Jan 042017
 

Pasukan TNI inspeksi patok perbatasan Indonesia (Antara)

Putussibau, Kalbar – Kementerian Pertahanan dan Kementerian Kehutanan bersama-sama melakukan survei dengan menggunakan helikopter di sepanjang perbatasan Indonesia – Malaysia di wilayah Kapuas Hulu Kalimantan Barat bagi pembangunan jalan.

” Kami melakukan survei dalam rangka rencana pembangunan jalan jalur inpeksi patroli perbatasan,” kata Kasubid Perancangan,Bidang Perencanaan Konstruksi Puskon Baranahan Kemhan, Letkol Czi Surya Supratman ketika ditemui di Bandara Pangsuma Putussibau, Kapuas Hulu Kalimantan Barat, Selasa.

Letnan Kolonel Zeni Surya menjelaskan rencananya pembangunan jalan sepanjang garis perbatasan itu dibangun tahun 2017. Letkol Surya mengatakan jalan itu melalui kawasan Taman Nasional Betung Kerihun, sehingga perlu dilakukan survei untuk melihat kondisi sebenarnya.

“Kurang lebih 500 kilometer melalui kawasan lindung,” ungkap Letkol Surya.

Meskipun demikian kata Letkol Surya jalur inspeksi patroli perbatasan akan tetap dibangun karena itu untuk kepentingan pertahanan daerah perbatasan.

“Medannya cukup berat, namun mau tidak mau jalan itu harus tetap dibangun, bahkan terkait kawasan lindung sudah dikoordinasikan dengan Kementerian Kehutanan,” jelas Letkol Surya.

Sementara itu Kasi Pemanfaatan dan Pelayanan Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun, Zainal Muttaqien mengatakan kawasan lindung bisa dikelola untuk kepentingan startegis seperti pembangunan jalan perbatasan yang akan dibangun.

“Kami akan menyesuaikan terutama untuk zona inti kedepan akan diubah menjadi zona khusus,” kata Zainal.

Disampaikan Zainal, untuk mendukung pembangunan pos dan jalan perbatasan maka akan ada nota kesepahaman atau MoU antara Kementerian Kehutanan dan Kementerian Pertahanan.

Artikel Terkait :

  21 Responses to “Kementerian Pertahanan Survei Rencana Jalan Perbatasan”

  1. 1

    • Pertamax

      • wah..seperti di sini dulu sekitar th 80-90an buka hutan untuk jalan perintis…dah tu saya yakin nanti tanah negara akan di berikan kepada warga sekitar untuk buka lahan pertanian. dan daerah perbatasan pun secara perlahan akan maju dengan adanya perkampungan baru dan dibuatnya instalasi ekon6mi untuk menhngkatkan ekonomi daerah. berbarengan dengan itu saya harap pemerinta serius jangan setengah setengah bravo tni printis hihi tni memang untuk buka jalan hihi:::::hanya opini

    • Pesan buat yonzipur, pembuatan Jalan Inspeksi Poros Perbatasan (JIPP) jangan merusak pagar malaysia. Pengalaman di entikong pagar itu dirusak dan jadi jalur penyelundupan oleh oknum masyarakat.

  2. 2

  3. Joss

  4. Kalo ngak mampu serahkan aja kpd Malaysia utk dibangunkan.

  5. Skalian jlan tol pak….biar akses jlan bisa d gunakan oleh msyarakat sipil maupun pergerakan militer pak

  6. asal daerah hutan bisa juga dimanfaatkan untuk wisata dan cagar budaya, jangan sampai hutan hanya jadi area kelapa sawit saja…. kan kasian saudara nya carin… susah makan.. he he he

  7. bgun jln..supaya lebih cepat inpeksi.y bisa dgn kendaraan..ok

  8. utk hutan lindung pengamanannya mesti extra. 500 km bukan jarak yg dekat, dan bisa dgunakan sbg sarang pelaku kejahatan atau bahkan infiltrasi… segera sibuat pos di sepanjang jalan lintas, jarak max 2 km, yg diisi min 3 prajurit raider dan tetap ada patroli rutin yang bersifat tetap…

  9. Kerja kerja kerja

  10. Kalau saja dibuat seperti DMZ pasti bagus itu pak

  11. Kalau saja dibuat seperti DMZ pasti bagus itu pak

  12. Kalau saja dibuat seperti DMZ pasti bagus itu pak

  13. Kalau saja dibuat seperti DMZ pasti bagus itu pak

  14. Saran jga tapal batasnya harusnya 5th sekali diperbarui, ato dibuat lebih besar jga biar ga mudah dipindahin.. Tapal batas kok cuma kecil banget..

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)