Sep 062016
 

NEW DELHI – India sepertinya tidak mungkin untuk memberikan pesanan tambahan yang diusulkan kepada kontraktor angkatan laut DCNS Perancis untuk tiga kapal selam baru, sementara enam kapal selam tersebut sudah dibangun di dalam negeri, menyusul kebocoran data rahasia tentang kemampuannya, kata para pejabat pertahanan.

Rincian dari kapal selam Scorpene yang diterbitkan dalam surat kabar Australia bulan lalu, memicu kekhawatiran bahwa hal itu menjadi rentan bahkan sebelum kapal selam siap untuk masuk layanan.

DCNS telah menawarkan untuk membangun tiga kapal selam tambahan untuk membantu India menggantikan armada era Soviet, dan telah mengadakan pembicaraan tahun lalu, kata dua sumber India.

Penawaran dari DCNS tersebut sekarang tidak akan diambil, menurut para pejabat.

“Kami memiliki kesepakatan untuk enam unit, dan ke-enam kapal selam itu akan tetap dilanjutkan”, kata seorang pejabat Kementerian Pertahanan menjelaskan tentang rencana Angkatan Laut kepada Reuters, yang berbicara tanpa menyebut nama.

India tweet 1

Juru bicara DCNS Emmanuel Gaudez melalui akun tweeternya pada Jumat (02/09/2016) malam menyebutkan bahwa “pembicaraan terus dilakukan antara pemerintah dan mitra kami India untuk penyediaan satu set kapal selam baru”.

Seorang perwira Angkatan Laut mengatakan telah terjadi pelanggaran serius terhadap data dan upaya Angkatan Laut difokuskan pada penentuan kerusakan yang dilakukan atas kapal selam yang ada.

“Tidak ada pesanan akan ditandatangani, tidak ada yang akan terjadi sekarang”, ujar petugas itu, yang juga telah diberitahu tentang kebocoran data kapal selam.

Kementerian Pertahanan telah menulis kepada DCNS untuk meminta rincian tentang sejauh mana kebocoran dan bagaimana data yang berhubungan dengan frekuensi pengumpulan intelijen Scorpene ini, kemampuan menyelam, daya tahan dan spesifikasi senjata telah berakhir di domain publik, kata para pejabat itu.

Sekelompok Angkatan Laut yang dipimpin oleh seorang laksamana bintang tiga sedang melihat alternatif beberapa fitur dari kapal selam, yang pertama memulai pengujian laut pada bulan Mei 2016 untuk induksi akhir tahun ini, guna meminimalkan kerusakan.

Lima kapal selam sisanya berada dalam berbagai tahap produksi di Mazgaon Docks, galangan kapal di Mumbai dan mereka semua diharapkan untuk masuk layanan pada tahun 2020.

Sumber: Defense Aerospace

Artikel Terkait :

  16 Responses to “India Tunda Rencana Pemesanan Kapal Selam Tambahan Dari Perancis”

  1. Tertunda PERTAMAX

  2. Data kapal selam bocor, gara2 carin koplak (pertamax) kah.?

  3. pertaciiiiin bung bank ruskye

  4. Data rahasia Scorpene sdh bocor artinya sembunyi di lautan manapun lebih besar kemungkinan kepergok musuh. Sbntr lg lontong scorpene hny pajangan saat devile..

  5. Nkri akan mnyusul india mnunda pembelian kasel scorpene 1000

  6. kita uda punya kilo dan akan nambah lagi dua

  7. Wah bakal ada diskon besar ni dari DCNS he..he..he….obral..obral..ayo sapa mau borong lontong ha..ha..ha….

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)