Sep 292014
 

Kita harus bangga dengan kemampuan anak anak bangsa dalam mewujudkan kemandirian bangsa di bidang maritim terutama pembuatan kapal untuk TNI AL.

FPB-57 atau Fast Patrol Boat 57 m adalah sebuah rancangan kapal patroli yang dibuat oleh Jerman. Pada perjanjiannya  PT. PAL yang awalnya hanya merakit kapal ini di  Surabaya, dan kemudian akhirnya PT PAL dpt memperoleh hak untuk memproduksi rancangan kapal ini

Kapal Patroli Cepat FPB 57 Nav I

Yg termasuk kapal kelas ini : KRI KAKAP 811, KRI KERAPU 812, KRI TONGKOL 813, KRI BARAKUDA

https://i0.wp.com/www.tni.mil.id/mod/news/images/normal/kri-barakuda-26-7-11.gif?resize=484%2C281

(dok photo :www.tni.mil.id)

Kapal Patroli  Cepat kelas Torpedo FPB 57 Nav II

KRI Andau 650, KRI Singa 651, KRI Tongkak 652 dan KRI Ajak 653

Kapal Patroli Cepat FPB 57 Nav IV

KRI Pandrong 801 dan KRI Sura 802

https://i0.wp.com/www.tni.mil.id/mod/news/images/normal/kri%20padrong.jpg?resize=462%2C307(dok photo : tni.mil.id)

Kapal Patroli Cepat FPB 57 Nav V

KRI Todak 803, KRI Hiu 804, KRI Layang 805 dan KRI Lemadang 806

https://i0.wp.com/upload.wikimedia.org/wikipedia/id/d/d0/KRILayang805.JPG?resize=451%2C303

(dok photo KRI Layang-805 saat meluncurkan rudal C-802)

Armada Patroli

Seluruh kapal dibuat oleh Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan (Fasharkan) TNI AL, mempunyai panjang 39-40 meter

Patroli cepat 36-40 meter Fiberglass yg terdiri

dari kelas Boa 9 bh, kelas Viper 5 bh, kelas Kobra 5 bh , kelas Tarihu 4 bh .

Persenjataan rata rata menggunakan

  • 1 kanon Oerlikon 20/70 kaliber 20mm dengan kecepatan tembakan 250-320 rpm, jangkauan 4,3 Km dan senapan mesin kaliber 12,7mm

 

https://i0.wp.com/store.tempo.co/cover/medium/foto/2004/12/01/s_UI04080683.jpg?resize=445%2C296

http://2.bp.blogspot.com/-7MrBxd0zZbc/UK54Ygs8HVI/AAAAAAAAA6U/eXD-WVK-_P0/s1600/KRI+808+WELANG+-+GRFP+

Kapal Patroli Cepat 43 Meter (5 September 2013)

Menteri Pertahanan RI dan Panglima TNI beserta rombongan adalah untuk me-launching 2 (dua) buah kapal patroli Jenis PC 43 yakni KRI Pari – 849 dan KRI Sembilang – 850 kedua kapal tersebut adalah karya tangan putra bangsa, produksi dalam Negeri yang diproduksi oleh PT. Palindo Marine, Tanjung Uncang, Batam.

Kedua kapal patroli jenis PC 43 ini memiliki panjang 43 Meter, Lebar 7,4 Meter memiliki mesin 3×1800 HP (Marine Diesel) dengan kecepatan Max 28 Knot serta memiliki ketahanan dalam kemampuan layar selama 4 (empat) hari.  KRI Pari – 849 akan memperkuat jajaran Satuan Kapal Patroli (Satrol) Komando Armada RI Kawasan Timur  (KOARMATIM), sedangkan KRI Sembilang – 850 akan memperkuat jajaran Komando Armada RI Kawasan Barat (KOARMABAR) di wilayah pangkalan utama Angkatan Laut (Lantamal) II Padang, Sumatra Barat.

Kapal patroli Jenis PC 43 KRI Pari 849 dan KRI Sembilang 850 dilengkapi dengan Senjata Kanon Kaliber 30 mm sebagai senjata utama di haluan kapal dan Senjata Mesin Berat Kaliber 12.7 mm pada buritan kapal tersebut. (tni.mil.id)

Kapal Patroli Cepat 40 meter bahan alumuniun (Desember 2008)

KRI Krait (827) adalah jenis kapal perang patroli kelas PC-40 yang merupakan hasil desain dari Fasharkan TNI AL Mentigi dan dibangun bekerja sama dengan PT BES Batam. Kapal perang ini memiliki panjang badan 40 meter dan dirancang untuk sanggup melaju hingga kecepatan 20 knot didorong oleh 2 unit mesin diesel berkekuatan 1250 HP. Badan kapal terbuat dari aluminium alloy.

 

https://i0.wp.com/3.bp.blogspot.com/-6y4Y85QQlmQ/T6FLqB2_vZI/AAAAAAAAJbw/-ci6uGRTaVg/s400/PC-40D.jpg?resize=476%2C357

Kapal cepat rudal/kapal patroli ( 40 m)

KRI Clurit 641, KRI Kujang 642, KRI Beladau  dan  KRI Alamang (644),  Kapal jenis KCR-40 ini terbuat dari baja khusus High Tensile Steel pada bagian hulu dan lambung kapal.  Sementara untuk bangunan atas kapal menggunakan Aluminium Alloy, produksi PT Citra dan Palindo Marine Shipyard Batam.

 

Baru baru ini Sabtu 27 september 2014,

Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro menerima dan meresmikan lima unit Kapal Perang Indonesia (KRI) buatan dua perusahaan galangan kapal Batam, Sabtu (27/9) siang. KRI yang diresmikan itu di antaranya KRI Surik-645, KRI Siwar-646, KRI Parang-647 dan KRI Terapang-648 dan KRI Sidat-851.

Lima unit KRI perang itu semuanya asli buatan Batam.  KRI Surik 645, KRI Siwar 646 dan KRI Parang 647 dibuat oleh PT Palindo Marine di Tanjunguncang. Sedangkan KRI Sidat dan KRI Teripang dibuat PT Citra Shipyard.

Purnomo mengatakan, lima KRI yang diterima dan diluncurkan itu merupakan jenis kapal cepat cepat rudal (KCR). Kapal-kapal tersebut dilengkapi dengan sistem persenjataan modern yang dikenal dengan sensor weapon control (sewaco). Di antaranya meriam kaliber 30 MM, 6 laras panjang sebagai sistem pertempuran jarak dekat dan 2 set rudal C-705.

Bagian lambung KCR ini terbuat dari baja khusus high tensile steel. Kapal dengan sistem pendorong fixed propeller lima daun itu juga dilengkapi dua unit senjata kaliber 20 MM di anjungan kapal. ”Empat KRI yang diluncurkan sudah resmi masuk jajaran armada TNI,” kata Purnomo  di Pelabuan Batuampar. (www.jpnn.com)

Kapal cepat rudal yang mempunyai panjang 60 meter, terdiri KRI Sampari 628, KRI Tombak 629, KRI Halasan 630

“KCR 60 meter ini pengembangan dari kapal patroli cepat (FPB-57) yang telah kami bangun sebelumnya,” ujarnya.

Sebelumnya, jelas dia, pihaknya telah menyerahkan KCR-60 meter pertama, yang dibaptis dengan nama KRI Sampari-628 pada 28 Mei lalu, diikuti KRI Tombak-629 pada 27 Agustus 2014.

Selanjutnya KCR 60/KRI Halasan-630 itu dibaptis dan diresmikan Menteri Pertahanan Indonesia, Purnomo Yusgiantoro.
Sumber : antaranews.com

photo.sindonews.com

 PT PAL serahkan kapal W000275 ke TNI AL

Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, bersama Wakil Kepala Staf TNI AL, Laksamana Madya TNI Didit Herdiawan, dan Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero), M Firmansyah Arifin (tengah), usai berkunjung geladak KRI Halasan-630 jenis Kapal Cepat Rudal (KCR)-60 Meter, di Surabaya, Rabu (17/9). KRI Hasalan-630 yang merupakan kapal perang jenis KCR-60 Meter terakhir pesanan TNI AL itu, menambah jajaran armada laut dalam mengamankan wilayah Indonesia. (ANTARA FOTO/Eric Ireng)

Armada Pendukung  :

Landing Platform Dock

LPD (Landing Platform Dock) seperti KRI Banjarmasin 592 dan KRI Banda Aceh 593, Keduanya dibangun di PT PAL Indonesia

KRI Banjarmasin-592 merupakan salah satu dari empat kapal LPD yang dipesan TNI Angkatan Laut. Dua unit kapal dikerjakan di Korea Selatan yaitu KRI Makasar-590 dan KRI Surabaya-591, sedangkan dua unit lainnya yaitu KRI Banjarmasin-592 dan KRI Banda Aceh-593 dikerjakan di galangan kapal PT PAL Surabaya dengan menerapkan prinsip transfer of technology (ToT) dengan pengawasan tenaga ahli dari galangan kapal Dae Sun Shipbuilding, Korea Selatan.

Seperti halnya kapal jenis LPD lainnya, KRI Banjarmasin-592 mampu menampung lima helikopter, tiga helikopter di dek, dan dua helikopter di dalam hanggar. Kapal ini juga dirancang mampu mengangkut 22 tank, juga dapat mengangkut kombinasi 20 truk dan 13 tank, 560 pasukan, dan 126 awak. Selain berfungsi untuk memobilisasi pasukan, kapal sepanjang 125 meter x 22 meter ini juga dapat digunakan untuk fungsi Operasi Militer Selain Perang (OMSP), seperti membawa logistik ke daerah bencana alam, operasi kemanusiaan, dan lainnya. KRI Banjarmasin-592 memiliki berat 7.300 ton, dan dapat melaju maksimal hingga kecepatan 15,4 knot. Sebagai kapal perang TNI AL, KRI Banjarmasin-592 dipersenjatai dengan satu unit meriam kaliber 57 mm, dan dua unit meriam kaliber 40 mm. (tnial.mil.id)

Landing Ship Tank

Kelas LST 117 meter (LST)

buatan PT. Dok dan Perkapalan (DKB) Kodja Bahari (kemenhan pesan 2 bh), Jakarta dan ke PT. Daya Radar Utama (KRI Teluk Bintuni)

Lampung – Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro meresmikan kapal jenis “landing ship tank” (LST), yakni Kapal Republik Indonesia (KRI) Teluk Bintuni 520 yang merupakan hasil produksi industri galangan kapal dalam negeri.

KRI Teluk Bintuni 520 memiliki panjang 120 meter, dapat mencapai kecepatan 16.000 knot, didukung dua unit mesin yang masing-masing berkapasitas 3.285 KW.

Kapal yang dibangun dengan biaya sekitar Rp 160 miliar dan dikerjakan selama 16 bulan ini mampu mengangkut hingga 10 unit tank Leopard buatan Jerman seberat 62,5 ton ditambah 120 orang awak kapal dan 300 orang pasukan. (BeritaSatu.com).

KRI Teluk Bintuni | http://www.saibumi.com

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro meresmikan KRI Bintuni 520 di Lampung (photo: Antara)

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro meresmikan KRI Bintuni 520 di Lampung (photo: Antara)

Kapal jenis Bantu Cair Minyak (BCM)

KRI Tarakan-905 merupakan kapal jenis Bantu Cair Minyak (BCM), produksi PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari (Persero), Jakarta Utara.

KRI Tarakan-905 memiliki panjang keseluruhan 122,40 m, panjang garis tegak 113,90 m, lebar 16,50 m, tinggi 9,00 m, kecepatan maksimal 18 knots, jarak jelajah 7.680 nm, kapasitas muatan cair 5.500 matrik, tenaga penggerak utama berjumlah dua buah daya 6.114 PS, berat baja 2.400 ton, dengan sistem propulsi twin screw dan fixed pitch propeller. (Jurnas.com).

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro didampingi KSAL Laksamana Marsetio meresmikan KRI Tarakan-905,di Jakarta. (Photo: Dispenal)

Yang masih dalam proses produksi :

SIGMA 10514 Guided Missile Frigate, PKR – Perusak Kawal Rudal, PT PAL akan membuat tiga unit kapal perusak kawal rudal 105 (PKR-105)/Frigate nomor 1. Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Marsetio mengatakan proyek ini menggandeng Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS), Belanda. “Kami produksi bersama DSNS, Belanda, dalam kerangka transfer of techonolgy,” kata Marsetio di sela-sela Keel Laying modul 2 seksi 231 PKR-105 di PT PAL (Persero), Rabu, 16 April 2014 (www.tempo.co)

Kapal Selam Kelas Changbogo,

Kementerian Pertahanan menunjuk PT PAL Indonesia memproduksi satu unit kapal selam guna memperkuat keamanan Indonesia, terutama dalam menjaga alur dan kedaulatan negeri ini.

“Upaya ini sesuai penunjukan PT PAL Indonesia sebagai lead integrator pembangunan alutsista kapal perang,” kata Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, ditemui pada serah terima kapal cepat berpeluru kendali KRI Halasan-630, di dermaga PT PAL Indonesia, di Surabaya, Rabu.

Untuk merealisasi kapal selam itu, ungkap dia, PT PAL Indonesia akan mendapatkan kucuran penyertaan modal negara sebesar Rp1,5 triliun untuk membangun tiga unit kapal selam, alias Rp500 miliar perunit.

“Sebanyak dua unit kapal selam akan dibangun di Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME), Korea Selatan. Lalu, satu unit dibangun di PT PAL Indonesia,” katanya. (antaranews.com)

Kapal Selam Changbogo Korea Selatan (Photo: MC2 Benjamin Stevens/United States Navy)

Kapal Selam Changbogo Korea Selatan (Photo: MC2 Benjamin Stevens/United States Navy)

Demikian sekilas hasil karya anak Bangsa , dan marilah  kita dukung mewujudkan kemandirian bangsa di bidang maritim terutama pembuatan kapal untuk TNI AL.

“Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno).

(Dirangkum dgn berbagai sumber berita)

  67 Responses to “Jajaran KRI produksi dalam negeri”

  1.  

    Selamat sore….!!!

    •  

      Cita2 RI jd WORLD CLASS NAVY atau POROS MARITIM DUNIA???

      Berharap 5 tahun ke depan TNI-AL di tambah:

      3 CRUISER
      6 DESTROYER
      6 SUBMARINE
      8 KLEWANG
      10 FRIGATE
      10 LST
      10 KCR 40M
      10 KCR 60M
      16 PANTHER ASW
      16 SUPER PUMA
      16 ALLIGATOR KA-52
      16 CN-296
      100 TANK AMFIBI
      100 ARTILERI
      100 MBDA VLS MICA
      100 EXOCET BLOCK II
      100 TORPEDO
      300 C-705
      300 C-802
      300 YAKHONT

      BELUM LG DI TAMBAH ALUTSISTA BARU TNI-AD+TNI-AU.
      PASTI KITA DI SEGANI KAWAN DI TAKUTI LAWAN.

    •  

      hayo kita bantu pak Widodo……gimana caranya ngusir kapal kapal asing di maluku……….

      Jokowi Janji Usir Kapal-kapal Asing di Ambon
      Jokowi bakal mendatangi perairan Ambon secara diam-diam.

      Selasa, 30 September 2014, 00:59

      VIVAnews – Presiden terpilih Joko Widodo memaparkan rencananya membangkitkan kemaritiman di Indonesia pada acara ‘Roadmap Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia’ yang dilgelar Ormas Nasional Demokrat di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin 29 September 2014.

      Pada acara itu Jokowi menyebutkan jika hasil kekayaan laut Indonesia itu banyak dicuri oleh kapal-kapal asing yang ‘berpesta’ di perairan di Indonesia. Salah satunya di perairan Ambon, Maluku.

      “Saya dapat laporan bahwa di perairan Ambon itu, setiap malam gemerlapan lampu bagaikan pasar malam, dan ternyata itu adalah kapal asing yang berpesta mengambil ikan di perairan kita,” kata Jokowi kepada peserta diskusi tersebut.

      Karena adanya kejadian tersebut, setelah dilantik pada 20 September 2014 dia berjanji akan memastikan langsung apakah informasi itu benar atau tidak. Katanya, dia akan datang langsung secara diam-diam ke perairan Ambon.

      “Nanti saya mau blusukan ke sana, entah berenang, entah jalan kaki, entah naik apa lah yang penting tidak ketahuan. Nanti saya bubarkan kapal-kapal asing yang berpesta di laut kita itu,” kata Jokowi disambut tawa peserta diskusi tersebut.

      Jokowi menambahkan, salah satu alasan ingin sekali memastikan adanya ilegal fishing, karena menurut data yang dihimpun timnya, setiap tahunnya negara Indonesia rugi hingga Rp300 triliun akibat ikannya dicuri oleh kapal-kapal asing.

  2.  

    unoone

  3.  

    Mantap

  4.  

    kayaknya da yg nyindir artkelku td di PG hehe

  5.  

    banyakin aja..biar kecil tapi gotong rudal…musuh jadi pusing juga,apalagi bisa sembunyi diantara pulau2 kecil…wih keren
    tiba2 nyergap musuh…

  6.  

    5. KOK SERASA ADA YANG KURANG YAH….

  7.  

    TopTen, ………SR maning…….

  8.  

    Pkr nya ternyata pesan 3 yaa…salah ketik atau beneran yah?

  9.  

    10 besar

  10.  

    Hadir

  11.  

    kilo rasa jermannnya?

  12.  

    yg miris dari bahan fibergass….apa gak koyak diberondong senapan mesin?

    •  

      pernah dengar cerita tentang , KRI Tedong Naga VS KD Rencong. di perbatasan di kawasan Ambalat

      KRI Tedong Naga sudah berkali-kali memperingatkan KD Rencong agar segera meninggalkan wilayah perairan Karang Unarang.
      Namun, peringatan tersebut tidak dihiraukan kerana KD Rencong mengangga penjagaan di mercusuar adalah merusak kedaulatan Malaysia.
      Bahkan, KD Rencong melakukan manuver-manuver yang membahayakan pembangunan mercusuar.
      Akhirnya, KRI Tedong Naga mendekati KD Rencong untuk mengusir keluar dari wilayah perairan yang dipertikaikan.

      Dalam upaya tersebut terjadi tiga kali serempetan yang menyebabkan lambung sebelah kanan kapal Malaysia yang umurnya sudah tua dan berkarat di beberapa bagian itu rusak. Sedangkan KRI Tedong Naga hanya tergores catnya di bagian lambung sebelah kiri. KD Rencong kemudian bergerak menuju pangkalannya di Tawau, Malaysia.

      KRI Tedong Naga terbuat dari bahan fiberglas,

      •  

        Wah bangga dengar kisahnya,,Bahan fiber padat ya bung gue,pastinya gak sama kyak fiber yg d pasang utk pagar rumah 😳

        Kelebihan KRI Klewang yg pernah terbakar :
        1# KRI-625 konon merupakan kapal siluman tercanggih d dunia buatan Indonesia dgn kelebihan anti radar. Ia tidak akan terdeteksi radar krn berbahan carbon fiber. Carbon fiber tidak menginduksi panas bahkan LEBIH KUAT dari baja.
        2# Bahan carbon fiber memudahkan perawatan kapal krn tdk mudah berkarat dan tingkat kelelahannya lama.
        3# Klewang juga anti magnet. Hal ini akan membuatnya bebas dari jeratan ranjau laut.
        4# Suara Klewang tergolong rendah sehingga sangat baik utk misi infiltrasi.
        5# Adanya dek buritan yg dapat meluncurkan kapal jenis Rigid Hull Inflatable boats.Yaitu kapal karet yg digunakan utk misi anti teroris.
        Mengenang KRI Klewang 🙁

        Ada juga kelas Krait,kapal ini menggunakan aluminium Alloy yg memiliki stabilitas dan kecepatan yg tinggi jika berlayar.cmiiw,,

        •  

          ms..modul yg dibakar

        •  

          kelebihan komposit adalah kita bisa merekayasa material sesuai keinginan. bisa tailor made gitu tinggal menyesuaikan jenis seratnya (bisa fiberglass, carbon fiber, kevlar, dll) baik itu arah seratnya dan fraksi beratnya. kelebihan komposit juga bisa mendapatkan kekuatan lebih tinggi dari baja dengan massa yang lebih ringan. namun tidak dapat dipungkiri masih ada beberapa kelemahan komposit dan ini unik untuk tiap jenis komposit. kedepan komposit memang material masa depan untuk aplikasi apapun gak cuma militer,tapi juga oil n gas, kesehatan, infrastruktur, dll

          •  

            Wah bung peneliti paham bgt neh ttg bahan composite,hebat penjelasannya bung,contohnya Airbus A350, 53% bahannya adlh composite,

          •  

            yang jadi masalah………kita dah punya fabrikasinya belum untuk skala produksi……kalau semua bahan masih impor……lha ya mahal banget…………

  13.  

    Mantab.. . Perlahan tapi pasti, kemandirian industri maritim makin maju…
    tp berita tentang KLEWANG NG kq gk ada ya bung @gue…. . Salam bung..
    Mhon yg tau info nya KLEWANG NG dibabar dimari donk..

    •  

      berita terakhir di
      http://jakartagreater.com/indonesia-mengakusisi-empat-kapal-patroli-siluman-klewang-class/
      tapi kelanjutannya mungkin teman2 warjag ada yg lebih tau
      berhubung msh remang2 sementara kri klewang blm sy masukkan ke artikel
      salam

    •  

      Konsepnya trimaran ya,,
      http://3.bp.blogspot.com/-aIFQ7VVPnrk/Tur0zQTITOI/AAAAAAAAHtM/POrjn3u-1EA/s640/X3K_Lundin.jpg

      Program kapal trimaran siluman ini sempat ditunda ketika kapal produksi pertama ( KRI Klewang) telah terbakar di pelabuhan Banyuwangi pada tanggal 31 Agustus 2012 sebelum kapal perang tersebut sempat diserahkan kepada pihak TNI AL oleh pembuatnya, PT Lundin.

      Selain PT Lundin, situs militer IHS Jane mengungkapkan bahwa pembuatan kapal patroli trimaran ini melibatkan juga perusahaan pertahanan asal Swedia SAAB yang dikenal sebagai produsen jet tempur JAS-39 Gripen. Dari pihak SAAB didapatkan informasi bahwa lambung kapal perang Kelas Klewang ini akan menggunakan senyawa nanokomposit yang diklaim lebih kuat dibanding bahan lambung yang digunakan sebelumnya. Bahan ini diharapkan bisa meminimalisir kemungkinan musibah seperti yang dialami KRI Klewang. Material ini juga diklaim memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengurangi deteksi radar.

      Masih dalam kesempatan yang sama, Laksamana Marsetio juga mengatakan bahwa kemungkinan Indonesia akan mempertimbangkan untuk memesan lagi beberapa kapal lainnya dari produsen yang sama. Dengan catatan jika produsen menawarkan pilihan yang cukup menari. Diperkirakan hingga tahun 2024, TNI AL akan mengoperasikan 6 unit hingga 20 unit kapal perang berteknologi siluman dari jenis ini. Tapi ini masih tergantung pada biaya akuisisi dan kemampuan tempur yang ditawarkan.

      Kepala SAAB Indonesia, Peter Carlqvist, pada tanggal 15 Agustus 2014 lalu mengkonfirmasikan bahwa kontrak yang diklarifikasi adalah untuk pengadaan 1 unit kapal Klewang Class. Pihaknya berharap kontrak pemesanan 3 kapal berikutnya bisa segera direalisasikan. Hal ini dikarenakan juga bahwa pemerintah Swedia telah menyediakan pendanaan penuh untuk produksi 4 unit kapal Klewang Class. Proses pembuatan kapal-kapal ini bekerjasama dengan PT Lundin dengan menggunakan fasilitas produksi perusahaan lokal tersebut di Banyuwangi, Jawa Timur.

      Kapal patroli Klewang Class memiliki panjang 63 meter dengan desain trimaran yang mampu menembus gelombang. Kapal ini didukung teknologi stealth yang meminimalisir deteksi akustik, inframerah, dan magnetik. Kapal perang jenis patroli ini digerakkan 4 unit mesin water jet MJP 550 dengan kecepatan jelajah 16 knot dan kecepatan maksimal 35 knot.

      Pada desain sebelumnya, Klewang Class dirancang untuk dipersenjentai rudal buatan China dengan pilihan jenis rudal C-705 atau C-802. Namun pada desain baru yang pernah ditampilkan pada pameran Defence Services Asia (DSA) 2014 di Malaysia, SAAB akan memasang persenjataan berupa 4 unit rudal Permukaan-ke-Permukaan RBS15 Mk3 dengan radar homing aktif hingga 200 km dan radar baru buatan SAAB, Sea Giraffe 1X 3D yang akan dipasang lebih tinggi pada tiang kapal untuk meningkatkan bidang cakupan pantauan. Sistem radar dan persenjataan pada kapal Klewang Class akan dikelola sistem manajemen tempur (CMS:Combat Management System) 9LV Mk4 yang digabungkan dengan sistem kontrol penembakan pertahanan udara CEROS 200.

      Peter Carlqvist mengatakan bahwa untuk desain Klewang Class yang baru, SAAB juga menawarkan perangkat yang mengintegrasikan Bofors 40 Mk4 dan sistem ESM (electronic support measure) yang mampu melakukan intersepsi dan identifikasi lokasi sinyal ponsel dan panggilan radio. Sistem ini akan sangat berguna pada operasi penanganan pembajakan kapal dan ilegal fishing karena sinyal ponsel dan radio dari pelaku dapat ditentukan posisinya.

      Ketika ditanya tentang kemungkinan Indonesia akan menambah pesanan hingga 20 unit kapal Klewang Class, Carlqvist menjawab bahwa hal itu sangat mungkin terjadi mengingat TNI AL berencana untuk menambah 200 unit kapal perang baru hingga tahun 2024. Klewang Class termasuk dalam daftar pengadaan kapal perang TNI AL dengan desain yang disesuikan dengan kondisi perairan Indonesia yang terdiri dari banyak pulau. Kapal perang trimaran Klewang Class diharapkan sudah bisa dioperasikan pada tahun 2016.
      Hasil copas,maaf panjang bgt cz gak enak sama admin klw sya cantumin sumbernya 😳

  14.  

    hehehe mantabb,

  15.  

    Mantap, jayalah Indonesiaq>> Tadi sharing” dg seorang pensiunan yg 15 thun bekerja di PNG..baru tau ternyata mereka hidup ditanah mereka sendiri tapi seprti karyawannya ausi. Memang semua wargannya dipekerjakan dan digaji pemerinntah ausi, jatah makan per jiwa diberi. Namun mau ngapa”in tidak bisa bebas. mau nikah saja harus lapor ausi, ausi buatkan rumah. Sayangnya semua kekayaan alamnya yg menikmati ausi..semoga agenda memerdekakan Papua bisa dicegah. PNG dg Jayapura saja masih lbih ramai kota Jayapura.

    •  

      tapi ada yg suka jg dgn gaya hidup begini…memang butuh revolusi mental di Papua…coba search kisah Nauru dari negara kaya hingga miskin krn rakyatnya salah urus..sibuk foya2…

    •  

      betul bung Qyoc, saya dulu waktu jadi warga jayapura sering keluar masuk PNG dengan pakai “kartu merah”, situasi di perbatasan PNG – Jayapura toko2 hanya buka sampai jam 12 siang saja setelah itu pintu toko pada digembok karena situasi rawan dan ternyata sebenarnya para pekerja tambang di PNG kagak bisa bawa pulang uang ke rumah karena uangnya juga habis beli makan & keperluan hidup di tambang. Sebaiknya mulai dilakukan operasi klandestin untuk mengajak warga PNG bergabung ke NKRI sekalipun ini sulit karena siaran TV & Radio kagak bisa dikonsumsi masyarakat PNG, biasalah siapa lagi kalo bukan ulah Ausi karena hal ini juga terlihat pasukan penjaga perbatasan juga dari Ausi

  16.  

    PKR SIGMAnya tak tunggu, walaupun belum 100% buatan sendiri dan mungkin masih dibawah formidable si upil yang penting setelahnya bisa buat sendiri yang lebih hebat

    jayalah bangsaku….!!!

  17.  

    siep….

  18.  

    Trimaran kok ga disebutkan?

  19.  

    Mantaaabb…
    Lanjutkan produksi dalam negeri…..

  20.  

    Semakin mantab saja…
    Bukti bahwa produksi anak negeri tidak kalah dengan produk manca negara..
    Komodo mana lanjutannya? Kok jarang terdengar produksinya??

  21.  

    Itu gk salah tulis ya? Masa kecepatan max kri teluk bintuni 16.000 knot?

  22.  

    Beritata tentang rudal nasional dah nyampe mana ya bung gue.? Katanya akhir thun mau uji coba lagi.

  23.  

    Affirmative 😈

  24.  

    Dulu punya destroyer tapi sekarang patroli

    sakitnya tuh di sini

  25.  

    Terima aja bung,,iklas,mau langsung atw tidak kan masing2 punya tujuan yg baik utk rakyat kok.
    Saat Pilkada brapa % rakyat RI yg mengenal calonnya?kcuali calonnya ada yg mantan artis 😳
    Demokrasi gak hanya dri Rakyat,olh Rakyat,utk Rakyat,,kadang beberapa calon punya tambahan sendiri yaitu “Pake Uang Rakyat” ,,hehehe,, smoga UU baru ini adalh pilihan trbaik utk rakyat RI saat ini,gak perlu d sesali cz Allah sdh menggariskan takdirnya,kita manut aja sama yg buatin naskah hidup,imho 😳

  26.  

    Trimaran kok ga diberitakan?

  27.  

    Tadi siang ajaa Rame lihat 15 pesawat hercules Latihann … Senenge ra karoan iso lihat lngsung pesawat TNI di atas Rumah

  28.  

    MAAP
    sementare warjag masih dalam kondisi tenang.
    Sesepuh wajag lagi masa puber.
    Nongkrongi pesbuker
    😀

  29.  

    Aga to idi’ sappo’.,aja’ bawanna maccarita politik ekkoe he..pada siseng elo diaseng macca.,sadarki ie forum militer,tanyia forum politi’..

  30.  

    Nyimak

  31.  

    walau kapalnya imut2 namun pelan tapi pasti merangkak ke produksi destro dan lontong kelas K-POP…lanjutken

  32.  

    Silent reader negri tetangga sakit mata baca artikel ini hehhe
    dan entah kenapa ane lebih suka dengan KRI Teluk Bintuni dan Kapal2 LPD,semoga bisa diproduksi lagi….

  33.  

    Bangga menjadi bangsa yang mandiri….

  34.  

    mantap KRI makin gahar jaya indonesia

  35.  

    Saya sangat setuju sekali kalo KRI2 terus diproduksi…ini yang namanya teknologi mandiri, anti embargo, yang namanya ghoib2 ya yg bikinan sendiri…kita bikin sebanyak mungkin tanpa diketahui asing, buat ngeroyok kaprang asing yang gedhe2 juga oke

  36.  

    Punya destroyer 3biji gagah bener jadinya TNI AL kita..

 Leave a Reply