Mar 102015
 
ILSV, Kendaraan Penyerbu Ringan Buatan Indonesia

ILSV, Kendaraan Penyerbu Ringan Buatan Indonesia

Jakarta – Dua perusahaan lokal, PT Jala Berikat Nusantara Perkasa (PT Jala) dan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) meyakini, kendaraan penyerbu ringan Indonesia (Indonesian Light Strike Vehicle/ILSV) yang mereka produksi mampu memperkuat armada militer nasional, sehingga menambah keunggulan pertahanan negara.

“Ada empat parameter jika suatu negara ingin menjadi negara yang kuat, diantaranya adalah memiliki pertahanan yang unggul. Salah satu syarat pertahanan suatu negara dikatakan unggul antara lain harus memiliki SDM profesional, fasilitas produksi, peralatan mutakhir, sistem dan metode yang mengikuti perkembangan tekhnologi serta dapat mengayomi keutuhan wilayah, keselamatan bangsa dan kedaulatan negara,” ujar Direktur Utama PT Jala Berikat Nusantara Perkasa Johny Tanoto dalam diskusi “Membangkitkan Produk Pertahanan Dalam Negeri” di Jakarta, Senin (2/3). Hadir pada kesempatan itu, tim pelaksana Teknik Manufaktur PT DI Udjang Hasan Subekti.

Johny menjelaskan, memiliki peralatan mutakhir turut ditentukan oleh kemampuan industri pertahanan dalam memenuhi kebutuhan pengadaan dan pemeliharaan alat utama sistem senjata (alutsista) secara mandiri. Salah satunya, memiliki kendaraan taktis yang unggul di segala medan buatan dalam negeri.

Hal itulah yang memacu PT Jala dan PT DI bekerja sama dalam menciptakan kendaraan multifungsi, ILSV. Johny Tanoto memang dikenal sebagai pengusaha yang lama bergelut dalam dunia industri pertahanan. Perusahaannya memproduksi berbagai produk peralatan militer seperti helm tempur dan rompi anti peluru. Kini, PT Jala merambah pada kendaraan militer.

image

“ILSV merupakan sebuah kendaraan multiguna jenis Jeep yang bisa digunakan sebagai kendaraan taktis serta kendaraan khusus,” kata dia.

Selain itu, tambah Johny, ILSV bisa dilengkapi sistem persenjataan roket dari darat ke udara, darat ke darat, dan jenis senjata lainnya.

Kendaraan itu juga sempat dipamerkan PT Jala di Indo Defence 2014 lalu. Ketika itu, ruang pamer mereka menjadi ruang pamer terbaik selama pameran. Sebab, mendapat perhatian tinggi dari masyarakat.

Johny berharap di hari-hari besar TNI, Indonesia sudah bisa mempersembahkan parade alutsista buatan dalam negeri. “Pintar tidak menggurui, cepat tidak mendahului. Kehadiran kita untuk saling melengkapi, jayalah Indonesia,” ujar dia. (beritasatu.com).

  37 Responses to “Kendaraan Penyerbu Ringan Buatan Indonesia”

  1. Test

  2. Ting

  3. oke

  4. Jangan karoseri saja, tingkatkan kepada produksi mesin sendiri. TNI harus membantu dng membeli produk ini, shg sebagian keuntungan bisa digunakan utk pengembangan mesinnya. ANDA PERCAYA KAMI BISA.

  5. mantap … bangga buatan negeri sendiri

  6. Ini kelas berapa ton ya?

  7. makin banyak saingan komodo, ada lima kalo ga salah tni makin puzing karna mo beli keluar negri makin sulit, wajib dalm negri

    • bung krakatau mbledoz, saya juga mau bertanya tentang kendaraan ini vs komodo, semoga bung2 yg paham memberi pencerahan, kok kayaknya kelas seimbang,

    • secara fisik sih nurut ane masih lebih keren & garang komodo bung,, bahkan kalau secara fisik bentuk dengan hammer militernya US ARMY, komodo jg suimbang (gk tau kalau secara teknologi & persenjataan yang dibopongnya) khkh..
      SIIIIIIEP tok ws pokokE!!!!

  8. Jelek Jelek buatan sendiri………………….tapi oke juga kog……tinggal di atas di kasih Gutling lebih mantap.

  9. aromanya mirip mercy g200 di militerkan..

  10. Mantab.

  11. sekilas mirip model kendaraanx mirip dgn model dari rusia tapi no problem asal kita sadar kemampuan kita kenapa tdk untuk kemajuan pertahanan kita utamakan buatan dlm negri…..

    nkri harga mati

  12. Keren, semoga RI bisa bikin kek Oskosh L-ATV :mrgreen: dan kedepannya bisa bikin kek GXV-T nya DARPA, keren beud kakak hehe

  13. Apakah produk tersebut laku kalau di jual ?

    Kalau menurut saya, kok serba nangung, karena kalau dipakai TNI untuk keperluan sipil non tempur, kesannya terlalu gahar dan pemborosan tetapi kalau dipakai TNI untuk keperluan bertempur, kualitasnya terlalu ringkih. Di hadang pakai peluru 7.62 mm, bisa amblas semua itu prajurit.

    Akan lebih efisien jika TNI meminta Pindad menyediakan 1 jenis kendaraan operasional TNI untuk keperluan sipil non perang, misalnya dipakai sebagai kendaraan dinas untuk SEMUA perwira TNI baik itu TNI AD, TNI AL, dan TNI AU.

    Pindad mungkin bisa melakukan karoseri kendaraan bermesin diesel (berbahan bakar solar), mesin handal, irit bahan bakar, dan spare part dibuat melimpah. mungkin bisa menjiplak model ini. http://www.autoblog.com/photos/sema-2010-jeep-grand-cherokee-off-road-edition/#image-1

    hanya ada 1 jenis kendaraan yang dipakai ribuan perwira TNI yaitu made in Pindad. efisien to ?? pasarnya juga melimpah karena bakalan laris manis, ada banyak perusahaan tambang yang butuh kendaraan semacam itu, kepolisian dan kendaraan operasional pemda di daerah.

    Kalau mau memproduksi kendaraan militer serbu ringan, mingkin bisa pakai jurus ATM ( Amati, Tiru, Modifikasi ) Produk cadillac v150/200 commando series. kalau tidak salah, Indonesia mempunyai 200 unit cadillac v150 commando. http://en.wikipedia.org/wiki/Cadillac_Gage_Commando#V-150

    kalau mau yang paling gress bisa jiplak produk textron commando https://www.youtube.com/watch?v=NiAz_4hnP4Y.

    1 sasis bisa dipakai untuk berbagai keperluan.

  14. itu..mobil nya bisa g’ di pake untuk OF ROAD….

  15. Sesekali bikin yg sangar dong

  16. Perlu diujicoba offroad kelas berat dulu, baru setelah lolos diuji militer. Harusnya JKGR diajak ikut uji offroad biar bisa ikut menilai…. Hebat Pindad ayo maju terus bikin yang banyak dulu biar TNI tertarik adopsi..

  17. Speknya ga ada.

  18. trus gimana nasip komodo yg jg dibikin PT DI yaah…???

  19. Cocok nih buat yang hobi off road. Disertifikasi aja biar bisa berkeliaran dijalan-jalan ibu kota atau di seluruh indonesia

  20. jangan lupa pak presiden tank buat marinir.

    https://www.youtube.com/watch?v=pfGP-dGjjnY

  21. komodo

  22. Hidup produksi dalam negri

    Terus berjuang

    Salut salut

 Leave a Reply