Dec 282016
 


Jepang berusaha untuk memenangkan kontrak dalam memasok Thailand dengan sistem radar pertahanan udara yang dibangun oleh Mitsubishi Electric Corp, untuk melawan semakin tumbuhnya pengaruh China di negara Asia Tenggara, menurut 4 pejabat pemerintah Jepang dan salah satu sumber industri.

Jepang berharap pemerintah militer Thailand untuk mulai menerima tawaran bersaing pada awal tahun depan sebagai upgrade dan menambah sistem radar AS dan Eropa, kata sumber-sumber tersebut.

Nilai kontrak tersebut belum jelas karena spesifikasi sistem radar belum dirilis. Sistem radar yang dibangun oleh Mitsubishi dan perusahaan lain untuk Jepang dapat mencapai ratusan juta dolar, tergantung pada kerumitan dan jangkauannya. Sumber-sumber mengatakan bahwa Jepang terlihat untuk menawarkan sistem radar dengan harga yang lebih rendah karena anggaran pertahanan Thailand yang terbatas.

Radar yang ditawarkan Jepang adalah varian dari radar permanen FSP-3 buatan Mitsubishi Electric, sebuah sistem radar generasi tua yang telah digunakan oleh Pasukan Bela Diri Jepang untuk mendeteksi ancaman udara, kata sumber-sumber itu.

Pada 2015, Jepang melarang ekspor senjata dengan tujuan untuk menjadi pemain kunci di pasar senjata dunia. Pemerintah Perdana Menteri Shinzo Abe telah memberikan lampu hijau bagi perusahaan-perusahaan Jepang untuk bersaing secara global untuk kontrak senjata.

Masuknya Jepang ke pasar senjata dunia bisa mengubah ekonomi global di sektor ini. Hal ini juga akan mengganggu status quo para eksportir pertahanan, Jepang akan mengisi celah di antara perusahaan-perusahaan Amerika, Cina, Eropa dan Rusia.

Sumber: Japan Today

Artikel Terkait :

  13 Responses to “Jepang Tawarkan Radar Pertahanan Udara Ke Thailand”

  1. Terlihat Jepang sedang berusaha memperkuat pengaruhnya di Asia Tenggara untuk menyaingi Cina.

    • Sambil merem aja orang juga tau perbedaan mobil angkot sama mewahnya Bugatti bung….

      Orang juga tau mana pemimpin yg berkualitas dan mana pemimpin yg suka maling…. xixi…

    • @colibri

      Setuju bung…dari jenis lukanya, dokter yang pinter bisa bedain mana luka ketabrak angkot-mana luka ketabrak lamborgini

  2. Kok gt sih

  3. Radar tua yg ditawarkan. Untung gak ditawarkan ke RI.
    Mbah Bowo kemana ya.? Mungkin Warkopnya di Natuna sedang banyak pengunjung tentara PLA, jd gak sempat nimbrung komen lg.

    • ya.. karena disesuaikan dengan kemampuan peti uang thailand katanya ?

    • @bung Rusky
      warung mbah bowo dah pindah diusir sama carin kwkwkwkwkwk

      • Hehe….Mbah Bowo itu kawan lama seperjuangan bung. Artinya disaat Mbah Bowo berjuang mengagungkan PLA, saya lebih mengagumi marinir sang penakluk PLA.”Jalesveva Jayamahe”, Di Lautan Kita Jaya …(suatu saat, entah kapan).

  4. Hooh…set daahhh!!,,

  5. jepang masih kalah sama cina…cina agresif ekspor buruh kuli ke indonesia

  6. Jepang harus mulai sebaar teknologi tempur pada negara Asean.. Antisipasi buat si Naga

  7. Bentuknya kayak tahu bulet ya ?

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)