Mar 182017
 

ilustrasi Bandar Udara (M4kumba82 / commons.wikimedia.org)

Jakarta – Kementerian Perhubungan sedang mengevaluasi rencana pembangunan bandar udara di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, oleh perusahaan swasta, yakni PT Gudang Garam.

“Belum. Semuanya masih evaluasi,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso usai memberikan pengarahan keselamatan di Kantor Kementerian Perhubungan Jakarta, 17/3/2017.

Agus mengatakan pemerintah mendorong agar perusahaan swasta bisa membangun dan mengoperasikan bandara karena keterbatasan Anggaran dan Pendapatan Belanja Pemerintah (APBN).

Ada pun pembangunan bandar udara oleh swasta tersebut dilakukan dengan menerapkan konsep “green field” dengan pengeluaran dana investasi seluruhnya dari perusahaan swasta.

“Kami mengembangkan swasta yang ingin membuat dan mengoperasikan bandara dengan konsep ‘green field’. Green field itu mulai dari pembebasan tanah murni dananya dari swasta,” katanya.

Seperti diketahui, Gubernur Jawa Timur Soekarwo memastikan PT Gudang Garam akan membangun bandar udara di Kabupaten Kediri yang diproyeksikan untuk komersial.

“Bandaranya nanti digunakan untuk umum, namun sebagian untuk privasi perusahaan,” kata dia kepada wartawan di Surabaya, Kamis (16/3/2017).

Soekarwo mengatakan bahwa lahan maupun anggaran telah dipersiapkan tanpa menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) atau murni dari perusahaan.

Di bandara tersebut akan dibangun landasan ancang sepanjang 2.300 meter yang cukup untuk digunakan pendaratan pesawat jenis “airbus” berpenumpang hingga 128-130 orang.

Antara

  20 Responses to “Kemenhub Evaluasi Pembangunan Bandara Gudang Garam Kediri”

  1. Jangan sampai tuh, karena sebagian privacy swasta, eksekutif mereka seenaknya bebas bawa narkoba

    • bukannya malah lebih mudah dicari penanggung jawabnya..??

    • Bandara boleh saja mereka yg bangun, tapi aturan main tetap ada di KeMenHub yaitu Angkasa pura.
      Artinya Lalu lintas pergerakan di bandara itu nanti sepenuhnya dalam kontrol Angkasa Pura. Karena selama ini VIP dari GG ingin melakukan perjalanan melalui udara harus ngurus ijin terbang dulu ke pemerintah walau dari private airport mereka sendiri. Gak bisa main slonong terbang kaya Superman. Lalu lintas udara itu sdh ada yg mengatur berkaitan tinggi terbang dan kecepatan terbang.

      Berkaitan dengan rencana GG ini kemungkinan kewenangan perusahaan itu nantinya dalam hal pengelolaan fasilitas penunjang bandaranya saja. Sementara lalu lintas pergerakan dan ijin terbang tetap dari Angkasa Pura (KeMenHub). Jadi sharenya jg jelas berkaitan dng pendapatan bandara itu sendiri.

    • buruk sangka aja si bro ini…..hargai lah niat baik mereka. jangan cuma menghabiskan uang rakyat untuk beli rokok produksi mereka tapi tak ada manfaatnya bagi rakyat juga.

  2. Resikony banyak , dalamsoalperpajakan(bea cukai),juga kegiatan2 ilegal lainny,

  3. Sitem kontrol manajemen penerbangannya gmn apa masih angkasa pura jg yg atur trafic wilayah udaranya? Asal jgn mereka mengatur sehingga trafic penerbangan sehingga bs berdampak secara nasional! Soalnya pejabat kita siwer dan rontok mentalnya klu liat dan dapat saweran!

  4. semoga biaya parkir dan harga avtur lebih murah dari singapura………

  5. Yg pasti bakal di salahgunakan..

    • yakin gak bisa bung. Kendali penuh ada di KeMenhub (Angkasa Pura) kok. Hanya fasilitas internal bandara saja yg mereka bisa kelola. Dalam hal regulasi keamanan penerbangan tetap dikendalikan departemen terkait.
      Kalo disalah gunaka mungkin gak ada pihak swasta yg memanfaatkan bandara tersebut.

  6. Bandara swasta.. semoga sudah dipertimbangkan masak2. Kendali wajib ada di Pemerintah..

  7. Cepat ato lambat ni bandara pasti terealisasi. Gak bisa dipungkiri lg klo tingkat mobilitas masyarakat qta smakin meningkat, Sementara jalur darat semakin penuh. Dan yg jelas, dg adax bandara ni negara harus dalam posisi yg diuntungkan. Negara untung, rakyat harus sejahtera.

  8. Positif thinking aja, udah syukur ada swasta yg punya duit dan bernyali. Regulasi dan aturan dah jelas, kalau gak mau dikediri, ditempat juga ga papa. Banyak contoh negara maju dan makmur karena swata terlibat aktif dalam pembangunan, makasih dah memelihara jiwa nasionalismenya.

  9. Ya semoga trealisasi rncana ini, mskipun swasta sya kira pmerintah psti turun tngan sperti yg dibilang bung” diatas. Pmerintah sendiri tahun” yg lalu krng lbh thun 2005 jg sudah mrncankan pmbngunan bandara tp smpai skrng jg blm trlihat prosesnya

  10. areal karesidenan madiun dan kediri itu sangat memerlukan bandara besar jalur internasional langsung G to G tdk pakek transit ke singapur seperti bali. potensi perdagangan kerajinan, budaya, wisata peninggalan kuno, wisata pantai, tarian adat, flora fauna khas, sangat berpotensi besar mendongkrak pariwisata dan perekonomian indo. ada jatim park, ada baluran yg eksotis, ada tarian reyog plus grebeg suronya, ada candi cetho di gunung lawu, ada amazon van jatim, bromo, budaya angkringan, dll sayang to kalo gak digarap dan ases internasionalnya susah, terlalu bnyak transit. keamanan sdh tanggung jawab kemenhub dan TNI. enam kabupaten joint anggaran bikin bandara besar dan dikelola bareng2. diajak maju susah amat sih. kalo bingung duit langsung lapor raja salman. wkwkwkwkwk

  11. dalam keadaan darurat negara, bisa digunakan untuk militer ( TNI-AU )

  12. Lahan pertanian bakal smakin berkurang nie..

    • berkurangnya gak bnyak mas bro, kan pastinya diikuti perda yg mengatur pendirian bangunan agar tdk mengganggu orisinalitas wilayah adat seperti bali. sawahnya gak terpengaruh bandara kan. ato mau reklamasi pantai saja di teluk pacitan bikin pulau garuda seperti jakarta.

  13. Wah… masih bisa lihat burung2 dari Magetan nggak ya? :(

    • burung ndase gundul ya bung.hhhe,, msh lah bung, jalur maennya kan beda arah. satu ngalor ngidul satunya ngetan ngulon. harusnya justru saling mendukung. idealnya deket penerbangan sipil ya ada yg siap jagain 24 jam. malah perlu ditambah sutejas 35 atau mig series.

 Leave a Reply