Jan 142015
 
KRI Banda Aceh

Kapal Perang Indonesia KRI Banda Aceh

Jakarta – Direktur Utama PT PAL Indonesia M. Firmansyah Arifin mengaku bangga karena kapal perang Indonesia mulai dilirik sejumlah negara tetangga, setelah berhasil mengekspor ke Filipina.

“Produk anak bangsa kini mulai diperhitungkan di negara lain. Ini tidak asal ngomong, soalnya Myanmar juga sudah menyampaikan ketertarikan,” kata Firmansyah di Kantor Kemenko Bidang Kemaritiman di Jakarta, Selasa.

KRI Banjarmasin

KRI Banjarmasin

Indonesia, melalui perusahaan pelat merah galangan kapal yang berpusat di Surabaya, Jawa Timur, itu telah berhasil mengekspor dua kapal perang tipe “strategic sealift vessel” (SSV) kepada Kementerian Pertahanan Filipina.

Menurut Firmansyah, dua kapal perang berukuran panjang 123 meter dan lebar 21,8 meter itu merupakan alat utama sistem senjata (alutsista) pertama yang diekspor Indonesia ke negara lain. Pengiriman kapal pertama sudah dilaksanakan dengan kontrak 28 bulan sementara kapal kedua sekitar 36 bulan.

BUMN itu memenangkan tender internasional senilai 90 juta dolar AS melawan tujuh perusahaan di antaranya Korea Selatan.

“Kita menang karena pengalaman. Pasalnya militer Filipina ingin yakin bahwa kapal yang dipesan itu sudah dipakai di negara kita,” ujarnya menambahkan jika kapal sejenis juga digunakan di dalam negeri di antaranya KRI Banda Aceh yang membantu evakuasi ekor pesawat AirAsia yang mengalami kecelakaan.

image

Sesuai dengan peraturan pemerintah, tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) kapal perang yang diekspor itu menurut Firmansyah sudah memenuhi regulasi yakni 30-35 persen.

Ia juga menjamin pelat besi untuk kapal perang yang dibangun selama dua tahun itu 100 persen menggunakan produk buatan lokal dari PT Krakatau Steel Tbk.

Firmansyah berharap, dengan suksesnya ekspor kapal perang Indonesia ke Filipina itu bisa mengundang investasi serupa dari negara lainnya. Menurutnya, tahun ini ada rencana Pakistan, Brunei Darussalam dan Thailand berencana untuk membeli kapal buatan Indonesia.

“Januari ini dari Pakistan akan datang untuk melihat. Tapi mereka buka mencari SSV melainkan kapal cepat rudal (KCR),” tuturnya. (Antara News).

  33 Responses to “Kapal Perang Indonesia Diminati Tetangga”

  1.  

    Huummz..

  2.  

    $$$

  3.  

    Lanjutkan………..jayalah Indonesia

  4.  

    Ini yang ditunggu-tunggu, bisnis berlanjut.. semoga menguntungkan kedua belah pihak.. Pemasukan buat pemerintah nih.. semoga yang lain juga mesen.. bayangkan made in indonesia bersileweran di laut diseluruh dunia.. wooww mantaff…

  5.  

    Lanjutkan ,, hasil uang nya buat beli pesawat tempur ya ,, beli anti rudal juga yaaa ,, beli radar juga jagan lupa kapal selam nya juga ,, 1 lg tambahin gaji prajurit nya juga yaa Paak !

  6.  

    maka dari itu TNI harus pd memakai alutsista asli indonesia..

    terbuktikan negara tetangga aja ngiler …

    salam indonesia raya…

  7.  

    mantaaapp..

  8.  

    Momen2 seperti inilah yang harus dijaga dan di maintenance. Pasalnya kadang kala pemerintah habis manis sampah dibuang. Mudh2an negara2 sahabat selalu menjadi konsumen potensial di masa depan . Dan pemerintah selalu bersinergi tuk menjadikan indonesia sebagai produsen alutsista terdepan di asia tenggara. Aamiin

    •  

      Mudah mudahan didukung oleh semua pihak dan menghalangi usaha pihak luar untuk mematikan industri strategis nusantara. Berkaca dari pengalaman IPTN dahulu yg terkesan di matikan. Padahal jika N295 dan N2130 kl gak salah terus dikembangkan. Saat ini pasti bisa berkompetisi dengan pasar dominan ATR, Airbus A320, Boeing 737

  9.  

    LANJUTKAN….

    pak jokowi yg memilih Jendral Budi jadi kapolri..eeeh….ehhh….KORUPSI..

    jangan jangan KADER PDI perjuangan semua pada KORUPSI ??

    buktinya partai terkorup…
    hhihihihi

  10.  

    Alhamdulillah, hasil kerja keras kt selama ini ternyata dihargai dan diminati oleh bangsa lain.
    Kedepannya, smg ilmuwan2 kt giat berinovasi, shgg bs membuat produk yg lbh unggul, baik kwalitas atau pun harga yg bs lbh murah dibanding produk2 negara maju.
    Ane yakin, klu bangsa kt giat melakukan inovasi, mk kt akan mampu menjadi yg terdepan dlm produk alutsista tertentu.
    Sesungguhnya, nenek moyang kt itu bangsa yg kreatif kok dan otak kt tdk kalah dgn otak bangsa yg skrg ini sdh maju. Insyaalloh.

  11.  

    hebat indo sya akui kwalitas indo bkin kapal ini,

    •  

      @Malay, sebenarnya Putra bangsa di negeri kamu juga bisa ,
      syaratnya emang belajar dan belajar di negara lain …
      negara kami juga banyak belajar dari negara manapun , ada korea,jerman, maupun rusia dan belanda misalnya

      dan belajar emang butuh waktu minimal 10 tahun mulai learning sampai Finishing ..

      tidak ada yang dilebih-lebihkan bila segala sesuatu bisa dimulai dari belajar tekun.

      Ok ,

      Ayo diskusi lanjut yang sehat … forum ini terbuka meski datang dari negri tetangga , asal santun

      bila perlu kirim artikel kemari , bahasa inggris juga boleh .. ( sebarkan teman – teman kamu disana , )

    •  

      Malaysia juga mantap… Proton banyak lalu lalang di Indonesia

  12.  

    presiden berharap pt pal mengupgrad mesin produksi dgn yg baru,krn mesin yg lama buatan taun 80-an.agar mampu bersaing dgn kompetitor asing

    •  

      Harapan seh boleh-boleh saja. Yg penting bisa g?
      Itu perlu modal investasi yang lumayan besar.
      Ini bukan bisnis karoseri mobil tapi kapal besar, jangan nepok dada baru menang tender di Philipina. he….he….he…..wkwkwkwk………

      •  

        Kalau disuntik dana, saya yakin bisa bung. Sebenernya industri strategis kita (Pindad, DI, dan PAL) ga kalah dengan ST Engineering-nya negara upil. Bedanya ya mereka menikmati kucuran dana besar untuk R & D. Sementara kita…. hehehe… Jadi saya yakin, seandainya pemerintah mau suntik dana besar untuk R&D, bisalah kita merebut pasar senjata di negara2 berkembang Asia.

  13.  

    @boleros 11…
    Dukungan dr pemerintah itu modal yg d tunggu semua BUMN trutama yg strategis.pemerintah tdk ragu mengucurkan PMN pada BUMN strategis jika manajemen baik,order banyak.dan harus punya target yg jelas dan nyata.
    Sudah d kasih duit harus d kasih target

  14.  

    presiden bilang bahwa pt PAL haru ini itu bla..bla..bla..

    jika hanya ngebacot saja..
    orang gila juga bisa..

    duit kagak ada..
    mana mungkin bisa..

    boneka y tetap boneka

    pagi bicara dele..
    sore bicara tempe..
    malam bicara tahu..
    dini hari bicara jengkol..

    janjimu pak presiden saat kampanye..
    1 pun tidak ada yg km buktikan

    jual sekalian bos partaimu pak jokowi..
    yaitu bu mega..

  15.  

    Terkait banyak yang menulis bahwa diperlukan pembelian yang banyak agar mendapat ToT, LPD Makassar-class dibeli TNI-AL sejumlah 4 (empat) buah yaitu 2 dibangun di KorSel dan 2 sisanya di PAL. Angka 4 (empat) ini termasuk “banyak” atau “sedikit” ya?
    Kalau “sedikit”, koq bisa ya PAL mendapat ToT dan mengalahkan gurunya (DSME, KorSel) dalam tender di Filipina?
    Mohon pencerahan….

  16.  

    saya bukan org partai,saya wiraswasta,,jd anda bicara pdi-p,mega saya gk ngaruh.
    Saya hanya konsen k pemerintah…
    Klo negara sbesar indo gk punya uang gk mungkin broo…cuma duitnya lg d bahas d DPR untk minta persetujuan APBN-perubahan.
    Klo anda ngaku miskin mungkin jiwa anda mirip mbah bowo…
    Cuma saya kberatan klo anda membawa2 nama kedelai,tahu,tempe,dan jengkol,,itu kuliner terkenal asli indo yg sudah mendunia…

  17.  

    Semoga PT PAL bisa membuat kapal sekelas Type 071 atau San Antonio Class, semoga….

  18.  

    satu hal yang gak kalah penting Indonesia jg harus terus berinovasi dan upgrade kemampuan.. jangan sampai di masa depan malah kita harus mengimpor dari negara yang sekarang kita ekspor, artinya jangan sampai negara lain dapat menyusul kita yang sudah duluan maju…

  19.  

    Untuk kapal militer karena butuh spesifikasi khusus Indonesia masih bisa bersaing. Tapi untuk keperluan sipil/komersil agak susah . Industri pendukung belum berkembang maka dalam pembuatan kapal masih mendatangkan komponen dari luar. Sayangnya pemerintah mengenakan pajak tinggi dalam hal impor komponen. Harga kapal produksi dalam negri lebih mahal dari pada import walau dengan spec yang sama. Apalagi untuk ekport kena pajak barang mewah,makin mahal lagi. Bangladesh adalah salah satu contoh negara yang bagus dalam memajukan industri perkapalannya ,ada seratusan galangan kapal ,bahkan kapal produksi mereka di ekspor ke berbagai negara maju .Karena upah buruh murah dan pemerintah mereka komit untuk memajukan galangan kapal dalam negri.

 Leave a Reply