Nov 062016
 

image001
Belajar dari peperangan asimetris di Afghanistan, Irak, dan Suriah, muncul jenis senjata yang bernama IED (Improvised Explosive Device). IED adalah senjata yang dibuat dari berbagai macam peledak, seperti : ranjau, granat, dinamit, bahan bakar, dan juga peluru meriam. Meski senjata jenis ini sudah ada sejak PD 2, namun dampak yang besar baru dirasakan saat peperangan di 3 tempat tersebut. Pada invasi NATO ke Afghanistan misalnya, 66% korban jiwa dari pasukan koalisi disebabkan oleh IED.

Untuk memperkecil korban jiwa, pasukan koalisi mulai menggunakan kendaraan khusus yang diberinama MRAP (Mine Resistant Ambush Protected) vehicle, atau yang bisa disebut kendaraan tahan ranjau. Hal yang membuatnya demikian adalah adanya V-Hull atau badan bagian bawah kendaraan yang bentuknya menyerupai huruf V. Dengan V-hull, efek ledakan akan tersebar dan teralihkan ke daerah yang lebih luas, sehingga meminimalisir ledakan yang menembus lapisan armor kendaraan. Hal pendukung lainnya adalah ban yang dirancang khusus bisa lepas saat terkena ledakan, dan as roda yang dapat dipasang dengan ban baru. Dengan begitu, kendaraan MRAP dapat digunakkan kembali setelah terkena ledakkan.

Negara Indonesia kita ini juga sudah menggunakan MRAP, yaitu RG-31 dan Casspir buatan AfSel. Namun, di Indo Defence 2016 kemarin, kita bisa melihat bahwa Indonesia sedang membuat MRAP sendiri, berdasarkan Bushmaster buatan Australia. Agak terlambat dibandingkan dengan Malaysia, yang sudah melisensi 200 unit RG-34 sekitar tahun 2004 pada pabrik Deftech.

MRAP buatan Malaysia dan Indonesia

Negara tetangga kita, Malaysia sudah lebih dahulu memiliki pengetahuan untuk membuat MRAP. Sekitar tahun 2004, Deftech, perusahaan pembuat senjata dan ranpur Malaysia, sudah melisensi 200 unit RG-34. Pada tahun 2014, Malaysia sudah bisa membuat MRAP sendiri. Apakah itu ?

image003

Deftech AV4 Lipan Bara

Deftech AV4 adalah MRAP Malaysia yang merupakan lisensi dari MRAP buatan Thailand, Chaiseri First Win FW4X4. Malaysia membeli sekitar 20 unit, di mana 6 diantaranya diproduksi Chaiseri Thailand dan sisanya oleh Malaysia dengan nama Deftech AV4 Lipan Bara (namanya berarti sejenis kelabang). AV4 dapat memuat 10 orang pasukan, ditambah 1 supir. Ditenagai oleh mesin 300 HP, dapat melaju 100 km/jam dan dapat menampung muatan 2 ton. Berat tempur 13 ton, perlindungan peluru setara STANAG 4569 level 2 (satu tingkat di bawah Anoa, dapat menahan peluru 7,62 mm biasa). Namun, untuk perlindungan terhadap ranjau, levelnya setara STANAG lv 3b di bawah badan (dapat menahan peledak 8 kg) dan lv 4a (10 kg di salah satu roda). Hal ini dicapai karena adanya V-hull. Untuk senjata, Malaysia memilih menggunakan minigun 7,62 mm, mungkin buatan Dillon Aero Amerika. Dimensi AV4 adalah PxLxT : 4,61 x 2,2 x 2 meter.

Chaiseri First Win 4x4, buatan Thailand, yang dilisensi Malaysia

Chaiseri First Win 4×4, buatan Thailand, yang dilisensi Malaysia

Bagaimana dengan Indonesia? Tidak mau kalah, Pindad juga melakukan inovasinya untuk memproduksi MRAP nasional.

Pindad Sanca MRAP

Sanca MRAP (Madokafc/Defence.PK)

Sanca MRAP (Madokafc/Defence.PK)

Pada Indo Defence 2016 kemarin Pindad menampilkan ranpur baru bernama Sanca MRAP (diambil dari nama ular pembelit), yang merupakan lisensi dari Bushmaster PMV buatan Thales Australia. Dengan mesin sekuat 300 HP, dapat melaju 100 km/jam. Dimensi PxLxT adalah 7,18 x 2,48 x 2,65 meter. Sanca buatan Pindad ini dilengkapi armor tambahan yang membuatnya berbeda dari Bushmaster. Berat tempur bushmaster 15,4 ton, sedangkan Sanca buatan Pindad ini mungkin lebih berat karena adanya armor tambahan itu. Sanca dapat menampung 9 pasukan ditambah 1 supir.

Untuk perlindungan terhadap peluru, Bushmaster sejatinya hanya berstandar STANAG lv 1 (dapat menahan peluru 5,56 mm). Namun karena Pindad sudah sering membuat Anoa yang proteksinya setara STANAG lv 3 (dapat menahan peluru 7,62 tungsten karbida/armor piercing), bisa jadi Sanca ini juga memiliki proteksi yang sama dengan Anoa. Dengan adanya V-hull, Sanca dapat menahan ledakan peledak lebih dari 8 kg (STANAG lv 3+). Untuk senjata, Sanca di Indo Defence kemarin dipasang Qimek RCWS buatan Rheinmetall dengan SMB 12,7 mm.

 Bushmaster milik Australia. Perhatikan perbedaan armor samping dengan Sanca Pindad


Bushmaster milik Australia. Perhatikan perbedaan armor samping dengan Sanca Pindad

Dengan adanya Sanca MRAP ini, dapat dibuktikan persaingan antara Pindad Indonesia dengan Deftech Malaysia. Malaysia melisensi First Win, 2 tahun selanjutnya pindad melisensi Bushmaster.Namun, sebenarnya ada 1 lagi MRAP buatan Indonesia. Apakah itu?

image011

Tugasanda Turangga APC

Pada Indo Defence kemarin ada 1 lagi ranpur ber-V-hull buatan Indonesia. Namanya adalah Turangga (berarti kuda). Ranpur ini adalah buatan PT. Tugasanda, yang sebenarnya merupakan karoseri bus. Basis pengembangan Turangga adalah truk Ford F550 buatan Amerika. Berdimensi PxLxT : 6,47 x 2,4 x 2,45. Berat tempur 8,845 ton, dengan mesin berkekuatan 400 HP (lebih kuat dari mesin Anoa) dapat mengantarkannya melaju secepat 110 km/jam. Dapat memuat 10 penumpang + 1 supir. Level proteksi dari peluru adalah setara CEN level B6 atau STANAG lv 2 (tahan peluru 7,62 mm biasa), sedangkan proteksi dari ranjau adalah STANAG lv 2+ (diantara 6-8 kg, bisa dibilang tahan peledak 7 kg).

Proteksi ranjaunya yang lebih rendah dari Lipan Bara dan Sanca dapat dimaklumi, karena beratnya yang cuma 8,8 ton; bandingkan dengan AV4 dan Sanca yang mencapai 13 dan 15 ton. Hal ini dikarenakan lapisan baja Turangga lebih tipis. Namun Turangga masih dapat diberi add-on armor, yang akan menambah level proteksinya. Untuk senjata, dapat dipasang RCWS maupun senjata manual kaliber 7,62mm ; 12,7 mm atau pelontar granat 40mm.

Ford F550, yang menjadi acuan pengembangan Turangga APC

Ford F550, yang menjadi acuan pengembangan Turangga APC

Dari ulasan di atas, sekarang kita tahu bahwa industri pertahanan kita semakin berkembang, meskipun kadangkala tertinggal dari negara tetangga. Catatan terakhir, ternyata panser Badak buatan Pindad juga sudah dilengkapi V-hull. Anoa belum menggunakan V-hull, sedangkan panser negara tetangga seperti AV8 Deftech dan Terrex ST Kinetics sudah menggunakannya pada baseline-nya. Coba lihat gambar di bawah ini :

Perhatikan baik-baik bagian bawah hull Badak, sengaja dirancang V-hull untuk memperkuat proteksi terhadap ranjau/IED

Perhatikan baik-baik bagian bawah hull Badak, sengaja dirancang V-hull untuk memperkuat proteksi terhadap ranjau/IED

Ditulis oleh : AutoVeron

Artikel Terkait :

  71 Responses to “Kendaraan Tahan Ranjau Indonesia vs Malaysia”

  1. Wah bakal rame nih sampai 357 komen !

    • Xixixi.. Nunggu komennya bung @Colibri.. ?

    • Kalau udah ngebahas tentang negeri sebelah biasanya bakal rame nih

    • AYO YANG BENCI AUSTRALIA DAN AMERIKA
      Ternyata ToT nya DARI AUSTRALIA
      Turangga Berbasis truk Ford F550 buatan Amerika

      RUSIA MANA YAAAAA ?????

    • Maaf Bung Patih, numpang Lapak lagi yaaa…..

      Ada 3 APC MRAP yang lagi dibahas : Lipanbara, Sanca/Bush dan Turangga. Sejak awal berita tentang kerjasama Pindad dan Thales untuk joint development dengan basic Bushmaster saya tidak begitu nyaman secara kita sudah punya Komodo.
      Bahkan Bung Rheid menyatakan bahwa kita sangat perlu bekerjasama untuk mendapatkan armor dari Bushmaster.

      Dari beberapa artikel malah menyatakan bushmaster paling lemah armornya dibanding Lipan atau Turangga. Bahkan Pindad lah yang meningkatkan Armornya melekat di Sanca.

      Secara sepintas terlihat Lipanbara unggul dari sisi armor sedangkan fitur yang lain saya kira optional bisa dilengkapi oleh Sanca maupun Turangga. Tetapi jangan salah jika kita melihat data dibawah ini :
      Harga Sanca dengan referensi Bushmaster sekitar IDR 9 milliar
      Harga Turangga sekitar IDR 8 milliar
      Dannnnn….. Harga Lipanbara RM 140.000.000/20 unit atau sekitar IDR 23 miliararrr……

      Jadi terbukti khan tanpa bushmaster dan dana yang “bersahabat” , kita mampu mempunyai PC 4×4 MRAP yang bagus , …

      • Lipan bara made in thailand adalah project rasuah pemerintah malaysia

        • Iya Bung Askar,
          Jika TOT di Indonesia selalu “beli dikit dan murah ajah ngarep TOT ??? ”
          Kalau di Malaysia TOT jadinya “TOT itu kesempatan nich naikin harga tidak wajar buat rasuah, khan namanya TOT harus lebih mahal dunk , hehehe ….???”

          Pars 8×8 deftech malaysia seharga IDR 120 miliar / unit.
          Bandingkan dengan MBT Abrams downgrade untuk Arab senilai IDR 90 milliar/unit , atau rencana middle tank FNSS PINDAD IDR 60 miliar , atau Anoa pun di IDR 12 miliar.

      • @ Halo Bung senopati
        Salam Bung.

        Spt Comment saya di artikel sebelumnya, ini Bukan ttg ToT bushmaster walau pindad melisensi nya, ini adalah joint development / kerjasama untuk meningkatkan teknologi dari Versi Basic Shape Bushmaster yg akan di adopsi dan di butuhkan/digunakan oleh Indonesia,
        dan Jadilah sanca versi-1.

        ttg:
        joint development dengan basic Bushmaster saya tidak begitu nyaman secara kita sudah punya Komodo

        hehe, pastinya ada sesuatu dunk.
        ya, pindad hanya mengambil shape dari Bushmaster untuk sanca, walau asli nya (bushmaster) cuma STANAG LV1, krn memang kebutuhan ausy hanya itu, dan mungkin saja kebutuhan di TNI bisa lebih dari LV3 , tapi downsidenya kendaraan jadi lebih berat krn plat hardening lbh tebal, dan berimbas pada konsumsi bahan bakar dan biaya produksi.
        belumlagi armor ada tambahan (TiN,SiC,WC) armor di lapisan baja terluar.

        ttg:
        bekerjasama untuk mendapatkan armor dari Bushmaster.
        —–
        sebenarnya, yg tepat adalah bekerjasama untuk mendapatkan library teknologi2 tambahan (termasuk armor, dll ) dari teknologi yg sudah di miliki Ausy, dan bukan dari bushmaster nya, krn hanya sebagai object media kerjasama saja.

        library teknologi2 tambahan itu di dapatkan dari proses kerjasama2 antar negara, walau kita sudah memiliki teknologinya dgn versi yg berlainan.
        CMIIW. 🙂

        • Tot kalo karoseri buat apa.. tot ttg proteksi bahan yg digunakan nahhh itu yg dibutuhkan.. belajar dri rusia nohh dgn armatanya..

  2. Keyeen

    • Dari segi desain memang lebih keren Chaiserinya thailand,, kapasitas jg lebih besar.. untungnya dari segi proteksi sanca bisa lebih unggul dgn adanya modifikasi Pindad..

      Ini Turangga desain depannya keren,, bagian lampunya yg udah LED trlihat lebih garang.. seandainya proteksinya ditingktin bakal jd pesaing baru pindad dan deftech malaysia.. mudah2an pemerintah mau mendukung inhan dari swasta macam PT Tugasanda dgn Tarungganya..

      • intinya yg sudah terbukti bung.. langkah RI sudah tepat!
        sanca kan sudah jelas pernah merasakan peledak Improvised (IED), mortir dan RPG.. lah kalau lipan bara-bere?
        blm jelas toh..

  3. Biar bagaimanapun yang paling haibat ya kereta kebal ‘Lipan Bara’,, di kepruk sadal japit sudah gepeng. Lipan gitu loh.. hihihi

  4. Orang sebelah gak bakal komen,lg ngurusin gas,minyak masak,bensin,tarif tol smpai2 roti canai juga naik…hahaaaaaa,kaciannnnn

  5. ketinggalan lagi

  6. Indonesia memiliki prinsip mengamati, menirukan, menambahkan, sehingga walaupun meniru/ lisensi produk asing, hasil produksinya selalu lebih baik dan unggul dari produk aslinya.
    Jadi tidak asal jiplak / copy semata.
    Kelebihan lainnya saat membuat tiruan kita sambil belajar membuat produk sendiri, contoh SS-1 nya PINDAD.
    Jadi bukan tidak mungkin jika kita dapat TOT, bukan tidak mungkin kita bida membuat produk superior dari produsen aslinya sekalipun, dan itu tugas anda para generasi muda Indonesia.
    Tanamkan minar belajar, kreatifitas dan karakter unggul, agar generasi sesudah kita suatu saat bisa menguasai dunia..!!!

  7. Mengapa gak mengembangkan Dr badak?…

  8. Utk apc turangga bannya diperbesar donk, bergigi dan warnai hitam legam..biar tambah sangar dan gahar..

  9. Hehe…jelas sanca lebih full speck dari Lipan bara…plus udah betelprupen…
    Meley kan hanya buat spek didarat…Indonesia darat udara laut (Kalo g salah Malaysia beli kapal angkut Dr Indonesia)…jelas Indonesia lebih perlahan dari tetangga…tapi output nya nanti akan menggetarkan kawasan…hahahahaha

    • Jangan bangga dulu om PR masih banyak..apalagi divanding china masih kalah jauh..

      • Jangankan China, sama Singapor aja Masi kalah bung soal IFV, rantis, 6×6 sama 8×8. Mudah-mudahan dari project medium tank bisa ngangkat. Bung SG.

  10. Buatan Singapura lebih baik.

  11. model y kok lebih oke punya thailand…

  12. dg konstruksi bush … PINDAD bisa dpt tekno baru utk develop kemampuan platform konstruksi kendaraan anti ranjau yg lebih maju, diharapkan PINDAD mampu melahirkan kendaraan taktis yg lebih kuat dlm sistem proteksi utk melindungi personel di dlm Sanca.
    sistem senjata Sanca jg bisa diperkuat utk keperluan tempur … bisa pake rudal shorad, ATGM, GLM atau gatling lokal RCWS.

  13. Konsep mesinnya lebih baik produk karoseri Tugasanda (Turangga APC).
    Karena dengan bobot berat dan body yang extra besar, Power To Ratio mesin Ford F550 lebih efisien untuk menghadapi medan extrime.
    Semoga saja Pihak yang berkompoten (PT Pindad dan lainnya) dapat menerapkan teknologi ranpur anti ranjau dengan spesipikasi dan sertipikasi yang lebih baik dari sebelumnya.
    Btw ranpur militer anti ranjau kenapa levelnya kalah dengan MERCEDES BENZ RI 1 dan RI 2 ya?

  14. Model nomer sekian kalau yang diutamakan proteksi terhadap ledakan ranjau atau tembakan peluru senpi bukan rudal.

  15. Musuh pasti lebih pintar untuk meledakkan ini kendaraan, kasi ranjau 50 kg pasti terbang ke langit hancur berkeping keping..

    Belum lagi disengat RPG7..

    Truk di kasi body baja..haha boleh boleh..semua karoseri juga bisa buat..

    Besok besok ada jazz lapis baja..baja hitam RX..

    Xixi..

    • mana ada kendaraan, IFV dan tank yang tahan IED/Ranjau 50 Kg

      • ooo…itu yg beberapa peluru meriam kaliber 155 mm di jadikan satu ditanam di tanah terus diledakkan pakai remote atau kabel, blaaar…

        lah MBT aja jadi perkedel kok. apalagi ini cuma APC. tinggal berdoa aja lah.

  16. Konsep mesinnya lebih baik produk karoseri Tugasanda (Turangga APC).
    Karena dengan bobot berat dan body yang extra besar, Power To Ratio mesin Ford F550 lebih efisien untuk menghadapi medan extrime.
    Semoga saja Pihak yang berkompoten (PT Pindad dan lainnya) dapat menerapkan teknologi ranpur anti ranjau dengan spesipikasi dan sertipikasi yang lebih baik dari sebelumnya.
    Btw ranpur militer anti ranjau PT Pindad jangan kalah dengan Mercedes Benz S600 Pullman Guard.

    Mercedes Benz S600 Pullman Gppuard memiliki material antipeluru berstandar Eropa B6/B7 atau VR6/VR7.
    Selain antipeluru, mobil ini juga tahan terhadap tembakan senjata ringan, granat tangan dan bahan peledak ringan dan mampu memadamkan api di kolong mobil dengan otomatis.
    Dibekali mesin 6.000 CC V12 dengan 525 HP masih mampu dikemudikan hingga sejauh 60 kilometer meskipun ban mobil tersebut dalam keadaan gembos atau tanpa tekanan udara sama sekali.

    Semoga saja ranpur anti ranjau made in Indonesia dapat di apresiasikan untuk TNI/POLRI dan ekspor ke pasar negara luas.

  17. Juara 1 Turangga
    Juara 2 Yg made in Thailand / malaysia
    Juara 3 Sanca bushmaster

  18. Itu bajanya pakai baja KS nggak ya… Kayaknya bajanya impor nich,..

  19. PERLAHAN NAMUN PASTI NKRI MENGEJAR KETERTINGGALANNYA DIBIDANG INDUSTRI PERTAHANAN DARI NEGARA TETANGGAA…dan mudah mudahan negara tetangga kesalip sm inhan strategis macam produksi IFX, changbogo, sigma 10514 dan rudal Balistik.. Nkri tdk akan terkejut sm tetangga… Nkri bakal jd yg terhebat.. Dan negara tetangga sialan siap dimusnahkan..

  20. untuk desain dan mesin keren turangga apc, meskipun baja tipis namun bisa diset di tambah armor sesuai medan lawan.. produksi masal yg turangga,, 3000 unit..

  21. Untuk pembuktian..sanca ditugaskan ke Papua..jika benar battle proven di afgan..

  22. Go..Go..Go..PINDAD..inovasi tiada henti..Damailah IndONEsia ku

  23. kok aneh ya. punya malaysia kyknya lebih kecil sih tapi muat 10 orang + 1 sopir ,kita kok cuman 9 ya

  24. Klo di film kartun upin-ipin, lipan itu artinya kecoa..lipan =kecoa. bara = api atau mungkin hangus. Lipan bara = kecoa hangus/gosong..Nama yg gagah untuk sebuah mesin perang..wk..wk..

  25. Kita masih berkutat pada tehnologi rendah ,kapan mau sejajar dengan BRAZIL,TURKI,KOREA ,IRAN?
    Seharusnya kita langsung kejar tehnologi rudal,radar, laser, dan tehnologi tinggi lainnya .Jadi kita tak jadi peng ekor terus.
    Kalau sudah bisa menguasai tehnologi rudal dan radar maka kita baru sejajar dengan mereka. Dalam hal ekonomi kita sejajar dengan brazil,turki,korea Afsel tapi dalam tehnologi jelas tertinggal.
    Malaysia,jelas jauh dibawah Indonesia dalam besaran ekonomi .

    • lah kan sudah….semuanya di lakukan secara simultant. dan sinergi antar BUMNIS dan lembaga2 penelitan negara.
      hasilnya…radar (indra, isra, indrea, LPI radar), sonar dari len, data link dari len (len link), fiscor 100…mapack radio komunikasi buatan len, CMS mandala dari len, avionic2 dari pt infoglobal, war game and air data situastion (TDAS) dari pt global, simulator2 dari perusahaan bandung….dsb.

  26. udah keliatan indonesia semakin kuat di kawasan.. produksi skg aja udah kuat dan canggih, apa lagi nanti..?!! kembangkn pak, buat yg bisa gendong rudal segede kasel..

  27. Inovasi tiada henti.. Semoga semakin baik hasil kerjasamanya. Belajar dari pengalaman dari negara lain…good job

  28. Bensin

  29. Bagusan sanca sm turangga tinggal tebalin saja armor nya

  30. nah artikel yang bagus ini.
    mencerahkan.
    mantabh bung autoveron.

    btw kok nggak ada yg pake mesin toyota atau hino yak?

    secara produk kan laris manis di sini.
    belum ada yang mumpuni seri mesin dari toyota dan hino?

    maklum newbie…

  31. wao!

  32. wao! waaaaaao.

  33. haaiiii

  34. Bravo Pindad..

  35. Alhamdulillah…
    Meyakinkan Dan menggembirakan sekali…
    Kemajuannya cepat sekali …PT Pindad ini…

  36. MRAP Turangga desainnya mirip film2 fiksi ilmiah… Keren…!!

  37. baru tau kalo bawahnya badak V-Hull..cakep dah.

  38. pak dokter suntik gila aja tu setan..
    biar gk jd provokator di warjag…comentnya abal2 buat malu nkri..

  39. indon goblok hahahaha

    • hey malooon guoblok tak sedar diri ko nak mintak TOT friget indonesia jaya nan raya tak hihhihihihihiihi

      negara gagal

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)