Mar 162017
 

Foto : Wikipedia

Dua pesawat tempur Su-30MK Indonesia akan menjalani perawatan berat di Rusia. Dilihat dari tail number TS-3001 dan TS-3002, bisa dipastikan varian Su-30MK ini adalah Flanker Su-30 pertama yang mulai datang memperkuat Angkatan Udara Indonesia pada tahun 2003. Indonesia tercatat hanya memiliki dua Su-30MK, sedangkan 9 unit Su-30 lainnya merupakan varian dari Su-30MK2.

Karena avioniknya sudah sangat ketinggalan jaman, dengan frame dan rangka yang sudah ‘jenuh’, Angkatan Udara Indonesia berniat ‘menghidupkan’ kembali Su-30MK sekaligus juga meningkatkan kemampuan tempurnya agar sejajar dengan pesawat tempur modern negara-negara tetangga.

Selain akan mendapatkan penguatan pada rangka dan frame, pesawat tempur Su-30MK Indonesia diharapkan juga akan mendapatkan cangkokan perangkat modern pada sistem radar, sistem tempur dan mesin yang lebih kuat.

Untuk menghemat biaya dan memudahkan maintenance, kemungkinan Su-30MK akan mendapatkan radar yang sama dengan Flanker Su-30MK2 Indonesia lainnya, yakni radar N001VEP. Meski tersedia radar termodern Zhuk-MSE yang terkenal sebagai radar AESA versi Rusia, namun karena mahal dan pastinya akan menyulitkan perawatan karena perbedaan dengan radar pesawat tempur Sukhoi lainnya, Indonesia kemungkinan akan memilih radar N001VEP.

Dua Su-30MK varian pertama Indonesia ini sudah lama tidak terbang karena mengalami kerusakan yang disebabkan faktor usia dan jam terbang yang sangat tinggi. Meski terkenal garang di udara, namun pesawat tempur Flanker memiliki life-time yang pendek, baik pada frame maupun pada mesinnya. Tercatat setiap 3000-4000 jam terbang, Flanker harus menjalani perbaikan rutin untuk tetap menjaga performanya tetap maksimal.
Author : Muhidin

Artikel Terkait :

  50 Responses to “Indonesia Hidupkan Kembali Flanker Su-30MK”

  1. 2

  2. odong2

  3. Pertamax

  4. awas rem nya blong,,,cek juga biar gak nyungsep

  5. Karena mempunyai jam terbang sangat tinggi..Upgrade ya ini masuknya..

  6. beda dgn adiknya sampe 8000 jam..

  7. Coba kawinkan manufaktur Sukhoi dan Grippen. Sehingga punya performa Sukhoi 35 dng CPFH Gripen.

  8. Butuh TOT Grippen -> manufaktur lokal kayak di Brazil. Ambil juga TOT Sukhoi 35. Trus lakukan RE kayak di Cina . . 🙂

  9. Pulang dari rusia sudah berubah jadi mutan ini pesawat…siapa yg tau toh…tetangga sebelah kanan kiri tau nya SU30MK..hahaha..hanya mimpi doang saya loh..

  10. Ini mungkin jelmaan si Sukhoi Muthan.

  11. Pesawat tempur Su-30MK Indonesia diharapkan juga akan mendapatkan cangkokan perangkat modern pada sistem radar, kemungkinan Su-30MK akan mendapatkan radar yang sama dengan Flanker Su-30MK2 Indonesia lainnya, yakni radar N001VEP. Meski tersedia radar termodern Zhuk-MSE yang terkenal sebagai radar AESA versi Rusia, namun karena mahal dan pastinya akan menyulitkan perawatan karena perbedaan dengan radar pesawat tempur Sukhoi lainnya, Indonesia kemungkinan akan memilih radar N001VEP.
    Upgrade setengah2 krn radar bukan AESA dgn alasan mahal dan menyulitkan perawatan wah wah berarti SDM jg mesti ikut di upgrade agar bisa merawat alutsista yg lebih canggih.

  12. Kasihan pilote kenak PHP habis2an….rumore para pilot disekolah bahasakan sesuai dg negara produsen, ternyata biar paham dg avionik digital yang baru….sanib-sanib….

  13. Ganti saja sama tukino

  14. AESA versi Rusia, wahahahaha

    • Zhuk-MA/MAE

      The first incarnation of the Zhuk radar family featuring an Active electronically scanned array (AESA) based on N031 Sokol series was introduced in 2005 at MAKS.[14] The Zhuk MA (MAE for export) used 1088 transceiver modules divide into 272 blocks and an antenna of 700 mm diameter. With a range of 200 km and ability to track 30 targets and engage 8 out of those

  15. kirim pesawat tua, begitu kembali dikirim pesawat baru dengan no yang sama. itu impian saya xixixixixi yang lama dikirim tanpa ekspose dianggap sebagai kiriman suku cadang. tahu2 sukhoi ada dimana2

  16. Semoga aja pulang sudah setara SU35, body boleh tua tapi dalaman anak muda tua2 keladi.he3. Habis nunggu SU35 diamri sampe sumuk dan sumpek dan galau! KaJol kagak jolas!

  17. Semoga aja pulang sudah setara SU35, body boleh tua tapi dalaman anak muda tua2 keladi.he3. Habis nunggu SU35 dimari sampe sumuk dan sumpek dan galau! KaJol kagak jolas!

  18. Pas pulang langsung jadi su 35 s

  19. Kenapa ga dituker tambah dengan SU30SM aja?
    Karena sebelum krismon klo ga salah yang mau dibeli Indonesia itu SU30 bercanard.

  20. pesawat2 tempur berat seharusnya jam terbangnya jangan terlalu tinggi apalagi punya rusia yg mesinya gk awet,Untuk patroli sudah saatnya Indonesia pakai uav atau pesawat patroli lainya yg biyayanya agak murah, klo untuk sergap baru pesawat tempur di gunakan dan sebar di berbagai titik yg strategis.

  21. semoga pembelian alutsista didasari keperluan dan kebutuhan yg dipikirkan scr matang. bukan karena hanya memenuhi hasrat nafsu ambisi sesaat para petinggi kemenhan. yg pntg jangan telantarkan inhan.

  22. test.numpang nimbrung

  23. test.numpang nimbrung

  24. Yang dikirim ke rusia Su 30 pulangnya Su 35, jadi biar tersamar demi ketenangan regional :p

  25. SU 35 rasa tejas

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)