Sep 262016
 

Jet tempur F-16 awalnya dipahami sebagai jet tempur ringan bagi Amerika Serikat dan sekutunya NATO. Di Angkatan Udara AS, memiliki campuran low-end dan high-low, F-15 dengan kemampuan super dan F-16 yang lebih murah dengan kemampuan dibawahnya.

Di antara sekutu NATO, F-16 akan menjadi pejuang garis depan untuk menggantikan pesawat tua seperti F-104 dan F-15.

Tak pelak, jet tempur kecil bermesin tunggal telah didorong ke arah misi yang lebih beragam. Awalnya hanya mampu membawa rudal udara-ke-udara jarak pendek AIM-9 Sidewinder, sekarang telah memperoleh kemampuan untuk meluncurkan rudal diluar jangkauan visual (BVR) AIM-7 Sparrow dan AIM-120 AMRAAM.

Seiring waktu, F-16 secara bertahap telah berevolusi menjadi sebuah platform tempur udara-ke-darat serbaguna dengan kemampuan untuk dukungan udara dekat, zona larangan terbang dan pertahanan udara dengan misi menyerang menggunakan berbagai rudal presisi-dipandu, termasuk rudal AGM-65 Maverick, rudal anti-radar AGM-88 HARM dan bom presisi-dipandu JDAM.

Dalam peristiwa pertemuan – termasuk serangkaian perang yang menghabiskan anggaran di Timur Tengah dimana F-16 telah “cukup baik” dan tertundanya program JSF F-35 menyebabkan F-16 terbang lebih lama dari tujuan awalnya.

Mengapa F-16 masih berada dalam layanan Angkatan Udara AS akan dibahas dalam artikel lain, tapi intinya adalah bahwa F-16 masih melayani hingga saat ini dan serius tak sebanding dengan jet tempur generasi baru Rusia dan Cina.

Pertama, mari kita lihat salah satu versi terbaru dan populer dari F-16 varian Blok 60. Blok 60 memiliki radar AN/APG-80, mesin turbofan afterburning F110-GE-132, dan sistem penanggulangan ancaman adaptif AN/ALQ-165.

F-16 Blok 60 memiliki kecepatan maksimum 2,0 mach, radius tempur menggunakan bahan bakar internal adalah 360 nmi (666 km), dan layanan pada ketinggian hingga 50.000 kaki (15 km). F-16 blok 60 mampu membawa 6 rudal udara-ke-udara jarak pendek AIM-132 ASRAAM dengan jangkauan 50 km atau 6 rudal diluar jangkauan visual(BVR) AIM-120 AMRAAM dengan jangkauan 75 km, atau beberapa kombinasi sesuai misi.

rusia-su-35-vs

Jet Tempur “Setan” Sukhoi Su-35 Rusia

Meskipun F-16 berumur panjang, namun penuaan tak dapat dielakkan. F-16 tetap tidak akan mampu melawan jet tempur generasi baru yang kuat dari Rusia dan Cina. Jet tempur Su-35 Flanker dan PAK-FA Rusia serta jet tempur siluman J-20 China ini telah membuat jet tempur F-16 Falcon terlihat usang.

Walau berdasarkan pada usia bahwa F-16 masih sebaya dengan Su-27 Flanker, namun Su-35 telah diperbarui dengan lebih teliti daripada jet tempur Amerika yang gagah. Jet tempur Su-35 memang bukan pesawat siluman, tetapi dilengkapi dengan rudal diluar jangkauan visual (BVR) R77 Vympel dengan jangkauan 160 km sehingga memiliki kemampuan menyergap F-16 sebelum F-16 dapat mendeteksi kehadiran Su-35, dan ini menempatkan jet tempur Amerika tersebut pada kerugian besar. Dalam pertarungan 1 vs 1, bahkan mungkin F-16 tidak bisa mendekati Su-35 agar masuk dalam jangkauan dogfighting, di mana kemampuan manuver jet tempur kecil legendaris itu akan ikut bermain.

china-j-20-chengdu

Jet Tempur Siluman Chengdu J-20 China

Jet tempur PAK-FA Rusia dan J-20 Cina akan memiliki keuntungan yang sama, terlebih dengan desain siluman mereka, pada akhirnya F-16 bahkan tidak mampu mendeteksi musuh sebelum mereka menyadari bahwa mereka telah dikunci oleh rudal diluar jangkauan visual (BVR), dimana pesawat tersebut hanya akan tampak sesaat saja didalam radar – pada saat meluncurkan rudal karena terbukanya pintu tempat menyimpan senjata.

 

Lantas apa yang bisa dilakukan untuk memberi peluang lebih baik pada F-16?

Varian terbaru dari Fighting Falcon adalah F-16V, yang akan memiliki radar APG-83 Scalable Agile Beam Radar (SABR), yaitu radar AESA multifungsi pertama yang akan dipasang ke platform. SABR telah digambarkan sebagai “teknologi pesawat tempur generasi kelima,” dan memang menjanjikan deteksi dini, pelacakan dan identifikasi target jauh lebih cepat dari radar yang lebih tua.

Radar APG-83 Scalable Agile Beam Radar (SABR)

Angkatan Udara Taiwan akan menjadi yang pertama untuk memiliki F-16 dengan standar V. Sementara Angkatan Udara AS sedang mempertimbangkan program ekstensi usia pelayanan (SLEP) untuk memilih pesawat dalam armada F-16C, dan radar SABR adalah salah satu kelengkapan yang akan dimasukkan.

taiwan-f-16v-vs

Angkatan Udara Taiwan akan jadi yang pertama menggunakan Jet Tempur F-16V Fighting Falcon

Namun meningkatkan kemampuan deteksi F-16 hanya menyelesaikan sebagian masalah yang ada. Sementara jet tempur siluman memiliki kelemahan dan penanggulangan yang tak terelakkan, itu juga benar bahwa selain radar dan penanggulangan elektronik, kemampuan siluman secara permanen sekarang menjadi bagian dari set fitur penting dari pesawat tempur modern.

Sementara China dan Rusia mengambil langkah-langkah penanggulangan anti-siluman baru, mereka juga telah membuat pesawat tempur baru yang benar-benar siluman. Bahwa kedua negara tersebut, berjuang untuk mengejar ketinggalan dengan Amerika Serikat, yang masih bersedia meghabiskan dana untuk pesawat siluman adalah tanda dukungan betapa bernilainya kemampuan itu.

Sementara radar SABR mungkin akan meningkatkan kemampuan secara signifikan F-16 untuk mendeteksi jet tempur generasi kelima seperti PAK-FA dan J-20, namun masih sangat mudah bagi pesawat musuh untuk mendeteksinya. Absennya kemampuan siluman pada F-16 bukanlah sesuatu yang dapat diatasi hanya dengan upgrade pada badan pesawat atau paket peperangan elektronik. Satu-satunya solusi adalah pesawat tempur baru.

rusia-t-50-vs

Jet Tempur Generasi Kelima Sukhoi T-50 PAK-FA Rusia

F-16 masih sangat bermanfaat untuk berhadapan dengan Angkatan Udara kecil dan pertahanan udara yang memiliki teknologi terbatas. Pesawat ini juga berguna untuk membom truk, membawa amunisi jarak jauh seperti rudal jelajah JASSM dibawah perlindungan dari Jet tempur F-22 dan F-35.

Namun berkat PAK-FA dan J-20, kini saatnya masa-masa F-16 sebagai jet tempur garis depan harus berakhir. Dengan telah masuknya F-35 kedalam layanan Amerika Serikat dan sekutu NATO dan Asia-nya, F-16 kini memulai perjalanannya dalam penerbangan menuju terbenamnya sang surya.

Sumber: Kyle Mizokami (National Interest)


© JakartaGreater.com

Artikel Terkait :

  30 Responses to “Jet Tempur Legendaris F-16 AS vs J-20 China, Su-35 dan PAK-FA Rusia: Siapa Menang?”

  1. Gak ada yang menang…ha..ha..ha….

    • Yang Menang Yang Punya Rudal Tidak Delay dan Akurat Dalam Membidik Sasarannya….xi…xi…xi…

    • Gak bisa dibandingkan aple to aple gt…secara itu pesawat generasinya beda…peruntukan dan jenis serta fungsinya beda…..mana bisa di bandingkan?…

    • f16 lawan j20 & su 35
      seperti membandingkan seorang veteran perang sesungguhnya melawan superhero marvel atau jagoan komik lainnya, jelas sekali si jagoan komik terlihat lebih perkasa.

      saat f16 sudah benar2 lelah oleh bau mesiu banyaknya medan tempur yang sudah dilalui, dan tidak lagi terhitung kill mark yang dibuat. dua kompetitornya itu masih ada dalam brosur salesnya masing2 bahkan sampai sekarang.

      di masa depan lawan j20 & su35 masihlah tetap varian dari f-16 tapi sudah bukan lagi pesawat berawak melainkan QF-16 versi pengembangan f16 yang sudah dirubah menjadi full scale air superiority drone.

  2. yang menang super tukino indonesia…..

  3. yang paling baru itu f 16 block 70/72

  4. bledut…

  5. yg menang tentu saja tukino hakhakhakhak

  6. berakhir dan berganti karier menjadi pesawat latih

  7. ada2 saja orang pespur beda kelas.

  8. .

  9. absen

  10. Pertanyaan tidak relevan…
    Btw yang menang pesawat capung…

  11. Bajay vs tronton masi menang bajay karena bajaynya lagi nyopir MBT Leopard

  12. Ga sekalian sama bravo 10 aja di adu ,f 16 tanggung sekalian tua sekalian generadi 4 di adu sama generasi 4.5 sama 5 beda kelas lagi. otaknya ga di pakai ini penulis artikel

  13. yg menang si carin gkgkgk

  14. asu salah strategi dlm mengembangkan pespur gen 5 F-35 baik dr segi kemampuan atau keuntunganx (bisnis) sharusx yg di kembang kan yaitu F-16 V menjadi F-16 Gen 5 dg 2 mesin jet

  15. Russia & China ketinggalan teknologi donk kalu SU 35, PAKFA T 50, J 20 disandingkan dengan F 16…gimana kok bisa SU 35, PAKFA T 50, J 20 dibandingkan dengan F16, mengapa bukan seri MIG 29, 31, 35 ?? bukankah SU 35, PAKFA T 50, J 20 dilahirkasn untuk menandingi Fighter yg lbh superior spt : F 15 (A-F series), F22 Raptor, & F 35 lightning II..kalau SU 35, PAKFA T 50, J 20 hanya dengan F 16, Arsenal udara macam apa yang akan disandingkan untuk menandingi F15, F22, F35 ?? wahh pepur amrik ini bakal menguasai langit tanpa ada tandingan krn punya Rusia hanya untuk SU 35, PAKFA T 50, J 20 ,,,,pembuatan, isi & maksud artikel sepertinya kurang pas

  16. Beda kelas,beda kemampuan..kyk pilihan gubernur saja.. kelasnya jauuhh beda kemampuan jauuuh beda..

  17. Ya kalo dalam peetempuran sebenernya gak bisa milih2 lawan, f16, f35, sukhoi 35, pakfa semua bisa jadi lawan, resiko nya ngeluarin pswt jadul ya tewas

  18. yang menang ya yang posting artikel..para komentator pada ribut yang posting lagi asik bobo ciang hehehe..mana carin mana carin??

  19. Weleh2 kok tanya siapa yg menang lho.

    Mesti harus tanpa senjata dan tanpa amunisi harus duel 1 lawan 1.

    Caranya duel 1 lawan 1 ?

    Tabrakin aja berhadap2an di udara. Yang menang adalah yang walaupun rusak tapi masih tetap bisa terbang dan mendarat dengan selamat. Yang jatuh pastilah yang kalah.

    Gimana, mau coba ?

  20. Tes

  21. Penulis artikel ini kurang bahan…
    Judulnyapun seperti cabang olahraga olimpiade.
    Lain kali kalau kurang bahan cobalah cotact “mbah bowo”
    Karena sekarang mbah bowo sedang stress mikirin promosi nasi bungkus yang ada cap cagub – cawagubnya…
    Kalau tidak ingin mendekati mbah bowo lebij baik piknik saja dahulu…
    Mungkin bung vegassus kurang piknik…

    Peace ya bro… 😀

  22. artikel ini nyindir yg borong pesawat odong2 penunggu arijona.wlo gimana kberuntungan lah yg bisa memenangkan pertempuran jdi jgan anggap remeh pesawat odong2 kl kberuntungan memihak odong2 pastigenerasi 5-10 ga ada apa2nya

  23. rusia memang top .

  24. Itu hanya itung2 an di atas kertas..
    Kalau dlm perang sungguhan hanya Tuhan yg tau.. 10 j20 dg 100 f16 atau 500 f16 .. Wasalam juga ..
    Yg banyak yg akan menang.. Karena pesawat hanya alat pembawa rudal.. Kalau rudal habis bisa apa..??
    Rudal dan radar yg akan menang..

  25. Ah geblek , tuh byk negara2 NATO malah nolak gak maunbeli F35 . . Ampe amerika maksa2 jual nya . . Masih bilang F35 terbaik ? . . Mending SU35 jauh lebih murah plus serba guna . .

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)