Indonesia Menjadi Pengimpor Senjata Terbesar Ke-2 di Asia Tenggara

53
465
Rudal C-705. (Zhenguan Studio)

Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) mencatat bahwa Indonesia merupakan importir sistem persenjataan terbesar kedua di Asia Tenggara pada tahun 2015. Besarnya nilai impor alutsista Indonesia mencapai 683 juta dolar AS, atau sekitar Rp 9,3 triliun.

Indonesia Importir Senjata Ke-2 Terbesar ASEAN. (katadata)
Indonesia Importir Senjata Ke-2 Terbesar ASEAN. (katadata)

Besarnya pengeluaran impor senjata Indonesia bertujuan untuk peremajaan sekaligus penguatan pertahanan nasional. Negara yang menjadi pengekspor senjata terbesar ke Indonesia adalah Tiongkok, Inggris dan Amerika Serikat.

Meski melakukan impor alutsista cukup besar, Presiden Joko Widodo meminta agar impor kebutuhan pertahanan nasional dikurangi untuk mewujudkan kemandirian pertahanan dengan mengembangkan industri pertahanan dalam negeri. Bahkan pada akhir tahun 2015, Presiden menolak rencana pembelian helikopter AgustaWesland AW101 pabrikan Inggris-Italia.

Sumber: Kata Data

53 COMMENTS

  1. Kalo pembelian tahun 2015 hanya sekitar 9 trilyun rupiah, kayaknya bukan alutsista yg istimewa, hanya rudal yg banyak dibeli… coba bung tukang ngitung kalo 9 trilyun rupiah dapat apa saja?

    • Baca beritanya! Itu yg udah deal pastinya buktinya sipri bisa tau datanya alias resmi… yg bilang ini itu ghoib, yaiyalah ga keliatan jgn ngebayang yg muluk2 itu kita bisa bnyk krn kbnykn beli rudal Menurut sipri lagi…

  2. katanya pembangunan multi-alusista lokal diutamakan…tapi nyatanya -impor-tetap saja -boros….hahahahaa
    …jika saja masih -kurang percaya diri-…lalu siapa sih yang menjadi -acuan lawan-nya kok belanja multi alusistanya kian hari nambah terus…apa malaysia…??? ?? ?? ??

  3. klo utang 98 jt koq ngaku 97jt,, bunga pertahun 17%, tenor 4 th, admin 1.5%(1.470.000). asuransi TLO 1.45*4=5.8%: 5.684.000, 98.000.000+1.470.000+5.684.000= 105.154.000×1.68%:176.658.720/48 = 3.680.500. menurut peraturan mentrri keuangan DPminimal 20% dari OTR.. 19.400.000,- mungkin salah.. dh lupa rumus nya

  4. Cuma bisa bilang alhamdulillah aja deh, moga setelah semua alutsista komplit dan kita sedikit demi sedikit mampu memproduksi sendiri lambat laun impor alutsista menurun, bahkan kalau bisa ekspor meningkat.

  5. Bayangkan jika utk Alutsista 1 Korvet Sigma kira2 USD 220jt/unit, PKR105 USD 280/unit, Kasel CangBogo USD 330jt/unit, F16 Viper 110jt/unit,,,,apa iya duit belanja cuma USD 683jt utk beli mesin perang??,,ahh Rezn skrng belum ada prestasi,,ini perkiraan realisasi beli Rudal utk pespur F16 Blok 32ID, Rudal Hanud jarak pendek, Rudal C 705 utk para KCR, kendaraan2 Taktis utk TNI AU, Rdual panggul TNI AU,,,masih yg kelas Low ENtry kl kata sales HP,,,

  6. Setelah dicross Check lagi di (SIPRI). Ternyata indonesia bukan nomor 2 pengimpor alutsista Asean. Tapi nomor 3 setelah Singapura. No.1 adalah Vietnam. No. 2 Singapura. No.3 Indonesia.
    Jakarta Greater jangan asal tulis di internet. Hal ini untuk Building Trust. Jadi jika tidak hati-hati. Maka bisa hilang kepercayaan selama ini didapat. Jakarta Greater bisa ditinggalkan tak dipercaya. Jadi harap Hati-Hati !

LEAVE A REPLY