Sep 092016
 

KUBINKA, Rusia – Angkatan Bersenjata Kazakhstan akan menerima dua Jet tempur multirole Su-30 dan dua helikopter transportasi Mi-17 dari Rusia tahun ini sebagai bagian dari kontrak yang ada, ujar Wakil Menteri Pertahanan Kazakhstan Okas Saparov, Rabu (07/09/2016).

“Kami telah menerima empat Su-30SM dari Rusia pada tahun 2014, dan dua lagi tahun ini”, kata Saparov di forum militer Army-2016, serta menambahkan bahwa dua unit Mi-17 akan masuk dalam layanan tahun 2016, diikuti beberapa lagi tahun depan.

Selain itu, Kazakhstan berencana untuk menandatangani kontrak pembelian empat unit helikopter Mi-35 Rusia pada akhir 2016, ujar Wakil Menteri Pertahanan Kazakhstan Okas Saparov, Rabu (07/09/2016).

“Tahun ini kami akan menandatangani kontrak lain untuk pembelian empat Mi-35”, kata Saparov di forum militer Army-2016, dengan menambahkan bahwa empat dari helikopter serang dengan kemampuan transportasi rencananya akan dikirimkan sebagai bagian dari kesepakatan kontrak tahun 2015 lalu.

Forum militer Army-2016 diadakan di sekitar Moskow yang tepatnya berada di pinggiran kota Kubinka.

Sumber: Sputnik News

  15 Responses to “Kazakhstan Akan Terima Jet Tempur Su-30, Helikopter Mi-17, Mi-35 dari Rusia”

  1. Test

  2. Sama tahun pemesanan tni di tahun 2015
    Kecuali su 37

  3. Indonesia pesan apa d thn 2015

  4. Strategi penjualan rusia kayaknya gak akan jual sebelum ada versi baru..sedang untuk versi baru|paling strong mereka keep sendiri..misal S300 dijual setelah punya S500 atau mungkin sebenarnya udah punya S10.000..
    Belum lagi direduce speknya pada varian ekspor..

    Kalo america gimana ?? Mungkin bung carin yth. Bisa kasi masukan..link link….peace..

    • Untung saya bukan kanibal maupun algojo tukang potong kuping 😛 saya blm prnh mainin pesawat rusia maupun amerika, namun untuk peralatan industri, saya lebih prefer penggunaan produk dalam negeri daripada produksi china. kenapa begitu? semua berhubungan dengan masalah standar baku karena china tidak memiliki itu.

      Saya berani bertaruh, dari sejumlah rudal C705 yang dimiliki oleh TNI, pasti terdapat perbedaan-perbedaan terutama berhubungan dengan akurasi. Saya yakin para insinyur kita dapat dengan mudah mengetahui kelemahan produk buatan china. (dengan cara membedah jeroan rudal tersebut tentunya).

      Kendala lain yang pasti adalah suku cadang. Misalnya nih, Indonesia beli sejumlah pesawat tempur tipe A, katakanlah 20 unit, lalu membeli suku cadang untuk 5 unit pesawat. Katakanlah kita sebut pesawatnya dengan A1 hingga A20. Bila terjadi kerusakan pada 1 pesawat tipe A buatan china, misalnya A9, maka 5 suku cadang ini belum tentu cocok dengan pesawat tipe A9 yang rusak. Bisa jadi suku cadang yang ada hanya cocok buat pesawat A5, A7, A11, A18 ataupun A20.

      Itulah masalah terbesar produk buatan china.

      • Boleh saja mengakuisi produk Tiongkok, tetapi tidak menjadikannya Alutsista andalan, TOT nya itu yang lebih penting.

        Alutsistanya canggih tapi belum teruji secara maksimal dimedan perang.

        Takutnya ada trouble kaya kmrin lomba tank di Rusia, tank buatan Tiongkok rodanya lepas..

    • Hahaha..begitulah dunia ambil yang baik baik saja..kalo sudah tidak ada yg baik..hayoo..terus ?? Salam damai ya say..wekekekekeke..

  5. produk russia hanya untuk negara2 dunia ke 3.atao ke sesama komunis-sosialis.

  6. tahniah kazakhstan

  7. Sebagai negara non blok, Indonesia bisa diperkuat Alutsista yang seimbang antara buatan USA / Russia (F-16 Viper + SU-35 / Hercules + Antonov, Apache + Mi-28 NE, T-50i + Yak-130) untuk TNI AU. Kuncinya seimbang. Bisa diaplikasikan di TNI AD & TNI AL, mohon pendapat nya bila ada

 Leave a Reply