Sep 192016
 

India dan Perancis diharapkan akan mengumumkan Perjanjian Inter-Government (IGA) untuk pembelian 36 jet tempur Rafale dalam beberapa hari mendatang setelah New Delhi mempercepat proses yang telah lama tertunda setelah mengidentifikasi pesawat tempur Perancis akan melayani fungsi strategis – pengirim senjata nuklir.

Pembelian armada Angkatan Udara India, sebagian besar terdiri dari MiG Rusia, yang telah mencapai akhir layanan mereka dan dengan militer hanya memiliki 32 skuadron jet tempur meskipun perencanaan pertahanan menyerukan kebutuhan 42 skuadron jet tempur.

Jumlah 36 jet tempur Rafale, hanya mampu untuk mengisi sedikit kesenjangan kemampuan udara terhadap China yang diperkirakan akan dihadapi di tahun-tahun mendatang dimana jet-jet tempur tersebut hanya mampu mengisi dua skuadron secara kolektif.

Tampaknya India tidak berusaha mengisi gap kemampuan Angkatan Udara mereka dengan jet tempur Rafale, melainkan dengan jet tempur dalam negeri Tejas serta jet tempur F-16 di bawah program “Dibuat di India” dengan pandangan mengubah industri pertahanan mereka menjadi penggerak ekonomi domestik.

Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa India repot-repot untuk membeli 36 jet tempur Rafale yang membutuhkan subset dari pilot untuk dilatih secara khusus guna menerbangkan pesawat tempur generasi 4,5 untuk mengatasi kehancuran pada kebutuhan penerbangan militer negara itu.

“Angkatan Udara Perancis, Armee de l ‘Air, beralih dari jet tempur Mirage ke Rafale untuk peran serangan nuklir tahun ini. Mereka sudah memulai proses, dan meskipun sistem pengiriman nuklir kami berbeda dari mereka, mereka menjelaskan bahwa Rafale cocok untuk tugas itu”, jelas pejabat pertahanan India.

“Mirage 2000 Perancis telah dimodifikasi untuk pengiriman persenjataan strategis kami. Perancis terus memberikan perawatan, suku cadang dan dukungan teknis untuk Mirage ini, yang mungkin belum terjadi dengan beberapa negara asing lainnya. Kami berharap kerjasama dari Perancis ketika kita memodifikasi dan menggunakan Rafale untuk peran itu”, jelas pejabat pertahanan lainnya.

Setelah serangkaian negosiasi atas 36 jet tempur antara kedua belah pihak akhirnya diputuskan minggu yang lalu bahwa harga akhir senilai US $8,78 miliar – hampir US $244 juta per pesawat. Dalam rangka untuk menyegel kesepakatan, Prancis menawarkan untuk berinvestasi 50% dari nilai kesepakatan di offset ke India.

Sumber: Sputnik News

Bagikan Artikel:

  31 Responses to “Jet Tempur Rafale India Khusus Membawa Nuklir”

  1. hajar

  2. Mantapp

  3. paranoid

  4. india byk duit dari bollywood, pdhal india miskin sda

  5. Borong 12 unit

  6. Wah!!! hebat ya india. Selain kerjasama pembuatan Jet Tempur Sukhoi Pak Fa T-50 dll dengan Rusia juga Beli F-16 Baru dari ASU tapi di buat di India bekerja sama dengan HAL TEJAS India dan ga mau yg bekas rongsokan sampah seperti 24 F-16 Dempulan si ASU yg di borong Mantan Presiden SiBoYo (Raja Korup 2, ketua “DEmi MOney Korbankan RakyAT” Bosnya Irman Gusman Korupter yg masih Fress setelah Siharta penguasa Orba yg di dukung “GOLongan Koruptor sejAhteRa”;).

  7. Rafale terlalu mahal dan gaya getarnya kurang

  8. Mau ngomong apa ya.? Aahhh..sudahlah… ok saja

  9. Gas puooollll Rem puooollllll

  10. gaya getar itu kan gaya geli geli sedap

    • masih banyakkah kita disini yang gagal paham? :D

      gentar = dither
      getar = vibration
      gemetar = tremble
      pencegah/penangkis = deterrent

      jd masih adakah yang bilang deterrent adalah penggentar? :D

      deterrent effect = efek pencegah, mencegah orang lain melakukan sesuatu karena takut pada dampaknya (meskipun hampi sama maknanya dengan membuat gentar, tetapi konteksnya berbeda)

  11. mau bawa gigi

  12. dari SDA dan SDM masih kalah dari ngr RI tapi utk pembelian alutsista ngr ini kalah jauh walaupun kita juga berusaha membuat alutsista yg gahar tapi tot kan juga diperlukn sekali. ada apa dgn ngr ini?

    • bukan ngecilin sdm kita ya semar mendem….kalo lo main ke silicon valley itu keturunan India betebRan disana. Lo sebutin aja ssmua program IT…pasti ada nama India disana. Lha kita ngeluncurin satelit aja pakai roket India…jadi SDM kita unggulnya dmana ?….kalau tanya ada apa di negara ini…..ya banyak orang2 yg tidak mau belajar . sok pinter dan hidup sprti katak dlm tempurung sprti lo. giliran negara gak maju pemerintah yg di salahin…

    • Om siapa bilang sdm india kurang dibanding indonesia? Manusia itu pintar krn belajar. Di level umum, index pendidikan mereka jauh di atas kita. Di level atas, lembaga think tank yg mendukung pemerintah byk (ga spt kita yg cuma segelintir: csis, icmi, dkk). Di level produk, mereka sdh byk produk hak paten. Secara sejarah, India termasuk budaya tertua spt kita mohenjodaro harappa. Jd bgmn caranya buat kita, mari belajar, mulai baca buku.

  13. yg jelas ada korupor,buaanyaak lagi di negri ini ora di dor malah di piara….santeeet koruptorrrrr . .!!! hhii

  14. $244 juta per’unit mahal banget ya….

    • itu sepertinya sudah termasuk persenjataan lengkap termasuk rudal MBDA Meteor, modifikasi Rafale agar memiliki kemampuan membawa rudal nuklir, offset 50% dari total biaya digunakan untuk investasi di India atau digunakan untuk membeli peralatan yang diproduksi India.

  15. Untuk menandingi Cina Tiongkok jg Negara Negara tetangga.. Nkri harus punya 1000 rafale, 1000 gripen ng, 1000 su 35,1000 su 37,1000 su 33,1000su 30sm,1000 f16v,1000 f15se,10000pakfa,10000 ifx, 1000 typhoon, 1000 su-34,1000 mig29,1000 mig 31,1000 mig 1.42,1000 fa50,1000 f35,1000 f18…iya harusnya .. Kalo beli bener2 mah sampe lebaran kunyuk jg gak bakalan bisa.. Wkwkwk

  16. Mantap India… Sebentar lagi bakal sebanding sama Rusia, Cina, usa… Bntar lg India dan cina bakal mnjajah nkri.. Ratusan pesawat tempur menyerang Jakarta.. Tanpa ada perlawanan, hanya rudal2 panggul bersliweran gak karuan.. Karena pswt India nyerang dr luar jangkauan rudal panggul tentara nkri.. Maklum tentara nkri tidak dilengkapi rudal jarak jauh.. Entah apa yg ada dipikiran pjbt nkri sampai gegabah ibukota Negara dibiarkan me long pong tanpa payung udara yg memadai.. Bukan soal dana, tp soal niat.. Pjbt nkri terlalu menyepelekan masalah pertahanan Negara…

  17. badalah.. imel e sopo iki

  18. Bapak alutsista gak bakalan mau kayak india, lebih baik yg dempuln wkwkkwkwk

  19. Teeeessssssttttt….erooorrr truuusss kaaaaaang..

 Leave a Reply