Mar 112017
 

Jet tempur siluman terbaru China, Chengdu J-20, sekarang resmi bertugas bersama Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), menurut media pemerintah China.

Sumber militer mengatakan bergabungnya jet siluman J-20 dengan Angkatan Udara China itu dimaksudkan sebagai peringatan bagi Jepang dan Korea Selatan, yang berencana untuk membeli jet tempur siluman F-35 dari AS, bahwa sekarang China memiliki pesawat tempur yang sama canggih.

Rekaman video yang disiarkan oleh stasiun televisi China, CCTV, kemarin menampilkan bahwa jet tempur siluman J-20 bersama dengan pesawat transport Y-20 dan pesawat pembom H-6K Angkatan Udara China. namun siaran tersebut tidak menyebut berapa banyak jet siluman J-20 yang telah beroperasi.

Laporan itu mengatakan bahwa pesawat baru telah bergabung dalam latihan bersama dengan pasukan roket, angkatan darat dan angkatan laut.

Sebuah sumber yang dekat dengan Angkatan Bersenjata China mengatakan bahwa jet tempur J-20 dilengkapi dengan mesin WS-15, akan tetapi karena mesin tersebut belum memasuki produksi massal, maka hanya ada beberapa J-20 yang saat ini tersedia dalam layanan.

“Masih ada serangkaian masalah teknis yang perlu ditangani [dari J-20], termasuk kehandalan mesin WS-15, sistem kendali [pesawat itu], lapisan penyerap radar dan bahan lambung serta sensor inframerah”, kata sumber yang tak ingin disebutkan namanya.

Tapi dengan pengerahan sejumlah F-35 AS di Jepang pada bulan Januari, dan Korea Selatan berencana untuk membeli sekitar 40 unit F-35 pada tahun 2018, “itu mendesak China untuk memamerkan prestasi yang telah dicapainya secepat mungkin”, kata sumber itu, menambahkan bahwa akan lebih banyak J-20 bergabung dengan Angkatan Bersenjata tahun ini.

Situs web militer China menunjukkan gambar J-20 pada bulan Desember tahun lalu dengan nomor seri yang menunjukkan bahwa setidaknya ada tiga jet siluman telah bergabung dengan angkatan udara sejak tahun lalu.

J-20 membuat debut publik selama dua menit pada pembukaan Airshow China di Zhuhai, Provinsi Guangdong pada tanggal 1 November, jet tempur terbang melintasi acara setiap hari setelah lepas landas dari sebuah lapangan terbang di dekat Foshan.

Pengunjung tidak diizinkan untuk melihat pesawat yang ada di darat, memicu spekulasi bahwa pembuatan pesawat telah mundur dari jadwal produksinya.

Keraguan itu dimentahkan oleh Kepala Staf Angkatan Udara, Jenderal Ma Xiaotian sehari setelah penerbangan perdananya jet tempur siluman J-20. Ma Xiaotian mengatakan bahwa pengembangan jet tempur J-20 akan dipercepat dan itu akan segera dimasukkan ke dalam operasional Angkatan Udara China.

Perancang dari J-20 mengklaim bahwa pesawat tempur itu merupakan “lompatan besar ke depan dalam hal kemampuan Angkatan Bersenjata China”. Pesawat ini memiliki jangkauan yang lebih jauh, kapasitas bahan bakar internal lebih banyak dan kapasitas persenjataan yang lebih besar dari para jet tempur F-22 dan F-35 AMerika Serikat, menurut para perancang.

Ahli militer Barat mengatakan bentuk J-20 sama seperti F-22 AS, tetapi banyak rincian internal pesawat tetap menjadi misteri. Pengamat militer yang berbasis di Macau, Antony Wong Dong mengatakan J-20 China masih memiliki jalan panjang untuk mengejar ketinggalan dari F-22 dan F-35, karena pengembangan mesin masih menjadi masalah inti.

“Tidak hanya jet tempur siluman J-20 tetapi pesawat angkut Y-20 China juga sedang menghadapi masalah yang sama, bahwa mesin WS-18 masih belum di produksi secara massal”, kata Wong.

South China Morning Post

Artikel Terkait :

  34 Responses to “Jet Siluman J-20 Resmi Bergabung dengan Angkatan Udara China”

  1. Si Lukman lg..!

  2. KW juga πŸ˜€

    • yang ini disebut MIMPI bisa jadi knayataan bung. tekhnologi Stealth sudah dikuasai hanya sedikit masalah dalam mesin WS 15. mantap.

      • Saya setuju bung @Mabuk.F35, yang penting kedepan adalah menyempurnakannya… dan sepertinya mesin WS 18 yang bakal menjadi motor penggerak jet tempur China nantinya.

        Klo menurut saya pribadi, umumnya orang mencibir karena 2 hal, pertama karena mereka bisa membuat yang lebih baik, dan kedua adalah karena rasa iri πŸ˜†

  3. KWC

  4. Boleh d indonesia beli ginian 2 skadron

    • Khusus J-20 tidak untuk di ekspor bung @Kusni kasdut πŸ˜€ yang akan diekspor oleh China adalah Shenyang J-31

  5. Bagus di Borong…. Dari pada menunggu A K A N SU35… tidak jelas kapan kedatangan nya.. # edisi mbulet…

  6. Kebangkitan militer China komunis ancaman besar buat negara asia tenggara dan dunia…Kecuali Indonesia..

  7. Ri pasti bisa beli nih brg karna cino lagi butuh kawan di asean , soal harga lebih murah dari f35 , yg jadi kendala beranikah jokowi ?

  8. Diam2 mereka akan main di Natuna,…bagaimana??

  9. Ralat : MIG 1.44

  10. Kok merindukan Indonesia bs seperti China dimana mampu membuat semua Alutsistanya di dalam negri! Cuma China sudah py yg beginian kok masih beli SU-35 jg, mau ngoprek mesinnya kali kan mereka jagonya copy paste walau kualitas tidak bisa menipu!

  11. gak yakin kualitasnya bagus made in cina, blm ditembak nanti juga jatuh sendiri.

    • sok tau bung, pespur buatanmu mana?

    • Realistis aja bung, enggak semua dari China itu jelek. Litbang mereka punya fasilitas dan anggaran yang bagus, produknya juga bagus. Kecelakaan kalau lagi sial ya sial, B-2 Spirit saja pernah kecelakaan. KIta belum punya posisi untuk mencemooh mereka. Kalau IFX terbukti lebih unggul baru kita bisa ledek mereka, lha kita baru bisa buat pesawat angkut, itupun belum pakai jet.

      • Saya setuju dengan pendapat “Kalau IFX terbukti lebih unggul baru kita bisa ledek mereka”, kita tidak boleh sombong dan mencela produk negara lain kecuali produksi dalam negeri kita lebih baik dari mereka.

        Bahkan dalam perang sekalipun kita tidak boleh menganggap remeh musuh bila tidak mau mendapat kejutan yang menyakitkan πŸ˜€

  12. Resmi bergabung, belum resmi operasional..

  13. kasih satu jempol buat chino atas keberhasilannya mewujudkan pespur rancangannya sendiri. mereka punya nasionalisme kuat meski beberapa kebablasan. dan salutnya mereka terus memajukan ilmuwan dan inhannya walo dicemooh dan dihina. untung para pejabat birokrasinya dlm merancang sesuatu tdk mengenal kata AKAN…seperti kita. miris.

    • rumput tetangga selaluuuuuu lebih hijau

      emang iya sih
      gimna kalo kita suruh penduduk kita migrasi ke barat atau negara2 maju yg lain setelah beberapa tahun kita bentuk jaringan mata2 termasuk potensi IGO2 kita
      terutama insinyur2 yg berasal dari etnis2 kita yg bekerja di sektor industri pertahanan lain
      atas dasar nasionalisme nusantara?

      itu kalau mau niru cara china loh

      • Rencana anda tidak akan berhasil bung @Anu, yang ada mereka yang bermigrasi tidak mau lagi balik ke Indonesia πŸ˜€ mereka makmur dan nyaman disana πŸ˜† hehehe

    • J20 ini cuma hasil pengembangan lanjut dari Mig1.44/Mig1.42. Punya rusia, atau lebih tepatnya cuma meneruskan Jet tempur rancangan rusia,

  14. Tenang..indonesia akan menerbangkan perdana n219 hasil karya anak bangsa..jgn pesimis…hehe
    Melihat punggung nya j20 spt punggunnya si flanker ya..
    Tugas berat mata dan hidung dari radar baru di natuna…bisa ga nyium nih beginian…dan sergap ama elbot rasa viper…wkwk

    • Bisa klo udah berciuman bung @Arumanis πŸ˜› maksudnya klo udah berselisih jalan diudara baru ketahuan tuh J-20 ternyata ada di Natuna… πŸ˜† hahahah

  15. insinyurnya ndak masalah bung. yg jd mslah itu para pejabatmu yg korup dan bangga jd antek asing. produk teknologi lokal apa yg tdk dimatikan. kebanyakan gagal produksi massal. gagal uji emisi bung.

  16. dengar2 sayap canard akan memperbesar RCS nya,, sampai saat ini J20 blm di ketahui seberapa besar RCS nya,

    T50 pakfa = 0,1 m3
    F22 = 0,0001 m3
    J 20 = …. ??

  17. keren nih pesawat kalo lama lama di pandang. cantik seperti panlok. πŸ˜€

    soal performa dan kualitas di ragukan nih pesawat.

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)