Aug 202016
 

Dengan hanya tersisa satu bulan sebelum tawaran komersial berakhir, masih belum jelas kepastian India untuk penandatanganan kontrak akhir dalam pengadaan carbine dari Industri Senjata Israel.

Tawaran yang dimenangkan oleh Israel Weapon Industries (IWI) enam tahun lalu dalam penjualan senjata Close Quarter Barrel (CQB) untuk Angkatan Darat India tampaknya tidak menghasilkan kesepakatan bahkan waktu tersisa kurang dari sebulan sebelum tawaran berakhir. Kementerian Hukum India belum memberikan sinyal untuk melanjutkan kepakatan dengan ‘vendor tunggal’.

Pendapat Hukum Kementerian dibutuhkan oleh Departemen Pertahanan sebab IWI sebagai satu-satunya perusahaan lulus dalam test yang dilakukan oleh Angkatan Darat India. Empat perusahaan global lainnya termasuk Beretta Italia telah berpartisipasi dalam penawaran tetapi gagal untuk memenuhi spesifikasi tangguh yang ditetapkan oleh Angkatan Darat India. Hal ini menyebabkan situasi vendor tunggal yang menarik perhatian dari para pesaing sehingga menimbulkan dugaan kecurangan.

Tender asli dikirim ke 28 perusahaan global dimana ada lima yang merespon. Tapi, karena spesifikasi yang sulit ditetapkan oleh Angkatan Darat India, kompetisi final yang tersisa adalah antara Israel Weapon Industries (IWI) dan Beretta Italia. Namun, Beretta didiskualifikasi dalam uji coba carbine militer sehingga menyisakan IWI sebagai satu-satunya perusahaan yang lulus uji mengakibatkan munculnya situasi vendor tunggal. Senapan carbine dengan barel jarak pendek cocok untuk pertempuran jarak dekat. Persyaratan Angkatan Darat India adalah sebuah senjata yang dilengkapi teropong dan penanda laser terpadu.

Uji coba diselesaikan pada 2014 lalu namun karena situasi vendor tunggal, Departemen Pertahanan tidak akan maju untuk menandatangani kesepakatan dengan perusahaan Israel. Frustrasi dengan penundaan ini, IWI telah mengancam akan memikirkan kembali investasi di India.

Sumber: Sputnik News

Peminat manga, anime, gadget, sains & teknologi, sosial-politik dan militer
Link medsos ada dibawah
– Facebook
– Google Plus
– Twitter

Artikel Terkait :

  32 Responses to “Kekecewaan Menanti IWI Dalam Penjualan Carbine Pada Militer India”

  1. Ooo

    • Oo yes pertaboxxx..

    • Ada dua kemungkinan, pertama budaya korupsi yg tinggi di India, terlihat dr panjang/lambat/sulitnya birokrasi pengadaan. Contoh lain adalah pengadaan Rafale yg berlarut2 di India. Kedua memang carbine IWI te o pe. Tp gw rasa krn kemungkinan yg pertama he3x. Ayo gw dukung Pindad utk lihat celah ini dan coba tawarkan SS2 series, pasti goyah tuh Indian Army.

      • betul bung roy… pindad mesti manfaatin celah ini…

      • bila liat salah satu pesaingnya yaitu beretta, sepertinya ada permainan tuh antara IWI dan Militer India… bayangin aja, 28 perusahaan diundang, masa cuma 5 yang ikut tender…. udah gitu beretta kena diskualifikasi?? yang bener aja nih….

      • India awalnya beli terus di produce sendiri kalo dijiplak ?? Makanya pada lari..

      • Pindad jangan cari penyakit, jangan mau berbisnis dengan India, mereka nanti ngemplang nggak mau bayar.

        Kebutuhan dalam negeri masih sangat banyak.

        Jika 100 juta kader bela negara berhasil maka masih butuh SS2 100 juta pucuk.

        • yoi bung india tuh gk jauh jauh spt china atau arab klo bisnis berbelit dan gk sesuai dgn kesepakatan awal

          • stuju!!!!bung@KW.soale ane pernah merasakan sendiri berhubungan dengan kedua kunyuk tersebut.kualitas barang yg ditawarkan sangat mengecewakan.tidak sesuai dengan iklan yg bombastis serta rayuan mautnya itu loh.ane jadi kapok.apes benar dah ane.

          • india lebih licik dari china… klo ada ular dan orang india, mending bunuh india dulu baru ularnya… 😛

        • setuju banget bung TNP 😉

  2. Kemaren ada SAAB swedia, terus ada DCNS prancis, sekarang IWI israel bakal kecewa nih sama india…
    hahahaha… 😛

  3. Orang india terkenal sangat perhitungan dalam membelanjakan duitnya. Bahkan untuk makanan dia sendiri. Kalau belanja di toko atau di mall bisa menghabiskan waktu berjam jam untuk satu jenis barang saja. Maunya yang bagus tapi murah. Kalau menemani mereka belanja bikin kita geregetan saja. Sampai koin receh pun diperhitungkan

    • tapi paling seneng buat belanjakan minuman… ibarat pepatah.. tak ada uang tidur diranjang, ada uang tidur di selokan 😛 hahahaha

  4. Indiol..indiol..

  5. @R tsonga
    betul itu bang, pengalaman ane..6 thn kerja bareng orang india… mintanya murah, dapat kualitas bagus, rewel…banyak maunya trus minta diskonya 50%. gila bener nih orang2 india.

  6. Pelit mana orang India dibanding dng orang China.?

  7. jika pindad ikut tender kayaknya menang nih,israel akan lewat,gemeter berhadapan dengan pindad

  8. Senapan carbine itu sama dg senjata sub sonic buatan PT. Pindad yg baru direalis bulan kemarin, tapi sayang senjata itu tidak dijual.. he..he..he..

  9. tidak sedikit email berkeliaran tak bertuan,tolong ditambal lagi biar jkgr nyaman bung diego

  10. tp lain ceritanya kl urusan rasa,,betina india jauh lbh menggigit dan panas,sdg kan betina cina sipit tak beda sprti gedebok pisang,dingin dan kaku..hahhhahaha

  11. Melanggar Hukum Ruskye: [ …Kalo sdh ada hitung2an diatas kertasnya baru boleh kita babar… ]

    ..Frustrasi dengan penundaan ini, IWI telah mengancam akan memikirkan kembali investasi di India..

    “investasi di India” harus dijabarkan dalam “hitung2an diatas kertas”..

    • Ngapain juga PT.PINDAD…nawarkan prodaknya ke india biadab.jangan sampelah.soale lebih banyak mudharatnya dari pada keuntungannya.kan masih banyak negara laen di timur tengah yg mau bekerja sama dengan tulus ke kita.ingat kasus perjanjian dassault rafale ke india!!!!!.bro….prancis ampe nangis bombay.imo

  12. haha mungkin takut sama insinyur india yg ngopy paste teknologi malah lebih bertambah buruk coba tengok senapan serbu mereka INSAS yg terkenal muncrat2 oli ngelek2i senapan asline FAL kita meski ngopy fn fnc tapi bisa lebih baik dgn ss1 yg punya kelebihan di daerah tropis
    ngomong2 itu cqb rifle nya tavor kah?

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)