Oct 162016
 
Sukhoi TNI Angkatan Udara. (Kaskus Militer)

Sukhoi TNI Angkatan Udara. (Kaskus Militer)

Dalam latihan perang Angkasa Yudha 2016 yang lalu kita telah menyaksikan pesawat tempur Su 27/30 TNI AU melakukan carpet bombing pada rangkaian latihan puncak TNI AU 2016. Carpet bombing ini merupakan perjalanan perkembangan kemampuan pengeboman Su-27/30 TNI AU. Kemampuan pengeboman ini diraih para pilot, setelah Indonesia berhasil mengembangkan dummy bomb maupun bom sungguhan, buatan dalam negeri. Akibatnya, pesawat pesawat TNI AU mulai berlatih menjatuhkan bom ke sasaran dan puncaknya adalah latihan pada Armada Jaya 2016, beberapa waktu lalu.

Hingga saat ini belum terdengar pesawat tempur TNI AU menembakkan rudal ke kapal permukaan. Kemampuan ini sangat penting dimiliki pilot dan para enginer Indonesia, apalagi dengan memanasnya situasi di Natuna dan Laut China Selatan. Jika terjadi hal yang tidak diinginkan di Natuna, pesawat tempur TNI AU, bisa dengan cepat menetralisir kapal musuh yang ada di sana. Kemampuan ini akan membuat striking force militer Indonesia akan meningkat kuat.

Kapal permukaan yang dihantam oleh rudal storm shadow Air to Ship

Kapal permukaan yang dihantam oleh rudal storm shadow Air to Ship

Hingga saat ini tampaknya doktrin untuk keberadaan pesawat tempur Sukhoi Su 27/30 dan F-16 TNI AU adalah domain penguasaan ataupun pertempuran udara. Sementara domain laut adalah urusan TNI AL. Doktrin ini tentu harus direvisi ke depan di tengah situasi kawasan yang memanas.

Untuk menggerakkan kapal perang dalam membantu spot di Laut Natuna, tentu membutuhkan waktu yang lama. Peran ini bisa diambil alih oleh pesawat tempur TNI AU.

Video di atas, merupakan kompilsi berbagai pesawat tempur dan helikopter yang menyerang kapal permukaan dengan rudal. Kemampuan ini harus dimiliki oleh Indonesia.

  64 Responses to “Kemampuan Serangan Air to Ship Militer Indonesia”

  1. pertamax

  2. Makanya..masih kurang hrs dilengkapi kalo gak mau jadi bulan bulanan musuh..

  3. kalo rudal maverick tni au bisa nggak mengkandaskan kapal korvet-fregat ?…mohon yg lebih tau infonya.trims

  4. Berarti…..harus punya Brahmos…..yakhon …yang di gendong si sukro….

  5. ayo,, di latih mulai sekarang,, pake kapal nelayan luar yg d sita,, jdi sasaran latihan

  6. Tambah terus sukhoinya sampe 1000unit

  7. sebetulnya menurut cerita tahun 2014 di latgab TNI mandala timur…sudah pernah uji coba latihan pre emptive strike, dilaut selatan pulau sumatra. Dg menggunakan skenario asli milik indonesia.
    Udah pernah dimuat di jkgr..tapi nggak tahu kenapa dihappus oleh admin.

    http://perkembanganmiliter.blogspot.co.id/2014/06/the-joint-exercises-2014-hoax-corner.html

  8. udah ada air to surface missile kh-31 krypton,

    http://jakartagreater.com/wp-content/uploads/2014/06/2014-juni-aerotech-3.jpg

    range up to 100 km

  9. Marques warld champions ship moto gp 2016..

  10. Ayo enginer kreatif, modif exocet yg sudah dimiliki TNI supaya bisa diluncurkan via F-16. Atau bisa gotong torpedo seperti halnya helikopter ASW.
    Kalo nggak borong brahmos deehh

  11. Angkasa Yudha Om Admin, bukan Armada Jaya ..

  12. India modif Rudal Brahmos untuk cantelan Sukhoinya.
    Bahkan Rusky balik membeli ke India untuk cantelan Sukhoi Rusky.

    Indonesia…???

    Indonesia jika ingin maju harus berani eksperimen….

    Indonesia harus dapat memodifikasi Rudal Yakhont untuk di cantelkan di Sukhoi SU27/30 TNI AU.
    Terlebih lagi jika hasil modifikasinya tersebut dapat di cantelkan untuk Sukhoi SU35.
    Jika eksperimen / riset modifikasi tersebut berhasil dengan sukses, saya rasa Indonesia akan kebanjiran pesanan untuk alternatif cantelan Sukhoi Family di dunia.

    Indonesia harus mau.
    Indonesia harus belajar.
    Indonesia harus bisa.
    Indonesia harus mampu.

    • Kumur dulu baru komen yang logis

      • @Paidjo Van Koplak : Alasannya tidak logis?

      • @Paidjo Van Koplak : Apa alasannya ang tidak logis?
        Rudal Brahmos basicnya adalah rudal jelajah, karena di modifikasi jadi dapat di cantelkan di Sukhoi…
        Lalu Rudal Yakhont adalah rudal anti kapal permukaan…

        Rudal Brahmos milik India lisensinya daei Rusia dan asal mu asalnya adalah rudal jelajah…
        Akan tetapi ilmuan India mampu meriset dan memodifikasi Rudal jelajah yang sudah pasti ukurannya lebih besar dapat di cantelkan di Sukhoi…
        Lalu jika Rudal Yakhont kenapa anda tuliskan tidak logis?

        Btw yang harusnya bersihkan mulut adalah anda.
        Karena komentar anda hanya bau busuk…!
        Bisanya hanya ngebusa logis – tidak logis tanpa ada alasannya yang lebih spesifik…
        Makanya jangan kebanyakan gaul dengan cabe-cabean…
        Gigi loe bau cabe-cabean…!!!

        • Wadoh…. kena sindir gueh !!… 😆

          • WKWKWKWKWKWK… :D

            Btw Bekasi aman kang?

          • Alhamdulillah jadi pabeulit bung…

            Piraku loba artis anu nyalonkeun jadi Bupati, babaturan loba nu jadi timses deui….euleuh..euleuh… meuni geuleuh pisan euy…

          • Atuh sanes miluan mun cocok…
            Asal ulah di asupkeun ka tulisan komentar…
            Sieun pahili jeung mbah bowo…

            xixixixixi… :D

            Btw di daerah saya, budged untuk jadi KaD*s 250 – 500 juta…
            Untuk jadi D*RD -+ 1 m…
            Untuk jadi B*pati -+ 5 m…
            Sigan jadi tim suksesnya bisa meunangkeunartis…
            Sahenteuna minimana 5 persen dari budged kampanye…

  13. NKRI akan menjadi ngr yg menakutkn pabila diserang ngr lain.

  14. https://m.youtube.com/watch?v=OjlCTQxEllo

    Link diatas adalah ketika Sukhoi SU30 uji coba Bomb P-100L.
    Bomb P-100L adalah Made In Indonesia (Malang)
    Dan Bomb P-100L sudah berlisensi NATO dan Rusia.

  15. Semangat kadang tak bisa diukur dengan pengalaman. hasilnya dengan banyak berlatih saya yakin TNI AU memmiliki modal pengalaman dan semangat untuk menyerang atau bertahan. TNI AU hebat

    • Setuju…
      Karena dengan berlatih sambil belajar, dapat menjadikan ketrampilan TNI AU lebih terasah dan dapat mengkoreksinya jika belum mendapatkan hasil yang diinginkannya.

  16. Harpoon … harpoon …
    Jadi lupa lihat harpoon ada dimana ya …
    edisilupa.com

  17. Lebih hebat lagi kalo nkri punya bom nuklir 100megaton

  18. Kagak ada videonya tuch…jd ga bs liatin shootingnya deh..

  19. RI sebenarnya sdh punya rudal serang maritim/kapal permukaan KH59ME yg bisa dibawa & ditembakan dr SU30MK. Hanya saja blm pernah di uji/coba kan (Malay sdh). F16 Block 25 ID/upgrade pun jg sdh bs serang maritim, krn sdh dilengkapi radar maritime surveilance, tinggal di install rudal Harpoon/minim rudal Maverick (tipe yg berhulu ledak besar).

  20. Najib memang raja rasuah…. xixi…

  21. mangkanya dipilih exocet, bisa diluncurin dari udara, kapal selem, dijadiin bastion

  22. Memang sangat lemah ,alasannya kita tidak punya rudal yang banyak . Untuk beli rudal banyak jika tidak di gunakan akan kadaluarsa setelah melewati waktu tertentu .Artinya buang uang yang besar . Tidak di beli maka jika ada perang maka pesawat yang banyak itu tidak punya arti apa apa tanpa rudal . Itu dilemanya .Maka satu satunya jalan adalah mau mengeluarkan dana banyak sekaligus untuk beli lisensi rudal .Jangan lagi berharap sama china ,lupakan kerjasama C705 tak akan pernah terjadi .Cuma akal akalana china saja ,buat meninabobokkan indonesia .Cari alternatif lain ke iran,ukraina,pakistan,turki ,prancis pasti berhasil asal mau keluar dana yang tentunya sangat besar tapi sebanding dengan manfaatnya.

    • Yup, setuju Bro………..
      Teknologi rudal memang urgent…….

    • Adalah sangat keliru jika pola pikir kita tentang KEGUNAAN ALUTSISTA merujuk kepada DIGUNAKAN atau TIDAK DIGUNAKAN-nya alat tsb secara tekhnis dalam perang. Hal itu sama saja dgn pikiran bahwa Air Bag dalam mobil kita tidak ada gunanya karena kita tidak mengalami kecelakaan tabrakan,sama juga dgn Alat Pemadam Kebakaran di rumah kita yg keburu Kadaluarsa dan kita sebut TIDAK ADA GUNANYA krn belum pernah terjadi kebakaran di rumah kita.
      Saat kita membeli alutsista yg kita dapatkan adalah Keamanan dan Kesiapan kita dalam menghadapi situasi terburuk. Meskipun alat tsb tdk digunakan dan keburu Kadaluarsa,alat itu sudah berguna.
      Tolong dibedakan antara beli beras/makanan dan beli alutsista.
      Tidak ada kata PERCUMA dalam membeli Alutsista.

    • meskipun lemah….yakhont kita punya 40 an lho….berani kagak disalvo ama yakhon sebanyak itu?
      belum exocet blok I dan blok II, serta C802 juga c705 nya.

  23. Hmmm…yang sudah lama ada malah dilupain, cn-235 mpa dan super puma kan bisa gendong exocet juga

  24. rudar hantam kpal permukaan strong,,,
    indonesia fokuskan pswat tempur

  25. Adalah sangat keliru jika pola pikir kita tentang KEGUNAAN ALUTSISTA merujuk kepada DIGUNAKAN atau TIDAK DIGUNAKAN-nya alat tsb secara tekhnis dalam perang. Hal itu sama saja dgn pikiran bahwa Air Bag dalam mobil kita tidak ada gunanya karena kita tidak mengalami kecelakaan tabrakan,sama juga dgn Alat Pemadam Kebakaran di rumah kita yg keburu Kadaluarsa dan kita sebut TIDAK ADA GUNANYA krn belum pernah terjadi kebakaran di rumah kita.
    Saat kita membeli alutsista yg kita dapatkan adalah Keamanan dan Kesiapan kita dalam menghadapi situasi terburuk. Meskipun alat tsb tdk digunakan dan keburu Kadaluarsa,alat itu sudah berguna.
    Tolong dibedakan antara beli beras/makanan dan beli alutsista.
    Tidak ada kata PERCUMA dalam membeli Alutsista.

  26. Mungkin skuadron penerbang tempur angkatan laut, dilatih menerbangkan sekelas sukhoi tapi versi maritim. Mirip kaya penerbang US. Navy. But doktrinnya bukan harus terbang dari carrier vessel. tp terbang dari pangkalan AL yang di pulau “khusus”, tidak harus pesawat tempur sekelas fighter dulu untuk permulaan karena dana cekak. minimal CN-235MPA dipersenjatai Air to surface missile.. Tugasnya untuk patroli maritim udara, perlindungan bagi kapal perang serta early warning untuk eskorta armada laut via udara.

    Nah untuk angkatan udara, tetap pada doktrin utama, superioritas udara total.

  27. Siapa bilang pilot TNI AU blm pernah nembak kapal laut? Thn 1989 letnan penerbang M Syaugi pernah menembakan rudal sidewinder P4, saat itu tengaj di uji coba penembakan rudal exocet ke kapal perang TNI yg sdh tdk di pakai lg. Rudal berhasil mngenai sasaran, tp blm tenggelam. Saat itu M Syaugi dgn mnggunakan pesawat f5e tiger menembakan rudal sidewndr P4 dan tepat mngenai bekas tembakan rudal exocet sblmnya sekaligus menenggelamkan kpl malang tsb. Pdhal sidewinder adalah rudal udara je udara. Jasmerah.

    • @dul

      Kejadiane emang betul, tapi kalo sidewinder bisa nenggelamin kapal, ini baru betul-betul…..?????

    • BETUL BUNG ,tapi itu rudal buat air to air, jarak dekat ,10 sidewinder belum tentu bisa menenggelamkan kapal sebesar sigma dan itu harus di lakukan jarak dekat yang sangat bahaya bagi perpur. Kita perlu bom seperti JSOW(joint stand off weapon ) seperti AGM 154C produksi amerika.Singapure dan australia sudah memilikinya .JSOW adalah bom terbang yang bisa di kendalikan karena dilengkapi sayap sehingga bisa melayang sejauh 130 km sehingga pesawat yang menjatuhkan tetap berada di area aman . Dan sekarang sudah di kembangkan versi terbaru yang bisa mencapai 500 km karena sudah di lengkapi dengan jet kecil .
      Dislitbagau TNI pernahmencoba mengembangkan Smart bob ini di beri nama BP-250 .- tapi masih sederhana karena tidak bisa menghamtam target bergerak . Tapi sudah lumayan karena bisa meluncur sejauh 20 km menuju sasaran dengan tepat target yang tidak bergerak . Tapi sayang berhenti pada prototipe saja akibat kekurangan dana pengembangan seperti biasa.
      Sampai saat ini TNI AU masih mengandalkan pada DumbBom MK 82,atau bom bodoh tehnologi PD2 ,.Padalah dengan sedikit modivikasi dengan penambahan sayap dan sirip pengendali maka bisa di ubah jadi smart bom yang bisa meluncur sejauh 130 km menuju sasaran bergerak maupun tidak . Kembali lagi ,sepertinya tidak ada kemauan serius untuk mengembangkan bob ini padahal pasti lebih murah dan mudah dari pada bikin rudal .

 Leave a Reply