Dec 202016
 

Suasana duka, masih menyelimuti kediaman korban pesawat Hercules jatuh milik TNI AU di Wamena, Papua pada minggu kemarin (18/12/2016).

Isak tangis keluarga Almarhum Peltu Lukman Hakim, salah satu kru pesawat hercules yang memiliki peran sebagai juru radio udara, terus mengiringi rombongan pengantar jenazah almarhum ke taman pemakaman umum keluarga glintung, pada senin dini hari (19/12/2016)

sebelumnya, jenasah Peltu Lukman Hakim sempat disemayamkan di rumah duka, di jalan Teluk Pelabuhan Ratu, Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur, pasca menjalani prosesi serah terima secara militer dari pihak lanud abdul rahman saleh di dalam hanggar skadron 32 pada minggu malam.

Prosesi pemakaman pria kelahiran Malang, 2 april 1972 ini, dilakukan secara militer. Suasana haru dan tangis seketika pecah, saat peti jenasah Peltu Lukman Hakim diturunkan ke liang lahat.

Titik, istri almarhum, terlihat tabah meski air matanya terus meleleh. Ia mencoba mengikhlaskan dan melepas kepergian sang suami tercinta menghadap Sang Maha Pencipta.

Selain Peltu Lukman Hakim, 2 jenasah kru pesawat hercules yang naas juga dimakamkan langsung pada hari Senin (19/12/2016), masing-masing Peltu Suyata di Taman Makam Marga Baka di dalam komplek Lanud Abdul Rahman Saleh Malang, serta Lettu Arif Fajar Prayogi di Taman Pemakaman Umum Kepanjen Kabupaten Malang, Jawa Timur.

  One Response to “Keluarga Korban Pesawat Hercules Jatuh Ikhlaskan Kepergian Almarhum”

  1. Ironis bung. Mereka datang menjadi solusi buat keluarga mereka. Tapi ditugaskan dalam misi yg penuh resiko dgn harga yg mahal pula. Apa tidak ada solusi lain? Minimal, klw tdk ada cara lain, diadakanlah herky khusus proyek pemda. Biar tidak ganggu pertahanan & penerbangan sipil

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)