Sumber: Defense News

Artikel Terkait :

  22 Responses to “India Tunda Pembelian Pesawat ISTAR dari Raytheon”

  1. “Lah, jadi miskin mah di mana-mana nggak enak.” Kalimat ini pasti sudah ada di pikiranmu sejak pertama baca judul di atas. Kalimat penyangkalan itu memang seolah benar, tapi ternyata nggak seperti itu kenyataannya. Miskin jelas nggak enak, tapi lihat-lihat dulu tempatnya. Di negara- negara Eropa misalnya, orang-orang miskin di sana beruntung karena pemerintahnya begitu care . Pendidikan dan kesehatan gratis, bahkan ada juga tuh yang sampai dikasih tunjangan per bulan. Bandingkan dengan negara lain, India misalnya. Semua hal berbalik 180 derajat.
    India mungkin bisa dikatakan sebagai nerakanya orang miskin. Hidup begitu susah kalau status sosial dan ekonomi kita rendah di sana. Jangankan berharap untuk jadi lebih baik, bisa hidup normal saja sudah untung-untungan. Belum lagi pemerintah juga agak acuh dengan penduduk miskinnya. Tak seperti negara-negara Eropa yang pemerintahnya sangat menjamin orang miskin.
    Tak hanya itu, orang-orang miskin di sana juga seolah dipersulit dalam segala, entah kesehatan, pendidikan, dan lain sebagainya. Sungguh, hidup sebagai orang tak punya di negeri Hindustan benar-benar seperti perjuangan hidup dan mati.
    Miskin Dilarang Sakit
    Pemerintah India diketahui hanya menganggarkan sangat sedikit dari APBN-nya untuk kesehatan. Makanya, kemudian yang terjadi adalah minimnya jaminan kesehatan bagi orang-orang miskin di sana. Bagi warga miskin India, sakit adalah hal yang sangat buruk kalau sampai terjadi. Alasannya sudah jelas karena mereka harus bayar. Hidup sudah susah, malah ditambah biaya berobat.
    Tak hanya itu, pihak rumah sakitnya sendiri katanya juga tak begitu peduli dengan orang-orang miskin. Salah satu buktinya adalah video seorang pria yang menggotong sendiri jenazah istrinya yang viral belakangan. Kenapa si bapak itu melakukan hal tersebut, alasannya adalah karena rumah sakit ogah memberikan ambulance. Alhasil, si bapak ini pun harus berjalan menggendong jenazah istrinya ke kampung yang jauhnya tak karuanUtang Adalah Pilihan Terburuk
    Ketika uang begitu susah didapatkan sedangkan kebutuhan sudah tidak bisa menunggu, maka yang terjadi kemudian adalah utang. Bagi warga miskin India, mereka juga punya opsi ini. Tapi, konsekuensinya begitu buruk. Utang mungkin bisa membuat perut kenyang, tapi bayarnya benar-benar setengah mati.
    Hutang adalah bencana [Image Source]Sudah jadi fenomena umum di sana kalau begitu banyak orang yang tak sanggup bayar utangnya sendiri. Bukan hanya karena tidak punya kemampuan, tapi juga karena bunganya. Alhasil, akhirnya utang pun seperti diwariskan dari generasi ke generasi. Deskripsi ini mungkin terlihat biasa ya, tapi yang terjadi di sana sangat-sangat ngeri kalau masalah utang-utang begini.
    Sekolah Jadi Angan yang Tak Mungkin Kesampaian
    Orang-orang miskin di India seolah tak benar-benar punya kesempatan untuk menjadi lebih baik. Sekalinya miskin, sangat susah untuk bisa naik. Hal tersebut karena mereka hampir tak punya apa pun untuk bisa memperjuangkan nasibnya. Berjuang dengan pendidikan? Hah, seperti mimpi saja bagi mereka untuk bisa mengenyam bangku sekolah.
    Sekolah bukan pilihan bagi anak-anak [Image Source]Pemerintah sana sepertinya memang tidak begitu aware soal pendidikan murah. Maksudnya benar-benar memberikan edukasi gratis bagi orang-orang tidak mampu. Hasilnya yang itu tadi, orang-orang miskin seolah takkan pernah bisa memperbaiki nasib. Anak-anak pun begitu juga. Tidak sekolah dan hanya fokus membantu orangtua dengan jadi kuli atau semacamnya. Kalaupun punya uang, orang-orang sana lebih memilihnya untuk dipakai membeli makanan agar bisa hidupHidup di Rumah Jelek pun Bagai Mimpi
    Ketika untuk makan saja sudah tak tahu harus dicari ke mana, maka jangan tanya apa yang dipikirkan oleh orang-orang miskin India soal rumah. Ya, mereka sama sekali tidak berpikir sejauh itu. Punya rumah sederhana yang bisa melindungi dari hujan, adalah mimpi yang terlalu besar bagi mereka.
    Rumah layak hanya mimpi [Image Source]Kebanyakan orang-orang miskin di sana hidup dengan kondisi yang sangat menyeramkan. Jangan bicara sanitasi dan energi karena mereka hampir tak pernah memilikinya. Bahkan untuk minum saja kadang mengambil air dari sungai kumuh yang benar-benar tidak sedap bahkan untuk dipandang mata.
    Tentu akan jadi tulisan yang panjang sekali kalau kita bahas ini dengan sangat detail. Pada intinya, jadi orang miskin di India adalah hal yang sangat buruk. Seolah hampir nggak ada kesempatan untuk memperbaiki hidup. Pemerintah dan dinas-dinasnya pun juga tidak benar-benar memperhatikan masyarakat padahal mereka benar-benar butuh itu.

  2. si carin tuh bung…

  3. India memang miskin,tetapi negaranya dihantui setiap saat terjadi perang dg pakistan dan cina. Makanya mereka betul2 mempersiapkan diri kekuatan militernya sekuat mungkin,sama aja dg vietnam bukan?! Mereka punya musuh yg nyata siap mengancam. Sdg indonesia tdk memiliki ancaman dari luar yg jelas mengancam kedaulatan nkri. Kecuali teroris,separatis,dan sengketa perbatasan,makanya tni ga mempersiapkan alutsista besar2an spt mereka.

  4. Berarti hebatan Indonesia, militer mulai menggeliat walau msh bs dikatakan alot.. Tp ekonomi msh lumayan, masarakat hidup tenang, msh bs internetan dan msh bs kebeli hp Bagus.. Mbl motor jg kebeli walau bayarnya mati2@n kredit sih.. Hee

    • Tobi khan Sudah Meminta Ijin Internet. Jadi bisa On Line. Meskipun Dalam Persepsi Masyarakat Umumnya Sudah Beli Kartu Penyedia Jasa Internet.ea Bisa On Line. Menurut Perusaha’an Penyedia Telekomunikasi Internet.
      Tetapi Seseorang Yang Dermawan di YLKI Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia
      Memberikan Nasihat
      ‘ Alangkah Lebih Baik Ijin Sama …. …… karena menurut uu ite 27 sampai 34. Menko info uu 19 nomer 14.
      Insya’Alloh Ntar Bisa Di Raza khan Perbedaan nya ‘
      Menurutku Memang Berbeda. Di Lokasi Lokasi Area Tertentu Tiada Jaringan Signal.
      Menurut ku ea Aku Ambil Safety nya Aja.

  5. Yg aneh,dikampungku ada yg punya speda motor 2 unit,anak sekolah tinggi2 dia masih ngeluh masalah ekonomi..
    Jalan dikampung diaspal dan tiap gang dibatako..lapangan kerja buanyak.,masih dpt BLT..mungkin dia baru sadar jika baca artikel diatas.

  6. gahar amir jangkauanya sampe 30.000 km

  7. India yang miskin,…ya merana… yang kaya ya kaya……

  8. Mereka meng agungkan kasta bung..gak sprti diindonesia

  9. Kenapa ditunda? Karena India takut nanti kalo udah dateng diklaim pesanan SBY 😀

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)