Dec 302016
 

Kapolri Jenderal Tito Karnavian hadir sebagai pembicara dalam kuliah umum di Universitas Airlangga, Surabaya Jawa Timur Kamis siang (29/12/2016). Dalam kuliah tersebut, Tito menjabarkan peran kepolisian dalam menjaga persatuan bangsa di tengah kebhinnekaan.

Kuliah umum dengan tema peran dan kebijakan Polri dalam menjaga persatuan bangsa dalam kebhinnekaan di Indonesia digelar di aula Garuda Mukti kantor Manajemen Universitas Airlangga Surabaya.

Selain Kapolri Jenderal Tito Karnavian sejumlah pejabat turut hadir dalam kuliah umum tersebut, diantaranya Kapolda Jawa Timur, Kapolrestabes Surabaya, Pangdam 5 Brawijaya serta Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

Di hadapan ratusan mahasiswa lintas fakultas civitas akademika, tamu undangan dan masyarakat umum, Tito menjabarkan materi tentang kondisi kebhinnekaan di indonesia beserta tantangan-tantangan yang dihadapi kepolisian dalam menjaganya.

Menurut Tito, potensi konflik di indonesia terjadi akibat keberagaman masyarakatnya. Namun potensi konflik tersebut justru dapat dijadikan alat pemersatu bangsa dengan mengedepankan musuh bersama, diantaranya korupsi, kemiskinan dan lain sebagainya.

Peran Polri adalah menjaga stabilitas keamanan di dalam masyarakat, di tengah era kebebasan berpendapat serta maraknya ancaman terhadap kebhinnekaan.

Kapolri menambahkan, saat ini masuk era demokrasi yang mengarah ke liberal, di satu sisi positif krn membuat sistem pemerintahan ada mekanisme check and balance yang baik. Namun di sisi lain kebebasan yang terlalu bebas akan membahayakan karena dapat membuat primordialisme makin mengental. kesukuan keagamaan dan ras. Untuk itu Kapolri mengingatkan untuk pentingnya saling menjaga keutuhan bangsa.

“untuk itu perlu dijaga bersama-sama, diantaranya dengan rule of law, kita intensifkan lagi nilai2 luhur bangsa kita pancasila, uud 45, bhinneka tunggal ika, dan NKRI,” tegas jenderal tito karnavian mengakhiri kuliah umum di hadapan ratusan undangan.

Artikel Terkait :

  4 Responses to “Kapolri Ingatkan Pentingnya saling Menjaga Keutuhan Bangsa di tengah Kebhinnekaan”

  1. Saya ingatkan lagi buat warjager. Boleh debat tapi tetap saling menghargai. Jangan menghina.
    Pokoknya harus ingat:
    SItuasi, KONdisi, TOLeransi
    (disingkat SIKONSI).

  2. Berita dalem negeri ga ada yg menarik, wacana melulu, tp buktinya terorisme msh ada, kekerasan msh ada, perampokan, pemerkosaan, pembunuhan dan penculikan serta penipian msh merajalela di indonesia…apanya yg damai, mana bs damai jika terus begini, bhineka tunggal ika hanya tinggal ucapan saja, sesama sodara saling tebas, sesama kawan saling tikan, sesama jenis duel maut…ga akan pernah abis masalah2 diatas tsb….hanya satu solusinya…hukum mati si pemerkosa, si perusuh, si koruptor, si penipu, si penculik san si pembunun…jgn beri ampun, jika dihukum cuma 1 bulan 2 bulan, mana mrk bs kapok….bukti nyata si kapten pincang si perampok sadis bs merajalela padahal baru setahun lalu keluar dr bui atau melarikan diri …entahlah…..

  3. masyarakat yg belum menikmati internet itu biasa di generalisasikan “gaptek”
    tapi utk saat-saat ini itu adalah sebuah “anugerah terindah” yg kadang harus kita nikmati dan syukuri
    bravo buat engkong saya, bravo buat emak saya yg tdk bisa pake hp & laptop walau udah berkali-kali diajari…. xixixi….

  4. jgn omong doang pak….. benahi internal polri dulu agar citra polri menjadi positif di mata rakyat

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)