Jan 152017
 

EDISI 2: SAATNYA MEMILIH

Rencana penambahan kapal selam selain proyek Changbogo Class sudah disampaikan Kementerian Pertahanan.Alasan pemilihan diluar Changbogo Class selain Kemampuannya yang menggentarkan adalah untuk mendapatkan TOT untuk pengembangan produk nasional. Beberapa negara juga sudah menawarkan produknya.

Penulis mencoba mengulas beberapa kapal selam diesel elektrik yang mempunyai kemampuan hebat untuk mengimbangi dinamika di kawasan. Salah satu yang sering disebut adalah Advanced Kilo/Amur Class yang penulis sampaikan di edisi 1.

Berikut ini beberapa kapal selam lain yang patut dicermati dan mari kita saling berargumentasi mana yang sebaiknya dimiliki TNI AL.

1. Gotland Class (Kockums, Swedia. Harga 500 juta USD).

Gotland Class adalah kapal selam yang pertama kali menggunakan AIP (Air Independent Propulsion) di dunia.Pertama kali digunakan Angkatan Laut Swedia tahun 1990. Dalam latihan terbuka di laut Atlantik, Gotland Class mampu mengalahkan kapal selam yang lebih modern dari Spanyol, Perancis dan Amerika termasuk kapal selam bertenaga nuklir Barracuda Class Perancis dan kapal selam bertenaga nuklir Los Angeles Class USA.

Pada pertengahan musim panas 2005, pemerintah USA meminjam Gotland Class dan krunya selama setahun untuk memainkan pertempuran dengan armada anti kapal selamnya, termasuk helikopter dan pesawat anti kapal selam, kapal anti kapal selam dan kapal selam nuklir. Dalam latihan ini, kapal-kapal USA kesulitan mendeteksi Gotland dan beberapakali Gotland mempecundangi kapal selam nuklir, frigat dan kapal induk USA.Bahkan kapal induk USS Ronald Reagen mampu beberapa kali diserang tanpa bisa mendeteksinya, sehingga kasel ini diberi julukan “Bad Guy”. Akhirnya pemerintah USA menambah kontrak peminjaman satu tahun hingga 2007 untuk mempelajari cara bertempur melawan kapal selam ini.

Didesain untuk misi anti kapal perang, pengintaian, operasi khusus dan penebaran ranjau. Dengan panjang 66,7 m dan berat 1.600 ton, Gotland mampu menyelam dengan kecepatan 20 knots dan 11 knots dipermukaan. Menggunakan 2 mesin diesel MTU dan 2 AIP Kockums V4-275 Stirling sehingga mampu menyelam terus menerus selama 18hari.Secara keseluruhan mampu berlayar hingga 45 hari.Mampu menyelam hingga kedalaman lebih dari 200.Untuk pengoperasiannya membutuhkan 24 orang.Kelincahan manuver didapat dari struktur ekor X dan dua sayap di atasnya yang memudahkan manuver ke empat arah, membelok tajam dan menghindar dengan cepat.

Untuk meredam getaran dan bunyi, pada bagian mesin diberi peredam karet. Pada bagian luar badan kasel dilapisi material Anechoic untuk menyerap sonar. Serial elektromagnet digunakan untuk menghilangkan jejak magnetik. Dilindungi dengan materi yang mampu mengabsorbsi radar penjejak infra merah.

Persenjataan: 4 tabung torpedo 533 mm untuk Torpedo Bofors Type 613. Bofors 613 merupakan terpodo anti kapal laut yang memiliki kecepatan 40 knot dan jarak hingga 12 miles dengan peledak hingga 650 lbs. Bisa juga dilengkapi dengan Torpedo 2000 anti kapal laut dan kapal selam dengan jangkauan 24 miles. Kasel ini mampu mengangkut 16 terpedo. Dilengkapi juga dengan 2 tabung 400 mm untuk Saab Bofors Underwater System Type 43X2 lightweight multi-role torpedo. Setiap tabung mampu membawa 2 buah torpedo.

Ranjau menggunakan Saab Bofors Underwater Systems stand-off self-deployed Mine 42 yang dapat meluncur autonomous beberapa mile sebelum mendarat di dasar laut menunggu target lewat. Saat target lewat secara otomatis aktif dan mengejar target. Mine 42 dapat meledak ataupun mendeaktivasi sendiri setelah beberapa waktu. Selain itu, Gotland mampu membawa 48 ranjau tambahan.

Yang membuat kapal ini sangat mematikan adalah manajemen sistem pertempuran 9SCS Mark 3 dari Saabtech, yang memudahkan pengguna. Dalam serangan tunggal, kapal ini dapat meluncurkan beberapa torpedo yang menyerang bagian yang berbeda dari target sehingga sangat mematikan sekalipun melawan kapal induk.Sonar suite diproduksi oleh Atlas Elektronik yang terintegrasi penuh dengan sistem pertempuran. Sistem radar Manta produksi Thales, mampu melakukan pengintaian, deteksi, analisa, klasifikasi dan identifikasi terhadap ancaman radar lawan dari gelombang D-band hingga J-band. Menggunakan periskop pengintai dan serang Kollmorgen. Radar navigasi menggunakan Terma Scanter.

2 Soryu Class (Mutsubishi Heavy Industri dan Kawasaki Shipbuilding Co, Jepang. Harga 750 juta USD)

Soryu Class pertama kali bertugas untuk Angkatan Laut Beladiri Jepang pada Maret 2009.Didesain sebagai kapal selam pemburu dan pembunuh (killer hunter). Memiliki bobot 2.900 ton dipermukaan dan 4,200 ton saat menyelam. Ukuran panjang 84 m, lebar hampir 9 m dan tinggi 10,3m. Kecepatan dipermukaan 13 knots, kecepatan saat menyelam 20 knots, jangkauan maksimal 11.362 km pada kecepatan 6,5 knots.Mampu menyelam hingga 700 m. Tenaga penggerak menggunakan 2 mesin diesel Kawasaki 12V 25/25 SB dan 4 mesin stirling Kawasaki Kockums V4-275R Stirling AIP menghasilkan daya 2.900 kW dipermukaan dan 6,000 kW saat menyelam. Unit terbaru baterei AIP menggunakan Lithium ion menunjang kemampuan menyelam hingga lebih dari 30 hari.Operasionalnya membutuhkan 65 awak kapal.

Sistem kemudi X meningkatkan manuver kapal selam. Dilengkapi dengan lapisan Anechoic untuk mengurangi pantulan gelombang akustik.Mampu mengangkut 65 awak kapal.Sistem perlindungan aktif menggunakan ZLR3-6 penangkis serangan elektronik dan peluncur pengecoh elektronik.Seleruh badan, dilengkapi dengan pelapis untuk menyerap suara dari dalam dan mengurangi deteksi sistem sonar lawan.

Sistem navigasi dan radar menggunakan ZPS-6F dan tiang optronic sebagai radar pencari dan pendeteksi kapal permukaan dan senjata anti kapal selam.Sistem sonar Hughes/Oki ZQQ-7 dengan rangkaian sonar yang terintegrasikan pada seluruh badan kapal selam.

Persenjataan: memiliki 6 tabung peluncur torpedo 533 mm HU-606 untuk meluncurkan torpedo type 89 dan rudal anti kapal Harpoon UGM-84 yang memiliki jangkauan lebih dari 124 km dan kecepatan 864 km/jam. Torpedo type 89 yang merupakan torpedo berpandu dengon mode homing aktif dan pasif yang memiliki jangkauan 50 km dan kecepatan 130 km/jam dengan hulu ledak 267 kg. Type 89 mampu beroperasi hingga kedalaman 900 m. Secara keseluruhan mampu mengangkut 30 torpedo. Dilengkapi juga dengan ranjau laut.

3. Yuan Class / Type 041 (Wuhan Shipyard China. Harga Thailand 1 milyar USD untuk 3 kapal).

Desain Yuan Class merupakan perpaduan antara Kilo Class dan Song Class.Didesain sebagai kapal selam anti kapal selam danti kapal permukaan. Memiliki panjang sekitar 77 m. Bobot 2.700 ton dipermukaan dan 3.600 ton saat menyelam. Versi eksport, mempunyai ukuran lebih kecil dengan bobot saat menyelam 2.300 ton .Dioperasikan oleh 38 awak.Kecepatan saat menyelam 20 knot dan 12-15 knot dipermukaan.Mampu menyelam hingga kedalaman 400 m. Dengan tambahan AIP mampu menyelam hingga 33 hari dan mencapai jarak 33.000 nm.

Bagian lambung dilapisi dengan lapisan Anechoic untuk meminimalkan pantulan sonar. Dari sisi bagian dalam diberi pelapis karet untuk meredam getaran dan suara.

Berpenggerak 3 mesin diesel MTU 16V396 SE84 buatan Jerman untuk menggerakkan 7 baling-baling asimetris. AIP dari Kockums Stirling dengan baterei Lithium ion produksi dalam negeri menghasilkan energy 31 MWh.

Dipersenjatai 6 tabung torpedo 533 mm yang dapat meluncurkan YJ-2 (YJ-82) rudal anti kapal dengan kecepatan Mch 0,9 dan jangkauan 80 km dengan hululedak 165 kg. Torpedo Yu-4 (SAET-50) pasif/aktif homing dengan kecepatan 30 knot dan jangkauan 6 km serta Yu-3 (SAET-65E) aktif/pasif homing. Model terbaru dilangkapi dengan VLS untuk rudal anti kapal jarak jauh YJ-18 Yingji (kecepatan Mach 2,5 dan jangkauan 110-300 miles) yang disiapkan untuk menangkal system rudal Aegis. Dapat juga dilengkapi dengan 24-36 tabung peluncur ranjau.

Dilengkapi dengan SRW209 untuk pertempuran elektronik yang berisi peralatan penunjang elektronik, penerima peringatan radar dan penjejak gelombang radio yang beroperasi pada S-Ku band yang dapat diimtegrasikan dengan system pertempuran.

Sensor/radar menggunakan sonar aktif/pasif frekwensi medium yang dapat melacak 4-12 target bawah air bersamaan hingga jarak 30 km. Radar i-band digunakan untuk pelacakan di permukaan.

4. Dolphin II Class/U216 (Thyssen-Krupp Marine System,Jermanl. Harga 500 juta USD).

Dolphin II Class merupakan kapal selam “state of the art” dari kapal selam U216, yang memiliki lambung tunggal dan diproduksi untuk Angkatan Laut Israel. Memiliki panjang 75 m, tinggi 12,7 m dan berat saat menyelam 2.400 ton (berat dipermukaan 2.050 ton). Menggunakan AIP terbaru dan 3 diesel elektrik motor, total 4.243 shp sehingga Dolphin Class mampu menyelam dengan kecepatan 25 knots (kecepatan dipermukaan 11 knot). Untuk pengoperasiannya membutuhkan 35 awak kapal dan mampu mengangkut tambahan 15 orang. Mampu menyelam dengan kedalaman hingga lebih dari 350 m. Jarak tempuh hingga 4.500 mil pada kecepatan 8 knots dan menyelam hingga 1 bulan.

Sistem sonar menggunakan sonar frekwensi rendah (LOFAR) dipasang pada kedua sisi lambung dan pada bagian depan kapal untuk mendeteksi suara pada frekwensi dan jarak menengah. Passive Ranging Sonar (PRS) terdiri dari tiga antenna pada tiap sisi kapal untuk mendeteksi target jarak pendek dan menengah. Intercept Antenna (IA) dipasang pada badan kapal untuk mendeteksi, menganalisa semua suara dan memberikan peringatan terhadap ancaman bagi kapal selam. Dilengkapi dengan dua buah periskop Kollmorgen memiliki kemampuan infra red, ESM, optic dan video dan antenna komunikasi. Diinstal dengan Elbit Elint System yang menghasilkan gambaran yang lengkap hanya dalam beberapa detik setelah antenna berada dipermukaan.

Persenjataan: memiliki 10 tabung multifungsi yang dipasang dibagian depan, terdiri dari 6 tabung diameter 21 inch (533 mm) dan 4 tabung diameter 650 mm dengan sistem piston hidrolik untuk mengeluarkan torpedo. Rudal anti kapal, ranjau, pengecoh dan torpedo STN Atlas DM2A3. Rudal anti kapal Harpoon dengan kecepatan subsonic dan hululedak 227 kg dengan jangkauan 130 km. Tabung 650 mm digunakan untuk rudal balistik yang mampu mengangkut nuklir Popeye Turbo Cruise Missile (jarak hingga 1.500 km).Tabung 650 mm merupakan hasil pengembangan Israel sendiri.Sedangkan versi dari pabrikan, seluruh tabung standart 533 mm. Total mengangkut 21 torpedo.Kelas terbaru dari Dolphin II dilengkapi 2 tabung VLS.

Tentu ada kelebihan dan kekurangan pada masing-masing tipe kapal selam. Improved Kilo memiliki persenjataan yang menggentarkan dan bisa dipasang rudal Yakhont yang TNI AL sudah gunakan di kapal perang. Juga diakui cukup senyap.Namun ada kendala TOT yang sangat kita butuhkan untuk pengembangan produk dalam negeri. Hingga kini belum pasti Improved Kilo akan menggunakan teknologi AIP juga mengurangi kualitasnya.

Gotland Class sangat melegenda karena sangat sulit untuk dideteksi dan tawaran yang sangat terbuka untuk TOT. Apalagi Kockum adalah penemu teknologi AIP yang nota bene adalah teknologi kunci pada kapal selam. Namun platform Gotland Class hingga kini belum terdengar dilengkapi kemampuan menyerang daratan menggunakan rudal jelajah merupakan kekurangannya.

Soryu Class adalah kapal selam disel elektrik kelas berat. Kemampuan menyelam paling dalam dan memiliki persenjataan yang lengkap hingga kedalaman 900 m. Jepang sedang berusaha keras untuk mendapatkan pelanggan internasional pertama. Kendalanya adalah harga yang mahal dan kemungkinan kecil untuk mendapatkan TOT.

Yuan Class adalah kapal selam termurah dikelasnya.Kemungkinan TOT juga sangat besar, seperti yang dilakukan dengan Pakistan. Keputusan Bangladesh dan Thailand memilih produk China, menunjukkan adanya kepercayaan akan kualitasnya. Namun downgrade terhadap produk eksportnya hingga saat ini belum bisa diprediksi dampak terhadap kemampuan kapal selam ini.

Dolphin II Class/U 216 adalah produk termutakhir dari legenda pabrikan kapal selam. Kualitas, tentu tidak usah diragukan. Mempunyai platform yang hampir sama dengan Changbogo Class, memudahkan penguasaan teknologinya apabila ada TOT. Syarat TOT tentu tidak mudah bagi Jerman, karena berkaitan dengan jumlah pembelian (seperti TOT dari Jerman ke Korsel). TNI AL juga sudah familiar mengoperasikan kapal selam buatan Jerman.Namun persenjataan mutakhirnya masih didominasi buatan USA dan negara NATO yang notabene sering menyulitkan Indonesia.

Jadi, bagaimana menurut anda ?Mari kita diskusikan dan jatuhkan pilihan anda.

Penulis: Pak Dhe

Dikutip dari berbagai sumber.

  64 Responses to “Kapal Selam TNI Masa Depan”

  1. Tampilan baru tapi saya kok bingung cara comentnya..males uklak uklik..

    • SAYA PILIH KAPAL SELAMNYA KORUT .

      • Wakakaka kalo suka ks korut itu ada di monkasel samping delta plaza surabaya…persis sama..

        Wakakaka

      • Lebih setuju gotland class .. untuk persenjataannya dipikir nanti .. karena kecanggihan kapal selam lebih penting duluan .. maksudnya bisa bikin seperti ini lebih utama .. untuk persenjataan / rudalnya menyusul kemudian

      • U216 kayanya lebih cocok secara kakaknya Cakra Nanggala masih satu keluarga. cuma masalahnya memang di pensil, kecuali RI bisa bikin pensil secara mandiri

      • Nak juga beli alatan electronic buatan isreal apabila beli kapal germen ,Elbit Elint System alatan buatan isreal. Apakah Indonesia begantung pada isreal ,suka pada isreal.

      • saya realistis saja bung admin, malas berandai-andai bisa sebabkan asam lambung kumat, kalau lihat kesulitan ekonomi negara saat ini belum lagi ontran2 gak mutu dalam negeri sampai 10 tahun ke depan kita paling hanya akan memiliki 3 Changbogo Class dan kita relakan KRI Cakra dan KRI Nanggala istirahat setelah mengabdi negeri, dan kenyataan kemampuan beli alutsista negara sangat kecil terbukti juga paling senjata2 ringan atau dari pada tidak ada penambahan sama sekali…..

  2. Lah ini ganti lagi ya..

  3. gmn kalo KSS III program submarine korea selatan.

    • Mending kasel yang sudah ada cangbogo dikembangin aja. . tambah AIP, tambah siluman, tambah ru:dal Kalibr, dll. . kenapa mesti tergiur sama kasel lain. . ?
      Toh tehnogi jtu semua mudah belinya tinggal pasang . . !!!

  4. Oke. Ambil astuti aja….

  5. Udah gotland aja udah. Salah sendiri ada UU TOT, pusing kan melaksanakan kewajiban. Dan saya pribadi memang lebih condong ke swedia, kemurahan hatinya untuk tot itu lho (:matabelo). Swedia Indonesia BF dah wkwkw.

  6. Borong soryu…Gak usah TOT…

  7. pasti yg murah…tp pertimbangkn buatan swedia…

  8. lebih baik Godland class bung dri pda produk china. tot.nya jga mudah.

  9. changbogo dimaksimalkan sampai bisa buat sendiri baru berusaha jiplak KS yang
    paling cangih

  10. saya pribadi si pilih yg ada rudal kalibrnya, kalau selain itu mending gak usah

  11. Mau pilih Gotland, soryu, u-216 apa yang bikinan rusitrong emang tante pikirin, yang penting hari ini embargonya udah dicabut…piufhhh

    • tante mirna @ yg tetap membuat gamang sy, sweden ini kan orangnya usa,apakah nanti tak di imbargo lagi?

      • Orangnya usa…swedia negara netral brur sama kek negara kita & dia bukan anggota nato.

        Harusnya lebih kuatir kalo T-50i nya gak bisa terbang gara2 diembargo usa…

        • mas tante..swedia sarangnya kaum liberal yg getol2nya mendukung kaum lgbt pemelinttir hak2 asasi manusia nah kita kan anti lgbt ya memanglah adakekhawatiran mendasar dan juga masalah papua barat kita sedang diawasi serius di dunia internasional.

          • Kalo ga bisa maen cantik pasti kuatir…jo kuatir. bung anu, Pak Jo paling jago main cantik.

            Diawali dg harga bbm dan semen yang setara harga dijawa dulu…yang lain2 menyusul

  12. kl kata saya mending 2 Gotland Class sama 2 Dolphin II Class/U 216
    biar bisa kita jilplak di indo

  13. Pembelian alutsista sesuai kebutuhan, bukan karena keinginan. Pasti saat ini gak akan beli dulu tambahan KS selain 3 KS Changbogo yg sdh dipesan (gak ada dana nya).

  14. Membayangkan Gotland diinstal VLS, pakai rudal 300 an km……

  15. Pilih yang cocok..pokok..e..klu ngk cocok knp dipilih…hih..hih..

  16. sepertinya yang harusnya di diskusiakan itu kapal selam selain cbg dan kl , karena ks KL ini sepertinya sudah pasti akan menjaga perairan Ibu pertiwi, dari yg sudah sudah itu hanya dari rusia dan jerman keduanya adalah “Simbah e” kapal selam mewakili dua blok, untuk pendatang baru kemungkinan dari swedia atau ? (kualitas ikan teri murah dan iming iming Te O Te dari blok K) sebagai pelengkap teknologi yang akan dicangkokan pada KS made in Indonesia…

  17. beli yg banyakkk

  18. Pertanda kurang info nih bu mega.. Xixixixi

  19. kasel dari perusahaan dan negara manapun boleh
    asal langsung dari perusahaan atau negara pendesain, pengembang dan pembuat.

  20. Ane maunya kasel yg bisa nyelem..

  21. Kasel yg bisa nyelem harus ke penghulu dulu…baru bisa nyelem..dgn kata lain boleh nyelem dan halal99x… Xixixixuxa

  22. bung ..nama yg terakhir itu yg gue idam2kan.

  23. absen saja

    kalo disuruh pilih soryu(kan pm japan lagi berkunjung sekalian amphibi jgn lupa hehehehe)kalo soal tot ya bisa gotland(swedia),tp kalo ada produk ruskie tidak apa2

    kalo kasel jerman seperti berat kalo dikasih sama dengan singapore u218,kalo masih damai apapun bole jd angan2 hehehe

    sehebat apapun kasel diakusisi sangat berat untuk melawan shofin barracuda dan sg u218 diasteng.biarpun ada kasel kilo

    salam damai selalu:)

    • «

    • @bukek siansu

      Bung bukek, biar sortpin barakuda hebat kayak apa, tapi dia kurang cocok buat ndekem diperairan dangkal karena justru kehebatan propulsornya itu yang membuatnya lemah…itu barang rentan kemasukan terjerat/tersumpal oleh sampah (istilahnya clogging), misalnya terjerat/tersumpal oleh lilitan tali tambang, sampah domestik termasuk kutangnya neng carin ato macem2 sampah lainnya yang biasanya ada diperairan kita

  24. Tante kalo anu-nganu gak boleh sambil ketawa…pamali katanya

  25. Coba di vote Bung Diego….

  26. @bung sego, menurut analisa saya, kapal selam kilo tidak di lirik lagi oleh TNI, karena rusia tidak mau berbagi TOT

  27. Pilihanku tetep Kilo.. Ya walaupun usia nya agak tua.. Tapi klo bkin baru, trus di uprgade, tetep menang di kawasan ASEAN.

  28. Pengennya sih.. Kapal selam Kilo pilihannya, lalu serasa kapal selam Swedia, dgn sensornya yg tertanam di dalam kapal yg keren.. Tapi klo pngen dapet sensor.. TNI jga harus beli Gripen nya,Gripen menurutku jga cocok.. Pilih type multirole, tapi digunakan TNI sbagai psawat tempur Interceptor..

  29. Ketawanya brp kilo bung??xixixixixixi.. xixixixixixi

  30. Bikin aja sendiri trus gabungin deh semua kelebihan kasel2 itu. yang penting tukang insinyurnya dah ngarti

  31. Beli aja 20 Gotland Class dan 10 Dolphin II class, beres

  32. Bgmna klo scorpene class dari dcns perancis min apa merek jg berpeluang membuka ToT

 Leave a Reply