Apr 142015
 
Pulau buatan yang dibangun Tiongkok di Laut Cina Selatan. businessweek.com

Pulau buatan yang dibangun Tiongkok di Laut Cina Selatan. businessweek.com

Jakarta – Indonesia diberitakan akan menggelar latihan militer reguler dengan Amerika Serikat di dekat daerah yang jarang penduduknya di Kepulauan Natuna, daerah yang berada dalam kawasan Laut Cina Selatan yang diklaim Cina dan beberapa negara lainnya.

Sebelumnya, kedua negara telah mengadakan latihan militer bersama selama akhir pekan di Batam, sekitar 300 mil (480 km) dari Natuna.

“Itu (latihan) adalah latihan gabungan kedua kami dengan Amerika Serikat di daerah itu dan kami berencana melakukannya satu tahun ke depan lagi. Kami ingin membuat latihan rutin di daerah itu,” kata Manahan Simorangkir, juru bicara Angkatan Laut Indonesia, Senin, 13 April 2015.

Latihan militer tersebut melibatkan penggunaan pesawat pengawasan dan patroli, seperti P-3 Orion yang dapat mendeteksi kapal di permukaan dan kapal selam. “Latihan ini tidak bisa diselenggarakan langsung di Natuna karena kurangnya fasilitas untuk menampung semua pesawat,” kata Manahan menggambarkan situasi latihan pertama mereka.

Pekan lalu, Menteri Pertahanan Indonesia Ryamizard Ryacudu mengatakan ia akan mengunjungi kepulauan Natuna pada Mei nanti. Di Kepulauan Natuna berserak 157 pulau. Dari jumlah itu, sebagian besar pulau di kepulauan itu yang berada di lepas pantai barat laut Kalimantan tidak berpenghuni. Di sana Kementerian akan menyelesaikan rencana pengembangan pangkalan militer yang kecil.

“Ada bandara di Natuna tetapi tidak memiliki banyak angkatan bersenjata, hanya beberapa marinir,” kata Menteri Pertahanan. “Kami akan menambah pasukan di sana mungkin udara, angkatan laut dan darat.”

Para pejabat Indonesia mengatakan latihan militer bersama dengan Amerika Serikat dan militer yang direncanakan membangun pangkalan di Natuna tidak dalam menanggapi ancaman tertentu.

“Sangat penting untuk diingat, Indonesia tidak terlibat dalam sengketa di Laut China Selatan,” kata Simorangkir. “Kami tidak ingin terlibat kejadian di Laut Cina Selatan dan berkomitmen untuk selalu mengedepankan pendekatan diplomatik.”

Meskipun Indonesia bukan salah satu negara yang mengklaim daerah Laut Cina Selatan, militer Indonesia telah menuduh Cina sengaja memasukkan bagian dari Kepulauan Natuna dalam “Nine-Dash Line,” batas tidak jelas yang digunakan pada peta Cina untuk mengklaim sekitar 90 persen dari laut di daerah tersebut .

Presiden Joko Widodo bulan lalu mengatakan bahwa klaim utama Cina untuk sebagian besar laut yang disengketakan tidak memiliki dasar hukum dalam hukum internasional, tetapi Jakarta ingin tetap menjadi “penengah” di salah satu sengketa teritorial yang paling tajam di Asia.(TEMPO.CO)

Indonesia Ingin Latihan Militer Rutin dengan AS di Natuna

Indonesia-AS gelar latihan militer kedua akhir pekan lalu.

Pesawat P-3 Orion AS

Pesawat P-3 Orion AS

Indonesia menginginkan latihan militer rutin dengan Amerika Serikat (AS) dekat Natuna, wilayah di Laut China Selatan yang dekat dengan teritori yang diklaim China, ungkap kantor berita internasional.

Latihan militer gabungan AS-Indonesia telah digelar akhir pekan lalu di Batam, sekitar 480 kilometer dari Natuna. “Itu latihan kedua dengan AS,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut,  Laksamana Pertama Manahan Simorangkir.

Dikutip Reuters, Senin, 13 April 2015, Manahan mengatakan Indonesia ingin membuat latihan militer bersama AS, menjadi kegiatan rutin, dengan rencana latihan berikutnya pada 2016.

Saat ini China terlibat dalam konflik maritim dengan beberapa negara di Asia Tenggara, terkait dengan klaim mereka di Laut China Selatan, digambarkan dengan sembilan garis terputus (nine-dash line).

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan pada Reuters pekan lalu, dia akan mengunjungi Natuna pada Mei, untuk menuntaskan rencana meningkatkan pangkalan militer.

“Telah ada bandara di Natuna, tapi tidak ada cukup pasukan, hanya beberapa marinir. Kami akan menambah pasukan di sana, mungkin dari angkatan udara, laut dan darat,” katanya.

Manahan mengatakan latihan militer dengan AS, serta penambahan kekuatan di Natuna tidak ditujukan untuk merespon ancaman tertentu. “Penting untuk diingat, Indonesia tidak terlibat sengketa apa pun di Laut China Selatan,” katanya.

“Kami tidak menginginkan adanya insiden di Laut China Selatan, dan berkomitmen pada pendekatan diplomatik yang selalu kami ambil,” ucap Manahan.

Latihan militer yang digelar TNI AL dengan AS, melibatkan penggunaan pesawat mata-mata seperti P-3 Orion, yang bisa mendeteksi kapal laut dan kapal selam. (VIVA.co.id)

Artikel Terkait :

  36 Responses to “Indonesia – AS Gelar Latihan Militer di Natuna”

  1. Latihan dengan AS lalu dengan Cina juga?

    Kolaborasi yang bagus, kalau bisa ber-3 sekaligus dan Indonesia sebagai penghulu

    • Judulnya nggak salah tuh….kayaknya siang tadi sudah ada….

      • Saya juga bingung, didalamnya tidak ada tulisan latihan dengan Cina sama sekali…

        Justru mengulangi artikel sebelumnya yaitu latihan rutin dengan AS di Natuna…

    • Bung gue apa ini tidak salah judul?

      • Kenapa jkgr skrng kyk gini ya,padahal dulu situs militer yg pertama sy buka dibrowser kalo ingin tau perkembangan militer ya disini,karena berita yg bagus & berbobot..,jujur
        merasa kehilangan sekali..salam

    • wahh bung diego lagi heng,,artikelnya salah dan diulang..yaa indonesia sekarang jadi penghulu biar damai,,klo bersikeras yaa terserah ente blok barat dan blok timur indonesia udah berbaik hati jadi penengah,..nanti nyesel lo rakyat jadi korban keangkuhan,,
      toh semuanya hidup dibumi,.
      klo mau tu planet bulan aja direbut jadiin ladang batu akik

  2. Hajar saja yg berani masuk

  3. Enaknya jadi negara berfaham ” BEBAS DAN AKTIF”….ngga boleh ada yang iri yaaa…..

  4. judul sama isi berita berlainan

  5. Ga nyambung JUDUL & ISInya..

  6. hemm…..

  7. Nihh..Indonesia sangat semangat latihan..sampai sampai judulnya china dalemannya amerika..

    Umpama perang betulan bisa kacau nih..maunya perang ama tiongkok..malah perang ama amerika..cuma gara gara judul..

    Xixii..maaf lhoo..bung gue..

    • Terima kasih masukannya bung Petruk Kantong Bolong dan teman2 warjager lainnya.

      Memang kami sengaja menaikkan berita dari tempo.co dengan judul “Indonesia – Cina Akan Gelar Latihan Militer di Natuna
      http://www.tempo.co/read/news/2015/04/13/118657461/Indonesia-Cina-Akan-Gelar-Latihan-Militer-di-Natuna

      Maaf , dimana judul dan isi nggak nyambung he he he , dan kami tidak bisa merubah judul tsb krn itu link dari tempo.co.

      Dan untuk pembanding kami naikkan berita dari VIVA.co.id dengan judul “Indonesia Ingin Latihan Militer Rutin dengan AS di Natuna

      Terima kasih

      Salam Hangat

      • viva emang profokatif.. punyany siapa dlu

      • Sepertinya memang ada kesalahan editorial dari Tempo ya bung.

        Ini sumber dari Reuters juga menyebutnya latihan dengan USA, bukan China.

        Indonesia eyes regular navy exercises with U.S. in South China Sea

        (Reuters) – Indonesia wants to hold regular military exercises with the United States near the sparsely populated Natuna archipelago, an area of the South China Sea near China’s claims, a navy spokesman said on Monday.

        Although Indonesia is not a claimant in the South China Sea, the military has accused China of including parts of Natuna within its so called “Nine-Dash Line,” the vague boundary used on Chinese maps to lay claim to about 90 percent of the sea.

        The United States, which raised concerns on Friday about China’s rapid reclamation of reefs in the area, held a joint military exercise over the weekend with Indonesia in Batam, about 300 miles (480 km) from Natuna.

        “It was the second joint exercise we have conducted with the United States in that area and we are planning another one next year. We want to make it routine in that area,” said Indonesia Navy spokesman Manahan Simorangkir.

        The military exercise included the use of surveillance and patrol aircraft, such as the P-3 Orion, which can detect surface vessels and submarines.

        The exercise could not be held in Natuna because of the lack of facilities to accommodate all of the aircraft, he said.

        Defense Minister Ryamizard Ryacudu told Reuters last week that in May he would visit Natuna, a scattering of 157 mostly uninhabited islands off the northwest coast of Borneo, to finalize plans on upgrading its small military base.

        “There has always been an airport in Natuna but it does not have a lot of armed forces, only a few marines,” the minister said. “We will add forces there – possibly air, navy and land forces.”

        Indonesian officials said the joint military exercises with the United States and planned military build-up in Natuna were not in response to any specific threat.

        “It is important to remember Indonesia is not involved in any disputes in the South China Sea,” Simorangkir said. “We don’t want an incident in the South China Sea and are committed to the diplomatic approach we have always taken.”

        President Joko Widodo last month said that China’s main claims to the majority of the disputed sea had no legal basis in international law, but Jakarta wanted to remain an “honest broker” in one of Asia’s most thorny territorial disputes.

        The Philippines, Vietnam, Malaysia, Brunei and Taiwan also have overlapping claims to the South China Sea, through which $5 trillion in ship-borne trade passes every year.

        sumber: http://www.reuters.com/article/2015/04/13/us-indonesia-us-southchinasea-idUSKBN0N40O320150413

  8. kalo cuman latihan TNI bisa semua negara diajak latihan Gak hanya US, China ato Rusia lha kita negara bebas aktif kok jadi sah2 saja latihan perang dengan negara manapun

  9. Mana ini rusia, kok jarang banget latihan sama indonesia di indonesia? Sebetulnya yg big bro nya indonesia itu amerika apa rusia? Hihihi 😀

  10. bung Admin… gimana ni judulnya ga sesuai

  11. Judulnya RI-CINA akan gelar latihan militer di Natuna, tp isinya RI-Amerika yg latihan. Maksudnya gmn sih?
    Bagus deh.

  12. Baca judulnya pusing..,isinya nggak beda. Benar bung forum negara manapun dapat kita ajak untuk latihan bersama,..koordinasi komando, kemampuan,analisa dari setiap matra. Jaya terus NKRI!

  13. ARTIKEL TER-BODREX ABAD INI

  14. .

  15. ikut sana, ikut sini, ……….. kenyataannya tetap saja condong ke …………….. ???

    • nggak condong condongan kemaren pak menko ke Russia untuk beli heli, pak Presiden ke China untuk kerjasama, Tni latihan bareng sama Us…… so tetep eling lan waspodo
      TETEP MAIN CANTIK

  16. Bodrex bodrex bodrex.. Kasih bodrex tpi ntah bung diego tw si wartawan viva yg di kasi bodrex… Judul beritanya kacau balau,,..

  17. sepertinya Admin harus segera mengganti judul atau mungkin mengganti isi artikel. ini taruhannya Warjager

  18. USA klw ada maunya sekaligus kepentingannya..baik trus ya….hhe

    Jdi tmn…trus…hhee…
    Takutnya dkadalin lagi…hhe

    Tpi gk apa…cari aman aj

  19. ane cuma pesan doang buat TNI khususnya, klo wamil susah diterapin buat antisipasi kwasan yg mulai panas, perbanyak divisi cyber sama cenayangnya, klo bisa minimal rata2 140 test IQ nya.

  20. Latihan gabungan dengan AS saat baru saja kunjungan ke negara china dengan niat mendatangkan investor dari china. Efek latihan ini bisa berakibat kesan pro AS dan investor china bisa batal/tunda kerja sama ekonomi di indonesia. Padahal saat ini negara china merupakan negara dengan pertumbuhan ekonomi dan modal yang terbesar. Di Saat negara lain banyak meminta bantuan keuangan dengan China ,negara ini malah bersikap pro AS. Dari kaca mata bisnis kurang tepat berakibat kurang proyek bantuan dari china dan di dalam negeri berakibat lesu perekonomian karena kurang proyek besar.

  21. judul ngga perlu dipermasalahkan,yg penting content nya memperjelas sikap indonesia..saya yakin amerika akan menjadikan indonesia sekutu terkuatnya di asia tenggara..paling tidak indonesia menjadi negara yg layak dilindungi amerika khususnya dr gangguan china

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)