Dec 312016
 

Chief Executive Officer PT Citilink Albert Burhan, memutuskan langkah mundur pasca insiden pilot mabuk.

Kasus pilot maskapai Citilink QG 800 yang mabuk saat hendak menerbangkan pesawat dari Surabaya ke Jakarta pada 28 Desember 2016 berbuntut panjang. Atas tamparan memalukan dunia penerbangan itu, Chief Executive Officer (CEO) PT Citilink Albert Burhan memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya, Jumat, 30 Desember 2016.

Vice President Corporate Communication Citilink Indonesia Benny S Butarbutar menceritakan kronologis pengunduran diri Albert. Dia mengatakan, pihaknya memang mengadakan konferensi pers, guna menjelaskan isu Pilot Citilink yang mabuk tersebut.

“Pada konferensi pers itu, kita sudah putuskan untuk pecat pilot yang bersangkutan. Tapi tiba-tiba, di akhir jumpa pers, dia mengajukan pengunduran diri tersebut,” kata Benny di Jakarta, Jumat (30/12/2016).

Presiden dan CEO Citilink Indonesia, Albert Burhan dalam konfrensi pers di kantornya, Menara Citicon Lt14, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (30/12/2016). (suara.com/Erick Tanjung)

Dia menjelaskan, tak hanya Albert yang mengajukan pengunduran diri secara mendadak tersebut. Direktur Operasional Citilink Hadinoto Soedigno juga ikut mengajukan pengunduran diri.

“Permohonan pengunduran diri tersebut akan disampaikan kepada pemegang saham, yakni ke direksi Garuda Indonesia. Terserah mereka nantinya bagaimana,” tutur dia.

Direktur Operasional Citilink Hadinoto Soedigno,(tiga dari kiri) sebelah kiri CEO Citilink Indonesia Albert Burhan. Keduanya memutuskan mundur pasca insiden pilot mabuk. (foto dok.citilink)

Albert memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya sikap tanggung jawab terhadap tindakan pilot penerbang Citilink yang dianggap membahayakan penerbangan.

Menurut Albert sikapnya tersebut bukan karena tekanan dari pihak lain, melainkan dari keputusan pribadi yang merasa memiliki tanggungjawab moral terhadap peristiwa pilot mabuk itu.

Ulah pilot mabuk inilah yang memicu mundurnya sejumlah pejabat penting di maskapai Citilink.

“Melihat perkembangan semua ini dan dampak yang telah diberikan dari masalah ini, saya merasa bertanggungjawab atas hal ini,” kata Albert.

Menurut Albert keputusan itu telah dipikirkannya secara matang sejak masalah ini mencuat. Dia juga mengatakan telah memberi tahukan hal ini kepada pemegang saham secara lisan. Namun keterangan soal pengunduran diri secara tertulis akan segera dia kirimkan.

“Keputusan itu mungkin bisa memberikan hal yang lebih baik kepada Citilink ke depannya,” ucapnya.

Albert Burhan diangkat menjadi CEO Citilink pada Februari 2015 lalu menggantikan Arif Wibowo. Arif sendiri saat ini menjabat sebagai CEO Garuda Indonesia, induk perusahaan Citilink.

Sumber : okezone.com

  10 Responses to “Kasus Pilot Mabuk Berbuntut Pengunduran Diri CEO PT Citilink Albert Burhan”

  1. Benar atau salah

  2. resiko tinggi.. sebuah langkah yg berani demi nama baik perusahaan dan dunia penerbangan

  3. Begitu donk baru namanya bertanggung jawab,seperti pejabat dan pimpinan lembaga di korsek kalo ceroboh atau gagal sadar diri dgn mengundurkan diri bahkan di jepang harakiri beda kalo di mari pejabat jelas2 ketahuan korup tdk punya malu bahkan ngeyel dgn menyewa pengacara……

  4. Ntar malah dpt tempat yg lebih baik lg krn perusahaan lain mencari individu yg bertanggungjawab spt itu. Bisa jg jd contoh utk semua orang ttg penting jd org bertanggungjwb

  5. kapan ada pejabat yg berani ikuti langkah beliau ini, bukan malah nyiyir demi bela jabatannya

  6. lembaga executive cabinet ini kudu meniru management citilink

  7. Langkah Patriot dengan begini Citilink tetap menjadi perusahaan yang sehat dan profesional pasti akan di perketat penerimaan calon Pilot dan FO di Citilink dan malah membuat publik semakin percaya dengan kinerja dan kemampuan management yang bagus dari Citilink

  8. Memang persaingan bisnis airline semakin rumit, terbukti dengan tutupnya beberapa perusahaan, terbanding terbalik dengan bisnis sekolah pilot semakin berjamur dengan banyaknya type2 simulator dan pesawat2 yg murah murah……

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)