Mar 162017
 

Peresmian kapal selam kedua DSME-209 di Korea Selatan (kemhan.go.id)


Pemerintah Indonesia telah menetapkan kebijakan mempercepat penguasaan teknologi industri pertahanan serta meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) guna mengembangkan dan meningkatkan industri pertahanan.

Guna mewujudkan kemandirian dan daya saing serta mengurangi ketergantungan dari luar negeri, Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan (Ditjen Pothan) Kementerian Pertahanan menyelenggarakan Rakor Penentu Kebijakan, Pengguna dan Produsen Alpalhankam. Rakor dengan tema Optimalisasi Bangtekindhan sebagai Terobosan Penguasaan Teknologi Pertahanan ini dibuka oleh Sekjen Kementerian Pertahanan Laksdya TNI Widodo, di kantor Ditjen Pothan Kemhan, Rabu (15/3).

Sekjen Kementerian Pertahanan mengungkapkan bahwa rakor ini diselenggarakan untuk merefleksikan dan merespon komitmen Presiden RI Joko Widodo yaitu mewujudkan kemandirian industri pertahanan. Dalam mewujudkan kemandirian industri pertahanan, Presiden Joko Widodo seperti diungkapkan Sekjen Kemhan telah mencanangkan tujuh program nasional kemandirian Alutsista seperti produksi propelan (bahan baku roket), tank (medium), kapal selam, dan roket.

Laksdya TNI Widodo mengatakan bahwa Kementerian Pertahanan beserta industri pertahanan harus menangkap komitmen Presiden dengan serius sehingga dapat mengambil alih peran penyedia-penyedia asing dan mengambil alih penyedia-penyedia dalam negeri baik BUMN maupun BUMN-S. Untuk itu, Kementerian Pertahanan beserta K/L terkait berupaya mendorong langkah tersebut karena dalam membangun industri pertahanan ada tiga pilar utama yaitu penentu kebijakan, pengguna (user) dan industri itu sendiri baik BUMN maupun BUMN-S.

Laksdya TNI Widodo mengajak industri pertahanan untuk menggunakan kandungan lokal (local content) dan meminimalisasi penggunaan produk impor. Dalam kaitan itu, Kementerian Pertahanan melakukan terobosan antara lain dengan melakukan implementasi offset dan peningkatan kandungan lokal dalam setiap pengadaan Alustista luar negeri. Hal ini sebagai langkah konkrit untuk mempercepat penguasaan teknologi bagi kemandirian industri pertahanan.

Pada tanggal 14 Februari 2017, sebanyak 15 produk Bangtekindhan digelar di lapangan apel Setjen Kementerian Pertahanan, dan mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari berbagai kalangan. Langkah tersebut membuktikan bahwa Indonesia mampu menguasai teknologi pertahanan asalkan fokus dan memiliki tekad yang kuat .

Sumber: kemhan.go.id

Artikel Terkait :

  21 Responses to “Indonesia Berusaha Wujudkan Kemandirian Tank, Kapal Selam, dan Roket”

  1. Pertamak…

  2. Alhamdulillah bisa pertamax.. Xixixi..

  3. xaxaxaxa

    anda letih, lesu,mual dan pegal-pegal karena tidak adanya rudal?

    segera gunakan balsem cap sayap delta

    xaxaxaxa

  4. sekarang zaman rudal……
    kok roket aja belum dikuasai,gimana mau buat rudal…..
    emang selama ini apa kerjaan lembaga yg mengurusi roket
    banyak an bacot,tapi hasilnya nol kecil
    mau ini mau itu,riset ini riset itu,rangkul sana rangkul sini
    buat ini buat itu,mau mandiri,tot sana tot sini,beli sana sedikit,beli sini sedikit,beli disitu sedikit,semua serba sedikit.
    uda dibeli gak cocok,uda dibeli kosongan,uda dibeli paket hemat,uda dibeli harga mahal speknya rendah,uda dibeli gak ada rudalnya,uda dibeli yg penting ada dulu,uda dibeli tapi rongsok mahal pula itu,uda dibeli banyak macamnya ujung2 nya susah perawatan,uda dibeli tapi bosok,uda dibeli ee……..
    rudal delay,uda dibeli tapi unyu2.
    semua ngomong demi nkri,demi rakyat lama2 demi demit….
    semua mau dibuat,semua mau dibangun,semua mau dilengkapi,semuanya……..
    tapi pelit,sayang ngeluarkan uang banyak,mau murah tapi tot,beli sedikit banyak permintaan,beli ketengan minta murah,
    menawarnya kayak inang2 parluasan.
    mau beli 8 ekor aja lamanya minta ampun, dari mulai nikah bung colibri, sampai punya anak,uda sekolah sma anaknya,, belum juga tanda tangan kontrak,yg ada tanda tangan akan….
    gitupun bilang nkri macan ,macan dari mana,iya macan tapi
    ompong,mending domba ada tanduknya.
    asal mau beli,asal mau buat
    yg penting…….
    gak pernah kok beli atau buat yg gahar pasti ada aja yg gak ada,gak ada ini gak ada itu,takut as setan,takut kawasan ngamuk,takut….. takut….
    pokonya……….
    mboh lah kesel cintia nulisnya….
    padahal masih banyak lagi
    tapi gak sanggup lagi,gak kuat lagi nulisnya…..
    negara luas,kaya tapi miskin pengetahuannya
    susah banget ya ngeluarin 8 milyar dolar,buat tot rudal seumur hidup,siapa yg gak hijau matanya kalau kasih uang segitu buat tot rudal,pasti gak ada yg nolak negara lain.setelah dikuasai ilmu rudal bikin yg banyak,jual murah kan bisa nanti balik modal,tapi…….
    tidur lah capek

  5. Tenang…antara Rudal dan Satelite harus jalan bergandengan…..heheh kayak lagu iwan fals….., kenapa harus beli rudal dan TOT ..mbak Cintia….lha wong Rhan…bisa datangkan ahli ukraina + prancis tanpa beli produk…hehe

  6. apa kabar medium tank Pindad FNSS?? sudah berapa bulan (dari 8 bulan) waktunya peluncuran prototype??
    saya lupa menghitungnya,, sepertinya agustus sudah harus jadi prototype,,

    apa kabar CBG ke 3 yg diproduksi di Pt. Pal??? apakah sudah dalam tahap instalasi manufakturnya???

    apa kabar RHan,,, ???

  7. Alhamdulillah….dikaji lgi.suteja…..sutejaaaaaa!!!!!!

  8. NKRI sekarang mulai menaikkan akselerasi percepatan kemampuan untuk mengembangkan dan menghasilkan produk InHan dengan dana terbatas! Semoga aja para ahli diluar negri mau membagikan ilmunya bahkan mau pulang ke tanah air untuk memajukan bangsa dan negara!

  9. Hhhhhi.. Ada bnr nya jg apa yg di omongin #cintia horas. Kalo udah bnr” di kuasain kn bisa blik modal dgn cara di jual.. gpp modal gede aja dulu yg penting bnr” mampu dan mandiri.

  10. nde eh bokong e

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)