Sep 022016
 

TOKYO – Kementerian Pertahanan Jepang meminta catatan anggaran pada hari Rabu, 31 Agustus 2016, termasuk anggaran sistem rudal anti-kapal untuk mempertahankan pulau-pulau yang tengah disengketakan dengan China.

Tokyo bertekad untuk mempertahankan pulau tak berpenghuni di Laut Cina Timur – dikelola oleh Jepang sebagai Senkaku namun diklaim oleh China sebagai Diaoyu – sebagai reaksi atas kaim Beijing.

Kementerian mengumumkan mencari ¥ 5,168 trilyun (US $ 50,12 milyar) dalam pengeluaran untuk tahun fiskal yang dimulai April 2017, naik sekitar 2,3 persen dari anggaran awal untuk tahun fiskal saat ini. Jika disetujui oleh kabinet Perdana Menteri Shinzo Abe, akan menjadi tahun kelima secara beruntun pemerintah menaikkan anggaran pertahanannya, sebagai reaksi atas ketegangan regional tinggi.

Anggaran yang diusulkan tersebut adalah untuk mengembangkan rudal darat-ke-kapal serta rudal udara-ke-kapal untuk pesawat patroli. Sistem rudal darat-ke-kapal yang baru diharapkan memiliki jangkauan 300 kilometer (190 mil), cukup jauh untuk mencapai sekitar pulau-pulau yang disengketakan, harian Yomiuri Shimbun melaporkan pada bulan Agustus 2016 lalu.

Kementerian Pertahanan menolak untuk mengkonfirmasi jangkauan pasti kemampuan rudal baru tersebut.

Menteri Luar Negeri Jepang Fumio Kishida pekan lalu mengatakan kepada rekannya dari China Wang Yi selama pembicaraan di Tokyo bahwa Beijing harus berhenti melanggar wilayah Jepang di Laut China Timur sekitar kepulauan yang disengketakan.

Peringatan yang datang setelah Tokyo awalnya mengajukan lebih dari dua lusin protes melalui saluran diplomatik yang mengklaim bahwa kapal penjaga pantai Cina telah berulang kali melanggar wilayah perairan di seluruh pulau sengketa.

China menganggap pulau tersebut sebagai milik sendiri dan menolak pandangan telah melanggar wilayah perairan Jepang.

Kementerian Luar Negeri Jepang juga berencana untuk membuat unit gerak amfibi dengan lebih dari 2.000 tentara yang berada di sebuah pangkalan di prefektur Nagasaki. Anggaran itu juga mengusulkan dana untuk mengirimkan personil tambahan ke Filipina dan Vietnam dalam upaya untuk pengumpulan data intelijen di Laut Cina Selatan.

Jepang meningkatkan hubungan pertahanan dengan Filipina dan negara-negara Asia Tenggara lainnya, yang beberapa di antaranya memiliki perselisihan dengan Beijing di Laut Cina Selatan.

Selain itu, Jepang juga waspada terhadap Korea Utara dan uji rudal balistik yang sering dilakukan negara tersebut – terbaru minggu lalu dari uji coba peluncuran dari sebuah kapal selam – bahwa Tokyo melihat sebagai ancaman utama. Untuk melawan aksi Pyongyang, peningkatan anggaran mengalokasikan dana untuk upgrade sistem anti-rudal Patriot guna menggandakan daerah cakupan.

Sumber: Defense News

  13 Responses to “Jepang Menaikkan Anggaran Pertahanan untuk Kembangkan Rudal Anti-Kapal”

  1. Pertamax

  2. Aduh itu si mbaknya..gagal fokus

  3. Waduh… kasian tuh ajudannya ngantuk… klo di korut udah kena tembak dia… hahahahaah

  4. Mbaknya mirip yg di sidang kopi sianida

  5. pasukan khususnya cuma 10 peleton, masih perlu banyak orang tuh, mereka borong AAV7 yang sekarang dibawah produksi BAE land system

  6. Ya jepang pasti bisa..

  7. enak tuh cwe klo lg ngisep

  8. Jepang naik terus.. Nkri malah diturunkan anggarannya.. Pdhl nkri dalam bahaya.. Emang rada bodoh pmrnth kita itu..

  9. 300 km?

    Masa iya tuh, akal2an saja. palingan 3000 km-an agar bisa menjangkau seluruh daratan Cina.

 Leave a Reply