Dec 122016
 

Pasca penangkapan sejumlah terduga teroris jaringan bom panci Bekasi, mulai dari Ngawi Jawa Timur hingga Karang anyar Jawa Tengah. Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebutkan Kelompok teroris yang berencana melakukan aksi teror di Istana Presiden dan berhasil digagalkan ini merupakan jaringan Jamaah Anshorut Daulah Khilafah Nusantara (JADKN) yang dipimpin Bahrun Naim.

Kapolri menambahkan, Bahrun Naim mengendalikan kelompok jaringan teroris di Indonesia ini dari Syiria.

Penyelidikan polisi sejauh ini menyimpulkan posisi Bahrun Naim tidak berada di Indonesia. Pria tersebut termonitor bercokol di kawasan Timur Tengah.

“(Ada di) Syria (Suriah-red),” ucap Tito saat ditanya soal keberadaan Bahrun Naim.

Tito menyampaikannya usai menghadiri acara 1212 berkaitan milad ke-26 Pesantren Daarut Tauhiid dan peringatan Maulid Nabi di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, Senin (12/12/2016).

Empat teroris kelompok Bahrum Naim masih menjalin pemeriksaan intensif oleh Tim Densus 88 di Korps Brimob Mabes Polri. Keempatnya yakni Dian Yulia Novi, M. Nur Solihin, Agus Supriyadi dan S alias Abu Izzah. Mereka diganjar Pasal 7 jo Pasal 15 UU RI Nomor 15 Tahun 2003 tentang Penentapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

“Teoris ini adalah kelompok yang merupakan sel dari Bahrun Naim yang ada di Syiria. Modusnya dia membuat sel-sel kecil. Selnya cuma ada enam orang, mereka ini, dipimpin oleh Solikin dan lain-lain,” tutur Tito.

Lagi-lagi Bahrun Naim memiliki peranan penting menggelontorkan dana untuk aktivitas kelompoknya di Indonesia. “Jadi biaya berasal dari Bahrun Naim yang dikirim melalui bank,” ucap Tito menambahkan.

Sumber : detik.com

Artikel Terkait :

  38 Responses to “Kapolri : Bahrun Naim Kendalikan Jaringan Teroris Bekasi”

  1. Klou ad orang bawa panci harus waspada hahahah

  2. Harus kirim pasukan khusus TNI atau DENSUS 88 untuk memburu anggota ISIS asal Indonesia di Syiria. Karena kalau mereka sdh pulang ke Indonesia akan lebih sulit untuk dilacak. Belum lagi nanti bakal berurusan dengan Komnas HAM jika ditembak mati di sini. Kita bisa mencontoh SAS Inggris yang memburu warga negara Inggris yang bergabung dengan ISIS di Syiria dan Irak.

  3. siap laksanakan..!!

  4. Kasihan panci nya, jdi korban..

  5. Bet…bet…bet..,betol…

  6. Kalo sdh panci pasti ntr ada bom poci

  7. knp kita gak minta bantuan rusia untuk menangkap bahlul naif di suriah? kita kan punya hubungan intelijen dengan ruskie

  8. Bom mochi

  9. Bukan pengalihan ISU kan?

  10. indonesia hebat ya bung sekelas bom panci bisa radius 300m, sdgkan us dan rusia bom lebih besar dr panci aja ngaa nyampe segitu jauh, aneh aneh aja kejadian akir” ini adakah pengalihan isu, mohon jgn di bully

    • @laut biru

      Beda dong…kalo bom sekelas mk-82 dll sifatnya destruktif. sampe bisa merusak bangunan. Kalo yang ini bomnya melontarkan isian gotri, paku, sekrup dan serpihan material pantji…sifatnya destruktif untuk tubuh manusia karena bakal tertancap “isian” tsb dalam jumlah yang masif

  11. Kepercayaanmasyarakat sama polisi udah sangat menurun,klo ada pooling saya yakin hny 30% masyarakat yg percaya polisi,

  12. Saya percaya sama polisi, maju terus densus 88, basmi teroris di nusantara

  13. presiden, pangab, kapolri sekarang hebat, indonesia jaya

  14. Mungkin itu panci ada mikro nuklirnya sampe bs meleduk 300 meter..tp ya sudahlah apa yg dikatakan polisi mau slh mau bnr kita wajib mempercayainya..

    • Jenis bom yg dibuat berdaya ledak tinggi berjenis Triacetone Triperoxide (TATP)
      “Just a few hundred grams of the material produce hundreds of litres of gas in a fraction of a second.” (hanya beberapa ratus gram bahan menghasilkan ratusan liter gas dalam sepersekian detik.) woow apalagi 3kg ya.

      http://www.globalsecurity.org/…/systems/munitions/tatp.htm

  15. Mendingan satuan raider anti teror saja yg di turunkan guna memberatas mereka, sudah terbukti di Poso….bertahun-tahun targetkan Santoso gak dapet-dapet, eeee….raider turun, beres sudah…akibat polisi sering di sorot kamera, jadinya banyak gaya….nangkap ndak dapet dapet…komfrensi pers thok…hasil target besar masih nol besar….jadinya ajang naik pangkat. Kata mbah saya, orang yang banyak gaya, itu sama dengan banyak tekanan….akibat banyak tekanan, gaya di buang muncul di TV….ngomong sana ngomong sini….keburu kabur

  16. Rakyat indonesia memang banyak yg konyol, ada penangkapan teroris eh malah disebut skenario dan pengalihan issu, eh giliran ada bom meledak malah nyalahin BIN yg katanya payah dan juga polisi yg tdk mampu mengantisipasi teroris, lalu maunya apa?