Mar 052017
 

Menurut beberapa saksi dari Jepang (termasuk sumber terbuka seperti gambar spoter yang diposting di Twitter), Kementerian Pertahanan Jepang (MoD) mungkin telah melakukan uji tembak pertama dari rudal anti kapal supersonik XASM-3.

Kementerian Pertahanan Jepang awalnya berencana untuk menguji rudal pada tahun 2016, saat itu Navy Recognition melaporkan pada tahun 2015 , akan tapi sepertinya tes tidak terjadi tahun lalu.

Pesawat tempur JASDF F-2 lepas landas dilengkapi dengan rudal XASM-3

Pesawat tempur JASDF F-2 mendarat tanpa dilengkapi dengan rudal XASM-3

Gambar terbaru yang diterbitkan minggu ini menunjukkan bahwa pesawat tempur Angkatan Udara Jepang lepas landas dengan rudal baru yang dipasang dibagian sayap, dan pada saat kembali rudal tersebut tidak terlihat lagi.

Bagaimanapun ini bisa menjadi merupakan “test menjatuhkan”, belum tentu sebuah tes menembak rudal secara aktual terhadap target.

Gambar lain menunjukkan Destroyer yang dinonaktifkan milik Angkatan Laut Jepang, yaitu DDH-143 Shirane (kapal pertama dikelasnya), disiapkan sebagai “kapal target” (dengan reflektor yang telah terpasang) dibawa ke laut oleh kapal tunda.

Kedua gambar diatas menunjukkan kapal perusak DDH-143 Shirane berubah menjadi sebuah “kapal target”. (Foto: twitter @mkiipen)

Jika ternyata rudal anti kapal XASM-3 belum diujicoba, maka tes pertama oleh Kementrian Pertahanan Jepang tentu akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Pada tahun 2015, Navy Recognition melaporkan bahwa uji-tembak akan dilakukan di lapangan tembak yang ditunjuk sebagai “wilayah udara G” di dekat pangkalan udara Komatsu.

Menurut Kementerian Pertahanan Jepang pada tahun 2015 ujicoba aerodinamis dan captive carry pada jet tempur F-2 telah selesai dan kemudian akan memasuki tahap akhir pembuatan prototipe (purwarupa).

Rudal XASM-3 mampu mencapai kecepatan 3 mach berkat mesin ramjet yang diberi umpan oleh dua intake udara (menggunakan metode yang sama seperti rudal MBDA Meteor dan rudal nuklir taktis ASMP-A milik Perancis).

Rudal XASM-3 ini akan melakukan terbang dekat dengan permukaan laut pada tahap akhir serangan untuk mengurangi kemungkinan deteksi dan intercept dari musuh.

Spesifikasi Dasar XASM-3:

  • Panjang keseluruhan: 5,25 m
  • Kecepatan maksimum: 3 mach 3 atau lebih
  • Jangkauan: 80 nm (sekitar 150 km) atau lebih
  • Berat: 900 kg
  • Power: Integral Rocket Ramjet
  • Sistem navigasi dan pencari:
    Tahap peralihan: Inersia / GPS
    Fase terminal: Pencari aktif/pasif

Kapal Perusak DDH-143 Shirane

Perusak Shirane-Class adalah sepasang kapal perusak milik Angkatan Laut Jepang yang dibangun selama akhir 1970-an. Mereka dibangun di hanggar pusat yang mampu membawa hingga 3 (tiga) unit helikopter. Kapal perusak ini berbobot 7.500 ton. Kapal kedua kelas ini adalah DDH-144 Kurama, yang saat ini masih dalam pelayanan Angkatan Laut Jepang.

Navy Recognition

Artikel Terkait :

  33 Responses to “Jepang Mungkin Telah Menguji Rudal Anti Kapal XASM-3 Terbaru”

  1. Boronggg…

  2. Waduh… kapal yang sudah tidak dipakai dijadikan buat uji tembak rudal 😀 klo disini masih bisa di kiloin tuh 😀 hehehe

  3. Kecepatannya masih 3 mach, masih bisa di tahan oleh CIWS andalan chinok, itu artinya untuk menggilas kaprang Chinok yg sekelas destroyer, maka Jepan harus menembakan 3-6 XASM Secara beruntun ke destroyer chinok supaya bisa menembus sistem CIWS andalan chinok

    • dengan kemampuan meluncur di dekat permukaan laut, tentunya akan menyulitkan CIWS melumpuhkan rudal tersebut, apalagi bila rudalnya bisa ngepot 😀 hehehe

    • Apa itu destroyer Chinook . . we

    • Mach 3 itu kalo si kurama baru ngeluarin 3 ekornya bung, coba kalo 4-5 ekor apa masih bisa ditahan? apalagi jumlah total ekornya ada 9 alias Kyubi….

      (ini ngomongin opo toh???)

    • rudal anti udara jarak menengah bukan cuma buat pesawat loh

      • @Anu. Biasanya Rudal dengan kemampuan seperti brahmos dan XASM3 ini sulit untuk di deteksi radar bung.

        • aegis combat system bung

          saya ragu brahmos punya kemampuan seperti itu
          amrik sendiri sudah ada proyek pengembangan rudal balistik dan anti kapal berkemampuan stealth

    • waduh,,, usa aja kagak berani nangkis missile dg kecepatan mach 3 dg CIWS. missile kecepatan mach itu setaradg kemampuan yakhont. mereka tidak akan mengandalkan phalanx untk menangkisnya mereka (USA) lebih mantab menggunakan SM2 (SAM jarak jauh) untuk mencegat Yakhont pada saat masih belum sea skimming. itupun 1 miisle dihadapi 2 -3 SM2.

      tapi kalau yg datang 8 buah yakhont …alamat nyawa di ujung tanduk.

      rudal itu jepang pastinya mengenal mode sea skimming lah

  4. F-2 made in japan shrsx di pensiunkan krn kualitasx kalah dg F-16 V

    • tapi masih lebih baik dari Tejas dan Super Tukino kan? hehehe

      • beda fungsi beda tugas bung

        super tukikno lebih fokus dukungan udara buat operasi counter insurgency
        kalau peswat multidimensi tejas utk menangkal santet2 yg bertebaran di ruang udara kita mengingat kemampuannya yg mampu menembus dunia metafisik

        • wkwkwkk…
          nnti saya sarankan agar Trump beli Tejas buat tangkal santet yg dikirimkan pada Trump ya…

    • Menurut issue yg beredar justru F-2 sdh setara dng F-16 V, tapi harganya lebih mahal F-2

    • Kalau tidak salah F2 ini mau dipensiunkan, terus gantinya F3( Atd-x shinshin, pespur gen 5 made in jepun)

  5. Bung Nala ,, email nya nyangkut nieeem…

  6. Bila berat hulu ledak 1/4 dari berat total rudal maka hulu ledak XASM Jepang yg bobotnya 900 kg adalah 225 kg. Cukup untuk melobangi dan melumpuhkan destroyer seberat 7.500 ton atau lebih. Kalo yg diserang punya pertahanan lebih atau sekelas AEGIS maka butuh 6-9 rudal. Dibandingkan dg Yakhont/Brahmos: Jangkauan lebih jauh Yakhont/Brahmos. Hulu ledak lebih besar Yakhont/Brahmos. Kecepatan: lebih cepat XASM (Kalo dg Brahmos Mk2 lebih cepat Brahmos karena kec.nya hypersonik mach 7). Sensor sama. Tinggal probabilitas hitnya berapa. Untuk max efektif, Yahkont sekitar 60-70% (radius 250-300 km), naik menjadi 90% jika jaraknya dibawah 190/200 km. Harpoon tetap sekitar 90% untuk jangkaun max. Tinggal lihat rudal buatan Jepang ini berapa.

  7. Tapi untuk rudal anti permukaan/kapal yg dibawa oleh pesawat, dilihat dari jangkauan, kecepatan hingga bobotnya, rudal ini sudah sangat baik dan mungkin recomended buat TNI AU untuk diborong dan minta ToT. Minimal bisa dibawa F16 kita. Su 35 atau Su34 belum kebeli tidak apa2 kalo kita sudah bisa beli rudal ini.

  8. Sip bisa komen lagi

  9. Kapan ya kita bs sejajar dengan negara2 yang telah maju Inhannya? Rhan gimana kbrnya apa sudah menjadi Rudal dalam kata arti yg sesungguhnya?

  10. Jepang aja rudal dikelas 150km lebih dikit baru ngembangin..(tapi langsung kecepatannya Mach 3)..

  11. f-2 kawaii bener dah.
    bisa dibeli ga ?

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)