Jan 062017
 

Upaya aksi teror yang dilakukan oleh orang tidak dikenal terhadap aparat Kepolisian kembali terjadi. Kali ini, kamis siang (05/01/2017) kantor Polsek Gapura Sumenep Madura Jawa Timur, mendadak heboh karena mendapat kiriman tas ransel hitam mencurigakan, yang diduga di dalamnya berisi bahan peledak seperti bom.

Guna mengantisipasi jatuhnya korban, polisi terpaksa mensterilkan kantor polsek dan meminta bantuan tim gegana polda jatim untuk mengevakuasi tas yang diduga di dalamnya berisi bom.

Tim gegana polda jatim yang tiba di lokasi, langsung melakukan prosedur pengamanan dengan membawa tas ransel yang diduga bom tersebut ke belakang polsek untuk dilakukan prosedur peledakan.

Kronologis kejadian berawal sekitar jam 10 pagi, Polsek Gapura kedatangan orang tak dikenal, yang meminta dana dengan alasan kehabisan bekal. Saat Kapolsek Gapura, Iptu Ali Rido hendak mengambil uang ke meja kerjanya, orang tak dikenal tersebut sudah tidak ada di tempat.

Sementara tas ransel hitam beserta jaket pelaku ditinggal begitu saja. Karena mencurigakan, tas ransel hitam tersebut di tes dengan metal detector, dan terdeteksi terdapat kandungan logam di dalamnya.

Kemudian seketika tas transel tersebut dipindah ke halaman polsek dan langsung mensterilkan lokasi. Menurut Kapolres Sumenep, Madura AKBP Joseph Ananta Pinora, kepada Jakarta greater, setelah dilakukan prosedur pencerai beraian, benda diduga bom tidak ditemukan mengandung bahan peledak.

Namun didalamnya terdapat beberapa buku dan pakaian serta catatan yang mencurigakan seperti nomor telpon dan buku rekening yang terdapat setoran ke beberapa orang.

“Dapat saya jelaskan, dalam kasus ini Polisi tidak mau gegabah karena saat dilakukan pendeteksian kepada tas hitam itu dengan alat metal detektor berbunyi.maka saya langsung mengubungi tim unit penjunak bahan peledak gegana polda jatim,
“papar Kapolres nSumenep AKBP Joseph Ananta Pinora.

Akibat kejadian ini pihak kepolisian akan meminta pertanggung jawaban pemilik tas yang telah berbuat keresahan pemilik tas diketahui bernama Lustwan Karianto beralamatkan di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Kapolres Sumenep, AKBP Joseph Ananta Pinora, menegaskan telah mengirimkan tim buser untuk memburu pemilik tas yang diperkirakan posisinya tidak jauh. “Saya sudah perintahkan anggota untuk menangkap pemilik tas hitam yang telah dengan sengaja menimbulkan gangguan keamanan. Dia harus bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegasnya mengakhiri percakapan dengan wartawan.

Artikel Terkait :

  6 Responses to “Kantor Polsek Gapura Sumenep Mendapat Kiriman Tas Hitam diduga berisi Bom”

  1. Test

  2. pertamax akhirnya……………….

  3. Wah nordin mat top nombor 2 ada lagi 8

  4. itu mah polseknya yg aneh, tas sudah tentu mengandung logam seperti resliting, aneh..mungkin dianya siaga tapi baguslah daripada kejadian hehe

  5. Wah hebat yo JKGR sekarang ada wartawan yg meliput dilapangan kah kah kah